Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

SYAMA’IL MENGENAL NABI MUHAMMAD Shalallahu Alaihi Wassalam, LEBIH DEKAT

syamail Mengenal Lebih Dekat Nabi Muhammad

 

Syama’il Nabi MENGENAL NABI MUHAMMAD LEBIH DEKAT

Segala puji hanya milik Allah yang mengutus sebaik-baik makhluk-Nya secara khalqi maupun khuluqi- baik secara ciptaan maupun sifat dan akhlak. Tidak ada kebaikan dan orang baik kecuali bersumber darinya. Tidak ada kejelekan dan orang jelek kecuali menyelisihi dan jauh dari ajarannya.

Setiap orang bangga dengan idolanya. Siapa pun yang dia idolakan, dia merasa senang meyebut, mengingat, mencontoh, dan mendambakan kepribadian idolanya. Maka tidak ada idola dan junjungan mulia, tidak ada teladan agung, kecuali Rasulullah.

Setiap muslim pasti dan harus memuliakan dan meneladani Rasulullah tanpa kecuali. Sementara itu, agar bisa meneladani seseorang (idola), perlu mengenal orang yang diteladani. Oleh karena itu, seorang muslim harus mengenal pribadi mulia terkemuka ini (Rasulullah); semoga Allah mengumpulkan kita bersamanya di surga Firdaus.

PENGERTIAN SYAMA’IL NABI

Syama’il (syamail) artinya perangai atau akhlak sedang syamail Nabi meliputi dua bahasan, yaitu:1) dari sisi ciptaan yang meliputi postur tubuh Rasulullah dari ujung rambut hingga ujung kaki; dan 2) akhlak beliau dari lahir hingga meninggal dunia dari urusan akhirat hingga urusan dunia, dari bangun tidur hingga tidur, dari perkara paling pokok yaitu akidah, sholat, hingga tata cara buang hajat yang membuat ahlulkitab iri terhadap umat Islam umat Muhammad karena beliau mengajarkan segala sesuatu kebaikkan dunia dan akhirat tidak tersisa sedikit pun sekecil apa pun. Maka kabar gembira dan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi yang mengetahui dan meneladani Rasulullah.

Akhlak cakupannya sangat luas. Maka, akhlak Rasulullah meliputi akhlaknya kepada Allah dengan merealisasi sebaik-baik ubudiah, tauhid dan ibadah.

Tauhid meliputi tauhid ar-rububiyah, al-uluhiyah, al-asma’ wash-shifat. Ibadah mewujudkan Rukun Iman dan Rukun Islam, amal wajib maupun sunnah, dan iltizam pada perintah dan larangan Allah, halal dan haram.

Akhlak bersama makhluk, wujudnya berupa muamalah yang baik dalam keluarga, terhadap orang tua, saudara, kerabat, tetangga, teman, atau musuh, pernikahan, jual beli, dan sebagainya.

TUJUAN MEMPELAJARI SYAMA’IL

Tidak ragu lagi bahwa mengenal pribadi Rasulullah, amal ibadah dan akhlaknya, merupakan jalan menuju Allah yang mengantarkan hamba kepada surga-Nya. Termasuk di antara faedah mengetahi syamail Nabi adalah kabar gembira di dunia bagi yang bermimpi bertemu Rasulullah jika sesuai dengan sifat-sifatnya yang sesungguhnya.

Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad berkata, “Faedah mengetahui sifat-sifat khalqiyah Rasulullah adalah untuk membedakan mimpi yang benar dan mimpi dusta karena setan tidak mampu menjelma sebagai Rasulullah.”

“Betapa banyak yang tersesat dalam perkara ini, dimana banyak orang yang mengaku mimpi bertemu dengan Rasulullah tetapi ternyata orang yang dilihat (di dalam mimpi) tersebut tidak sesuai dengan sifat-sifat beliau dalam syamail; maka yang dilihatnya tersebut bukanlah Rasulullah.

Betapa banyak orang terjatuh ke dalam bidah khurafat dan ibadah atau zikir yang tidak ada dalilnya karena pelakunya menyangka bahwa amalnya tersebut dibangun di atas mimpi bertemu  Rasulullah dalam tidur. Padahal, beliau tidak wafat kecuali telah Allah sempurnakan agama dan nikmat-nya.

