Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Bangga Dikaruniai Anak Perempuan

Bangga Dikaruniai Anak Perempuan

Bangga Dikaruniai Anak Perempuan. Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita memujinya memohon pertolongan dan meminta ampunan kepadaNya. Kami memohon perlindungan kepadaNya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. barang siapa diberi hidayah oleh Allah maka tiada seorangpun yang mampu menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat memberinya Hidayah.

Wanita dalam Islam sama seperti laki-laki baik dalam hal penciptaan, beramal, pahala maupun siksa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mendapati celana atau sarungnya basah dan ia tidak menyebutkan mimpi beliau bersabda, “ia wajib mandi.” Kemudian beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam ditanya tentang laki-laki yang bermimpi akan tetapi ia melihat pakaiannya tidak ada yang basah, Kemudian beliau Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab. ia tidak perlu mandi.

“Kemudian Ummu Salamah radhiyallahu anha bertanya kepada beliau Shallallahu Alaihi Wasallam,” Bagaimana dengan wanita? Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

نعم إنما النساء شقائق الرجال

Artinya:

“Ya, para wanita tidak lain adalah saudara kandung para laki-laki.” (HR. Sunan Abu Daud)

Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan, ” maksudnya adalah mereka sama seperti laki-laki baik dalam hal akhlak maupun kebiasaan seakan-akan Mereka diciptakan dari para pria karena Hawa diciptakan dari Adam alaihissalam oleh karena itu mereka sama dalam Islam kecuali jika ada pengkhususan terhadap salah satu dari keduanya.

Shaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah mengatakan,” ya, pada dasarnya pria dan wanita adalah sama dan hukum syariat kecuali jika ada pengkhususan bagi salah satu dari keduanya. “Ini menunjukkan bahwa wanita dan pria itu sama dalam Islam artinya sama-sama mendapatkan hak dan kewajiban.

para wanita berhak mendapatkan kasih sayang, penghidupan, pengayoman, asuhan, pendidikan sebagaimana para pria. demikian halnya dengan anak perempuan Ia berhak mendapatkan haknya sebagaimana anak laki-laki.

anak laki-laki maupun perempuan merupakan pemberian Allah subhanahu wa ta’ala yang wajib diterima dan disyukuri, orang yang tidak menyukai hal itu berarti ia membenci dan kufur terhadap nikmat serta pemberian Allah Azza wa Jalla. Islam datang mendobrak benteng kesesatan jahiliyah. Pada masa itu semua orang tua tidak menyukai anak perempuan karena menurut persepsi mereka anak perempuan adalah aib ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang beliau mengangkat derajat dan martabat wanita serta memberi haknya. Beliau juga melarang membenci anak pempuan. dalam sebuah riwayat Dari  Mughirah bin Syu’bah radhiallahu Anhu beliau Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

إن الله حرم عليكم عقوق الامهات ووأد البنات ومنع وهات

Artinya:

“sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian durhaka terhadap ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup dan mencegah sesuatu yang seharusnya diberikan dan meminta sesuatu yang bukan haknya.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

pada sisi lain Allah Azza wa Jalla melakukan segala sesuatu berdasarkan kehendaknya pula menciptakan dan memberikan kepada pasangan suami-istri apa yang ia kehendaki sebagaimana FirmanNya,

لله  مُلكُ السَّمٰوٰتِ وَالاَرضِ يَخلُقُ مَا يَشَآءُيَهَبُ لِمَن يَّشَآءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَن يَّشَآءُ الذُّكُور

Artinya:

“milik Allah kerajaan langit dan bumi menciptakan apa yang ia kehendaki memberikan anak-anak laki-laki maupun perempuan kepada orang yang ia kehendaki.” (QS. Syura: 42: 49)

Oleh sebab itu tidak selayaknya seorang hamba menolak pemberian yang telah dikehendaki Allah Azza wa Jalla kepadanya Bukankah itu sudah merupakan takdir dari Dzat yang maha kuasa? Bukankah penolakannya berarti sama dengan menolak takdir? pada hakekatnya Allah Azza wa Jalla mentakdirkan atau memberikan sesuatu kepada hambaNya karena ada hikmah yang terkandung didalamnya.

