Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

SIAPAKAH KELOMPOK YANG MENDAPAT PERTOLONGAN ITU?

Kelompok

 

SIAPAKAH KELOMPOK YANG MENDAPAT PERTOLONGAN ITU?- Untuk mendapat jawaban siapakah Ath Tha’ifah al – Manshurah yang bakal mendapat pertolongan Allah, marilah kita ikuti uraian berikut:

  1. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق, لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله

Artinya: “Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghina-kan mereka, sehingga datang keputusan Allah.” (HR. Muslim)

  1. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

إذا فسد أهلُ الشام فلا خير فيكم، و لا تزال طائفة من أمتي منصورين، لا يضر هم من خذلهم حتى تقوم الساعة

Artinya: “Jika penduduk Syam telah rusak, maka tak ada lagi kebaikan di antara kalian. Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mendapat pertolongan, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka, sehingga datang hari Kiamat.” (HR. Ah-mad, hadits shahih)

  1. Ibnu Mubarak berkata, “Menurutku, mereka adalah ashha-bul hadits (para ahli hadits).
  2. Imam Al-Bukhari menjelaskan, “Menurut Ali bin Madini mereka adalah ashhabul hadits.
  3. Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Jika kelompok yang mendapat pertolongan itu bukan ashhabul hadits maka aku tidak mengetahui lagi siapa sebenarnya mereka.”
  4. Imam Syafi’i berkata kepada Imam Ahmad bin Hambal, “Engkau lebih tahu tentang hadits daripada aku,bila sampai kepadamu hadits yang shahih maka beritahukanlah padaku, sehingga aku bermadzhab dengannya, baik ia (madzhab) Hijaz, Kufah maupun Bashrah.”
  5. Dengan spesialisasi studi dan pendalamannya di bidang sunnah serta hal-hal yang berkaitan dengannya, menjadikan para ahli hadits sebagai orang yang paling memahami tentang sunnah Nabi , petunjuk, akhlak, peperangannya dan berbagai hal yang berkaitan dengan sunnah.

Para ahli hadits  semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka  tidak fanatik terhadap pendapat orang tertentu, betapa pun tinggi derajat orang tersebut, mereka hanya fanatik kepada Rasulullah.

Berbeda halnya dengan mereka yang tidak tergolong ahli hadits dan mengamalkan kandungan hadits. Mereka fanatik terhadap pendapat imam-imam mereka ,padahal para imam itu melarang hal tersebut sebagaimana para ahli hadits fanatik terhadap sabda-sabda Rasulullah.

Karenanya, tidaklah mengherankan jika ahli hadits adalah kelompok yang mendapat pertolongan dan Golongan Yang Selamat.

Khatib Al-Baghdadi dalam kitab Syarafu Ashhabil Hadits menulis, “Jika shahibur ra’yi disibukkan dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat baginya, lalu dia mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah, niscaya dia akan mendapatkan sesuatu yang membuatnya tidak membutuhkan lagi selain sunnah.

Sebab sunnah Rasulullah mengandung pengetahuan tentang dasar-dasar tauhid, menjelaskan tentang janji dan ancaman Allah, sifat-sifat Tuhan semesta alam, mengabarkan perihal sifat Surga dan Neraka, apa yang disediakan Allah di dalamnya buat orang-orang yang bertaqwa dan yang ingkar, ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi.

Di dalam hadits terdapat kisah-kisah para nabi dan berita-berita orang-orang zuhud, para kekasih Allah, nasihat-nasihat yang mengena, pendapat-pendapat para ahli fiqih, khutbah-khutbah Rasulullah dan mukjizat-mukjizatnya.

Di dalam hadits terdapat tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim kabar dan peringatan yang penuh bijaksana, pendapat-pendapat sahabat tentang berbagai hukum yang terpelihara.

Allah menjadikan ahli hadits sebagai tiang pancang syari’at. Dengan mereka, setiap bid’ah yang keji dihancurkan. Mereka adalah pemegang amanat Allah di tengah para makhlukNya, perantara antara nabi dan umatnya, orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam memelihara kandungan (matan) hadits, cahaya mereka berkilau dan ke-utamaan mereka senantiasa hidup.

Setiap golongan yang cenderung kepada nafsu jika sadar pasti kembali kepada hadits. Tidak ada pendapat yang lebih baik selain pendapat ahli hadits,bekal mereka Kitabullah, dan Sunnah Rasulullah adalah hujjah (argumentasi) mereka. Rasulullah kelompok mereka, dan kepada beliau nisbat mereka, mereka tidak mengindahkan berbagai pendapat, selain merujuk kepada Rasulullah. Barangsiapa menyusahkan mereka, niscaya akan dibinasakan oleh Allah, dan barangsiapa memusuhi mereka, niscaya akan dihinakan oleh Allah.”

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk kelompok ahli hadits. Berilah kami rizki untuk bisa mengamalkannya, cinta kepada para ahli hadits dan bisa membantu orang-orang yang mengamalkan hadits.

