Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Tauhid Uluhiyah

Segala puji hanya milik Alloh, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai hari kiamat.

Makna tauhid Uluhiyyah.

Tauhid Uluhiyyah adalah mengesakan Alloh dengan segala bentuk ibadah yang nampak maupun tersembunyi, dengan ucapan maupun amalan, serta mentiadakan segala bentuk ibadah kepada selain Alloh, sebagaimana firman Alloh dalam Al-Qurโ€™an:

ูˆูŽู‚ูŽุถูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฃูŽู„ุงู‘ูŽ ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู

โ€œDan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Diaโ€ (QS. Al-Isra: 23).[1]

Tauhid uluhiyyah disebut juga sebagai tauhid ibadah.

Kedudukan tauhid Uluhiyyah[2].

Kedudukan tauhid Uluhiyyah nampak pada poin-poin berikut ini:

  1. Jin dan manusia diciptakan untuk merealisasikan tauhid uluhiyyah.
  2. Para rosul diutus dan kitab-kitab diturunkan untuk menyeru kepada tauhid uluhiyyah.
  3. Tauhid uluhiyyah pembeda antara orang yang bertauhid dan orang musyrik.
  4. Sebab inti permusuhan antara para rosul dengan kaumnya adalah dalam hal tauhid uluhiyyah.

Makna lรข ilรขha illallรดh

Tauhid Uluhiyyah adalah makna yang terkandung dalam kalimat tauhid lรข ilรขha illallรดh, sehingga pembahasannya dijelaskan dalam masalah ini.

Kalimat tauhid lรข ilรขha illallรดh artinya adalah tidak ada yang diibadahi dengan benar kecuali Alloh.

Bagian pertama dari kalimat tauhid lรข ilรขha, adalah mentiadakan sesembahan yang benar.

Adapun bagian kedua darinya illallรดh adalah menetapkan ibadah hanya untuk Alloh.

Dua bagian di atas disebut rukun kalimat tauhid.

ย 

Catatan:

  1. A. Diantara kekeliruan dalam masalah ini, adalah mengartikan kalimat tauhid dengan arti tidak ada tuhan kecuali Alloh. Karena, jika kita mengartikannya demikian, maka sama sekali tidak membedakan antara orang yang bertauhid dengan yang berbuat syirik karena orang musyrikin pun menetapkan bahwa Alloh Maha Pencipta, Maha mengatur yang lainnya, hal itu sebagaimana yang Alloh subhanahu wa taโ€™ala firmankan:

ูˆูŽู„ูŽุฆูู†ู’ ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู„ูŽูŠูŽู‚ููˆู„ูู†ู‘ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู

โ€œDan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. (QS. Az-Zukhruf: 9).

Imam Qurthubi menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan mereka adalah kaum musyrikin, mereka itu menetapkan bahwa yang menciptakan dan mengadakan adalah Alloh, kemudian mereka beribadah kepada selain-Nya karena kebodohan mereka.[3]

Contoh kekeliruan itu, adalah apa yang dikatakan sebagian orang mengenai ayat kedua dari surat Ali Imron:

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ุญูŽูŠู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ููˆู…ู

โ€œAlloh, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nyaโ€. (QS. Ali Imron: 2).

Sebagian orang mengatakan: “Ilรขh biasanya diterjemahkan dengan Tuhan. Ada juga yang berpendapat bahwa kata itu pada mulanya berarti Pencipta, Pengatur dan Penguasa alam raya. Sekian banyak ayat Al-Qurโ€™an yang dapat mendukung pendapat ini, misalnya QS. Al-Anbiyรข: 22. Dengan demikian, ayat di atas mentiadakan segala sesuatu yang kuasa mengatur alam raya, kecuali Alloh.”

Jelas pendapat tersebut tidaklah benar. Sekali lagi kita katakan: “Jika kita mengartikan kalimat tauhid dengan makna yang telah disebutkan, maka kalimat tersebut sama sekali tidak membedakan antara orang yang bertauhid dan orang yang berbuat syirik, karena orang-orang musyrik Quraisy pun mengakui bahwa yang Maha Pencipta itu adalah Alloh.

  1. B. Menerjemahkan lรข iIlรขha illallรดh dengan arti tidak ada Tuhan selain Alloh.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia dijelaskan, bahwa Tuhan artinya adalah sesembahan, maka kata tidak ada Tuhan selain Alloh artinya tidak ada sesembahan selain Alloh. Dengan demikian, maka berarti bahwa semua yang disembah adalah Alloh, baik yang disembah secara benar maupun batil. Walaupun bisa jadi ada yang mengatakan: โ€œTentunya maksud kami tidak demikianโ€. Hanya saja kalimat tauhid adalah kalimat yang sangat penting, maka tidak boleh diungkapkan dengan makna yang bisa disalah artikan.

