Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

AL-GHALIB DAN AN-NASHIR

GHALIB

 

AL-GHALIB DAN AN-NASHIR (Allah Maha Menang dan Maha Penolong)-Diantara nama-nama Allah subhanahu wata’ala adalah al-ghalib dan an-nashir. namun al-ghalib disebutkan dalam al-Qur’an pada satu tempat saja yaitu dalam firman-Nya ;

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya:

Dan allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui-Nya (QS.yusuf/12:21).

 

Sedangkan nama an-Nashir disebutkan pada empat tempat :

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Artinya:

 “dan jika mereka berpaling,maka ketahuilah bahwasanya allah pelindungmu.Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.” (QS.al-Anfal/8: 40).

                Dan juga dalam surat an-Nisa’/4 ayat ke-45; Surat al-hajj/ 22 ayat ke-78 dan surat al-Furqan/25 ayat ke-31.

Makna Al-Ghalib dan an-Nashir

Al-Ghalib artinya yang bisa melakukan apa saja yang bisa melakukan apa saja yang dikehendaki, tidak bisa dikalahkan oleh siapapun, tidak ada yang bisa menolak hukum-Nya , tidak ada seorang pun yang memiliki kemampuan untuk menolak ketetapan-Nya, juga tidak ada seorang pun yang memiliki kekuatan untuk menghalangi apa yang allah Subhanahu Wata’ala tetapkan berjalan.

Imam al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, ”wajib bagi setiap mukallaf mengetahui bahwa allah subhanhu wata’ala itu al-ghalib (maha menang, tidak akan terkalahkan) secara mutlak. orang yang berpegang teguh dengan-Nya, maka ia juga akan menang, meskipun semua penduduk bumi melawan-Nya.  Allah subhanahu wata’ala berfirman ;

كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي

Artinya:

“Allah telah menetapkan:”aku dan rosul-ku pasti menang”. (QS.al-Mujadilah/58:21)

                Dan orang yang berpaling dari allah subhanahu wata’ala lalu berpegang dengan selain allah subhanahu Wata’ala maka ia akan kalah.”

An-Nashir maknanya adalah menolong para hamba-Nya, yang bisa memberikan jaminan bahwa ia akan mendukung dan mebela para wali-Nya. semua pertolongan itu hanya akan datang dari allah subhanahu wata’ala semata. Pertolongan (kemenangan itu tidak akan terealisasikan kecuali dengan karunia dari Allah subhanahu wata’ala, jadi orang yang akan menang adalah orang-orang yang ditolong oleh Allah subhanahu wata’ala karena tidak ada pertolongan dan penjagaan bagi para hamba kecuali Allah subhanahu wata’ala Allah berfirman,

“Dan kemenangan itu hanyalah dari allah  yang maha perkasa lagi bijaksana”. (QS. Ali Imran/3:126).

Allah juga berfirman : Yang atinya: Jika allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka  siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS.Ali Imran/3: 160).

أَمَّنْ هَذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَنِ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

Artinya:

“Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang menolongmu selain Allah yang maha pemurah? orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu”. (QS. Al-Mulk/67: 20)

 

Allah subhanahu wata’ala juga berfiman:

“Dan tiada bagimu selain allah seorang pelindung maupun seorang penolong”. (QS. Al-Baqarah/2: 107).

Pertolongan hanya dari Allah Subahanahu Wata’ala

            Dalam banyak ayat, Allah subhanawata’ala menyebutkan karunia-Nya kepada para nabi-Nya berupa kemenangan dan dukungan. Allah subhanahu wata’ala berfirman,

“Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi(hari kiamat)”. (QS.al-Ghafir/40: 51)

Juga dalam firman-Nya :  “Sesugguhnya allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak”.  (QS. At-Taubah/9: 25).

Juga dalam firman-Nya :

 وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ (114) وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ (115) وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا

هُمُ الْغَالِبِينَ(116

Artinya:

“Dan sesungguhnya kami telah melimpahkan nikmat atas musa dan harun.dan kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.dan kami tolong mereka,maka jadilah mereka orang-orang yang menang. (QS.as-Shaffat/37: 114-116).

 

                Allah subhanahu wata’ala juga memberitahukan bahwa pertolongan itu hanya diminta kepada-Nya dan hanya bisa diperoleh dengan standar kepada-Nya dalam doa nabi nuh Alaihis Salam:

Artinya: Nabi nuh berdoa, ”ya rabbku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku.” (QS.Al-mukminun/23: 26).

Dan dalam doa Nabi Luth Alaihi  Wasalam :

Nabi Luth berdoa, ”ya rabbku, tolonglah aku (dengan menimpahkan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (QS.al-Ankabut/29: 30).