Adapun faedah mengetahui akhlaknya adalah agar mengetahui akhlaknya yang mulia yang dipuji oleh Allah di dalam Al-Qur’an :

لَّقَد كَانَ لَكُم فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسوَةٌ حَسَنَة لِّمَن كَانَ يَرجُواْ ٱللَّهَ وَٱليَومَ ٱلأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرا  ٢١

لقد كان لكم -أيها المؤمنون- في أقوال رسول الله صلى الله عليه وسلم وأفعاله وأحواله قدوة حسنة تتأسون بها، فالزموا سنته، فإنما يسلكها ويتأسى بها مَن كان يرجو الله واليوم الآخر، وأكثرَ مِن ذكر الله واستغفاره، وشكره في كل حال. (٢١)

Artinya: “Sesungguhnya kamu memiliki akhlak yang agung’ dan agar kita beramal meneladaninya karena Allah mengatakan ‘ Sungguh telah ada buat kalian pada diri Rasulullah teladan yang baik bagi siapa yang mengharapkan Allah dan hari akhir dan mengingat Allah yang baik’.” (QS. Al-Ahzab {33} :21)

Selanjutnya, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad memuji kitab asy-Syama’il  alMuhammadiyah oleh Imam Tirmidzi:

Ini kitab yang meliputi akhlak sebak-baik hamba Allah dan yang paling dicintai oleh Allah, kekasih Allah pilihan-Nya, hamba Allah yang paling sempurna ibadahnya, paling suci akhlaknya, paling baik jiwanya, paling indah muamalahnya, paling ahli makrifat kepada Allah dalam mewujudkan ubudiah kepada-Nya. Allah memilihnyauntuk menjadi duta di antara Dia dengan hamba-Nya dalam menuntun kepada kebaikan dan dakwah kepada hidayah. Allah memilihnya dari nasab yang paling tinggi dan diistimewakan dengan sifat paling sempurna dari segi khalqi dan khuluqi. Di dalam segala sisi Allah menjadikannya sebagai teladan seluruh alam sebagaimana dalam surat al-Ahzab[33]:21. Ayat tersebut, kata Ibnu Katsir, sebagai pokok yang paling besar dalam meneladani Rasulullah dalam perkataan, perbuatan, dan perihalnya.

Sementara itu, meneladani merupakan cabang dari ilmu tentang syamail karena tidak mungkin meneladani kecuali jika mengetahui sirah dan syamailnya. Oleh karena itu, sangat mendesak kebutuhan setiap muslim dalam mempelajari sirah rasul yang mulia ini yang di dalamnya terdapat faedah yang sangat banyak, diantaranya:

1.Termasuk kewajiban ahlul-iman adalah beriman kepada Nabi; ini tidak mungkin kecuali dengan mengenalnya. Setiap kali bertambah makrifat tentangnya maka iman bertambah dan bertambah ittiba’ kepadanya karena di antara kewajiban iman adalah mengetahui akhlaknya yang mulia dan sifatnya yang sempurna. Sebab, sesungguhnya orang yang mengenalnya dengan sebenar-benarnya tidak akan ragu terhadap kejujuran dan kebenaran ajaran yang dibawanya kepada Kitab dan Sunnah dan agama yang benar. Karena akhlak dan sifat-sifatnya yang terpuji perkataannya yang jujur dan bermanfaat dan perbuatannya yang baik dan lurus merupakan penyebab terbesar untuk mengimaninya, Allah memerintahkan agar menadaburkan perihal beliau dan sifat-sifatnya yang mendorong untuk mengimaninya.

  1. Sesungguhnya mencintai Nabi wajib bagi hamba. Lebih dari itu, cinta kepada beliau wajib didahulukan daripada cinta kepada kedua orang tua, anak, dan seluruh manusia; bahkan di atas cinta kepada diri kita sendiri. Itulah ikatan yang” tidak sempurna iman seseorang kecuali dengannya”, sedangkan tidak diragukan lagi bahwa mengetahui Rasulullah, syamail dan perangainya, menambah hati semakin mencintai, mengagungkan, dan memuliakan; juga mengetahui derajat dan kedudukannya yang tinggi. Setiap kali seorang hamba memperbanyak sebutan kekasih dan menghadirkan dalam hatinya atau menghadirkan kebaikan dan makna yang mendatangkan kecintaan kepadanya, maka cinta kepadanya akan semakin berlipat ganda dan bertambah rindu kepadanya. Atas dasar ini, betapa banyak inayah kepada manaqib beliau yang mulia, syamail beliau yang agung, sifat beliau yang terpuji, akhlak dan adab beliau, serta petunjuk dan sunnah beliau mendatangkan pengaruh yang luar biasa dalam bertambahnya cinta kepada belia dan sebagai kekuatan hati.
  2. Sesungguhnya Allah menjadikan beliau qudwah untuk seluruh manusia dan memerintahkan agar mengikutinya dan jalan di atas petunjuknya bahkan beliau imam besar dan teladan sempurna.

