Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

101 Cara Mudah Mendidik Keluarga

101 Cara Mudah Mendidik Keluarga

101 cara mudah mendidik keluarga

Segala puji hanya milik Allah, yang telah mencurahkan nikmat kepada hambanya tanpa batas. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada pendidik yang mulia Rasulullah, keluarga,sahabat, dan para pengikut Sunnah nya hingga kiamat.

Keluarga merupakan unsur dasar terbentuknya masyarakat dan elemen terkecil dari sebuah negara. Negara akan baik jika masing-masing keluarga baik. Baik dan tidaknya keluarga sangat tergantung pada proses pendidikan. Baik dan tidaknya keluarga sangat tergantung pada proses pendidikan. Pendidikan yang terarah, terpola dan terprogram, yakni dengan menerapkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari di rumah. Karena rumah menjadi tempat tinggal manusia paling utama dan strategis untuk memulai proses pendidikan efektif sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala,

والله جعل لكم من بيوتكم سكنا

Artinya: “Dan Allah menjadikan bagi murmer rumahmu sebagai tempat tinggal.” (QS. An-nahl: 80).

Oleh karena itu, Allah sangat menekankan pendidikan dalam keluarga, karena merupakan kewajiban yang paling utama dan tanggung jawab yang paling besar serta amanah yang sangat berani dimulai dari diri sendiri istri anak-anak dan kerabatnya. Inilah yang dimaksud Allah.

BAB 1

Bekal utama pendidik muslim

  • Pendidikan bagian dari ibadah

Sungguh mendidik keluarga merupakan bagian dari ibadah yang berpahala besar dan menentukan an-nasr masa depan dan kebahagiaan keluarga.

Seorang muslim dalam mendidik keluarga harus ikhlas dan menempuh cara yang benar. Jangan sampai sudah menguras tenaga, dana dan pikiran ternyata hanya untuk mengejar prestasi duniawi dan meraih puji-pujian orang lain. sekedar mengharapkan orang lain berkata,”dia adalah pendidik yang hebat dan sukses.”

Dari Umar bin Khattab beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إنما الأعمال بالنيات

Artinya: “sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya.” (HR imam Bukhori dalam shahihnya, no. 1)

Mendidik keluarga dibutuhkan keikhlasan dan berjalan di atas tuntunan Rasulullah, karena sebaik-baik bantuan untuk mendidik keluarga adalah petunjuk hidup beliau bukankah amalan yang terpuji adalah petunjuk hidup beliau bukankah amal yang terpuji adalah amal saleh yaitu setiap amal yang dianjurkan oleh Rasulullah dan dilakukan secara ikhlas sehingga Umar bin Khattab senantiasa memanjatkan doa,

Ya Allah, jadikanlah semua amal ku amal salih, dan jadikanlah amal itu semata-mata untukmu. Dan janganlah engkau jadikan amal itu untuk siapapun.

Mendidik keluarga di atas ajaran Rasulullah merupakan perkara yang lazim dan tidak bisa diremehkan. Hasil dan pola pendidikan yang sesuai dengan sunnah Rasul cepat atau lambat pasti akan merasakan.

Tidak mengapa memanfaatkan sarana dan metode baru asalkan tetap di atas koridor syariat, dan bagi orang yang meneliti dan mempelajari kandungan sunnah secara baik, akan menemukan sistem dan metode pendidikan yang lengkap dan sempurna.

  • Mendidik adalah perjuangan

Mendidik keluarga adalah usaha yang membutuhkan perjuangan berat dan kesabaran dalam menghadapi rintangan godaan dan tantangan titik itulah yang dimaksud dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala:

فصبر جميل

Artinya: “Maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku.” (QS. Yusuf: 18)

Nabi Yakub memiliki kesabaran yang baik, doa mendengar cerita yang menyedihkan tentang nasib putranya, Yusuf.

Tidak ada pengorbanan baik berupa dana, tenaga dan pikiran yang lebih mulia dan berharga melainkan pengorbanan yang dikerahkan untuk kepentingan pendidikan keluarga, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak ada yang paling mulia melainkan Dinar seseorang yang dibayar untuk menafkahi keluarga nya.”

Dan seluruh biaya hidup yang dibayarkan. Seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan keluarga secara tulus akan berpahala besar, nabi bersabda yang artinya “seseorang muslim ketika memberi nafkah keluarganya suatu nafkah dengan ikhlas, maka demikian itu menjadi sedekah baginya.

