Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Balasan Selalu Selaras dengan Amal

Balasan Selaras Dengan Amal

BALASAN SELALU SELARAS DENGAN AMAL PERBUATAN – Mahasuci Engkau, Ya Allah, Engkau bangun kehidupan ini atas dasar keadilan dan keutamaan. Tidak ada kezaliman padanya. Kebaikan akan berbuah kebaikan, sedangkan kejahatan akan berakibat kesengsaraan. Itulah salah satu keadilan Allah di alam semesta.

Para ulama kita membahasakan:

اَلْجَزَا ءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ

Balasan itu selaras dengan amal perbuatan”

Dalam hadits nabi disebutkan, Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Shallallahu álaihi wasallam bersabda :

مَنْ كَانَ في حَا جَةِ أَجِيهِ كَانَ الله فِي حَا جَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ الله عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومِ القِيَا مَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله يَومَ القِيَامَة

Artinya: “Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan penuhi kebutuhan dirinya. Barangsiapa yang mengangkat kesusahan seorang muslim maka Allah akan mengangkat darinya kesulitan dari kesulitan yang ada kelak pada hari kiamat. Dan bagi siapa yang menutup (aib) seorang muslim, maka Allah akan menututupi aibnya kelak pada hari kiamat.”(HR. Muslim: 2580)

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

وَمَنْ عَامَلَ خَلقَهُ بِصِيفَةٍ عَا مَلَهُ اللهُ تَعَا لَى بِتِلكَ الصَّفَةِ بِعَينِهَا فِي الدُّنْيَا وَالآ خِرَةِ فَرَّجَ عَنْ مُسْلمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومِ القِيَا مَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله يَومَ القِيَامَةِ

Artinya: “Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan penuhi kebutuhan dirinya. Barangsiapa yang mengangkat kesusahan seorang muslim maka Allah akan mengangkat darinya kesulitan dari kesulitan yang ada kelak pada hari kiamat. Dan bagi siapa yang menutup (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya kelak pada hari kiamat.” (HR. Muslim: 2580)

Barangsiapa menjadi pemimpin dan mengurusi urusan kaum muslimin, lantas darinya mempersulit mereka di dalam urusannya, niscaya Allah akan menjadikan sulit penghidupannya. Dan bagi siapa yang berlaku lembut pada dirinya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wasallam pernah berdo’a :

اَلَّلهُمَّ مَنْ وَلِىَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِى شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقُ بِهِ

Artinya: “Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi urusan umatku lalu dirinya mempersulit ats mereka, maka persulilitlah urusannya. Dan bagi siapa yang mengurusi urusan umatku lalu dirinya berlaku lembut pada mereka maka sayangilah dirinya.” (HR. Muslim: 1828)

Barangsiapa kalangan pemimpin yang menutupi kebutuhan orang miskin dan butuh, maka Allah akan memenuhi hajat dan kebutuhannya. Berdasarkan Riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dari ‘Amir bin Murah, bahwasanya beliau berkata pada Mu’awiyah, “Wahai Mu’awiyah, sesungguhnya aku pernah mendengar sabda Rasulullah Shallallahu álaihi wasallam ,

مَا مِنْ إِمَامٍ أَوْ وَالٍ يُغْلِقُ بَابَهُ دُوْنَ ذَوِي الحَاجَةِ وَالجَلَّةِ وَالمُسْكَنَةِ إِلَّا أَغْلَقَ اللهُ عَزَّوَجَلَّ أَبْوَابَ السَّمَا ءِ دُونَ حَاجَةِ وَخَلَّتِهِ وَمَسْكَنَتِهِ . قَالَ: فَجَعَلَ مَعَاوَيَةُ رَجُلًا عَلَىحَوَا ئِجِ النَّسِ

Artinya: “Tidaklah ada seorang penguasa yang menutup (mata) enggan memenuhi kebutuhan orang miskin, fakir dan papa, niscaya Allah akan menutup pintu langit baginya, kecuali bagi orang miskin, fakir dan butuh.” Mendengar itu maka Mu’awiyah langsung mengambil pegawai yang mengurusi kebutuhan manusia. (HR. Ahmad 29/565 no: 18033).

Dan bagi siapa yang menginfakkan hartanya niscaya Allah Subhanahu wataála akan menggantinya. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang dibawakan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dalam hadits Qudsi, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wasallam bersabda:

قَالَ اللهُ تَبَرَكَ وَتَعَلَى: يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقُ عَلَيْكَ

Artinya: “Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, ‘wahai ana kadam, berinfaqlah niscaya aku akan berinfaq pada mu.” (HR. al-Bukhari : 4684 ,Muslim: 993)

Demikian pula bagi siapa yang kikir mengeluarkan hartanya sesuai dengan kewajiban yang Allah bebankan kepadanya untuk memenuhi hak orang lain, niscaya Dia Subhanahu wataála akan memusnahkan hartanya dan mencabut barokahnya. Disebutkan dalam Riwayat Abu Hurairah rodhiallahuánhu bahwasannya nabi Muhammad Shallallahu álaihi wasallam bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا : اللَّهُمَّ اَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا . وَيَقُولُ الْآخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Artinya: “Tidaklah pagi hari menyapa seorang hamba melainkan ada dua malaikat yang turun padanya. Lalu salah satu dari keduanya berdo’a, “Ya Allah, gantilah harta orang yang berinfaq. Dan yang satunya lagi berdo’a, “Ya Allah, binasakanlah harta orang yang enggan berinfaq.” (HR. al-Bukhari : 1442, Muslim : 1010)

