Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

RUQYAH PENYEMBUHAN DENGAN AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH

ruqyah penyembuhan dengan alquran dan assunnah

Ruqyah penyembuhan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah – Allah menciptakan makhluk-Nya dengan memberikan cobaan dan ujian, lalu menurut konsekuensi kesenangan, yaitu bersyukur, dan konsekuensi kesusahan yaitu bersabar. Hal ini bisa terjadi dengan Allah membalikkan berbagai keadaan manusia sehingga peribadahan manusia kepada Allah menjadi jelas, banyak dalil yang menunjukkan bahwa musibah, penderitaan dan penyakit merupakan hal yang lazim bagi manusia, dan semua itu pasti akan menimpa mereka, untuk mewujudkan peribadahan kepada Allah semata, serta untuk melihat siapa yang paling baik amalnya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya: “yang menjadikan mati dan hidup supaya dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan dia maha perkasa lagi maha pengmpun. (QS.Al Mulk : 2)

hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan  dan ujian merupakan sunnatullah dalam kehidupan. manusia diuji dari segala sesuatu, baik dalam hal yang disenengi maupun dalam hal dibenci dan tidak disukai, Allah berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kami-lah kamun dikembalikan. (QS. Al-anbiya’ : 35)

Tentang ayat ini, ibnu Abbas berkata: “kami akan mengujimu dengan kesulitan, kesenangan, dan penyakit, kekayaan dan kefakiran halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan”.

Berbagai macam penyakit merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. sesungguhnya cobaan-cobaan itu merupakan sunnatullah yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan hikmat-Nya. ketahuillah Allah tidak menetapkan sesuatu, baik berupa takdir kauni (takdir yang pasti berlaku dialam semesta) atau syar’i, melainkan didalamnya terdapat hikmah yang amat besar, sehingga tidak bisa dinalar oleh akal manusia. berbagai ujian dan cobaan, penderitaan, penyakit, kesulitan, semua itu merupakan manfaat dan hikmah yang sangat banyak. Pada zaman sekarang, banyak penyakit yang menimpa manusia. ada yang sudah diketahui obatnya ada juga yang belum diketahui obatnya. hal ini merupakan cobaan dari Allah, dan juga akibat perbuatan dosa dan meksiat yang dilakukan manusia.

Allah Subhanahu Wata’ala berfiman :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِير

Dan apa saja musibah yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan-mu). (QS.Asy Syura : 30 )

Setiap penyakit pasti ada obatnya, Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan pasti menurunkan obatnya.

Setiap penyakit ada obatnya, jika suatu obat tepat (manjur) untuk suatu penyakit, maka akan sembuh dengan izin allah ta’ala .

Seorang muslim, bila ditimpa penyakit, ia wajib berikhtiar mencari obatnya dengan berusaha secara maksimal. dalam usaha mengobati penyakit yang dideritanya, maka wajib memperhatikan tiga hal.

 

Pertama, bahwa obat dan dokter hanya sarana kesembuhan, adapun yang benar-benar menyembuhkan penyakit hanyalah Allah subhanawata’ala.

Allah ta’ala berfirman, mengisahkan nabi Ibrahim ‘alaihi wasalam: Dan apabila aku sakit, dialah yang menyembuhkanku. (QS.Asy Syu’ara’:80).

Dalam ayat lain, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم

Artinya: “Jika allah menimpa sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkan kecuali Dia, dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak kerunia-Nya. dia memberikan itunkepada yang siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hambanya, dan Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS Yunus: 107)).

 

Kedua, dalam berikhtiar atau berusaha mencari obat tersebut, tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram dan syirik.

yang haram seperti berobat dengan menggunakan obat yang terlarang atau barang-barang terlarang karena allah tidak menjadikan penyembuhan dari barang yang haram.

Rosulullah shalallahu’alaihi wasalam bersabda:

Sesungguhnya allah menciptakan penyakit dan obatnya,maka berobatlah dan janganlah berobat dengan pengobatan yang haram.

Sesungguhnya allah tidak menjadikan kesembuhan (dari penyakit)kalian pada apa-apa yang haram.