ย 

Syarat lรข ilรขha illallรดh:

Mesti dimaklumi, bahwa kalimat tauhid adalah kalimat yang dengannya seseorang masuk Islam, kalimat tauhid adalah kunci surga. Wahb bin Munabbih pernah ditanya: โ€œBukankah lรข ilรขha illallรดh itu kuncinya surga?” Beliau menjawab: โ€œBenar, akan tetapi setiap kunci itu memiliki gigi, jika anda membawa kunci yang bergigi maka pintu itu akan dibuka untukmu, jika tidak maka tidak akan dibukaโ€.[4]

Giginya itu adalah syarat yang mesti dipenuhi. Syarat-syarat tersebut ada tujuh sebagai berikut[5]:

  1. Ilmu:

Maksudnya adalah mengetahui makna tersebut dengan pemahaman yang benar, dalam hal ini Alloh berfirman:

ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ู’ุจููƒูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูุชูŽู‚ูŽู„ู‘ูŽุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุซู’ูˆูŽุงูƒูู…ู’

“Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Alloh dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Alloh mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad: 19).

Yang menjadi dalil dari ayat di atas adalah firman Alloh (yang artinya): โ€œMaka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (baca: sesembahan) yang berhak diibadahi selain Allohโ€.

  1. Yakin:

Maksudnya adalah meyakini kalimat tersebut dan makna yang terkandung di dalamnya. keyakinan adalah mengetahui dengan sebenar-benarnya dan membenarkan tanpa keraguan sedikit pun:

Alloh berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุงุจููˆุง ูˆูŽุฌูŽุงู‡ูŽุฏููˆุง ุจูุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œSesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka di jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang benarโ€. (QS. Al-Hujurรดt: 15).

Yang menjadi dalil dari ayat di atas, adalah firman Alloh (yang artinya): โ€œKemudian mereka tidak ragu-raguโ€.

  1. Ikhlas:

Ikhlas adalah lawan kata syirik, ikhlas adalah membersihkan segala tujuan ibadah hanya untuk Alloh, demikian pula mengucapkannya benar-benar karena Alloh, bukan karena kebiasaan atau ikut-ikutan semata. Alloh berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ููŽุงุนู’ุจูุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตู‹ุง ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ

โ€œSesunguhnya kami menurunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nyaโ€. (QS. Az-Zumar: 2)

  1. Jujur:

Yakni apa yang diucapkannya sesuai dengan apa yang ada di hatinya, Alloh berfirman:

โ€œAlif lรขm mรฎm. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dustaโ€. (QS. Al-Ankabut: 1-3).

  1. CInta:

Maksudnya mencintai kalimat tauhid dan segala tuntutan yang ada di dalamnya, demikian pula mencintai orang yang menunaikannya, dan membenci orang yang menentangnya.

Alloh berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุฏู‘ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽุณูŽูˆู’ููŽ ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูุญูุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูุญูุจู‘ููˆู†ูŽู‡ู

โ€œHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nyaโ€. (QS. Al-Maidah: 54)

  1. Tunduk:

Alloh berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุณู’ู„ูู…ู’ ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุญู’ุณูู†ูŒ ููŽู‚ูŽุฏู ุงุณู’ุชูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุนูุฑู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูุซู’ู‚ูŽู‰ ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑู

โ€œDan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Alloh, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Alloh-lah kesudahan segala urusanโ€. (QS. Luqman: 22).

  1. Menerima:

Alloh berfirman:

ุขู…ูŽู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุจูู…ูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูŒ ุขู…ูŽู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุชูู‡ู ูˆูŽูƒูุชูุจูู‡ู ูˆูŽุฑูุณูู„ูู‡ู ู„ูŽุง ู†ูููŽุฑู‘ูู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุฑูุณูู„ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุทูŽุนู’ู†ูŽุง ุบููู’ุฑูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠุฑ

“Rosul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Alloh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rosul-rosul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dengan yang lain dari rosul-rosul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami mendengar dan kami taat.” Mereka berdoa: “Ampunilah kami, wahai Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al-Baqarah: 285)

Apa perbedaan antara tunduk dan menerima?

Ketundukan itu direalisasikan dengan anggota badan, adapun menerima itu terwujud dengan penerimaan dalam hati.

Semoga yang sedikit ini bisa memberikan pelurusan terhadap pemahaman yang kurang tepat mengenai makna kalimat tauhid lรข ilรขha illallรดh dan bisa menyegarkan pengetahuan kita mengenai syarat-syarat kalimat tauhid yang harus dipenuhi. Hanya kepada Alloh kita memohon semoga bisa mampu mewujudkan semuanya dengan baik, dan hanya kepada Alloh kita memohon agar dijauhkan dari segala bentuk kesesatan. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad para keluarga, sahabat dan orang-orang yang tetap berusaha meniti jejak langkah mereka hingga akhir zaman.

ย 

[1] Aโ€™lรขmus Sunnah Al-Mansyรปroh buah karya Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami hal: 50 cetakan Maktabah Ar-Rusyd; Riyad.

[2] Muqorror Mรขdatil `Aqรฎdah hal: 25-26 Nukhbatin minal Ulamรข cetakan Ghiras lin Nasyr wat Tauzi.

[3] Al-Jami li Ahkamil Qurโ€™an buah karya Imam al-Qurthubi Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad, XIX/ 9 cetakan Muassasah ar-Risalah.

[4] Shahih al-Bukhari (I/ 415)

[5] Diringkas dari Aโ€™lamus Sunnah al-Manshurah dan Muqarrar Madatit Tauhid.

Sumber: Majalah Lentera Qolbu Edisi 01 Tahun 02

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.