Dan barangsiapa mengingat Allah dalam hatinya, maka dia pun akan mengingatnya dalam dirinya. Dan bagi siapa yang menyebut-Nya di majelis yang banyak orang, niscaya Allah akan Allah akan menyebut dirinya di majelis yang lebih baik dari majelis mereka. Berdasarkan hadirt Abu Hurairah rodhiallahuánhu beliau berkata, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wasallam bersabda :

يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَاٍ ذَكَرْتُهُ فَي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُم

Artinya: “Allah Ázza wajalla berfirman, aku sesuai dengan prasangkaan hamba-Ku, dan Aku Bersama dirinya manakala ia menyebut nama-Ku, dan jika dirinya menyebut-Ku didalam hatinya, niscaya aku akan menyebutnya di dalam Diriku. Dan apabila dia menyebut-Ku di dalam sebuah majelis, niscaya Aku akan menyebutnya di majelis yang lebih baik dari majelisnya mereka.” (HR. al-Bukhari : 7405, Muslim : 2675)

Barangsiapa yang membangun masjid, niscaya Allah akan membangunkan baginya istana di Surga. Hal itu berdasarkan Hadits Utsman bin Affan rodhiallahu ánhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wasallam bersabda :

مَنْ بَنَى مَسجِدًا لله بَنَى اللهُ لَهُ فَى الخَنَّةِ مِثْتَهُ

Artinya: “Barangsiapa membangun masjid (di dunia) dengan ikhlas karena Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya yang semisal di dalam surga. (HR. Muslim : 633)

Begitupula, bagi siapa yang memata-matai aurat (aib) kaum muslimin, niscaya Allah akan membuka auratnya, bahkan menyibaknya, walaupun dia berada di dalam rumahnya. Berdasarkan hadits Abu Barzah Al-Aslami rodhiallahuánhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wasallam bersabda :

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وِلَمْ يَدْ خُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَا بُو المُسلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَورَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَّبِعْ عَورَا تِهِم يَتَّبِعْ اللهُ عَورَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللهُ عَورَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيتِهِ

Artinya: “Duhai orang-orang beriman yang (hanya) dengan lisannya dan tidak masuk ke dalam hatinya! Janganlah kalian saling menggunjing sesame muslim, tidak pula mengikuti aurat mereka. Karena sesungguhnya, bagi siapa yang menguntit aurat mereka, Allah akan membuka auratnya. Dan bagisiapa yang dibuka auratnya oleha Allah, niscaya dia akan memperlihatkan kejelekkannya pada orang banyak.” (HR. Ahma : 20/33 nomor : 19776)

Sebagian ulama salaf menuturkan, aku pernah berjumpa dengan suatu kaum yang tidak memiliki aib sedikitpun, namun celakanya, mereka selalu menyebut-nyebut aib orang lain. Maka manusiapun menyebut-nyebut aib mereka. Kemudian aku berjumpa dengan suatu kaum yang kudapati banyak mempunyai aib. Namun mereka menahan lisannya, dari membicarakan kejelekkan orang lain. Maka orang pun melupakan kejelekkan mereka. Atau semisal dengan ucapan beliau.

Barangsiapa menyiksa orang lain di duia, niscaya Allah akan menyiksanya kelak pada hari kiamat. Sebagaimana diterangkan dalam hadits Hisyam bin Hakim bin Hizam, beliau bercerita, aku pernah mendengar Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ يُعَذَّبُ الَّذِ ينَ النَّاسَ فِيالدُّنيِا

Artinya: “Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang-orang yang menyiksa orang lain Ketika di dunia.” (HR. Muslim : 2613)

Ja’far bin Abi Thalib rodhiallahuánhu tatkala dirinya mati syahid pada peperangan Uhud, ia terpotong tangannya. Maka Allah Subhanahu wataála mengganti tangannya dengan sayap, sehingga dirinya bisa terbang di Surga Bersama para Malaikat. Sebagaimana dijelaskan dalam Riwayat Abu Hurairah rodhiallahuánhu, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu álaihi wassallam pernah bersabda, “aku melihat Ja’far bin Abi Thalib sedang terbang Bersama Jibril dan Mikail, dirinya mempunyai dua sayap. (HR. al-Hakim 4/218 nomor : 4988. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam asshohihah, nomor : 1226)

Jadi, berbuatlah kebaikan niscaya anda akan munuai buah manisnya. Hindari kejahatan, niscaya engkau akan terhindar dari sialnya. Barangsiap yang menanam benih, dia akan memanen hasilnya. Namun barangsiapa yang menanam angin, niscaya dia akan memanen badai. Wallahu’alam

(Dinukil dengan beberapa gubahan dari risalah, Al-jaza’ min jinsil ‘amal, oleh Syaikh Amin bin Abdullah Asyakowi)

Sumber :

Majalah Almawaddah Volume 80 Shafar 1436 H

Oleh Ustadz Ahmad Sabiq, Lc hafidzohullah

Diringkas oleh : Abu Ghifar Supriadi

 

Baca juga artikel:

Tanamkan Tauhid Sejak Dini

Sebaik-baik Amal adalah Shalat

Tentang Umur dan Amal

Niat Syarat Segala Amal

Ummi

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.