Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Amalan Yang Menghilangkan Bencana

amalan yang menghilangkan bencana

Amalan Yang Menghilangkan Bencana – Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan dengan rahmat-Nya lah kita semua masih diberi kesehatan dan umur panjang untuk senantiasa hanya beribadah kepada-Nya saja.

Perlu kita ketahui, bahwa musibah yang menimpa kita, sejatinya itu adalah karena dosa-dosa kita. Sungguh, telah banyak kita saksikan berbagai bencana dan musibah. Badai dahsyat yang melanda, banjir yang menenggelamkan; tanah longsor, meruginya niaga, tertahannya berkah Allah, dan lain sebagainya, itu semua kita saksikan dan kita dengar. Namun banyak dari kita tidak mau mengambil pelajaran dan ibrah. Kita tidak mau mencari apa penyebab hakiki dari berbagai bencana tersebut. Bahkan ada diantara kita yang mengatakan, bahwa bencana tersebut tidak ada kaitannya dengan dosa. Itu semua bukan karena dosa, dan maksiat; akan tetapi itu adalah bencana alamiah belaka. Bukankah ini sama saja dengan mendustakan firman Allah  ‘azza wajalla :

ظهر الفساد فالبر والبحر بما كسبت أيدي الناس ليذيقهم بعض الذى عملوا لعلهم يرجعون

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karna perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Qs.Ar-Rum/ 30: 41)

Hal seperti ini, menandakan kerasnya hati. Justru ketika bencana menimpa, musibah melanda, kita harus banyak instrospeksi dan kembali kepada Allah.

Allah  ‘azza wajalla berfirman:

فلولا إذ جاءهم بأسنا تضرعوا ولكن قست قلوبهم وزين لهم الشيطان ما كانوا يعملون.

Artinya: “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka Kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS.Al-An’am/6: 43).

Mereka telah lupa, atau seolah-olah lupa tentang sunnatullah yang berlaku terhadap umat terdahulu. Bukankah umat terdahulu ditimpa bencana dan siksa tidak lain karena kemaksiatan mereka?. Karena kedurhakaan dan pembangkangan mereka?. Namun banyak manusia yang tidak mau mengambil pelajaran dan iktibar terhadap kejadian-kejadian yang ada.

Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya; meski mereka telah melanggar perintah-Nya. Karena itulah, Allah memberi peringatan kepada hamba-Nya, agar mereka introspeksi diri dan mau bersumpah kepada-Nya. Allah pun menjadikan hal-hal untuk menolak bala’ dan bisa menghilangkan musibah kala menimpa.

Di antara sebab-sebab yang bisa menolak musibah tersebut adalah:

1.      Kembali Kepada Allah ‘azza wa jalla

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

وبلونهم بالحسنات والسيئات لعلهم يرجعون

Artinya: “Dan kamu coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana)  yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada Allah)”. (QS.Al-A’raf/7: 168)

Maka menjadi keharusan atas setiap insan, untuk kembali menuju ketaatan Allah dan Rasul-Nya. Jauhilah segala tindak maksiat; niscaya Allah pun akan menolak bala dan bencana.

2.      Mengenal Allah ‘azza wa jalla Di Waktu Lapang

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

احفظ الله يحفظك احفظ الله تجده أمامك، تعرف إلى الله في الرخاء يعرففك في الشدة

Artinya: “jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu! Jagalah Allah, niscaya akan engkau dapati Dia di hadapanmu. Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia mengenalmu di waktu sempit”. (HR. Ath-Thabrani).

Karena itu sebagian salaf berkata: Barang siapa yang mengenal Allah di waktu lapang, maka Allah pun akan mengenalnya di waktu sulit.

3.      Tunduk Dengan Merendahkan Diri Saat Musibah Melanda

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

وما أرسلنا فى قرية من نبى إلآ أخذ نآ أهلها بالبأسآء والضرآء لعلهم يضرعون

Artinya: “Kami tidaklah mengutus seseorang nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan kami timpakan kepada penduduknya kesempitan  dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri”. (QS.Al-A’raf/7: 94).

