Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

AIR MATA ORANG TUA (BAGIAN II)

air mata orang tua

Di dunia ini kita berada di hadapan dua pintu, pintu bakti kita kepada kedua orang tua kita dan pintu baki anak-anak terhadap kita. Berbakti kepada orang tua adalah ibadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala  sebelum amalan ini menjadi akhlak mulia, balasan baik, atau rahmat yang Allah Subhanahu Wata’ala  tempatkan di hati para anak. Seiring kesibukan dunia dan kehidupan, lupa atau kebodohan dan sikap tidak peduli, diantara kita kadang berbuat durhaka kepada oramg tua yang kadang tidak kita inginkan. Berikut ini sejumlah Langkah dan cara untuk menjauhi sikap durhaka terhadap orang tua, untuk memperlakukan orang tua dengan baik :

  1. Salah satu sikap durhaka kepada orang tua adalah membiarkan kedua orang tua tanpa adanya siapapun yang menanggung dan merawat mereka berdua, tidak menafkahi keduanya padahal keduanya sangat memerlukan bantuan. Bentuk durhaka lainnya bila seseorang telah menikah, ia meninggalkan rumah tanpa izin ayah dan tidak meminta restu ibu, padahal ini adalah sesuatu yang di perlukan. Adapun jika tidak di perlukan anak harus tetap tinggal Bersama kedua orang tua tenang melihat si anak karena keberadaanya. Sedangkan jika si anak ingin berpisah dari orang tua, sehinngga dalam sehari orang tua hanya bisa melihat sekali atau bahkan dalam jangka watu yang Panjang, solusinya adalah kamu harus pandai mengatur waktu tetap terus menjalin silaturrahmi kepada orang tuamu.
  2. Anak lelaki ataupun anak perempuan harus mewaspadai apapun yang memicu amarah kedua orang tuanya, dan janganlah engkau memanggil orang tuamu dengan panggilan Namanya , tetapi panggillah mereka dengan panggilan cinta seperti “Ayah” dan “Ibu”,dan kata-kata yang lembut lainnya.
  3. Ada sebaian anak yang telah menikah justru melukapan hak kedua orang tuanya. Ia senang memberikan hadiah kepada istri dan anak-anaknya, namun sebaian anak justru lupa dengan orang tuanya. Apakah jiwanya tidak terbetik untuk membelikan satu hadiah kecil untuk kedua orang tua yang telah merawatnya sedari kecil. Jika si anak tersadar , justru itu bukanlah hadiah, tapi bentuk kembalian yang tidak seberapa untuk hutang yang besar yang telah membebani punggunya yang telah menyapih ia sejak kecil. Mulai saat ini hendaklah tersadar dari hal kecil untuk membahagiakan mereka. Orang tua tidak lah membutuhkan kemewahan dari anaknya namun perhatian dari sang anaklah yang mereka nantikan.
  4. Ada sebaian orang selalu bermuka ceria, mrah senyum, berakhlak baik, senang dan gembura di tempat-tempat petemuan, memilih kata-kata yang baik untuk di sampaikan ke orang lain. Namun Ketika berada di hadapan orang tua justru sebaliknya, telihat sedih, kelu lidah yang mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan. Wahai kamu snag anak, janganlah melalaikan kewajiban, Ketika di hadapan kedua orang tuamu hendaklah bermuka ceria agar menyenangkan hati mereka. Sambutlah keduanya dengan senyuman dan kata-kata yang baik.

Pesan ini di sampaikan untuk anak yang durhaka kepada orang tua. Lihatlah dirimu,kala kamu sudah tumbuh besar, dewasa, dan mencapai usia harapan, kamu justru membalas kebaikan dengan keburukan, sikap menyambung tali kekerabatan dan silaturrahmi kamu balas dengan memutus hubungan dengan keduanya, sikap rendah hati kamu balas dengan kasar dan keras, kedekatan kamu balas dengan menjauginya, cinta dan kasih saying kamu balas dengan kebencian, pengorbanan dan pemberian kamu balas dengan sikap yang pelit dan kikir, sehingga kamu memutuskan apa yang allah Subhanahu Wata’ala  perintahkankan. Ada berapa malam yang mereka habiskan untuk bergadang karena merawatmu, orang tuamu menangis karena tangisanmu, tidur tak nyenyak karena menjagamu Ketika sakit. Namun, bagaimana balasanmu kepada keduanya, kamu membiarkan air mata kedua orang tuamu berdera, kamu jutru mempersempit dada orang tuamu karena melihat sikap dan akhlakmu yang tidak diharapkan oleh mereka.

Berikut ini media untuk membantu berbakti kepada kedua orang tua, baik saat masih hidup maupun yang sudah meninggal.