Tidak boleh juga berobat dengan hal-hal yang syirik seperti: pengobatan alternatif, dengan cara mendatangi tukang ramal, dukun, sihir, paranormal, orang pintar, menggunakan jin, pengobatan dengan jarak jauh dan sebagainya yang tidak sesuai dengan syari’at sehingga dapat mengakibatkan jatuh ke dalam perbuatan syirik dan dosa besar yang paling besar. orang yang datang kedukun orang pintar, ia tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari, Rosulullah shalallahu’alaihi wasalam bersabda:

Barang siapa yang datang kepada dukun (orang pintar atau tukang ramal)lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam. (HR Muslim).

Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu ia membenarkan apa yang ia katakan,maka sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan keopada nabi muhammad. (HR. Muslim)

Apabila seseorang terkena sihir, guna-guna, sihir, santet, kesurupan jin dan lainnya atau penyakit menahun yang tak kunjung sembuh, maka sekali-kali ia tidak boleh mendatangi dukun, tukang sihir atau paranormal. Perbuataan termasuk dosa besar. begitu pula seseorang tidak boleh bertanya kepada mereka tentang penyakit maupun hal-hal yang ghaib, karena tidak ada yang mengetahui perkara ghaib, melainkan hanya allah saja; bahwa rosulullah pun tidak mengetahui perkara yang ghaib.

Allah ta’ala berfirman,

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Artinya: Katakanlah (wahai muhammad): ”aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan allah ada padaku, dan tidak pula aku mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. aku tidak mengikuti kecuali yang diwahyukan kepadaku. ”katakanlah: ”apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? ”maka apakah kamu tidak memikirkannya? (QS.AL-an’am : 50).

 

Ketiga, pengobatan apa yang ditunjukkan dan diajarkan oleh nabi shalallahu ‘alaihi wasalam

seperti ruqyah, yaitu membacakan ayat-ayat al-Qur’an dan doa yang shahih, begitu juga dengan madu, habattusauda, jintan hitam, air zam-zam, bekam, mengeluarkan darah kotoran dengan alat bekam), dan lainnya. pengobatan dan penyembuhan yang paling baik itu dengan ayat-ayat al-Qur’an, karena al-qur’an merupakan petunjuk bagi manusia, penyembuh dan rahmat bagi kaum mukminin.

Tidak diragukan lagi,bahwa penyembuhan dengan al-qur’an dan dengan apa yang diajarkan dari nabi shalallahu’alaihi wasalam berupa ruqyah. ”merupakan penyembuhan yang bermanfaat, sekaligus penawar yang sempurna, Allah ta’ala berfirman, yang artinya:  “Katakan lah al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmar bagi orang-orang yang beriman”.  (QS Al-Isra’: 82).

Pengertian “dari al-Qur’an” pada ayat diatas ialah al-qur’an itu sendiri. karena al-Qur’an secara keseluruhan ialah sebagai penyembuh,sebagaimana yang disebutkan dalam ayat diatas.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِين

Artinya: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari rabb kalian, dan penyembuh dari penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.  (QS.Yunus : 57).

 

Dengan demikian, al-Qur’an merupakan penyembuh yang sempurna diantara seluruh obat hati dan juga obat fisik, sekaligus obat bagi seluruh penyakit dunia dan akhirat. tidak setiap orang mampu dan mempunyai kemampuan untuk melakukan penyembuhan dengan al-Qur’an, jika pengobatan dan penyembuhan itu dilakukan secara baik terhadap penyakit, dengan didasari kepercayaan dan keimanan, penerimaan yang penuh, keyakinan yang pasti, terpenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu penyakit pun yang mampu melawannya untuk selamanya. bagaimana mungkin penyakit-penyakit itu menentang firman-firman rabbnya bumi dan langit, yang jika firman-firman itu turun kegunung,maka ia akan memporak-porandakan gunung tersebut.

 

REFERENSI:

Dinukil dari : Majalah As-Sunnah edisi 06/IX/1426/2005

Ditulis oleh : Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas, hafidzahullah ta’ala

Diringkas oleh : Ari Nuansah (Pengajar Ponpes Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)

 

BACA JUGA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.