Terkadang manusia melihat pemberian Allah Azza wa Jalla itu tidak sesuai dengan keinginannya, padahal itulah yang terbaik baginya karena Mungkin ia tidak menyukai sesuatu padahal Allah Azza wa Jalla menjadikan kebaikan yang amat besar kepadanya sebagaimana firman Allah Azza wajalla,Bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. an-Nisa’: 4:  19)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah sebaik-baik suri tauladan bagi umat manusia beliau tidak pernah lebih memilih anak laki-laki daripada anak perempuan atau lebih menyukai anak laki-laki dibanding anak perempuan. di masa hidup beliau tiga anak laki-laki beliau meninggal sejak mereka masih kecil dan empat anak perempuannya hidup dalam kasih sayang dan asuhannya hingga mereka berkeluarga. Kasih sayang beliau pun tidak terputus sampai disitu bahkan ketika Bani hisyam bin al-Mughirah minta izin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menikahkan putrinya dengan Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu beliau tidak mengizinkan kecuali jika Ali bin Abi Thalib menceraikan Fatimah terlebih dahulu Kemudian beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

فإنها ابنتي بضعة مني يريبني ما ارابها ويؤذيني ما آذاها

Artinya:

Anak perempuanku adalah belahan jiwaku, aku bisa gelisah sebab sesuatu yang bisa membuatnya gelisah, hatiku sakit dengan sebab sesuatu yang menyakiti hatinya.” (Syarah sunan  Abi Dawud)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sangat perhatian terhadap anak perempuan titik beliau memerintahkan kepada orang tua mereka untuk bersikap adil terhadap anak-anaknya, Meskipun mereka beda jenis kelaminnya. Bahkan dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu Anhu disebutkan bahwa ada seorang laki-laki duduk di sisi Rasulullah kemudian datanglah anak laki-lakinya dan ia mendudukkannya di atas pahanya lalu datang lagi anak perempuannya Dan dia mendudukkannya di depannya maka beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepadanya :

ألا سوّيت بينهم

Artinya:

Kenapa tidak kau samakan antara keduanya (sama-sama duduk di atas paha mu).” (HR Al-Bazzar dalam Musnadnya)

Ini menunjukkan bahwa anak perempuan berhak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya sebagai mana anak laki-laki.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga menyebutkan keutamaan yang besar dalam mengasuh mengayomi dan menyayangi anak perempuan titik keutamaan tersebut beliau tuturkan dalam beberapa hadits diantaranya hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah radhiallahu Anhu beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, Ia mengayomi nya menyayanginya, dan mengasuhnya maka baginya surga lalu Dikatakan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wahai Rasulullah Bagaimana jika seseorang memiliki Hanya dua anak perempuan saja? Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab “meskipun dua anak perempuan saja” dan sebagian kaum berpendapat andaikata para sahabat bertanya, ” bagaimana kalau seseorang hanya memiliki satu anak perempuan saja?” niscaya beliau akan menjawab, ” meskipun satu anak perempuan.

Dalam riwayar ‘Uqbah bin ‘Amir Rhadiallahu ‘Anhu ,Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

من كان له ثلاث بنات فصبر عليهنّ و اطعمهنّ وسقاهنّ كساهنّ من جدته كنّ له حجابا من النار يوم القيامة

Artinya:

“Barang siapa memiliki tiga anak perempuan kemudian mereka bersabar atas mereka, memberikan makan, minum dan pakaian dari hartanya kepada mereka Maka mereka kelak pada hari kiamat akan menjadi tabir penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Muslim)

Begitu besar keutamaan orang yang mengasuh, menyayangi, dan mengayomi anak perempuan. Dan begitu besar siksa Allah Azza wa Jalla bagi orang yang tidak mensyukuri nikmat yang telah dikaruniakan kepadanya.

Cukuplah kiranya semua itu sebagai motivasi bagi orang tua untuk menerima dengan senang hati dan menyayangi serta mendidik anak perempuannya dengan baik jika ia telah dikaruniai anak perempuan dan senantiasa berbuat adil terhadap anak-anaknya Jika ia dikaruniai anak banyak laki-laki maupun perempuan.

REFERENSI:

Sumber : Majalah As-Sunnah No 06 Tahun xv Dzulqa’dah 1432H oktober 2011

Diringkas oleh : Fadhil Didi kurniawan (Staf pengajar ponpes DQH oku timur ) pengabdian.

Baca Juga :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.