Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

KEUTAMAAN BERDZIKIR

KEUTAMAAN BERDZIKIR

 

Keutamaan Berdzikir-Dzikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah melakukan ketaatan. Karena Allah-lah yang menjadikan hamba mencintai amalan taat tersebut, Dia-lah yang memudahkannya dan menjadikan terasa nikmat melakukannya. Begitu pula Allah yang menjadikan amalan tersebut sebagai penyejuk mata, terasa nikmat dan ada rasa gembira. Orang yang rajin berdzikir tidak akan mendapati kesulitan dan rasa berat ketika melakukan amalan taat tersebut, berbeda halnya dengan orang yang lalai dari dzikir. Demikianlah banyak bukti yang menjadi saksi akan hal ini.

Jika seseorang menyibukkan diri dengan dzikir, maka ia akan terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji manusia, dan mencela manusia. Karena lisan sama sekali tidak bisa diam. Lisan boleh jadi adalah lisan yang rajin berdzikir dan boleh jadi adalah lisan yang lalai. Kondisi lisan adalah salah satu di antara dua kondisi tadi. Ingatlah bahwa jiwa jika tidak tersibukkan dengan kebenaran, maka pasti akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.

Dan adapun doa-doa atau dzikir-dzikir yang dibaca ketika waktu petang adalah sebagai berikut:

  1. Membaca Ayat Kursi

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wata’ala bersabda:

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS Al-Baqarah : 255)

Faedah dan keutamaan membaca ayat kursi adalah Barang siapa yang membacanya ketika petang ,maka ia akan dilindungi oleh Allah dari berbagai gangguan hingga pagi hari. Dan barang siapa yang membacanya ketika pagi hari ,maka ia akan dilindungi hingga petang . (HR. Hakim dan dishahikan oleh Syekh Al-Bani)

  1. Membaca Surat Al-Ihklas, Al-Falaq, An-nas

قُل هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ‌. اَللّٰهُ الصَّمَدُ‌. لَم يَلِد ۙ وَلَم يُولَد. وَلَم يَكُن لَّه كُفُوًا اَحَدٌ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَب

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ  وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ  مَلِكِ النَّاسِۙ  اِلٰهِ النَّاسِۙ  مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ  مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Keutamaan membaca tiga surat tersebut adalah , Barangsiapa yang mengucapkanya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya. ( HR. Abu Daud dan tirmidzi )

  1. Membaca Doa Sayidul Istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Bukhari).

Faidahnya adalah : Barang siapa membaca dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkanya dimalam hari dalam keadaan penuh keyakinan , lalu ia mati sebelum pagi ,maka ia termasuk penghuni surga. (HR. Bukhari)

  1. Membaca doa

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (HR. Muslim)

Faidahnya : Barangsiapa yang mengucapkanya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang ( seperti kalajengking ) yang mencelakakanya di malam itu ( HR. Ahmad )

  1. Membaca Doa

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

“ Maha suci Allah ,aku memujinya

Faidahnya : Barangsiapa yang mengucapkan سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ di pagi dan petang hari sebanyak 1000 kali, maka tidak akan ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu . ( HR. Muslim )

  1. Membaca Tahlil

لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Faidahnya : Barang siapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan danmenghapuskan 10 kesalahan baginya. Disamping itu dia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak. Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari. Barangsiapa yang mengucapkanya di petang hari dia akan mendapatklan keutamaan semisal itu pula. (HR. An-Nasai)

  1. Membaca Doa

اللَّهُمَّ عَالِمَ الغَيبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّ كُلَّ شَيءٍ وَمَلِيكَهُ أَشهَدُ أن لاَإِلَهَ إِلاَّ أنتَ أّعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ نَفسِي وَمِن شَرِّ الشَّيطَانِ وَشِركِهِ وَأَن أَقتَرِفَ عَلَى نَفسِي سُوءًا أوْ أَجُرَّهُ إلى مُسلِمٍ

“Ya Allah yang Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan yang nyata, wahai rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya, Aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Aku berlindung kepadamu dari kejahatan diriku, kejahatan syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah, dan (aku berlindungkepadamu) dari berbuat keburukan atas diriku, atau mendorong seorang muslim padanya (berbuat keburukan tersebut).”

Faidahnya : Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad pada Abu Bakr As- Shiddiq untuk di baca di pagi dan petang dan ketika hendak tidur  (HR. Tirmidzi)

  1. Membaca Doa

بِسمِ اللَّهِ الَّذِي لاَيَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيءٌ فِي الأَرضِ وَلاَ في السَمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَليمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang dengan Namanya tidak ada sesuatupun yang dapat membahanyakan baik yang dibumi maupun dilangit, Dialah yang Maha Mendengar dan yang Maha Mengetahui.”

Faidahnya : Barangsiapa yang mengucapkan zikir tersebut sebanyak 3 kali di pagi hari dan 3 kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba yang memudaratkanya (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

  1. Membaca Doa

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبَّا وَبِالإِسْلاَمِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَمَ نَبِيًّا

“Aku ridho (rela) Allah sebagai rabbku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabiku.”

Faidahnya : Barangsiapa yang mengucapkan hadist ini sebanyak 3 kali di pagi hari dan 3 kali di petang hari ,maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah ( HR. Abu Daud dan Tirmidzi )

  1. Membaca Doa

يَاحَيُّ يَاقَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَتَكِلنِي إلاَ نَفسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Wahai Rabb yang Maha Hidup, yang Maha Berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmatmu aku meminta pertolongan, Perbaikilah segala keadaan dan urusanku, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolonganmu).

REFERENSI:

Di Ambil Dari : Buku Sholati Ila mamati, Di Karang Oleh : Ustdz Dicky Miswardi , BA

Di Tulis Oleh : Anita Sari ( Dengan Sedikit Tambahan dan perubahan )

Baca Juga Artikel:

Istighfar Solusi Terhebat Dalam Masalah dan Doa

Jual Beli di atas Jual Beli

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.