Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

RUMAHKU TERMASUK KENIKMATAN DUNIA YANG DIBUTUHKAN

rumahku termasuk kenikmatan dunia yang dibutuhkan

Rumahku termasuk kenikmatan dunia yang dibutuhkan, alhamdulillah wahdah wasshalatu wassalamu ala rasulillah, Kaum muslimin yang semoga kita semua dirahmati oleh Allah. Kita tinggal di bumi Allah sudah tentu membutuhkan yang namanya tempat tinggal/ rumah, karena di siang hari terasa panas matahari yang menyengat, begitu juga angin, badai, hujan deras, petir yang selalu ada di permukaan bumi. Maka dari itulah, tempat tinggal/ rumah menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia.

  1. RUMAH ADALAH NIKMAT  YANG BESAR

Rumah adalah suatu nikmat dari Allah yang kadang-kadang, bahkan sering ‘dilupakan oleh manusia, Padahal adanya rumah, manusia bisa mendapatkan banyak sekali kemudahan dan kesenangan dalam hidup.

Allah Subhanahu Wata’ala mengingatkan kita akan kenikmatan ini dalam surat an-Nahl;  80

و الله جعل لكم من بيوتكم سكنا وجعل لكم من جلود الانعم بيوتا تستخفونها يوم ظعنكم

ويوم اقامتكم ومن اصواقكم واوبارها واشعارها اثثا ومتاعا الي حين

Artinya:

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa) nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula  ) dari bulu domba, bulu onta bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang karmu pakai) sampai waktu (tertentu)”. (QS. An-Nahl:  80)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas, “Allah mengingatkan akan ke sempurnaan nikmat yang Dia curahkan atas  para hamba Nya, berupa rumah tempat tinggal yang berfungsi untuk memberikan ketenangan bagi mereka, Mereka bisa berteduh (dari panas dan hujan, dan terlindung (dari segala macam bahaya) di dalamnya. Juga bisa mendapatkan sekian banyak manfaat di lainnya.

  1. TIDAK ADANYA RUMAH ADALAH KESEDIHAN DAN KESUSAHAN

Nikmat baru terasa tatkala lenyap. Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan hal ini. Ya, dengan hilang dan rusaknya rumah, kita baru merasakan betapa besar nikmat tersebut. Terkadang Allah ta’ala menghukum dan menyiksa suatu kaum dengan cara menghancur kan rumah-rumah mereka Lihatlah bagaimana Allah menghukum Bani Nadhir menghancurkan rumah-rumah merekal (Baca: QS.  Al-Hasyr: 2).

Lihat pula, bagaimana Allah menyiksa kaum Tsamud dengan meruntuhkan rumah tempat tingga mereka, padahal sebelumnya mereka berbangga-bangga dengan rumah tarsebut!.  (Cermati: QS An- Naml: 51,52, Qs. Al-A’raf: 74 dan QS. Al-Fajr: 9).

  1. KEWAJIBAN KITA ADALAH MENSYUKURI NIKMAT

Allah berfirman yang artinya: “(ingatlah), tatkala Rabbmu memaklumkan,” Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian.  Dan jika kelian mengingkari (nikmat-Ku. Maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. “(QS. Ibrahim: 7).

Di antara bentuk syukur atas nikmat rumah adalah yaitu tidak menjadikan rumah tersebut seperti kuburan atau rumah hantu,  Siapapun menginginkan memiliki rumah yang tentram dan nyaman. Sayangnya, dalam usaha untuk mewujudkan hal tersebut, kebanyakan orang baru melakukan hal yang bersifat duniawi belaka.  Yakni dengan membangun gedung yang megah dan melengkapinya dengan seabreg fasilitas penunjang. Selama tidak berlebihan, sebenanya hal itu boleh-boleh saja, Namun yang memprihatinkan, mereka lupa bahwa inti kenyamanan dan ketentraman rumah sebenarnya justru bersumber dari ketenangan hati penghuninya.  Yang itu akan dicapai manakala mereka rajin beribadah dan memanfaatkan tempat tinggalnya untuk hal-hal yang diridhai Allah.

Ape saja yang perlu kita lakukan di rumah kita, supaya tempat tinggal tersebut nyaman dan damai?  Juga agar rumah kita tidak menjadi tempat favorit para setan dan ‘hantu?

  1. Mengucapkan salam sebelum masuk rumah.

عن ابي امامة الباهلي عن رسول الله صلي الله سلم قال ثلاثة كلهم ضامن علي الله عز

وجل    ورجل دخل بيته بسلام

Deri Abu Umamah al-Bahily radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallalahu ‘alaihiwasallam bersabda, Tiga orang yang đijaga oleh Allah azza wajalla;  (Belau menyebutkan yang ketiga adalah) orang yang memasuki rumahnya dengan mengucapkan salam .. HR.  Abu Dawud dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim. An Nawawy menyatakan hadits ini hasan

Catatan:

Salam kita ucapkan, baik di dalam rumah ada orang maupun tidak. Sebab Allah ta’ala berfirman :

فاذا دخلتم بيوتا فسلموا علي انفسكم تحية من عند الله مباركة طيبة

Artinya :

Apabila kalian memasuki rumah-rumah hendaknya kalian memberi salam kepada  dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah “. (QS. An-Nur: 61).