Sementara itu, mengikuti Rasulullah merupakan cabang dari makrifat kepada beliau, perangai dan syamailnya.

  1. Sesungguhnya Allah menjadikan beliau lebih utama bagi kaum mukminin daripada diri mereka sendiri. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak ada mukmin kecuali aku paling utama dengannya dunia dan akhirat.” Bacalah firman Allah:

ٱلنَّبِيُّ أَولَىٰ بِٱلمُؤمِنِينَ مِن أَنفُسِهِمۡۖ وَأَزوَٰجُهُۥٓ أُمَّهَٰتُهُمۡۗ وَأُوْلُواْ ٱلأَرحَامِ بَعضُهُم أَولَىٰ بِبَعض فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ مِنَ ٱلمُؤمِنِينَ وَٱلمُهَٰجِرِينَ إِلَّآ أَن تَفعَلُوٓاْ إِلَىٰٓ أَولِيَآئِكُم مَّعرُوفاۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي ٱلكِتَٰبِ مَسطُورا  ٦

النبي محمد صلى الله عليه وسلم أولى بالمؤمنين، وأقرب لهم من أنفسهم في أمور الدين والدنيا، وحرمة أزواج النبي صلى الله عليه وسلم على أُمَّته كحرمة أمهاتهم، فلا يجوز نكاح زوجات الرسول صلى الله عليه وسلم من بعده. وذوو القرابة من المسلمين بعضهم أحق بميراث بعض في حكم الله وشرعه من الإرث بالإيمان والهجرة (وكان المسلمون في أول الإسلام يتوارثون بالهجرة والإيمان دون الرحم، ثم نُسخ ذلك بآية المواريث) إلا أن تفعلوا -أيها المسلمون- إلى غير الورثة معروفًا بالنصر والبر والصلة والإحسان والوصية، كان هذا الحكم المذكور مقدَّرًا مكتوبًا في اللوح المحفوظ، فيجب عليكم العمل به. وفي الآية وجوب كون النبي صلى الله عليه وسلم أحبَّ إلى العبد من نفسه، ووجوب كمال الانقياد له، وفيها وجوب احترام أمهات المؤمنين، زوجاته صلى الله عليه وسلم، وأن من سبَّهن فقد باء بالخسران. (٦)

Artinya: “Nabi lebih utama dengan kaum mukminin dari diri mereka…….” (QS al- Ahzab[33]: 6)

  1. Sesungguhnya Allah menjadikan beliau lebih utama bagi kaum mukminin daripada diri mereka sendiri.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  bersabda, “Tidak ada mukmin kecuali aku paling utama dengannya dunia dan akhirat.” Bacalah firman Allah: “Nabi lebih utama dengan kaum mukminin dari diri mereka.” ( Qs. Al-Ahzab [33]:6). Maka, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lebih utama dari kaum mukminin ketimbang diri mereka sendiri karena beliau mencurahkan nasihat buat mereka, kasih sayang dan santun kepada mereka. Beliau makhluk paling penyayang, paling santun kepada umatnya; dengan demekian, beliau nikmat paling besar karena tidak sampai kepada mereka kebaikan sekecil apa pun dan tidak terhalang dari mereka kejelekan sekecil apa pun melainkan lewat tangan beliau dan dengan sebab beliau. Oleh karena itu, wajib bagi umat untuk mengetahui kedudukan beliau yang agung, derajat beliau yang tinggi, dan hendaknya mengetahui syamail dan perangai beliau yang menjadi sebab bertambahnya cinta dan ittiba’ kepada beliau serta memenuhi hak beliau.

  1. Sesungguhnya Allah bersumpah di dalam Al-Qur’an surat al-Qalam [68]:4, tentang kesempurnaan akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan keagungan beliau.

