Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Kisah Singkat Hadits Lemah Sahabat Yang Mulia Tsa’labah bin Hathib

Tsalabah bin Hathib

KISAH SINGKAT HADITS LEMAH SAHABAT YANG MULIA TSA’LABAH BIN HATHIB

Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wataala, Kami memujinya, memohon pertolongan dan ampunan kepadanya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barang siapa yang Allah berikan petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkanya, dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada satupun yang dapat memberikan petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwasanya muhammad adalah hamba dan utusan Allah subhannahu wata’ala.

يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حقا تقاته, ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan Sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. (QS. Ali Imran : 102)

يأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساءا واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا.

Artinya: Wahai manusia! bertakwalah kepada tuhanmu dari diri yang satu yaitu adam dan Allah menciptakan pasanganya yaitu Hawa dari dirinya dan dari keduanya Allah memperkembang biyakkan laki-laki dan perempuan menjadi banyak.Bertakwalah kepada Allah yang dengan namanya kamu saling meminta, dan peliharahlah hubungan kekeluargaan.Sungguh Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS. AN-NISAA’: 1)

يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman ! bertakwalah kamu kepada Allah subhannallahu wataa’ala dan ucapkanlah perkataan yang benar niscahaya Allah akan memperbaiki amal-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasulnya maka sungguh dia telah menang dengan kemenangan yang agung. (QS. AL-AHZAAB: 70-71).

أما بعد فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullahi yaitu alquran dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yaitu As-sunnah.Dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diadakan dalam agama,setiap yang diada-adakan dalam agama adalah bid’ah setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

ويهك يا ثعلبة قليل تؤدي شكره خيرا من كثير لا تطيقه أما ترضى أن تكون مثل نبي الله فوالذي نفس بيده لو شئت أن تصيل معي الجبال فضة وذاهبا لسالت

Artinya: ”celakahlah engkau wahai tsa’labah sedikit harta tapi engkau syukuri lebih baik dari pada banyak harta tapi engkau tidak mampu menanggungnya. Tidakkah engkau ridho menjadi nabi Allah? Demi dzat yang jiwaku berada di tanganya seandai-nya aku ingin agar gunung itu mengalirkan emas untukku,niscahaya akan mengalir.

Derajat: lemah sekali.

Diriwayatkan oleh ibnu jarir ath-thabari dalam tafsir beliau (14-16987) dan ibnu abi hakim, sebagaimana yang diakatakan oleh imam ibnu katsir dalam tafsir beliau (2-374),thabroni dalam mu’jam al-kabir (8-260-7873), dari jalan ma’an bin Rifa’ah as-sulami, dari Abu Abdil malik Ali bin Yai al-al hani sampai kepada abi umamah albahili,dari tsa’labahbin hathib-al-amshori, bahwasanya beliau berkata kepada Rusullullah, ’berdoalah agar Allah memberikan harta kepadamu maka Rasullullah bersabda, ’Celakahlah engkau wahai tsa’labah, sedikit harta tapi engkau syukuri itu lebih baik daripada banyak harta akan tetapi engakau tidak dapat menanggungnya. Tidakkkah engkau ridho menjadi nabi Allah? demi jiwa dzat yang jiwaku berada ditanganya,seandainya aku ingin agar gunung itu mengalirkan perak dan emas untukku niscahaya akan mengalir. ’tsa’labah menjawab demi dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran jika engkau berdoa kepada Allah lalu Alllah memberi harta kepadaku, niscahaya aku akan meberikan harta itu kepada setiap yang berhak. ’maka Rasullullah berdoa, ’ya-Allah, berilah tsa’labah harta. ’lalu diapun mengambil kambing, dan ternyata kambing itu berkembang besar seperti ulat, sehingga kota madinah tidak muat. Lalu dia pindah kepinggiran kota tempaynya pada salah satu lembahnya, sehingga dia hanya bisa shalat jamaah dzhuhur dan ashar, dan meninggalkan jamaah shalat yang lainya kemudian kambing-pun semakin berkembang biak sehingga diapun tidak pernah jamaah shalat lima waktu selain shalat jum’at saja. Namun kambingnya-pun berkembang terlalu banyak sehingga shalat jumat-pun dia tinggalkan, dan dia hanya mencari berita dari para pendatang dari shalat jumat. Maka Rasullullah bersabda, ’celakahlah tsa’labah celakahlah tsa’labah,celakahlah tsa’labah. ’lalu Allah menurunkan firmanya:

خذ من أموالهم صداقة

Artinya: ”Ambillah zakat dari harta-harta mereka (QS. AT-TAUBAH: 103)

