Sebab dan Penghalang Hidayah

Saya terjaga, di suatu malam gelab gulita dengan hawa dingin yang menusuk ke tulang,sedangkan tubuhku berada di atas sebuah papan pecahan kapal dengan baju basah kuyup.Rasa lapar,kantuk dan takut semua bercanpur aduk menjadi satu.Saya terombang-ambing tak tahu arah.Gelombang besar datang bergulung-gulung menghempaskanku berulang kali,di kanan dan kiri ku banyak juga manusia yang seperti aku.Sirip hiu kadang muncul menciutkan nyali,namun aku tetap yakin dengan pertolongan penciptaku .Saya tidak boleh menyerah,dari kejauan aku mendengar suara menmanggil memecahkan heningnya malam Saya melihat sebuah pelita yang membelah gelap malam.Dengan sisa tenaga, saya berenang mendatanginya, dengan hati yang penuh harap,kadangberlalu kabut tebal menghalangi pandangan ku.Namun saya berkata dalam diri,saya tidak boleh menyerah.Akhirnya dengan izin-Nya,saya sampai kepelita itu dan selamat dengan menaiki kapal bersama dengan orang-orang yang berusaha tidak putus asa.

Kira-kira seperti itulah gambaran hidayah dalam kehidupan ini.Di tengah pertarungan antara al-haq dan al-bathil.Kadang kita terombang-ambing tak tahu arah.Ditengah derasnya arus fitnah syahwat dan syuhbat,kadang kita terseret dan terhempas olehnya,belum lagi adanya kabut tebal yang menghalangi kita dari cahaya hidayah,atau kondisi mata kita yang sedang sakit,atau lemahnya niat dan tekad untuk menyelamatkan diri, belum lagi suara sumbang yang membuat kita terpaling dari cahaya pelita atau hiu-hiu yang membuat kita takut dan khawatir dalam mendekati cahaya petunjuk.

Oleh karena itu lebih dari 17 kali dalam sehari semalam seorng muslim memohon hidayah kepada Allah, karena kebutuhan hamba kepada hidayah lebih dari pada kebutuhan makan,minum dan udara.Terlebih,dunia di penuhi denganberbagai penghalang kebenaran.Maka menjadi suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahui jalan-jalan yang mengantarkanya menuju hidayah Allah,serta berbagi aral melintang yang menghalangi perjalanannya dalam menggapai hidayah.
Di antara Sebab-sebab yang dapat mengantarkan kepada hidayah adalah:

1.Doa

Ketahuilah bahwah hidayah (hidayatut taufiq) adalah milik Allah semata .Nabi sebagai makhluk termulia di sisi-Nya tidak memilikinya.Sehinggah pamannya yang sedemikian besar berjuangan dan penggorbananya membelah dan menjaga beliau,akhirnya wafat dalam keadan kafir.Allah menggingatkan Nabi dan sekalian umatnya,bahwa hanya Dialah yang dapat membimbing siapayangdikehendakinya.
Maka tiada jalan yang lebih pantas dalam meraih hidayah melebihi permohonan kepada pemiliknya.Karna dia telah menyatahkan dalam sebuah haditsqutsi,”Wahai hanbah-Ku ,kalian semua tersesat kecuali orang-orang yang telah aku beri petunjuk,maka hendaklah kalian mintak petunjuk kepada-Ku,pasti aku memberikanya.(HR.Muslim no.6737),kalau bukan karena rahmat Allah dan hidayahNya niscaya kita akan tersesat.Rasulullah telah memberikan wasiat kepada Ali binAbu Thalib,untuk memohom petunjuk dan bimbingan Ilahi dengan berkata, Ucapkanlah:

اَ لَّلهُمَّ إِ نِّى أَسْأَ لُكَ اْلهُدَ ى وَ ا لسَّدَ اد

Ya Allah,saya memohon kepada-Mu petunjuk dan ketepatan(HR.Muslim no.2725).

Bahkan beliau sendiri yang begitu mulianya di sisi Allah dan yang telah diberi petunjuk,senantiasa memohon bimbingan.Sejatinya doa memiliki peran penting dalam menggapai bimbingan ilahi.Lihatlah bagaimana ibunda Abu Hurairah yang begitu bencinya kepada Rasulullah akhlrnya memeluk islam berkat doa.

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari setelah mendengar omongon yang tidak enak terhadap Rasulullah ,Abu Hurairah mendatangi Nabi lalu berkata,”Ya Rasulullah,sungguh aku berusaha untuk mendakwahi ibuku agar masuk islam namun dia masih ajah menolak ajakanku.Hari lnl kembali aku dakwahi namun dia mencaci dirimu.Oleh karna itu berdoalah kepada Allah agar dia memberi hidayah kepada ibu-nya Abu Hurairah,Rasulullah lantas berdoa,”YaAllah,berilah hidayah kepada ibu dari Abu Hurairah,”lalu tidak Abu Hurairah kembali ke melainkan Allah telah membuka pintu hati ibundanya menerima hidayah Allah.(HR.Muslim no 6551).

