Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

40 Faidah Birrul Walidain

40 Faidah birrl walidain

40 Faidah Birrul Walidain. Albir: dalam bahasa arab artinya kebaikan yang banyak dan luas. Oleh kare itu tanah yang terhampar luas, padang pasir yang terhampar luas disebut barrun (بر), maka al bir artinya secara bhasa: kebaikan yang banyak dan luas.

Ke dua orang tua ini adalah yang pokok adalah kedua orang tua yang dekat, betul-betul orang tua, tidak termasuk kakek dan nenek meskipun berbuat baik kepada kakek dan nenek satu hal yang diperintahkan namun yang diinginkan dari kata الوالدين di sini adalah orang tua dekat.

Artinya: berbakti kepada kedua orang tua itu tidak bisa terwujud tanpa kebaikan yang luas, dan banyak terhadap orang tua, berbakti kepada orang tua hrus dengan kesbaran dan nafas yang panjang, terus menerus berbuat baik kpd orang tua.

Poin yang pertama 1:

Berbakti kepada ke 2 orang tua itu adalah bagian dari syiar agama yang paling penting dan termasuk ketaatan yang paling mulia dan amal yang paling mendekatkan diri kepada allah yang paling besar dan termasuk kewajiban yang paling wajib dan (sebaliknya) durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa yang paling besar dan termasuk kejahatan yang paling keji.

Penjelasan:

Syiar adalah: kata seikh sholih al-utsaimin di tafsir surat al-baqarah, ketika menjelaskan ayat 158 di surat al-baqarah, beliau katakan: definisi syiar adalah:

وقوله تعالى: ﴿إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ﴾ (من) والشعائر جمع شعيرة، وهي التي تكون عَلَمًا في الدين  يعني من معالم الدين.

Syiar jamak dari sya’irah yaitu sesuatu yang menjadi tanda dan simbol dari agama

﴿مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ﴾ أي: من معالم دينه؛ لأن العبادات منها خفية بين الإنسان وبين ربه، ومنها أشياءُ تكون علمًا، علمًا ظاهرًا بينًا:

Termasuk syi’ar artinya: diantara simbol-simbol atau tanda-tanda ajaran agama yang terlihat jelas karena ibadah itu ada yang tersembunyi yang diketahui seseorang dengan tuhannya, dan ada tanda yang bisa dilihat orang yang jelas dan gamblang dan inilah yang disebut dengan syiar/sya’iroh.

 

Sehingga syiar itu memiliki dua unsur:

  1. Dia adalah ajaran agama,
  2. Pelaksanaannya tidak bisa sembunyi2 tanpa diketahui orang lain

Maka jika satu hal itu terkmpul padanya 2 unsur ini, maka  dia disebut dengan syiar islam. Maka berbakti kepada ke 2 orang tua adalah termasuk syiar agama yang paling gung yg paling penting dan yang paling mulia. Karena berbakti kepada orang tua tidak bisa dilakukan sembunyi-sembunyi, hanya antara seseorang dg allah dan ini tidak bisa, minimal yang tahu adalah orang tua itu sendiri. Contohnya: orang tua akan komentar: ”anak saya yg A itu mashaallah sangat berbakti” maka syi’ar tidak bisa disembunyikan sehingga berbakti itu adalah syiar agama Islam.

Poin  ke 2 :

MATAN:

Definisi birrul walidain adalah: berbuat baik kepada keduanya dengan melakukan sikap yang indah kepada keduanya mencangkup ucapan dan berbuat baik kepada perbuatan,.(dengan niat untuk melakukan syiar islam) yaitu mendekatkan diri kepada allah.

Penjelasan: Ini yang seharusnya yang dilakukan oleh seorang muslim, motivasinya dalam berbuat baik kpd ke 2 org tua adalah untuk mendekatlan diri kepda allah, berbeda dg orang kafir, mereka melakukan kebaikan kepada ke 2 orang tua mereka, karena adat tradisi, budaya, kebiasaan, atau tidak enak kpd komentar orang, malu menelantarkan orang tua, sdgkan seorang muslim adalah motivasinya dalam berbuat adalah untuk mendekatlan diri kepda allah.