Ciri-Ciri Golongan Yang Selamat
1) Golongan yang selamat jumlahnya sangat sedikit di tengah banyaknya umat manusia.
Tentang keadaan mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

طوبى للغرباء: أناس صالحون، في أناس سوء كثي، مني عصيهم أكثر ممن يطيعه

Artinya: “Keuntungan besar bagi orang-orang yang asing. Yaitu orang-orang shalih di lingkungan orang banyak yang berperangai buruk, orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada orang yang mentaatinya.” [HR. Ahmad]

Di dalam kitab suci Al-Quran, Allah memuji mereka dengan firman-Nya:

و قليل من عبادی الشكور

Artinya: “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. As-Saba: 13)

2) Golongan yang selamat banyak dimusuhi oleh manusia, difitnah dan dilecehkan dengan gelar dan sebutan yang buruk. Nasib mereka seperti nasib para Nabi yang dijelaskan dalam firman Allah berikut:

و كذلك جعلنا لكل نبي عدو ا شياطين الإنس و الجن، يوحی بعضهم إلى بعض زخرف القول غرورا

Artinya: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am: 112)Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam misalnya, ketika mengajak kepada tauhid, oleh kaumnya beliau dijuluki sebagai tukang sihir lagi pendusta.

Padahal sebelumnya mereka memberi beliau julukan ash-Shadiq al-Amin, yang jujur dan dapat dipercaya.

3) Syaikh Abdul Aziz bin Baz ketika ditanya tentang golongan yang selamat, beliau menjawab:

هم السلفيون، و كل من مشى على طريقة السلف الصالح (الرسول و صحابته)

Artinya: “Mereka adalah orang-orang salaf dan setiap orang yang mengikuti jalan para as-Salaf ash-Shalih (Rasulullah, para Shahabat dan setiap orang yang mengikuti jalan petunjuk mereka).

Semoga kita termasuk mereka yang beraqidah Al-firqatun an-Najiyah (Golongan yang selamat) ini, Aamiin.

  1. Allah Ta’ala berfirman:

واعتصموا بحبل الله جميعا و لا تفرقوا

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali-Imran: 103)

و لا تكونوا من المشركين، من الذين فرقوا دينهم وكانوا شيعا، كل حزب بما لديهم فرحون

Artinya: “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar-Rum: 31-32)

  1. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أوصيكم بتقوى الله عز و جل و السمع و الطاعة و إن تأمر عليكم عبد, فانه من يعش منكم بعدي فسيری اختلافا كثيرا, فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين عضوا عليها بالنواجذ, واياكم ومحدثات الامور فان كل محدثةبدعة, وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار

Artinya: “Aku wasiatkan padamu agar engkau bertaqwa kepada Allah, patuh dan taat, sekalipun yang memerintahmu seorang budak Habsyi. Sebab barangsiapa hidup (lama) di antara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Karena itu, berpegang teguhlah pada sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang (mereka itu) mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan, karena semua perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedang setiap bid’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya di dalam Neraka).” [HR. Nasa’i dan At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih].

  1. Dalam hadits yang lain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ألا و إن من قبلكم من أهل الكتاب افترقوا على ثنتين و سبعين ملة، و إن هذه الملة ستفترق على ثلاثِ و سبعين: ثنتان و سبعون في النار، وواحدة في الجنة، و هي الجماعة

Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu Al-Jama’ah.[HR. Ahmad dan yang lain. Al-Hafidh menggolongkannya hadits hasan].

  1. Dalam riwayat lain disebutkan:

كلهم في النار إلا مله واحدة: ما أنا عليه و أصحابي

Artinya: “Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para Shahabatku meniti di atasnya.” [HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ 5219]

  1. Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu meriwayatkan:

خط لنا رسول الله صلى الله عليه و سلم خطا بيده ثم قال: هذا سبيل الله مستقيما. و خط خطوطا عن يمينه و شماله ، ثم قال: هذه السبل ، ليس منها سبيل إلا عليه شيطان يدعو إليه، ثم قرأ قوله تعالى: وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه، و لا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله ، ذلكم وصاكم به لعلكم تتقون

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis dengan tangannya lalu bersabda: “Ini jalan Allah yang lurus”. Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda: “Ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya”. Selanjutnya beliau membaca firman Allah: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-An’am: 153). [HSR. Ahmad dan Nasa’i]

  1. Syaikh Abdul Qadir Jailani rahimahullah dalam kitabnya Al-Ghunyah berkata:

أما الفرقة الناجية فهي أهل السنة و الجماعة، و أهل السنة لا اسم لهم إلا اسم واحد و هو أصحاب الحديث

Artinya: “Adapun golongan yang selamat yaitu Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dan Ahlus Sunnah, tidak ada nama lain bagi mereka kecuali satu nama, yaitu Ashhabul Hadits (para ahli hadits)”.

  1. Allah memerintahkan agar kita berpegang teguh kepada Al-Quranul Karim. Tidak termasuk orang-orang musyrik yang memecah belah agama mereka menjadi beberapa golongan dan kelompok.

Rasulullah mengabarkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani telah berpecah belah menjadi banyak golongan, sedang umat Islam akan berpecah lebih banyak lagi, golongan-golongan tersebut akan masuk Neraka karena mereka menyimpang dan jauh dari kitabullah dan sunnah Nabi-Nya. Hanya satu golongan yang selamat dan mereka akan masuk surga. Yaitu Al-Jama’ah, yang berpegang teguh kepada kitab dan sunnah yang shahih, di samping melakukan amalan para Shahabat dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan yang selamat (Firqatun Najiyah) dan semoga segenap umat Islam termasuk di dalamnya”.

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin.

REFERENSI:

Dikutip dari Kitab Minhaj Al-Firqah An-Najiyah wa Ath-Tha’ifah Al-Manshurah (Jalan Golongan Yang Selamat) Karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Baca juga artikel:

Syarat Dikabulkannya Doa

Enam Landasan Pokok Beragama

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.