Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

WANITA YANG DIRINDU SURGA (BAGIAN 1)

WANITA YANG DIRINDU SURGA

Wanita yang dirindu surga – Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala Maha Suci Zat yang di langit beserta tiang-tiangnya bertasbih kepada-Nya. Maha Suci Zat yang di laut beserta gaungnya bertasbih kepada-Nya. Maha Suci Zat yang ada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi beserta orang-orang yang ada di dalamnya bertasbih kepada-Nya, Maha Suci Zat yang semua makhluk bertasbih kepada-Nya. Maha Suci Engkau dan Maha Luhur Engkau.

Di surga tidak mengenal rasa takut, gelisah, susah dan sedih. Anda pun tidak merasa letih dan lemah. Disana, anda tidak akan menemukan kekasaran, kejahatan, perselisihan, kebencian permusuhan, keterasingan, perdebatan, penipuan, perkataan kotor, kekejian dan kemarahan. Bahkan sifat sombong riya’, dendam, hasud, dengki dan angkuh tidak akan anda temui dalam penduduk surga.

Anda tidak akan dikhawatirkan terhadap perzinaan, kesewenang-wenangan, kerusakan dan kesia-siaan, karena itu semua tidak terdapat di surga. Bahkan disana tidak ada kotoran najis, shalat, zakat, puasa, haji, berbagai kewajiban dan jihad. Adapun keringat, ia akan keluar dari tubuh anda seperti harumnya minyak wangi.

Jika anda bertanya tentang hidup anda, selamanya anda akan kekal dan tidak akan musnah, hidup dan tidak akan pernah mati serta keabadian yang tidak akan pernah binasa. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِين

Artinya: “… Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya.” (QS. Al-Hijr:48)

Oleh karena itu, bersabarlah beberapa saat untuk mendapatkan kemenangan selama miliaran tahun. Bersabarlah sejenak untuk meraih surga, kebaikan, berkah taman-taman dan kemuliaan. Saudariku, inilah Rabb semesta alam yang menawarkan surga kepada laiki-laki dan perempuan. Tidak ada perbedaan  diantara mereka dalam hal ini.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

فَٱسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّى لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَٰمِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ ۖ بَعْضُكُم مِّنۢ بَعْضٍ ۖ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَأُخْرِجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِمْ وَأُوذُوا۟ فِى سَبِيلِى وَقَٰتَلُوا۟ وَقُتِلُوا۟ لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ثَوَابًا مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلثَّوَابِ

Artinya: “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Dan Allah Subhanahu Wata’ala pada sisi-Nya pahala yang baik”. ( QS. Ali Imran:195)

Seorang wanita yang mengharapkan surga hendaknya banyak menunaikan puasa, mengerjakan shalat, seoranag ahli ibadah, taat, beriman selalu bertoubat, bersyukur dan bersabar. Dia selalu takut pada Rabbnya, suaminya, melaksanakan kewajibannya, mendidik putra-putrinya, memberi petunjuk kepada saudara-saudaranya, menasehati teman-temannya dan menjaga hak tetangganya. Selain itu juga berbakti kepada orang tuanya, selalu mengintropeksi dirinya, hatinya selalu terikat dengan Allah, dan ruhnya terbang bebas di surga.

Dalam suatu kondisi, mayoritas penghuni surga adalah wanita. Yaitu, jika kita mengumpulkan semua wanita mukmin di muka bumi ini bersama dengan para bidadari surga, atau bila yang kita maksud bidadari saja.  Di surga tidak ada yang membujang. Jika istri-istri yang dimaksud itu kaum wanita di dunia ini lebih banyak dari pada laki-laki. Tetapi bila dimaksud adalah para bidadari surga, maka keberadaan mereka  di dunia tidak harus lebih banyak dari laki-laki. Pada dasarnya istri adalah  bidadari surga. Hal ini berdasarkan hadits Imam Ahmad yang meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Bagi seorang lelaki ahli surga, dua orang istri dari kalangan bidadari. Setiap bidadari memakai tujuh lapis pakaian, sum-sum tulang betisnya terlihat dari balik pakaiannya”. (Hadits ini Shahih Muslim.VIII/145)

Maksudnya semua yang ada pada diri bidadari itu terlihat, sampai tulang sum-sumnya yang ada di dalam tulang betis pun terlihat. Dengan demikian, kaum wanita menjadi mayoritas penghuni surga jika dijadikan satu dengan para bidadari surga. Tetapi jika kaum wanita saja, maka mereka menjadi minoritas penduduk syurga dan mayoritas penghuni neraka.