Sudah saatnya bagi orang muslim untuk membiasakan diri untuk memohon hidayah baik untuk dirinya,keluarganya atau pun orang lain.Apalagi untuk seseorang tokoh masyarakat keshalihanya berpengaruh untuk islam,sebagaimana doa nabi untuk umar bin khatthab.adalah sesuatu kebiasaan baik yang masih menjaga di masyarakat muslim,bila ia merasah kurang suka dengan perbuatan seseorang,ia berkata “Allah Yahdik”(Semoga Allah memberi hidaya),Walaupun kadang dengan nada kesal.

2. Mujahadah (Berusaha dan Berjuang)
Allah berfirman :

وَ ا لَّذِ ينَ خَهَدُ و اْ فِينَا لَنَهْدِ يَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Dan orang –orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh di jalan kami, niscaya kami akan menunjukan kepada mereka jalan-jalan kami.(QS.al-Ankabut/29:69).
Dan Ibnu Qayyim mengatakan Allah mengaitkan hidayah dengan jihad (perjuagan).Maka orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling besar jihadnya…
Dan jihad yang paling wajib adalah berjihad untuk menundukan diri sendiri,melawan hawa nafsu,memerangi syaitan,dan menundukan dunia.Barang siapa berjihad melawan keempat hal ini karena Allah,maka Allah akan menunjukan kepadanya jalan-jalan keridhoan yang bisa mengantarkanya ke surga.Dan barang siapa meningalkan jihad,maka akan luput darinya petunjuk sebanding dengan jihad yang ditinggalkanya.Al-Junaid berkata “Dan orang-orang berjihad menundukkan hawa nafsu demi kami dengan senantiasa bertaubat, maka kami akan menunjukan kepadanya jalan – jalan keikhlasan”…..(al-Fawa-id).
Perhatikan penutup ayat di atas,Allah menutupnya dengan berfirman :

وَ إِ نَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِين

Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang muhsin(berbuat ihsan).(QS.al-Ankabut/29:69),


Allah menamakan orang yang berjuang mengharap rihdo-Nya dengan nama muhsin (orang yang berbuat ihsan atau kebaikan yang lebih baik) dan berjanji akan bersamanya.Barang siapa yang Allah bersamanya maka dia adalah orang yang tertolong dan tak terkalahkan.Dia berjanji memberikan hidayah kepadamu jalan –Nya atas kesungguhanya berjuang.Ini adalah pahala di dunia,lalu bagaimana dengan pahala di akhirat ?Tatkalah engkau besok datang kepadaNya setelah berjuang di dunia,engkau datang membawah buah dari perjuangan.Sesunggunya hidayah adalah buah dariperjuangan,dan dengan hidayah kau dapat kecintaan Allah dan dengan kecintaan-Nya kau meraih kedekatan dengan-Nya.(Adabun Nafs al-Hakim Tirmidzi).

Jadi,untuk meraih hidayah, doa saja tidak cukup, ia harus diringi dengan tekad dan usaha,karena tidaklah etis seseorang meminta hidayah sedangkah dia berenang di kubangan kemaksiatan,terlena dalam mimpi dan kemalasan .Apabila ia memang ingin mendapatkan hidayah maka sudah seharusnya ia bebaskan dirinya dari kubangan tersebut,bangkit dengan usaha dan perjuangan yang diiringi doa,ataukah ia akan menanti malaikat yang menggandeng tangannya untuk shalat berjma’ah di masjid,dan malaikat yang lain membersihkan rumah dan barang yang haram ?

3.Membaca Al-Qur’an

Awalny sifat yang di selamatkan dalam al-Qur’an adalah hudan (petunjuk).Lalu Allah menegaskanhal ini dalam banyak ayat ,di antara firman Allah:

إِنَّ هَذَ ا اْلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَتِى هِىَ أَقْوَ مُ

Sesunggunya Al-Qur’an ini benar-benar menujukan kepada yang paling lurus.(QS.Al-Isra’/17:9)

Betapa banyah insan yang mendapat hidayah dari Al-Qur’an .Ada yang karena medengar;Ada yang karena mengaji,walaupun dengan niat mengkritik,baik itu dari masa lampau atau padamasa kini.Kedekatan seseorang kepada hidayah sebanding dengan kedekatanya kepada Al-Qur’an.Mereka yang tidak pernah membacah Al-Qur’an dan di sibukkan dengan membacah yang lain.Sesunggunya membacah Al-Qur’an akan menumbuhkan cahaya petunjuk di lubuk hati yang akan menerangi perjalanan hidup hambah,penyembuh untuk segalah penyakit,maka sudah seharusnya bagi setiap muslim mengkhususkan sebagian waktu dalam sehari untuk membacah Al-Qur’an.

4.Mencari Sahabat yang Baik

Memiliki Sahabat yang baik adalah salah satu jalan menuju petunjuk Allah ,karena sahabat itu shahib (menarik).Allah mengabadihkan kisah seorang insan yang tersesat gara-gara sahabatnya.Ia akhirnya tengelam dalam samudra penyesalan yang tak bertepian , tatkalah harus di panggang di dalam api neraka.