4.      Berdoa Kepada Allah ‘azza wajalla Agar Dihilangkan Kesulitan

Karena Allah tidaklah menolak orang yang berdoa kepada-Nya. Bahkan Allah mengancam adzab pedih bagi mereka yang sombong yang tidak mau berdoa kepada-Nya.

5.      Bertawakkal Kepada Allah ‘azza wajalla

Hakikat tawakkal adalah menyerahkan segala perkara kepada Allah dengan tetap berikhtiar melakukan sebab-sebab yang disyariatkan. Kita yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maka seorang muslim haruslah selalu menautkan hatinya kepada Allah dalam segala hal. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, Allah pun akan mencukupinya untuk perkara agamanya dan juga dunianya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ومن يتوكل على الله فهو حسبه  إن الله بالغ أمره  قد جعل الله لكل شىء قدرا

Artinya: “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq/65: 3)

Di antara amalan yang dengannya Allah akan menghilangkan musibah dan bala’ adalah:

6.      Taqwa Kepada Allah

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ومن يتق الله يجعل له مخرجا.٢. ويرزقه من حيث لا يحتسب.

Artinya: “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”. (QS.Thalaq/65: 2-3).

Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang menghendaki selalu dalam keselamatan, maka hendaknya ia bertawakal kepada Allah.”

7.      Melakukan Kebaikan Kepada Orang Lain

Berbuat kebaikan akan menjaga diri kebinasaan; sebagaimana sedekah dengan sembunyi-sembunyi akan memadamkan amarah Allah. Nabi shalallahu alaihi wassallam bersabda:

صنائع المعروف تقي مصارع السوء والصدقة خفيا تطفىء غضب الرب

Artinya: “Berbuat kebaikan akan menjaga dari kebiasaan yang buruk; dan bersedekah secara sembunyi-sembunyi akan memadamkan murka Ar-Rabb”. (HR. Ath-Thabrani).

 8.      Istighfar

Di antara amalan yang menolak bala’ dan musibah adalah istighfar. Istighfar Adalah hal yang membuat Allah Ridha; dan menyelamatkan dari murka-Nya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم  وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون

Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS. Al-Anfal/8: 33).

Barangsiapa yang selalu beristighfar, maka Allah akan menjadikan untuknya jalan kelapangan dari segala duka; dan jalan keluar dari segala kesempitan. Dan Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak pernah ia sangka.

9.      Taubat

Dan tidak lupa pula, kita harus bertaubat kepada Allah; karena Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang suka bertaubat dan mensucikan diri.

Ali bin Abi Thalib berkata:  “Tidaklah suatu bencana ditimpakan, melainkan disebabkan dosa; dan tidaklah suatu bala’ dihilangkan, melainkan dengan bertaubat.”

Bertakwalah kepada Allah! Karena takwa adalah jalan keselamatan yang hakiki. Dan marilah kita periksa amalan kita; kita instrospeksi dan muhasabah sebaik-baiknya. Semoga saja kita senantiasa berusaha menjaga amal dan keikhlasan kita.

Dan tanggung jawab serta kewajiban dakwah akan menjadi semakin berat dan besar bagi orang yang punya kapasitas ilmu yang lebih, yang punya kemampuan dan kedudukan yang lebih di tengah manusia lainnya. Dan setiap kali seseorang punya kelebihan ilmu, punya andil dan tanggung jawab besar dalam dakwah, Maka pahala pun akan semakin besar, kedudukannya pun semakin tinggi, dan iapun bisa menggapai derajat yang tinggi di sisi-Nya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ذلك بأنهم اتبعوا مآ أسخط الله و كرهوا رضوانه،فأحبط أعمالهم

Artinya: “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka”.  (QS. Muhammad/47: 28).

Hendaklah kita tahu bahwa waktu hidup kita di dunia ini sebentar dan terbatas! Maka hendaknya kita mempergunakan dengan sebaik-baiknya. Mengisinya dengan amal-amal yang bermanfaat, sehingga meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bukan dengan menuruti berbagai kesenangan yang akan melalaikan tujuan hidup yang sebenarnya.

Sumber:

Majalah As-sunah ,edisi 09 Rabiul Akhir 1439H, Januari 2018M,Tahun XXI

Peringkas:  Rico Muzakki (pengajar ponpes Darul Qur’an Wal-Hadits)

 

BACA JUGA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.