Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

MUHADARAH BAHASA ARAB

MUHADARAH BAHASA ARAB

Salah satu program unggulan di Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadits OKU Timur adalah muhadarah Bahasa Arab. Wajibnya Bahasa Arab bagi para santri Ponpes Darul Qur’an wal Hadits OKU Timur terlihat dari peraturan bahwa seluruh santri wajib berbahasa Arab setiap hari senin sampai sabtu. Tidak hanya di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung, namun para santri juga wajib berbahasa Arab saat berbicara di luar kelas. Bahkan bagi para santri yang melanggar akan mendapat sanksi yang mendidik.

Ketatnya pengaplikasian peraturan wajibnya  Bahasa Arab di Ponpes Darul Qur’an wal Hadits OKU Timur, secara langsung dan tidak langsung sangat berdampak dengan kamampuan santri dalam berbahasa Arab. Hal ini ditunjukan dengan fasihnya para santri dalam berbicara dengan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu hasil dari Pendidikan Bahasa Arab di Darul Qur’an wal Hadits OKU Timur adalah siswa mampu menyampaikan muhadarah atau ceramah dengan menggunakan Bahasa Arab. Setiap hari ada perwakilan dari santri untuk menyampaikan ceramah dengan menggunakan Bahasa Arab dari awal hingga ahir.

Adapun jadwalnya adalah setiap hari selasa, kamis dan sabtu para santri menyampaikan muhadarah Bahasa Arab pada siang hari yakni setelah sholat dzuhur sedangkan pada hari senin, rabu dan jum’at pada malam hari ba’da isya’.

Saat dimintai keterangan pada selasa pagi, Risqi Alfaza yang merupakan santri Tsanawiyah menyatakan sangat senang dengan program muhadarah dengan Bahasa Arab karena sangat membantu dalam penguasaan Bahasa Arabnya.

“Jujur saya akui, dengan adanya program ceramah dengan Bahasa Arab ini sangat banyak manfaat yang bisa saya ambil. Selain terus melatih mental berbicara di depan umum, program ini sangat berpengaruh besar dalam pemahaman Bahasa Arab saya. Dengan program ini saya langsung bisa mengaplikasikan Bahasa Arab dengan kaedah yang benar. Tentunya ditunjang dengan program wajibnya para santri berbicara sehari-hari dengan Bahasa Arab.” Riski menjelaskan.

Dengan adanya jadwal muhadarah santri menggunakan Bahasa Arab ini sangat menambah tantangan dan melatih kepercayaan diri bagi para santri. Hal ini senada dengan komentar Muhammad Adji Pratama Salah satu santri TSN yang mengikuti kegiatan muhadarah santri yang dilakukan setiap malam selasa, malam kamis dan malam sabtu.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini. Saya bisa tampil di depan umum saya merasa senang dan tertantang dengan kegiatan ini. Selain itu saya bisa menyalurkan kemampuan Bahasa Arab saya dalam menyampaikan dakwah di depan umum”. Komentar Muhammad Adji Pratama.

Leo Robiansyah yang merupakan santri kelas 1 IL/IDM yang juga mengikuti kegiatan muhadarah Bahasa Arab santri. Beliau menyatakan senang walaupun beliau tampil tidak semaksimal yang dia inginkan.

“Dengan adanya kegiatan muhadarah, kita dilatih untuk tampil di depan umum dan melatih mental sekaligus murojaah pelajaran. Saya mengakui penampilan saya masih kurang dari sempurna, namun saya akan terus berlatih baik mental maupun keilmuan di Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadits OKU Timur ini “. Ujar Leo Robiansyah

Akhirya, semoga Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU Timur semakin banyak mencetak generasi muslim yang cerdas, kreatif dan inovatif, dan tafakuh fiddin. Semoga semakin banyak umat muslim yang menjalankan agama Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits ala fahmi salaf.

 

Penulis Hendri Yansa, S.pd dan Abdul Latif Mukhaminuddin

 

Baca juga artikel:

Penerimaan Santri Baru

Bersabar Atas Segala Ketentuan Allah

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.