Ini kemuliaan besar bagi hamba Allah dan pilihan-Nya, di mana Allah menyifatkannya dengan ahli akhlak mulia dan tatkala Aisyah ditanya tentang akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka jawabnya, “ Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.” Demikianlah akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  yang terpancar dari al-Qur’an maka pembicaraan beliau sesuai dengan Al-Qur’an memerinci dan menjelaskan Al-Qur’an, ilmu beliau adalah ilmu Al-Qur’an, kehendak dan amal beliau adalah apa yang diwajibkan dan dianjurkan oleh Al-Qur’an, berpaling dan meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Al-Qur’an, kemauan beliau pada apa yang disenangi oleh Al-Qur’an, zuhud beliau sesuai dengan zuhud dalam Al-Qur’an, kebencian beliau pada apa yang dibenci oleh Al-Qur’an, kecintaan beliau pada apa yang dicintai oleh Al-Qur’an, usaha beliau adalah melaksanakan perintah Al-Qur’an menyampaikannya dan jihad untuk menegakkannya. Oleh karena itu, Ummulmukminin Aisyah Radhiyallahu Anha sangat paham dengan kandungan Al-Qur’an dan sangat bagus dalam mengukapkan kalimat yang ringkas maka dia berkata, “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.” Dan kalimat yang sangat ringkas tersebut dipahami dengan mudah oleh penanya dan dia merasa cukup dengannya; demikianlah setiap orang yang mendapat taufik untuk mempelajari syamail dan inayah untuk tercapainya tujuan ini.

  1. Sesungguhnya Allah memerintahkan manusia untuk mengucapkan selawat dan salam dalam hal ini mengikuti Allah dan para malaikat yang berselawat kepada beliau dan sebagai balasan sebagian hak beliau pada umatnya; firman Allah Subhanahu Wata’ala:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا  ٥٦

إن الله تعالى يثني على النبي صلى الله عليه وسلم عند الملائكة المقربين، وملائكته يثنون على النبي ويدعون له، يا أيها الذين صدَّقوا الله ورسوله وعملوا بشرعه، صلُّوا على رسول الله، وسلِّموا تسليمًا، تحية وتعظيمًا له. وصفة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم ثبتت في السنة على أنواع، منها: “اللهم صلِّ على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على آل إبراهيم، إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد، كما باركت على آل إبراهيم، إنك حميد مجيد”. (٥٦)

Artinya: “Setiap kali seseorang bertambah dan kuat makrifat kepada syamail Nabi maka bertambah dan baik selawatnya kepada beliau. Oleh karena itu, selawatnya ahli ilmu yang mengikuti sunnah beliau sangat bagus. Mereka benar-benar mencintai dan bertambah kecintaan mereka mewujudkan solawat yang disyariatkan ketimbang selawatnya orang awam yang hanya kepayahan menguras tenaga dan mengangkat suara.

  1. Sesungguhnya syamail dan sirah Rasulullah yang indah merupakan manhaj hidup bagi setiap muslim yang mengharap kebaikkan ketinggian dan kehidupan mulia di dunia dan akhirat. Hendaknya anak-anak ditarbiyah dengannya dan setiap generasi tumbuh di atasnya dan apabila kaum muda menyimpang darinya maka sia-sia hidup mereka sebagaimana kenyataan para pemuda-pemudi pada zaman ini tatkala mereka cenderung membaca kisah dan sejarah orang-orang yang tidak keruan maka kaum muda tergiring dan tumbuh dalam kehinaan akidah, ibadah, dan akhlak yang rusak. Maka alangkah sangat butuhnya mereka untuk kembali dengan jujur kepada sirah yang manis dan syamail yang penuh berkah ini; sebab, siapa yang mengambil hidayah darinya maka tercapai baginya keuntungan kemenangan dan kebahagiaan dunia akhirat.
  2. Sesungguhnya mengetahui Rasulullah termasuk perkara paling besar yang menambah keimanan bahkan sebagai sebab iman bagi yang belum beriman kepadanya dan tambahan iman bagi kaum mukminin. (Syarh Syamail an-Nabi: 5-15 karya Syaikh Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsil al- Abbad)

REFERENSI:

Demikianlah artikel ini saya ringkas dari Majalah Al-furqon. Semoga kita bisa mengambil manfaat dari artikel ini.

REFERENSI:

Ustadz Abdurrahman al-Buthoni,1436,Al-Furqon,Diringkas: oleh Eva Purnama Sari.

Baca juga artikel:

Kajian Bersama Mudir

Keutamaan Membantu Orang Lain

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.