Menurut ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, jika di rumah tidak ada orang, maka redaksi salamnya adalah:

السلام علينا وعلي عبادنا الصالحين

“(Assalamu alaina wa ‘ala ibadina  shalihin (Salam sejahtera atas kami dan para hamba Allah yang salih)”

  1. Mengucapkan basmalah saat masuk rumah.

Rasululah shalalahu ‘alalhi wasallam bersabda,

اذا دخل الرجل بيته فذكر الله عند دخوله وعند طعامه قال الشيطان لا مبيت لكم ولا عشاء

واذا دخل فلم يذكرالله عند دخوله قال الشيطان ادركتم المبيت واذا لم يذكر الله عند طعامه

قال ادركتم المبيت و العشاء

Artinya:

Andaikan seseorang memasuki rumah dan berzikir kepada Allah (dengan membaca basmalah) tatkala masuk dan makan, setan akan berkata “Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makanan (di rumah ini Dan jika ia masuk namun tidak membaca basmalah, setan akan berkata,” kalian menemukan tempat menginap “dan jika tidak membaca basmalah sebelum makan niscaya setan akan berkata, “Kalian mendapatkan tempat menginap dan makanan” (HR.  Muslim (XI / 190 no. 5230) dari jabir bin Abdullah).

  1. Mengucapkan basmalah saat menutup pintu dan parkakas rumah

Rasulullah shulallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اذا كان جنح الليل او امستم فكفوا صبيانكم فان الشياطين تنتشر حينءذ فاذا ذهب ساعة من

الليل فحلواهم فاغلوا الابواب واذكر وا اسم الله فان  الشيطان لايفتح بابا مغلقا واوكوا قربكم

واذكر اسم الله وخمروا انيتكم واذكراسم الله ولو ان تعرضوا عليها شيءا واطفءوا مصابيحكم

Artinya:jika hari mulai gelap tahanlah anak-anak kalian (untuk keluar rumah) karena saat itu setan berkeliaran. Jika telah lewat sebagian malam biarkanlah mereka, Tutuplah pintu-pintu dan ucapkanlah basmalah, karena sebenarnya setan tidak akan membuka pintu yang tertutup. Tutuplah teko  kalian dan ucapkanlah basmalah. Tutupilah bejana kalian walaupun dengan meletakkan sesuatu di atasnya dan bacalah basmalah, Matikanlah lampu kalian “.  (HR.  Bukhari (hal. 669 no. 32H0) dan Muslim (XII / 185 no. 5218) dari Jabir bin Abdullah dengan redaksi Muslim).

  1. Memakmurkan rumah dengan ibadah dan membaca al-Qur’an

Setan tidak akan mendekat rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur’an.  Walaupun sudah berada di dalamnya maka ia akan lari terbirit-birit keluar.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan,

ان الله كتب كتابا قبل ان يخلف السماوات والارض بالفي عام انزل منه ايتين ختم بهما سورة

البقرة ولا يقراان في دار ثلاث ليال فيقرءها شيطان

Artinya:

Sesungguhnya Allah telah menulis kitab dua ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Dia turunkan dua ayat yang dijadikan penutup surat al-baqarah. Tidaklah dibaca di suatu rumah selama tiga  malam, setan tidak akan  mendekatinya “.  (HR.  Tirmidzy dari an-Nu’man bin Basyir dan dinyatakan sahih oleh al-Hakim dan al-Albany).

Beliau shallalahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

لا تجعل بيوتكم مقابر ان الشيطان ينفر من البيت الذي تقرا فيه سورة البقرة

Artinya: ‘’ Janganlah kalian jadikan rumah kalian (seperti) kuburan.  Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah “. (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Hadits ini memotivasi kita untuk memperbanyak ibadah di rumah, terutama shalat yang hukumnya sunnah dan membaca al-Qur’an; supaya rumah kita tidak mirip kuburan atau jasad yang mati,

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menerangkan,

اجعلوا في بيوتكم من صلاتكم ولا تتخذواها قبورا

Artinya: “Lakukanlah sebagian shalat kalian di rumah kalian.  Jangan jadikan rumah kalian kuburan “, (HR. Bukhari dari Ibn Umar)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  menambahkan,

خير صلاة مرء في بيته الا المكتوبة

Artinya:

“Sebaik-baik shalat seseorang adalah yang dilakukan di rumahnya, kecual shalat wajib “, (HR. Ibn Khuzaimah dari Zaid bin Tsabit).

Sebagai penutup kita bersama sama berharap kepada Allah agar menjadikan rumah rumah kita rumah yang di berkahi oleh Allah subhanahu wataallah dan rumah sekaligus tempat kita mencari keridhaan-Nya . Allahummah amin.

Referensi:

Ditulis oleh : Ustadz  Abdullah Zaen, lc. AM dan ustad zaid susanto, Lc. sebagai artikel dari kajian tablik akbar beliau berdua

Diringkas oleh:  ANGGARA PERATODI (PENGAJAR DI PONPES DARUL QURAN WAL HADITS OKU TIMUR)

Baca juga artikel berikut:

SUDAHKAH KITA BERTAUBAT HARI INI?

KEUTAMAAN SHALAT DAN ANCAMAN MEREMEHKANNYA

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.