Allah juga berfirman buat kaum mukminin :

وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (22) سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ وَلَنْ

تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا (23)

Artinya:

“Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri kearah belakang(kalah)kemudian mereka tiada memperoleh perlindungan dan tidak pula penolong.sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu,kamu sesekali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnahtullah itu. (QS.al-Fath/48: 22-23).

                Firman Allah subhanahu wata’ala ini menunjukkan kepada kaum muslimin yang sudah merealisasikan tuntutan iman mereka,baik yang zhahir maupun yang bathin. orang-orang yang seperti ini akan mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wata’ala dan akan mendapatkan akhir yang baik.oleh karena itu selam kaum muslimin tidak melawan hawa nafsu mereka dalam rangka merealisasikan tuntutan keimanan mereka dan faktor-faktor yang bisa mendatangkan kemenangan maka kemenangan itu tidak bisa menghampiri mereka bahkan sebaliknya, mereka akan senantiasa dalam rangka penjajahan dan bayang-bayang kekuasaan musuh-musuh mereka akibat dari kesalahan dan dosa-dosa mereka.

Syaikhul islam ibnu taimiyyah rahimahullah mengatakan, ”Dimanapun kaum kafir mendapatkan kemenangan, maka itu disebabkan oleh dosa kaum muslimin yang mengisyaratkan iman mereka berkurang. jika mereka bertaubat dengan menyempurnakan keimanan mereka,maka allah akan menolong mereka sebagaimana firman allah yang artinya : “janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),  jika kamu orang-orang beriman”. (QS.Ali Imran/3:139).

Juga dalam firman-Nya,: “dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada perang uhud), padahal kamu telah menimpah sebuah kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan badr), kamu berkata : dari mana datangnya (kekalahan ) ini? ”katakanlah: itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS.Ali Imran/3: 165).

                Maka untuk mendapatkan sebuah kemenangan dalam menghadapi para musuh yang terlihat, para hamba terlebih dahulu harus memerangi dan mengalahkan musuh-musuh yang tidak terlihat berupa hawa nafsu yang senantiasa mengajak pada perbuatan buruk dan syaitan. selama peperangan melawan musuh-musuh yang tidak terlihat ini belum dimenangkan, maka kemenagan dalam melawan musuh yang terlihat itu akan menjadi angan-angan belaka.

Ketika menjelaskan firman allah subhanahu wata’ala;  ”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan kami), benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.dan sesungguhnya allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik .” (QS.Al-ankabut/29: 69).

                Imam ibnu Qayyim rahimahullah berkata, dengan jihad,  jadi orang yang paling sempurna hidayah-Nya adalah orang yang paling keras jihadnya,  jihad yang paling wajib adalah jihad melawan hawa nafsu jihad melawan syaitan dan jihad melawan dunia barang siapa yang berjihad dengan empat perkara ini karena Allah, maka Allah subhanahu wata’ala  akan menunjukkan kepadanya jalan-Jalan untuk meraih ridhanya yang bisa mengantarkannya ke surga-Nya . Dan orang yang meninggalkan jihad , maka ia akan kehilangan jihad yang seukuran jihad yang ia tinggalkan maka ia akan kehilangan hidayah seukuran jihad tersebut dan tidak mungkin jihad melawan musuh  yang zhahir kecuali orang-orang yang sudah pernah berjihad melawan musuh-musuh yang bathin. orang yang mendapatkan pertolongan dalam menghadapi musuh-musuhnya yang bersifat abstrak ini, maka ia akan mendapatkan pertolongan dalam menghadapi musuhnya.barang siapa terkalahkan oleh musuh-musuh yang empat ini, maka ia akan dikalahkan oleh musuhnya yang zhahir.

Oleh karena itu, dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa Allah memiliki sifat Al-Ghalib dan An-Nashir (Maha Menang dan Maha penolong). maka hendaknya sebagai kaum muslimin kita mintalah pertolongan kepada Allah apabila bencana dan musibah menimpah, dan janganlah lemah dan bersedih hati, karena Allah adalah rabb semesta alam yang dapat menolong setiap hamba-Nya.

REFERENSI:

Ditulis oleh : Prof. DR. Abdur Razzaq bin Syeikh ‘abdul Muhsin al-Abbad Hafidzahullah

Disusun oleh : Nur’aini (Pegawai Ponpes Darul Qur’an Wal-Hadits)

Dinukil dari : Majalah as-Sunnah NO.01/THN.XVI/JUMADIL AKHIR 1433H/MEI 2012M.

Baca Juga Artikel:

Pribadi Hebat dan Akhlak

Bercanda Pun Ada Adabnya 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.