Macam Macam Hati

macam-macam-hati

Alhamdulillah segala puji hanya kepada Allah Azza wajalla,sholawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam,  Hati merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting Bagi manusia, yang mana hati ini dengan taqdir Allah bisa membuat manusia menjadikan orang yang baik dan bisa membuat buruk perangainya.

Sebagaimana sabda nabi Sallahu Alaihi wasallam

“أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ”  رواه البخاري ومسلم.

“ketahuilah sesungguhnya pada badan terdapat segumpal/sepotong daging apa bila dia baik maka akan baik semua Anggota badannya, dan Apabila buruk maka Akan buruk semua Anggota badannya, ketahuilah ia adalah hati” (HR. Bukhori dan Muslim)

Pada hadits diatas dapat kita pahami dengan Taqdir Allah bahwa baik dan buruknya perangai seseorang itu merupakan pengaruh dari hatinya, apa bila hatinya baik maka hatinya akan mengarahkan pada ketaatan kepada Allah, membuat cinta kepada Allah dan mencintai apa yang Allah cintai,dan takut kepada Allah untuk melakukan sesuatu yang diharamkan Oleh Allah.

Dan apabila hati seseorang itu buruk, maka hatinya akan mengarahkan pada keburukan serta menjadi orang yang mengikuti keinginan hawa nafsunya.

Mengingat pentingnya hati, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam senantiasa berdo’a kepada Allah dengan do’a:

” يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ” رواه الترمذي ، وحكم الألباني صحيح.

“ Ya Allah, yang membolak balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamamu” (HR. turmudzi, serta dihukumi shahih oleh syaikh Al-bani.)

Faidah dari hadits diatas:

  1. Rosulullah senantiasa mengarahkan umatnya agar bertawakkal dan memohon kepada Allah dalam semua urusannya terutama dalam urusan Agama.
  2. Bahwa yang membolak-balikan hati adalah Allah subhanahu wataala, tiada daya dan upaya bagi manusia kecuali orang yang diberi Hidayah dan rahamat dari Allah diteguhkan hatinya, oleh karena itu kita banyak berdo’a kepada Allah Agar kita senatiasa dijaga dan mendapatkan rahmat dari Allah subhanahu wata’ala.

Hati Yang Sehat

[قوله تعالى : وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87) يَوْمَ لا يَنْفَعُ مالٌ وَلا بَنُونَ (88) إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89). [الشعراء: 87-89 .

Allah Berfirman yang artinya “dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa”  (QS. Assyuara : 87-89)

((84 وقوله تعالى : إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (84) ((الصافات:

Allah berfirman artinya: “(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat”. (QS. Ash-shaaffat).

Mengenai hati yang sehat/Selamat imam   Al bangawi Menyebutkan Dalam  tafsirnya: Yang dimaksud Hati yang selamat yaitu hati yang bersih dari kesyirikan serta keraguan, adapun dosa tidak seorangpun yang selamat, ini merupakan perkataan kebanyakan Ahli Tafsir, dan berkata said ibnul musayyab: yang dimaksud dengan hati yang selamat: adalah hati yang sehat, yaitu hati seorang mukmin, karena hati orang kafir dan munafik merupakan hati yang sakit. Berkata abu utsman an-naisaburi: yang dimaksud hati yang selamat yaitu: hati yang jauh/terhindar dari bid’ah, tenang, tentram diatas sunnah. (tafsir  Al-banghawi ihya’ atturas  3/471).

Diantra tanda-tanda hati yang selamat adalah:

  1. Selalu merasa takut kepada Allah baik dalam keadaan ramai maupun sepi.

 

((33)) قوله تعالى : مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ

Allah Berfirman: “(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat”. (QS.Qaaf:33).

 

  1. Senantiasa berdzikir Kepada Allah.

(28) قوله تعالى : الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Allah berfirman yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ra’d:28).

  1. Senantiasa mungagungkan syiar-syiar Allah.

(32) قوله تعالى : ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوب

Allah berfirman yang Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”. (QS. Al-Haj: 32)

Hati Yang Mati

Hati yang mati adalah hati yang tidak lagi mengenal Allah Azza wajalla dan selalu mengikuti keinginan hawanafsunya dalam perkara-perkara duniawi serta perkara-perkara yang dibenci dan dimurkai oleh Allah.

Sungguh hati yang mati ini sangat berbahaya, yang mana tidak bisa menerima kebenaran walaupun kebenaran tersebut telah jelas.

قوله تعالى : إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7)} [البقرة: 6، 7

Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman”. (QS. Al-baqoroh: 6-7).

Diantara tanda-tanda hati yang mati adalah:

  1. Susah menerima petunjuk dan kebenaran.

Maka hati yang mati susah menerima petunjuk dan kebenaran walaupun kebenaran tersebut datang dari Allah dan Rosulnya, tidak ada yang bisa menghidupkan hati tersebut kecuali Allah.

 

Allah berfirman tentang orang kafir yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman”. (QS. Al-baqoroh: 6-7).

Allah berfirman berkaitan tentang paman Nabi Sallallahu Alaihi wasallam yang Artinya: “sesungguhnya engkau tidak bisa memberi petunjuk bagi orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah memberi Petunjuk terhadap orang yang Allah kehendaki”.

  1. Tidak mau menerima kebenaran dan mencegah orang lain dari mengikuti kebenaran.

Allah berfirman yang Artinya: ”Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari pada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan. Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: “Al Qur’an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu”. Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al Qur’an dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari”.

Hati Yang Sakit

Hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Ia akan mengikuti unsur yang kuat. Ia berada diantara dua penyeru : penyeru kepada kebaikan dan penyeru kepada keburukan atau hati yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran di hadapan manusia. Hati yang Sedang sakit seperti hati orang munafiq, yang mana mereka menampakkan keimanan dihadapan Rosulullah, dan menyembunyikan kekafirannya.

قوله تعالى: إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ (1) اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (2)} [المنافقون: 1، 2

Allah berfirman yang Artinya: “pabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Al-Munaafiqun: 1-2)

Dan Allah berfirman yang Artinya: “Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”.(QS. Al-baqoroh:8-10).

Ciri-ciri Hati Yang Sedang Sakit

  1. Sering Berdusta, menampakkan keimanan dihadapan orang yang beriman dan menyembunikan kekufuran.

Allah berfirman yang Artinya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”.(QS. Al-baqoroh:10).

  1. Sering melakukan maksiat atau mendholimi dirinya, kemudian bertaubat.

Allah berfirman yang Artinya: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (QS. Ali-Imron: 135)

Mudah-mudahan hati kita senantiasa sehat dan sering bertaubat kepada allah.

Maroji’.

  1. Al-quran alkariim
  2. Tafrir Al-baghawi

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*