Yang menunjukkan wajibnya zakat. Maka Rasullullah mengutus dua orang untuk mengambil zakat, seorang dari bani juhainah dan seorang lagi dari bani salim  dan Rasullulah menuliskan sebuah surat tentang bagimana harus mengambil zakat dari kaum muslimin. Rasullullah berpesan kepada keduanya, ’mampirlah ketempat tsa’labah dan seseorang dari bani salim, lalu ambillah zakat dari keduanya, lalu keduanya pergi sehingga keduanya bertemu dengan tsa’labah, lau minta shadaqohnya dan keduanya mebacakan surat dari Rasullullah. Namun tsa’labah mala berkata, ’ini adalah jizyah, ini tiada lain saudaranya jizyah. Saya tidak tahu akan hal ini, pergilah dahulu samapi kalian selesai menjalankan tugas lalu balik lagi kesini. ’lalu keduanya-pun berangkat. Kedatangan keduanya di dengar oleh seseorang dari bani salim, maka dia melihat para umatnya yang paling bagus laulu diambil untuk zakat dan diapun menyambut kedatangan keduanya dan tatkala keduanya melihat,maka mereka berdua berkata, ’kamu tidak wajib mengeluarkan ini, kami tidak ingin mengambil yang bagus ini darimu. namun dia berkata, ’Ambillah, saya rela meberikanya. ’tatkala keduanya selesai menjalankan tugas, keduanya kembali lagi ke tsa’labah kemudian dia berkata, ’tunjukkan kepadaku surat yang kalian bawa. ’lalu dia m melihatnya seraya berkata, ’ini tiada lain adalah saudaranya jizyah, pergilah sehingga saya menentukan sikapku. ’keduanyapun pulang sehingga sampai kepada nabi. Tatkalah Rasullullah melihat keduanya beliau bersabda, ’celakalah tsa’labah, ini diucapkan sebelum Rasullullah berkata kepada kedua orang tersebut dan beliau mendoakan keberkahan kepada dua orang dari bani salim. Lalu keduanya mengabarkan apa yang dilakukan oleh orang bani salim tersebut dan apa ya ng dilakukan tsa’labah. Maka turunlah firman Allah:

ومنهم من عاهد الله لئن آتان من فضله لنصدقن ولنكونن من الصالحين فلما آتاهم من فضله بخلوا به وتولوا وهم معرضون ر فأعقبهم نفاقا في قلوبهم إلى يوم يلقونه بما أخلفوا الله ما وعدوه وبما كانوا يكذبون

Artinya: “Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunianya kepada kami pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami akan termasuk orang-orang yang sholih ‘’maka setelah Allah meberikan kepada mereka sebagian dari karunianya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling dan mereka memanglah orang-orang yang selalu mebelakangi kebenaran. Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadab Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepadanya dan juga mereka selalu berdusta”. (QS. AT-TAUBAH: 75-77)

Pada saat itu didekar Rasullullah ada seorang karabat tsa’labah tatkala dia mendengar ayat ini,maka segera mendatangi tsa’labah seraya berkata, ’celakahlah engkau wahai tsa’labah Allah menurunkan ayat inio ayat itu berkaitan tentangmu, ’maka tsa’labah keluar seraya mendatangi Rasullullah dan meminta beliau untuk menerima shadaqohnya,namun Rasullulllah bersabda, ’Allah melarangku untuk menerima shadaqohmu,’maka dia menaburkan tanah pada kepalanya, namun Rasullullah mala berkata, ’inilah perbuatanmu. Saya perintahkan engkau namun tidak engkau taati, ’kemudian tsa’labah pulang kerumahnya dan Rasullullah meninggal dunia dalam keadaan tidak mau menerima shadaqahnya, kemudian tsa’labah mendatangi abu bakr tatkalah menjadi khalifah seraya berkata, ’engkau mengetahui kedudukanku disisi Rasullullah juga dikalangan anshar, maka terimahlah shadaqohku. Maka Abu bakr berkata, ’Rasullullah tidak menerimahnya kankah aku menerimanya? dan abu bakar meninggal dunia dan tetap tidak menerimah zakatnya. Dan tatkala umar menjadi kholifah diapun mendatanginya seraya berkata, ’wahai amirul mukminin terimahlah zakatku, ’maka umarpun berkata, ’Rasullullah dan abu bakr tidak menerimahnya? sehingga umarpun meninggal dunia. ketika utsman menjadi kholifah diapun mendatanginya lalu memohon agart diterimah shadaqohnya. Maka utsman berkata, ’Rasullullah abu bakr, dan umar tidak menerimanya akankah saya menerimahnya? akhirnya tsa’labah meninggal dunia pada zaman khalifah utsman.

Sanad hadits ini lemah sekali, sebagaimana dikatakan oleh al-hafidz ibnu hajr dalam takrij kasyaf 4/77/133. sisi lemahnya ada dua yaitu:

  1. Ali bin Yazid Al-alhani berkata bukhari,”munkar hadits” berkata darulqutni “matruk”
  2. Ma’an bin Rifa’ah as-sulami ibnu hibban berkata “munkar hadits”

Demikian juga al-jauzaqoni mengatakan “tidak bisa dijadikan hujjah” Al-haitsami berkata, ”diriwayatkan oleh thabroni dan pada sanadnya terdapat Ali bin Yazid al-alhani dia itu orang yang matruk dan Ma’an bin rifaah haditsnya lemah”

Berkata al-iroqi dalam takhrij ihya 3/135 “sanadnya lemah”. Dan masih banyak lagi yang melemahkan hadits ini,diantaranya adalah

  1. ibnu hazm dalam al-muhalla 12/137
  2. Al-baihaqi sebagaimana dinukkil dalam faidhul qodir 5/527
  3. Al-qurthubi dalam tafsir 8/210 beliau
  4. Adz-Dzahabi dalam tajrid asma’ shohabah No. 623

Syaikh salim bin ide al-halali mempunyai risalah yang sangat bagus tentang kisah ini dengan judul asy-syihab ats-tsaqib Fidz-Dzab An ash-shohabiyil jalil Tsa’labah bin Hathib.

REFERENSI:

DIBUAT OLEH : ABU FUDHAIL IBNU IYYAD FADHIL DIDI KURNIAWAN حفظه الله تعالى

STAF PENGAJAR : DI PONDOK PESANTREN DARUL QUR’AN WAL-HADITS OKU TIMUR

RINGKASAN DARI : KITAB HADITS LEMAH DAN PALSU YANG POPULER DI INDONESIA

KARANGAN : AL-USTADZ AHMAD SABIQ BIN ABDHUL LATHIF ABU YUSUF  حفظه الله تعالى

Baca juga artikel:

Bullying Pada Anak

Ummi

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.