Hendaklah wanita mukminah berbahagia, karena ketika  di surga dia lebih baik dan lebih cantik dari pada bidadari. Dia adalah ratu yang punya wewenang untuk memerintah dan melarang. Sedangkan para bidadari adalah para pelayan yang taat kepadanya. Kedudukan wanita mukminah di surga tidaklah sama dengan bidadari yang diciptakan khusus untuk menghuni surga tanpa harus bekerja keras, beribadah, dikenai taklif (pembebanan kewajiban), dan musibah atau ujian yang harus dihadapi.

Wahai muslimah, inilah potret teladan yang terdapat pada diri wanita-wanita mukminah yang telah dijanjikan surga oleh Rosulullah Shalallahu ‘allaihi Wasallam. sehingga para wanita mukminah bisa meneladani mereka, mengikuti jejak mereka dan menapaki jalan yang telah mereka lalui.

1. Sarah, Istri Nabi Ibrahim ‘allaihi sallam

Berbahagialah kalian wahai wanita mukminah, dengan surga yang luas. Kecantikan Sarah adalah separuh kecantikan Hawa, kecantikan yang alami. Sarah adalah  istri seorang nabi dan rasul. Dia adalah istri salah satu dari rasul ulul ‘azmi, makhluk terbaik kedua secara mutlak, ayah dari para nabi dan kekasih Allah. Dialah Ibrahim Shalallahu ‘allaihi sallam.

Dialah ibu seorang nabi, yaitu Ishaq ‘allaihi sallam.

Nenek seorang nabi, yaitu Ya’qub ‘allaihi sallam

Buyut seorang nabi, yaitu yusuf ‘allaihi sallam

Madu dari ibu seorang nabi, yaitu Hajar ibu Ismail ‘allaihi sallam.

2. Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun

Asiyah binti adalah suri teladan bagi istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘allaihi Wasallam dan seorang wanita yang paling utama di surga. Dia juga suri tauladan bagi wanita-wanita mukminah. Namanya selalu disebut hingga hari kiamat. Dia telah mengguncangkan singgasana kekafiran, serta menghancurkan istana kemusyrikan dan penyembahan berhala.

Kedudukannya sepadan dengan ibu wanita Bani Israil, Maryam. Keimanannya sangat kuat, hubungannya dengan Allah sangat erat pemahamannya tentang Islam sangat dalam, perkataanya sangat ramah, ucapannya selalu tepat dan akurat serta permohonanya sangat lembut.

3. Maryam, ibu Isa‘allaihi sallam.

Maryam adalah ibu dari kaum wanita Bani Israil. Bahkan ada yang berpendapat bahwa dia adalah ibu dari seluruh kaum wanita di jagat raya. Namanya berulang kali disebutkan di dalam Al-Qur’an. Dialah satu-satunya wanita yang melahirkan anak tanpa ayah. Dia adalah ibu dari kaum wanita Bani Israil di surga. Bahkan ada yang berpendapat bahwa dia adalah ibu dari semua wanita penghuni surga.

Tidak ada seorang wanita pun di muka bumi ini yang mendapatkan kedudukan seperti Maryam. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala telah menyanjungnya dua kali dengan kedudukan ini didalam A-Qur’an. Adapun wanita lain tidak pernah disanjung seperti ini meskipun mereka disebutkan dalam hadits Nabi. Tatkala Maryam telah sampai pada derajat ketakwaan yang tinggi, ujian dan cobaan pun datang menimpanya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“… dan Fatimah, ibu dari wanita penghuni surga adalah Maryam binti Imran”. (Shahih HR Ahmad, Abu Ya’ala, Ibnu Hubban dan Ath-Thabrani)

Beliau bersabda, “sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwalid, Fatimah binti Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muhazim istri Firaun”. (Shahih HR Ahmad, Abu Ya’ala, Ibnu Hubban dan Ath-Thabrani)

4. Fatimah Binti Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam, Pempimpin Wanita Surga

Suatu ketika malaikat datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam dan berkata “Fatimah adalah pempimpin seluruh wanita penghuni surga”. (Shahih HR.Hakim)

“…Fatimah adalah pemimpin seluruh wanita penghuni surga, kecuali Maryam binti Imran”. (Shahih HR. Ahmad).