Peran teman duduk dalam meraih hidayah sangatlah besar.Mereka yang bergaul dan suka duduk bersama orang-orang shalih ,walapun dirinya tidak mencapai derajat keshalihan mereka,niscaya ia akan mengambil berkah keshalihan mereka,sehinga dapat meniti jalan mereka dan jauh dari orang-orang kesesatan.Sudah tabiatnya manusia untuk meladani sahabat atau teman duduknya.Ruh-ruh itu seperti tentarayang tidak kompak dan tersusn rapi.Mereka saling terikat satu sama lain dalam kebaikan ataupun dengan sebaliknya.

5.Menambah Ilmu

Biasanya seorag muslim dari lahir itu tidak akan mengenal agama islam kecuai sesuai dengan lingkunganya,baik itu benar atau tidak.Bilaorang tua tidak shalat maka anak juga tidak akan shalat,walapun mereka mengakui islam.Berbedah dengan sosok muallaf yang masuk islam karena ia mengetahui hakikat islam,biasanya dia akan lebih giat beribadah dan beramal,karena ia mempelajari islam maka dengan memperkokoh hidayah Allah.Seorang muslim di tuntut untuk belajar,kalau tidak maka berbagai pemikiran yang menyimpang atau ajakan yang tidak benar akan dengan mudah mempengaruinya ,dan termasuk dari hal ini adalah menghadiri majelis-majelis ilmu.

6.Mengamalkan Ilmu

Setekah mengenal agama islam dengan benar,maka langkah selanjutnya adalah mengamalkan.Hidayah adalah petunjuk yang akan Allah berikan adalah hidayah taufiq,yang Allah berikan atas balasan dan ketaatanya,telah di sebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an bahwa sesungguhnya kebaikan kedua terkadang merupakan bentuk pahalah atas kebaikan pertama.Demikian dengan keburukan pertama.Dan tidak ada pahala yang lebih mulia bagi seorang hambah yang berbuat ketaatan yang melebihi taufiq Allah untuk darinya menujuh jalan yang lurus,inilah beberapa jalan untuk mengapai hidayah Allah.Namun ada jalan –jalan ini kadang kalah tidak dapat membimbing hamba kepada putunjuk Allah di sebabkan

penghalang-penghalang hidayah.

1. Lemahnya Pengetahuan

Kesempurnaan hambah itu terletak dalam dua hal;bisa mengenali dari kebatilan dan bisa mengutamakan kebenaran di atas kebatilan. Lalu ada sebagian manusia yang mengndalikan kebeneran namun hasrat untuk mengutamakannya atas kebatilan lemah ,dan biasanya orang yang jahil itu lebih mudah untuk mengikuti kebenaran tatkalah ia mengetahuinya .Tiada yang tersisah darinya kecuali menguatkan tekad untuk mengikuti kebenaaran yang telah di ketahuinya.Kebodohan adalah penghalang yang umum di kalangan manusia.Karena manusia biasanya akan memusuhiorang-orang yang membawahnya.Pada masa kini ,kita dapati orang-orang yang tengelam dalam kesesatan karna faktor kebodohan,meskipun secara intelektual mereka adalah orang yang cerdas dan bilian.Kebodohan akan semangkin ada penghalang hamba dari mengapai hidayah bila berbaut kebencian kepada orang yang membawa kebenaran tersebut.

2. Ketidaklayakan Wadah untuk Menerima hidayah

Yang di maksud dari wadah adalah hati manusia.Terkadang ilmu telah memiliki,Al-Qur’an telah dibacakan,namun dia tetap saja tidak beranjak dari jalan kesesatan.Hadir hidayah itu bisa karena faktor wadah,dan karena tidak ada alat hidayah atau karena Allah tidak menghendaki.Hidayah yang sebenarnya tidak akan tercapai .Allah memberihtahukan bahwa ia memutuskan dari mereka untuk memutuskan dari mereka bahan untuk mendapatkan petunjuk yaitu pendengaran kepada hati mereka dan memahamkan apa yang bermanfaat baginya di karenakan wadah itu tidak layak,di mana tidak ada kebaikan di dalamnya .

Dia memberikan bahwa di samping tidak bisa menerimah wadah dalam diri mereka sesunggunya ada penyakit lain yaitu kibr,berpaling dan merusak niat,andai kata memahami mereka tidak akan tunduk dan mengikuti kebenaran dan tidak pula mengamalkan.Pada hakekatnya wadah (hati) akan menjadi layak menerimah hidayah ada dak dua hal; 1. Pemahaman yang baik. 2. Niat yang baik.

Apabila salah satu darinya hilang, maka hidayah akan menjumpai kesulitan untuk bersemayam di hatinya.

Ditulis Oleh: Ust. Dr. SYAFIQ RIZA BASALAMAH, M.A.

REFERENSI:Majalah As-Sunnah , NO.02/THN. XVII Rajab 1434 ~ JUNI 2013 M

Judul:SEBAB dan PENGHALAN HIDAYAH Hal:30- 37

Penyusun: LIA MAULANA (idad Muhaffidzat Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*