Hari Akhir dan 5 Tahapan Yang Di Alami Manusia

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memulai pembicaraan tentang hari akhir dan aqidah ahlussunnah mengenai hari akhir, Beliau berkata : “Dan termasuk beriman dengan hari akhir adalah segala sesuatu yg Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam kabarkan tentang apa yang terjadi setelah mati” (Al-Aqidah Al-Wasithiyyah: 1/93)

Hukum beriman kepada hari akhir adalah wajib dan kedudukan nya dalam agama adalah merupakan salah satu rukun iman yang enam. Sering sekali Allah Azza Wa Jalla menggabungkan antara Iman Kepada Allah Azza Wa Jalla dengan beriman kepada hari akhir, iman dengan awal kehidupan dan iman dengan tempat kembali. Karena barang siapa yang tidak beriman dengan hari akhir maka dia tidak mungkin beriman kepada Allah Azza Wa Jalla. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman dengan hari akhir niscaya dia tidak akan beramal. Karena tidaklah seseorang itu ber amal melainkan karna dia berharap akan kemuliaan hari akhir dan karena takut adzab dan siksaan, kalau dia tidak beriman kepada hari akhir maka dia menjadi seperti orang yang Allah Ta’ala Firman kan :

{وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ}

Artinya:

Dan Mereka berkata : “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasan selain masa” (Q.S Al-Jatsiyah : 24)

Dinamakan dengan hari akhir karena sudah tidak ada hari lagi sesudahnya dan ini adalah tahapan akhir yang di alami manusia . Manusia itu mengalami lima tahapan kehidupan :

  • Tahapan Ketidakadaan,

  • Tahapan di alam rahim,

  • Tahapan alam dunia

  • Tahapan alam barzakh

  • Tahapan alam akhirat

  1. Tahapan ketidakadaan adalah sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah Azza Wa Jalla :

{ هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا }

Artinya:

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut” (Q.S A-l Insan : 1)

Begitu pula dalam firman Allah Azza Wa Jalla :

}يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيج {

Artinya:

Wahai manusia jika kamu ragu kepada hari kebangkitan maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah kemudian dari segumpal daging yg sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. Agar kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan dalam Rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah di tentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi kemudia kamu menjadi dewasa, Dan di antaramu ada yang di wafatkan dan ada yang di panjangkan umurnya hingga pikun supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang dia ketahui dahulu. Dan kamu lihat bumi itu kering dan apabila Kami turunkan air dari atasnya hiduplah bumi itu dan suburah menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang indah” (Q.S Al-Hajj : 5)

  1. Adapun tahapan alam Rahim, sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla :

يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ

Artinya:

Dia telah menciptakan kalian dalam perut-perut ibu-ibu kalian kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan” (Q.S Az-Zumar: 6)

  1. Adapun tahapan kehidupan dunia, sebagaiman firman Allah Azza Wa Jalla:

}وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ{

Artinya:

Dan Allah telah mengeluarkan kalian dari perut-perut ibu ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui segala sesuatu dan Dia menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati kalian agar kalian bersyukur” (Q.S A-Nahl : 78)

  1. Adapun tahapan alam barzakh, Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya:

Dan dari belakang mereka ada barzakh ( pembatas ) sampai hari kebangkita” (Q.S Al-Mu’minun :100)

  1. Adapun tahapan kehidupan akhirat adalah tahapan tujuan dan ujung semuanya. Allah Ta’ala berfirman setelah menyebutkan tahapan-tahapan kehidupan manusia :

ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُون . ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ

Artinya:

Dan sesungguhnya setelah itu kalian akan menjadi mayit kemudian nanti di hari kiamat kalian akan di bangkitkan” (Q.S Al-Mu’minun : 14-15)

Syaikh Shalih Al ‘Utsaimin Berkata: “Beriman dengan segala sesuatu yang di kabarkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dari perkara yang akan terjadi setelah kematian “

Semua ini masuk dalam ke imanan dengan hari akhir. Yang demikian itu, karena manusia apabila telah mati dia akan memasuki hari akhir tersebut, sehingga dikatakan : orang yang telah mati itu telah terjadi kiamatnya Dan segala sesuatu yang terjadi setelah kematian adalah termasuk bagian dari hari akhir.