  1. Segala kebaikan tidak didatangkan papun kecuali dengan doa. Seperti itulah yang dilakukan orang-orang shalih, mereka memohon kepada sang pencipta agar di beri kemudahan untuk berbakti kepada orang tua, agar orang tua ridha kepada kita.

Allah Subhanahu Wata’ala  berfirman :

ربّ أوزعني أن أشكر نعمتك ألتي أنعمت على وعلى والدي وأن أعمل صالحا ترضاه وأدخلني برحمتك في عبادك الصالحين

Artinya: “..Ya tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih .” (An-naml[27]:19)

  1. Selalu mengingat keberadaan orang tua sebelum keduanya tiada di dunia ini. Ya, kedua orang tua terang mat aini melihat keduanya, kesedihan hilang karena senyuman keduanya, kebahagiaan datang silih berganti karena melihat keceriaan mereka berdua. Suatu hari nanti pasti dating keduanya atau salah satunya hilang dari pandangan, jauh dari pandangan. Hati ‘terberlah’ di pagi hari dan jantung ‘pecah’ di sore hari, karena di pagi dan sore hari kamu sudah tidak bisa melihat orang tua atau salah satu dari keduanya. Bayangkan, bagaimana situasi seperti ini terjadi kepadamu!! Karena keberadaan keduanya di dalam hidup kita adalah sebuah karunia besar yang telah Allah Subhanahu Wata’ala berikan untuk kita. Maka segerlah bersyukur atas masih di hadirkan keduanya di kehidupan sekitar kita dan lakukanlah apapun yang akan membahagiakan keduanya.
  2. Ingatlah selalu bahwa pahala berbakti kepada kedua orang tua dari sekian pintu syurga salah satunya adalah berbakti kepada orang tua. Dan mungkin juga keduanya akan menjadi sebba kesengsaraan kamu jika kamu durhaka kepada orang tua. Ingatlah pahala yang sangat besar jika kita berbakti kepada orang tua, dan dosa besar jika kita mendurhakai keduanya. Semoga ini akan menjadi dorongan kuat untuk kita selalu berbakti kepada kedua orangtua kita.
  3. Sebagaimana engkau berbuat, maka seperti itulah engkau mendapat balasan. Ya, seperti halnya engaku berbuat, engkau akan mendapat balasan yang sama. Sebagaimana kamu berbakti kepada orangtua saat ini, kelak anak-anak kamu akan berbakti kepada mu seperti kamu berbakti kepada orang tuamu. Dan sebaliknya, jika kamu mendurhakai kedua orang tuamu, maka anakmu akan mendurhakaimu sebagaimana yang kamu lakukan kepada orang tuamu dulu. Balasan akan di berikan sesuai denga napa yang telah diperbuat. Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan mendzalimi umatnya karena ia sang maha adil. Maka waspadalah jangan sampai kamu menyengsarakan diri sendiri.
  4. Membayarkan hutang kedua orangtua, khususnya Ketika keduanya telah meninggal dunia. Apabila jika kedua orang tuamu meninggalkan harta warisan, maka pelunasan hutang itu diambil dari harta peninggalan sebelum pembagian waris. Jiks keduanya tidak mempunyai harta dan mempunya hutang, maka kamu wajib untuk melunasi hutang jedua orang tuamu, ini sebagai bentuk bakti dan kebaikan kamu kepada keduanya setelah keduanya meninggal dunia.
  5. Menunaikan janji-janji kedua orang tuamu. Kamu berkewajiban menunaikan janji kedua orangtua demi mencari pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala.
  6. Bersedekah jariyah (yang pahalanya akan terus mengalir).
  7. Berpuasa menggantiakn puasa kedua orang tua jika keduanya meninggal dunia dalam keadaan memiliki tanggungan puasa, sebagai wujud pembenaran sabda nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

من مات وعليه صيام صام عنه وليه

Artinya: “Siapa meninggal dunia dan ia memiliki tanggungan puasa, walinya berpuasa (menggantikan).” (HR. Bukhari dan muslim )

  1. Tetap menyambung tali silaturrahmi teman karib ayah dan ibu, seperti disebutkan dalam hadist dari Nabi:

إن أبر البر صلة الولد أهل ود أبيه

Artinya: “Sungguh, bakti terbaik adalah anak menyambung hubungannya dengan teman karib ayahnya.” (HR. Muslim)

  1. Melanjutkan melakukan amal baik yang tekah dilakukan oleh kedua orang tuamu. Jika semasa hidupnya orang tua suka membantu fakir miskin, maka lanjutkan kebiasaan berbagi dan jangan bersikap kikir kepada orang lain.

Agar Orang Tua Ridha

Berikut ini cara untuk mendapatkan ridha orang tua.