“wanita terbaik penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam, Maryam binti Imran dan Asiyah Binti Muhazim istri Fir’aun”. (Shahih HR. Ahmad dan Ath Thabrani)

5. Ummul Mukminin, Khadijah binti Khuwailid

Kisah Khadijah binti Khuwailid dan Surga  diawali  sejak dia masuk Islam didepan suaminya Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam. Dia sangat beruntung karena tercatat sebagai wanita pertama yang masuk Islam. Peristiwa pertama yang menunjukkan kemuliaan, kesetiaan, kebijaksanaan, kesabaran, kelembutan dan kearifan hati Khadijah adalah turunnya wahyu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam,

6. Aisyah Rhadiyallahu Anha, Guru Kaum Wanita

Aisyah Rhadiyallahu Anha adalah wanita yang  paling dicintai oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam. Hal ini diceritakan oleh Amru bin Ash. Dia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam pernah mengutusku untuk memimpin pasukan dalam perang Dzatus slasil, kemudian aku mendatangi beliau dan bertanya, ‘siapakah orang yang paling engkau cintai?’ beliau menjawab “Aisyah”.

7. Hafsah binti umar

Hafsah dibesarkan di rumah Al-Faruq, Umar Rhadiyallahu Anhu. Dia adalah soosk wanita yang beriman, taat, jujur, sabar, khusyuk, gemar berbuat baik, rajin berpuasa, berzikir, bertobat dan berjihad. Setelah masuk Islam, dia berhijrah dan menikah dengan Khunaisis bin Hudzafah As-Sami Rhadiyallahu Anhu. Hafsah hijrah ke Madinah bersama suaminya dan setelah hijrah suaminya meninggal dunia. Setelah perang Badar, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi Wasallam menikahinya.

8. Al-Ghumaisah binti Malhan

Tokoh yang kita bicarakan kali ini adalah bibinya Nabi Shallalahu ‘alaihi Wasallam dialah wanita pertama di dunia yang menjadikan Islam sebagai maharnya. Al-Ghumaisah adalah salah satu wanita penghuni surga. Ia telah mendidik para pahlawan dan melahirkan para penghafal Al-Qur’an. Dialah wanita yang pernah berdebat dengan kaum kafir dan menundukkan orang-oramg musyrik.

9. Ummu Aiman

Dia adalah wanita yang mengasuh Nabi Shallalahu ‘alaihi Wasallam, setalah ibu kandungnya. Dia adalah wanita yang dimerdekakan oleh Rasulullah Shallalahu ‘alaihi Wasallam sekaligus wanita yang mengasuhnya. Dia termasuk wanita yang memeluk Islam pada permulaan datangnya Islam.

Ummu Aiman telah ikut serta dalam berhijrah sebanyak dua kali, yaitu ke Habsyah dan Madinah. Wanita yang termasuk dalam keluarga Nabi ini bersuamikan kekasih Rasulullah Shallalahu ‘alaihi Wasallam. Adapun putranya adalah kekasih Rasulullah Shallalahu ‘alaihi Wasallam. Dia adalah seorang wanita yang pemberani  dan seorang pendidik.

10. Nusaibah binti Ka’ab Al-Ansharaiyah

Dia adalah wanita pertama yang berperang dalam Islam. Dia menyaksikan malam Aqabah, ikut serta pada perang Uhud, Hudaibiyah, Hunain dan Yamamah. Wanita  yang perkasa ini  berjuang dan melakukan banyak pekerjaan sehingga tangannya terputus saat berjihad.

11. Wanita Ahli Surga

Kali ini bersama seorang sahabat wanita yang mulia, sabar dan selalu mawas diri. Dia selalu memakai jilbab sebagai tanda kesucian. Dia tidak rela aurat dan tubuhnya tersingkap meski hanya sedikit. Padahal ia menderita penyakit epilepsi.

Pahlawan yang satu ini layak menjadi teladan bagi kaum wanita masa kini  yang suka mengumbar kemolekan tubuh dan memamerkan aurat. Mereka berusaha tampil cantik dengan segala macam cara seperti mengubah ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala dengan menipiskan alis mata, memerahkan pipi dan memakai parfum. Mereka mendapat laknat dari Rabb pemilik langit dan bumi.

Demikianlah artikel yang saya ringkas dari buku Wanita Dirindu Surga. Semoga apa yang saya tulis menjadi nasihat bagi saya pribadi dan juga kepada para pembaca. Semoga kita menjadi penghuni surga dengan mencontoh wanita dirindu surga seperti yang diatas dan emoga Allah Subhanahu Wata’ala meridhoi kita semua. Wallah A’alam Bis Shawab.

 

REFERENSI:

Diringkas dari buku: Wanita  Dirindu Surga Karya Dr. Mustafa Murad, Desember 2012.

Ditulis Oleh: Dea Arista (Pengajar Pondok pesantren Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)

 

BACA JUGA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.