BELA NABI SAMPAI MATI

bela-nabi-sampai-mati

Bela nabi sampai mati, beberapa waktu yang lalu, dalam situs jejaring sosial Facebook, muncul undangan `Everybody Draw Muhammad Day`. Sebutlah semacam unjuk kreasi untuk menggambar sosok Nabi Muhammad. Dunia Islam pun geger. Protes mengalir deras dari berbagai belahan dunia. Bahkan Pemerintah Pakistan, disusul Bangladesh, memblokir akses Facebook di negaranya. Mengapa ummat Islam begitu reaktif? Mengapa ada muslim yang mati-matian membela nabinya.

Bisa jadi, sekali bisa jadi, awal dari undangan itu tidak ada niatan untuk melecehkan nabi. Tetapi, dengan kebebasan acara itu tentu akan muncul pihak-pihak yang menumpang untuk menumpahkan kebenciannya kepada nabi dengan membuat gamabar-gambar yang menghina, memfitnah, dan melecehkan. Akhirnya berubahlah acara itu menjadi ajang penistaan simbol keagamaan ajaran Islam. Muhammad bin Abdillah adalah seorang utusan Allah yang menjadi pamungkas utusan-utusan sebelumnya.

Sejarah Penghinaan

Muhammad adalah orang yang mulia, oleh Allah dipercaya untuk menyampaikan ajaran Islam di akhir zaman. Sebelum menjadi nabi, Muhammad pun sudah dikenal sebagai sosok yang dihormati di masyarakat. Bahkan kalangan Arab menjulukinya sebagai orang yang dipercaya. Kabar kedatangannya sudah di kabarkan dalam kitab sebelumnya, Taurat dan Injil. Karena itulah ia menjadi incaran orang-orang Yahudi untuk dimusnahkan. Tetapi, sudah menjadi takdir Allah menjadikannya sebagai seorang nabi dan rasul.

Kebencian yang terbangun diatas rasa kedengkian kepada Muhammad pun semakin membuncah. Bukan hanya oleh orang Arab tetapi juga tatkala sengitnya kebencian orang Yahudi kepada Muhammad. Begitu pula pengingkaran kaum Nasrani. Berbagai daya upaya dilakukan, beragam strategi dirancang dan selaksa cara dipraktikkan untuk tujuan yang sama: matinya Muhammad dan surutnya dakwah Islam yang diembannya.

Penghinaan, fitnah, caci maki, tekanan psikologis, maupun intimidasi fisik silih berganti bertubi-tubi menyerang sosok nabi. Puncaknya adalah gerakan rahasia sekutu beberapa Kabilah Arab untuk membunuh Nabi Muhammad. Penghinaan itu terus berjalan hingga ketika Islam telah stabil dengan pusat di Madinah Nabawiyah. Sepeninggal Sang Nabi pun cacian, fitnah, dana makian terus bermunculan.

Mengapa Marah

Salah satu tuntunan dua kalimat syahadat yang diajarkan Allah adalah mencintai Rasululullah. Diantara sifat beliau adalah begitu Perhatian pada ummatnya begitu lembut dan kasih sayang kepada ummatnya. Hal ini disifatkan Allah dalam firmannya:

لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم

Artinya:

`Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaum muslimin, berat rasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.`(At-Taubah : 128)

Disamping itu dengan mencintainya seseorang akan merasakan manisnya iman, Sebagaimana sabda beliau Shallallahu Alaihi Wasallam :

ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لايحب إلا للهوأن يكره أن يعود من الكفر بعد أنقذه من النار

`Tiga Perkara yang membuat seseorang akan mendapatkan manisnya iman yaitu: Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya; mencintai saudaranya karena Allah `dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana benci dilemparkan dalam api (HR. Bukhori (no.16))

Selain manisnya iman, kecintaan kepada Rasululullah juga akan menculkan harapan akan bersama orang yang dicintai tersebut. Hal ini ditunjukkan ketika seorang sahabat menyatakan persiapannya menuju kampung akhirat adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Rasululullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian bersabda;

أنت مع من أحببت

Artinya:

`Engkau akan bersama dengan orang yang engkau dicintai.` (Al-Adabul Mufrad no. 351)

Kecintaan kepada Rasulullah Muhammad juga merupakan tanda kesemprnaan iman. Tentang hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين

Artinya:

`Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manuasia seluruhnya.` (HR. Bukhori no.15)

Nah, di antara tanda kecintaan dan pengagungan seorang Muslim kepada Rasulullah adalah dengan membela dan menolongnya. Begitu juga kecintaan kepada Rasulullah akan terpencar dalam pembeleaanya ketika beliau disakiti dan dicaci.

Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman :

للفقراء المهاجرين الذين أخرجوا من ديارهموأموالهم يبتغون فضلا من الله ورضوانا وينصرون الله ورسوله أولئك هم الصادقون

Artinya:

`(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari katunia dari Allah dan keridhoaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.`(QS. Al-Hasyr : 8).

Mereka Telah Membelah Nabi !

Dimuka telah disebutkan bahwa penghinaan, fitnah dan makian terhadap Rasulullah telah terjadi sejak zaman dahalu. Bahkan pada zamannya ada usaha pembunuhan. Orang-orang yang telah menyatakan keimanannya pun siap menjadi pembela. Orang-orang beriman pada zamannya telah memberikan contoh dalam membela kemuliaan dan kehormatan Nabi.

Ali bin Abi Thalib. Dialah yang menggantikan posisi tidur Rasulullah di tempat tidur beliau ketika beliau secara diam-diam hijrah saat dikepung oleh 10 pemuda dari berbagai kabilah di Arab.

Amr bin Al-Ash setelah masuk islam berkata, `Dulu, tidak ada seorang manusia pun yang lebih aku benci selain Muhammad. Kini, tidak ada seorang manusia pun yang lebih aku cintai dan agungkan daripada Nabi Muhammad. Seandainya aku diminta agar menggambarkan pribadi beliau kepada kalian, tentu aku tidak mampu melakukannya, sebab aku tidak pernah memberi pandangan yang negatif kepada beliau sebagai bentuk pengagunganku kepada beliau`.

Catatan sejarah itu adalah sepotong bukti kedudukan agung Muhammad dan ketulusan cinta yang ditunjukan sahabatnya. Mereka berhasil menempatkan cinta kepada beliau jauh lebih besar dan lebih dalam dibanding kecintaan orang-orang yang datang sesudah mereka. Mampihkah kita mencontoh para sahabat dalam hal ini? Nyatakah jargon kita `Membela Nabi Sampai Mati`? Semoga!

NAMA                   : TAUFIK ISMAIL

KELAS    : IDM 1

SUMBER  : MAJALAH FATAWA Vol. VI

 

Baca juga artikel berikut:

KEMULIAAN AHLUL BAIT DALAM PANDANGAN AHLUSSUNNAH

PERBANDINGAN KENIKMATAN SURGA DAN KENIKMATAN DUNIA

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.