MATAN:

Dan definisi diatas berkonsekuensi: mempergauli orang tua dengan baik dan pergaulan yg mulia terhadap ke 2 orang tua dan menghormati ke 2 orang tua dan senantiasa beradab kepada ke 2 orang tua adalah sering mengunjungi keduanya dan saling menjaga hubungan dengan orang tua bersifat longgar (kapan lapang kapan bisa membantu) dalam ketaatan kepadanya dalam hal-hal yang tidak besifat maksiat kepada allah dan konsekuensi berbakti kepada orang tua adalah) berbagi harta kepada ke dua orang tua dan longgar dalam masalah keuangan untuk ke 2 orang tua artinya tidak menunggu sampai diminta, harus nunggu sampai jelas mintak, namun  anak yang berbakti itu ketika uangnya berlebih, maka cukup isyarat dari orang tua,  itu tiba2 diwujudkan, comtoh: motor bapak ini kok tiba2 mati, maka anak yang berbakti, tiba2 trf kepada ayahnya utk beli motor baru, langsung di wujudkan, tidak perlu orang tua sampai ngomong, belikan motor, tapi cukup isyarat inilah anak yg betul2 berbakti kpd ke 2 orang tua.

Penejelasan: Dengan kedermawanan dan rendah hati dan memperhatikan hak keduanya dan menunaikannya dan mencari-cari apa yang disukai dan menjaga diri dari hal2 yang tidak mereka sukaidan yang semisalnya.

Poin  ke 3 :

MATAN:

Berbakti kepada kedua orang tua adalah bagian dari syi’ar agama yang paling penting, (dalilnya) allah menggandengkan ibadah kepada Allah dan meng-esakannya )dengan berbakti kepada ke 2 orang tua.(

Sebagaimana firman Allah:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعبُدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِياهُ

dan rab-mu memerintahkan-mu janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepadanya.

وَبِٱلوَالِدَينِ إِحسَـٰنًا ﴿ الإِسراء 23

Dan berbuat baiklah kepada keduanya (kedua orang tua)

وَٱعبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشرِكُوا۟ بِهِۦ شَيئا،

Dan kalian sembahlah Allah dan jangan menyekutukan allah dengan sesuatu apapun

وَبِٱلوَالِدَينِ إِحسَـٰنا ﴿النساء 36

Dan berbuat baiklah kepada keduanya (kedua orang tua). (QS. Al-Isra’: 23)

Poin  ke 4 :

MATAN:

Allah gandengkan berterimkasih kepada Allah, Allah gandengkan/ disejajarkan dengan berterimkasih kepada ke dua orang tua.

Allah katakan: berterimkasihlah kamu kepadaku, dan berterimakasihlah kepada kedua orang tua mu, hanya kepadaku kalian kembali.

penjelasan: tafsir yang bagus dari al-baghowi, beliau nukilkan ucapan sufyan ibnu uyainah tentang bagaimana memperaktikan ayat ini, kata beliau:

﴿فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ﴾ الْمَرْجِعُ، قَالَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: مَنْ صَلَّى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ فَقَدْ شَكَرَ اللَّهَ، وَمَنْ دَعَا لِلْوَالِدَيْنِ فِي أَدْبَارِ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فَقَدْ شَكَرَ الْوَالِدَيْنِ﴾

Artinya:

“Siapa yang rajin shalat 5 waktu, maka dia adalah orang telah melakukan standar minimal bersyukur kepada allah, maka siapa yang mendoakan orang tuanya di akhir shalat 5 waktu,maka dia adalah seorang anak yang telah berusaha berterimkasih kepada kedua orang tuanya.” (QS. Luqman: 14)

Maka makna ucapan  sufyan uyaynah disini adalah: disiplinlah shalat 5 waktu karena ini bentuk bersyukur kepada allah, dan di akhir salat, sebelum salam maka doakanlah ke dua orang tua, diakhir shalat jangan lupa mendoakan ke 2 orang tua, karena kini bentuk bersyukur dan berterimakasih  ke 2 orang tua.

BERSAMBUNG….

REFERENSI:

  • Al-Qur’anul Karim, surat Al-Baqarah
  • Tafsir Ma’alimut tanzil, Imam Al-Baghawi
  • Tafsir surat Al-Baqarah, Syeikh Al-Utsaimin

Baca juga:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.