  1. Jangan menatap tajam mata kedua orang tua saat berbicara dengan mereka
  2. Jangan meninggikan suara Ketika sedang berbicara dengan keduanya.
  3. Jangan berbicara dulu mendahului keduanya. Dengan kata lain, jangan berbicara Ketika ada orang lain yang lebih tua. Dan tentu orang tua memilikikedudukan yang lebih besar dari orang-orang tua yang lebih tua.
  4. Jangan duduk dihadapan orangtua Ketika orangtua berdiri. Ini adalah etika yang di ajarkan oleh nabi.
  5. Jangan mendahulukan diri sebelum kedua orangtua baik dalam hal makanan ataupun minuman. Seperti kisah 3 orang yang tertutup di dalam gua, dimana salah seorang diantara mereka tetap berdiri memegangi wadah susu didepan pintu kamar kedua orang tua haingga fajar terbit, lalu keduanya meminum susu itu sebelum anak-anaknya minum.
  6. Selalu meminta ridha kepada orangtua. Riha kedua orangtua adalah tujuan, karena seperti apapun kamu berbakti kepada kedua orangtua mu dan berlaku baik kepada keduanya, tetap saja harus selalu meminta ridha nya.
  7. Jangan mencela kedua orang tuamu dan jangan lah melakukan apapun yang mengundang kecelaan bagi keduanya. Seperti yang disebutkan dalam hadist shahih :

إن أكبر الكباءر أن يلعن الرجل والديه؟ قال : يا رسول الله و كيف يلعن الرجل والديه؟ قال : يسب الرجل أبا الرجل فيسب أباه ويسب أمه فيسب أمه

Artinya: “Sungguh dosa paling besar di antara dosa-dosa besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya.’ mereka (para sahabat) bertanya, ‘Wahai rasulullah, bagaimana orang melaknat kedua orang tuanya sendiri? Beliau menjawab, ‘ia mencelah ayah orang lain, lalu orang lain membalas mencela ayahnya. Ia mencela ibu orang lain, lalu orang lain membalas mencela ibunya.” (HR.Muslim)

Durhaka Kepada Orang Tua adalah kepahitan dan kebodohan

Allah Subhanahu Wata’ala  berfirman dalam kitabnya :

وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالولدين إحسنا إما يبلغن عندك الكبر أحدهما أو كلاهما فلا تقل لهما أف ولا تنهرهما وقل لهما قولا كريما

Artinya: “Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaan mu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan pada keduanya ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah perkataan kepada keduanya perkataan yang baik (Q.S Al-isra’ : [17] : 23)

Perintahnya jelas dalam firman, “Dalam pemeliharaanmu,” bukan di panti-panti jompo ataupun dirumah yang luas namun membuat sedih. Orang tua harus berada di tempatmu, dirumah mu, dalam pemeliharaanmu, dalam pemeliharaan istrimu.

Kedua orangtua harus dihormati, di muliakan dan memiliki peran penting. Saat itu, hujan do’a kebaikan dari kedua orangtua akan terus deras kepada kamu, do’a agar kamu di lindungi dan diberi Kesehatan. Kamu mengemis ridha mereka berdua, mencium tangan-tangan tidak asing yang dulu selalu memandikan, memasak, merawat, dan mendekap kepala anak-anaknya dengan tekun, sering akli berjalan kaki untuk memenuhi keperluan kamu, sementara kamu terlelap dalam tidur yang tenang.

Dalam pemeliharaan kamu, jangan sampai kehormatan seorang ibu ternodai oleh seorang istri durhaka. Jangan sampai suami [anak] marah kepada ibu; suami yang menghabiskan waktunya seharian dan tidak pernah bertanya kepada dirinya bagaimana kondisi anak-anaknya bersamanya kelak. Dalam pemeliharaan kamu , kamu punya spirit baik yang menebarkan cahaya dan berkah. Kamu sebagai suami ataupun istri berhak tinggal Bersama anak-anak kamu berdua saat kamu mencapai usia senja nanti. Segala alasan mengada-ada harus di hindari,seluruh kegundahan hidup dan kegelisahan dan tanggung jawab keluarga harus di singkirkan, agar kesempatan berbakti kepada kedua orang tua dan kewajiban merendahkan diri sebagai wujud kasih sayang dan balas jasa berjalan baik. Agar rumah terasa lapang meski sempit. Rezeki sekecil apapun adalah sumber kebaikan dan pintu kebahagiaan yang paling wajib di syukuri.

REFERENSI :

Butsainah As-sayyid Al-Iraqi.April 2014. Qiblatuna.Buku air mata orang tua karena kedurhakaan anaknya.

Di ringkas oleh: Diana Rosela

 

BACA JUGA:

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.