Kalau demikian betapa dekatnya hari akhir dengan kita, tidaklah ada pembatas antara kita dengan hari akhir kecuali kematian. Kemudian dia masuk ke dalam hari akhir yang mana tidak ada di sana kecuali balasan – balasan amalan.

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk memperhatikan perkara ini.

Fikirkanlah wahai manusia! Engkau dapati dirimu dalam bahaya, karena maut itu tidak seorangpun di antara kita yang mengetahui kedatangnnya (Maut). Terkadang seseorang keluar rumahnya akan tetapi dia tidak kembali lagi kerumahnya.

Terkadang ada manusia yang duduk di atas kursi kantornya tetapi dia tidak bisa bangkit lagi darinya.Terkadang seseorang tidur di atas kasurnya akan tetapi tidurnya membawa dirinya ke tempat pemandian jenazah. Dan ini adalah perkara-perkara yang mewajibkan kita untuk memanfaatkan kesempatan umur kita agar bertaubat kepada Allah Ta’ala dan manusia itu terus menerus merasakan dirinya bertaubat pada Allah dan kembali kepadaNya.

Sehingga, jika datang ajalnya, dia akan dalam keadaan baik amalanya seperti yang dia cita citakan.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda :

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ»

Artinya :

Wahai manusia.. bertaubat kepada Allah, sesungguhnya saya ( Muhammad ) Bertaubat kepadaNya sehari 100 kali. (HR. Muslim 2702)

Ketika manusa terbaik, pemimpin para nabi, pemimpin anak adam, sang Baginda Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa sallam saja, bertaubat kepada Allah, apalagi kita manusia biasa yang jauh dari kata sempurna, tak terjaga dari dosa maka sudah sepantasnya kita megikuti apa yang beliau contohkan yaitu selalu bertaubat kepada Allah, dan selalu bermuhasabah diri terhadap khilaf dan kesalah diri.

Wahai semua saudaraku, ingatlah Allah, Allah mengingatmu, jaga hak Allah, Allah jaga dirimu, ketahuilah masa hidupmu tak dapat ter-ulang, hidupmu hanya sekali, maka jangan sia-siakan hari-hari-mu.mulai hari ini langkahkan kaki mu. Bayangkan esok adalah hari akhirmu, maka beribadalah mengingatNya seperti esok hari adalah ajalmu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda :

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

Artinya :

Bersemangatlah untuk mengerjakan yang bermanfaat untukmu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu lemah.” (HR.Muslim 2662)

Perhatikanlah hadits di atas, ketahuilah wahai saudaraku, Baginda Muhammad Shalallahu’alaihi wa Sallam berpesan pada ummatnya untuk bersemangat dalam hal yang bermanfaat bagi hidiupmu selalu memohon pada Allah dan janganlah kamu lemah, Beliau Shalallahu’alaihi wa Sallam mengatakan Mintalah pertolongan pada Allah, sungguh kalimat ini adalah kunci akan akan semua nya. Maka mintalah padaNya agar selalu melaukan hal yang bermanfaat, selalu bersemangat dan juga tak lemah terhadap tipu daya dunia.

Tidaklah kita lupa akan akhirat melainkan kita lupa bahwa kematian selalu mengintai diri, maka ingatlah wahai saudaraku, 5 tahapan yang telah di uraikan, renungi firmanNya dan ingatlah hari akhir itu nyata dan hari perhitungan itu pasti tiba, sedang engkau tak kau kapan ajalmu tiba.

Dikutip dari buku Syaikh shalih utsaimin “Ada apa setelah kematian” dengan beberapa tambahan

Oleh: Iman Al-fikry

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*