  • Utamakan keteladanan

Keteladanan adalah modal utama dalam mendidik keluarga, terutama keteladanan orang bagi putra-putrinya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya: “Maka kedua ibu bapaknya lah yang menjadikan Yahudi, Nasrani,  atau majusi”. (HR.Imam muslim dalam shahihnya , no 2577 dan 1002).

Keteladanan orang tua mempunyai peran strategis dalam membentuk karakter dan perilaku anak. Orang tua adalah mondeling untuk anak-anak nya oleh sebab itu orang tua harus memberikan model yang baik kepada anak-anaknya terutama untuk anak-anak nya terutama untuk anak-anak yg masih dini. Karena apa yang dilakukan orang tua, anak akan meniru nya. akan tetapi kebanyakan orang tua tidak menyadari bahkan meremehkan nya.

Orang tua harus memulai keteladanan pada dirinya dengan meluruskan akidah, ibadah, akhlak dan muamalah, insya Allah orang-orang yang ada disekitarnya akan lebih mudah untuk menjadi baik dan lurus, Allah berfirman tentang sikap nabi syuaib kepada kaumnya:

وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ اُخَالِفَكُمْ اِلٰى مَآ اَنْهٰاكُمْ عَنْهُ ۗ اِنْ اُرِيْدُ اِلَّا الْاِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُۗ وَمَا تَوْفِيْقِيْٓ اِلَّا بِاللّٰهِ ۗ 

عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ

Artinya: “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada Taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-nyalah aku kembali.“(QS. Hud: 88)

Ketika anak mengetahui antara ucapan dan perbuatan orangtua tidak sesuai, akan menghasilkan pendidikan yang cacat dan lemah. Akhirnya orang tua kurang dihargai, proses pendidikan hanya menjadi rutinitas yang membosankan dan hubungan antar orang tua dengan anak tidak harmonis.

Orang tua dan orang dewasa harus menyadari bahwa unitas hidup adalah pengajaran maka harus dilakukan dengan ikhlas dan dijalankan sesuai dengan syariat, karena bila tidak ikhlas hanya akan menghasilkan kepalsuan dan kalimat kering yang tidak memiliki pengaruh untuk merubah kondisi kehidupan begitu pula bila tidak sesuai dengan syariat hanya akan membuahkan hasil yang sia-sia.

  • Mendidik dengan kelembutan

Sikap lemah lembut laksana air yang menetes pelan-pelan mampu memecah batu yang keras sikap lemah lembut merupakan nikmat yang besar yang mampu memberi pengaruh dahsyat yang tidak bisa diraih dengan cara yang keras dan kasar. Allah berfirman tentang karunia yang telah diberikan kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, yang artinya: “Maka disebabkan Rahmat dari allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)

Dari Aisyah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “tidaklah sifat lemah lembut ada dalam sesuatu melainkan ia menghiasinya dan tidaklah dicabut sifat tersebut dari sesuatu melainkan pasti merusaknya.” (HR. Imam Muslim, no. 2594)

Yang dimaksud lemah lembut dalam mendidik keluarga adalah bersikap lemah lembut dan sopan dalam tindakan dan berakhlak mulia serta banyak menahan kesabaran dan tidak tergesa-gesa menyikapi dengan kemarahan dan kekecewaan ketika melihat di antara anggota keluarga melakukan kesalahan, karena nabi bersabda: “jika kamu ingin melakukan suatu urusan jangan tergesa-gesa hingga Allah memberi mujalan keluar dari urusanmu.” (HR. imam Ibnu abu syaibah dalam mushanafnya no, 25700)

Tergesa-gesa dalam menyikapi suatu masalah apalagi disertai dengan emosi tidak akan merubah sesuatu menjadi baik, bahkan akan berakibat fatal dan dampak buruk yang berkepanjangan.

  • Jangan mencela anak

Ada sebagian orang tua yang sering memaki dan mencela ketika melihat anggota keluarganya melakukan kesalahan, dengan menghardik, mengutuk dan mendoakan buruk kepada mereka sementara Rasulullah bersabda, yang artinya janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian.jangan pula mendoakan keburukan atas anak-anak kalian dan jangan pula mendoakan keburukan atas harta kalian jangan sampai jangan sampai kalian menempati satu waktu di mana Allah tidak menolak 1 doa pun. Hingga karenanya doa kalian tersebut dikabulkan oleh kalian. (HR. imam muslim dalam shahihnya, no. 3009)

Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata: aku melayani Rasulullah 10 tahun, beliau tidak pernah memukulku, tidak pernah menghinaku dan tidak pernah bermuka masam dihadapanku. (HR.imam muslim dalam shahihnya, no 3009)

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أمسك عليك لسانك

Artinya: “Jaga lisanmu” (R.tirmizi dalam sunannya no 2406, dan beliau berkata, hadits ini Hasan,” dan dishahihkan oleh Syaikh al-albani dalam shahihul Jami, no 1392)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersifat ih orang mukmin dalam sabdanya bukanlah seorang muslim itu mencela, melaknat dan bukan pula dia itu orang yang suka bersikap keji dan berperilaku kasar. (HR. imam Tirmidzi dalam sunahnya, no. 1976)

  • Waspadai media perusak

Tuliskan alat terhadap media perusak yang terdapat di dalam rumah Anda seperti patung gambar makhluk bernyawa, alat-alat musik, televisi sosial media baik berupa Facebook, Twitter, Instagram, Line, whatsapp, BlackBerry, YouTube ayah internet lainnya yang akan merusak pola pikir dan pola hidup anak serta menyia-nyiakan waktu orang tua akan dimintai pertanggung jawabannya dihadapan Allah karena keluarga adalah amanah yang harus dijaga Rasulullah bersabda, tidaklah seorang hamba yang diberi Allah tanggung jawab berupa kepemimpinan lalu mati dan ketika mati sedang menipu kepemimpinannya, melainkan Allah mengharamkan baginya surga.

Syekh Muhammad bin Utsaimin Rahimahullah berkata, mereka membiarkan di tengah keluarga mereka ada alat-alat musik yang merusak akhlak dan menghancurkan akidah maka tidak diragukan mereka telah menipu keluarga mereka bila mereka mati dalam kondisi demikian dihawatirkan akan diharamkan aroma surga. Kita memohon kesejahteraan dan keselamatan kepada Allah ketahuilah termasuk menipu dan langkah bodoh adalah membiarkan anggota keluarga terjerumus ke dalam kesesatan dan penyelewengan. Semua itu bisa terjadi karena membaca, mendengar dan melihat media yang ada di rumah anda titik anak-anak kita adalah manusia biasa yang bisa merasakan dan dapat terpengaruh oleh lingkungannya sehingga rumah kita harus bersih dari hal-hal yang merusak terutama media elektronik maupun cetak yang jatuh yang menjauhkan para pemuda dari agama, sehingga jangan sampai muncul generasi yang digambarkan firman Allah Subhanahu Wata’ala: Artinya: “Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. (QS. Maryam: 59)

Oleh karena itu, hindarkan keluarga anda dari setiap faktor yang menghancurkan seperti bermain game kecanduan olahraga mendengarkan musik, merokok pergaulan bebas menonton film dan berpacaran karena kemajuan teknologi di samping memberikan manfaat ia juga mengandung ancaman yang sangat berbahaya maka berhati-hatilah dalam memilih media informasi dan komunikasi untuk anggota keluarga anda.

Jangan sekali-kali mendiamkan kemungkaran dan meridhoi terhadap kematian atau membiarkan kesalahan anggota keluarga anda termasuk konsekuensi cinta bukti kasih sayang seseorang terhadap keluarganya adalah menjaga mereka dari marabahaya, menyelamatkan mereka dari serangan musuh yang siap mengancam dan memasang perangkap untuk menghancurkan masa depan dunia dan akhirat mereka.

  • Bersikap adil kepada keluarga

Sikap orang tua yang menghargai dan memberi memberikan balasan baik kepada setiap anggota keluarga yang telah berbuat kebaikan dan beramal secara sungguh-sungguh merupakan bentuk motivasi agar senantiasa Istiqomah di atas kebaikan. Orangtua juga harus bersikap adil dalam memberi penghargaan dan hadiah kepada anak. Karena Allah menyuruh bersikap adil dalam menghargai seseorang atas jasa dan Budi baiknya, terutama kepada anak-anaknya Rasulullah bersabda yang artinya bersikap adil kepada anak-anak kalian, bersikap adil kepada putra-putri. (HR.Imam Bukhori dalam shahihnya, no 2447,imam Muslim no 2623.)

Referensi :

Nama peringkas : helma Lia putri

Judul buku 101 cara mudah mendidik keluarga

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin,LC.

Penerbit pustaka imam Bonjol, cetakan ketiga, Muharam 1438H/ Oktober 2016 M.

Baca juga artikel:

Etika mencari Harta

Ummi

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.