Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

MEMBACA TANDA-TANDA KEMATIAN

membaca tanda-tanda kematian

1. Sejenak mengingat kematian

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan mati, hanya tidak ada diantara kita yang mengetahui kapan kematian itu akan datang.

Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ

Artinya: “setiap jiwa pasti akan merasakan mati” (QS. Ali Imran:185).

Karena kematian itu pasti akan tiba, maka Rasulullah memerintahkan kepada kita semua agar selalu mengingatnya dan menyiapkan diri dengan bekal untuk Pelajaran setelah kematian. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

Artinya: “Perbanyaklah mengingat yang memutuskan kenikmatan (kematian).” (shahih, HR An-Nasa’i dan Tirmidzi).

Inilah standar kecerdasan yang sebenarnya yaitu tidak pernah melupakan sesuatu yang pasti akan tiba dan menyiapkan diri dengan sebenarnya untuk hal itu titik tanpa adanya persiapan diri untuk kematian, tentu hanya sekedar mengingat tidak banyak bermanfaat titik oleh karena itu, Cobalah kita bercermin untuk melihat diri kita sendiri, sebelum orang lain, apakah kita selalu memulai untuk melaksanakan perintah Rasulullah ini tanda tanya kalau kita sudah memulainya, Lalu bagaimana dengan orang-orang terdekat kita kita?

Para ulama menyebutkan bahwa sabda Rasulullah yang berbunyi “perbanyak mengingat ke nikmat (kematian)“ merupakan kalimat ringkas yang menggabungkan peringatan dan nasehat titik Dengan demikian, orang yang teringat kematian dengan sebenarnya pasti akan mengurangi nikmatnya keindahan dunia yang dia rasakan dan menghalanginya berangan-angan Yang Tak Berujung, serta membuatnya bersikap zuhud terhadap kenikmatan dunia yang semu. Akan tetapi, jiwa yang kosong dan hati yang lupa membutuhkan nasehat yang panjang Dan kalimat yang indah. jika tidak demikian, maka dalam sabda Nabi “Perbanyaklah mengingat yang memutuskan kenikmatan (kematian) “dan firman Allah,” setiap jiwa pasti akan merasakan mati “sudah cukup sebagai nasehat yang utama.

Apabila sudah jelas Keterangan tersebut, ketahuilah bahwa mengingat mati mewariskan rasa gelisah terhadap dunia yang fana ini dan setiap saat memusatkan pikiran ke negeri akhirat yang kekal abadi. Yazid Ar- Raqqasy Berkata kepada dirinya sendiri, “Celakalah engkau wahai Yazid, Siapakah yang mensalatkan engkau telah meninggal dunia? Siapakah yang menggantikan puasa engkau telah mati? Siapakah yang memohon keridhoan Tuhan untukmu telah engkau wafat? kemudian ia berkata, ‘ wah usia, Apakah engkau tidak menangis dan meratap dirimu sendiri di hari-harimu yang masih tersisa? Siapa yang kematian mencarinya, kubur sebagai rumahnya,  tanda kasurnya, ular temannya, bisa di samping Disamping itu ia sedang menunggu kejutan terbesar,  bagaimana keadaannya? kemudian ia menangis sehingga jatuh pingsan.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para ulama, maka mereka saling mengingatkan mati, hari kiamat dan akhirat, lalu mereka menangis sehingga seolah-olah di hadapan mereka ada jenazah. Abu N u’aim menuturkan, “apabila Sufyan assauri diingatkan mati, makanya tidak bisa mengajar selama beberapa hari titik jika ia ditanya tentang sesuatu masalah, ia berkata,’ Aku tidak tahu, aku tidak tahu.”

Ad-Daqqaq menuturkan, “Barangsiapa yang banyak mengingat mati, ya diberi kemuliaan dengan tiga perkara, yaitu segera bertobat,hatinya qana’ah, dan rajin dalam beribadah. Barangsiapa yang lupa terhadap mati, ia disiksa dengan tiga perkara, yaitu menunda-nunda taubat, tidak ridha dengan menahan diri dari meminta, dan malas dalam ibadah.” Maka, pikirkanlah tentang mati dan saat sakaratul maut, barat dan pahitnya. kematian, sebuah janji yang pasti benar dan hakim yang sangat adil detik cukuplah kematian yang melukai hati, membuat mata menangis, memisahkan kelompok, menghancurkan kenikmatan, dan memutuskan angan-angan.

Alangkah indahnya orang yang berkata dalam firman Allah Subhanahu Wata’ala :

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ

Artinya; “dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat. (QS.al-Qashash:77).

Maksudnya, Carilah di dalam dunia yang diberikan Allah kepadamu untuk negeri akhirat, yaitu surga. Maka sesungguhnya hak seorang mukmin ialah memalingkan dunia untuk yang berguna di akhirat, bukan pada tanah, air, tindakan sombong, dan zalim. seolah-olah mereka berkata “jangan lupa bahwa engkau akan meninggalkan semua hartamu kecuali untuk Kapan yang menjadi jatahmu.

Orang yang lemah adalah orang yang kekurangan dalam semua perkara. Disamping kekurangannya dalam ibadah kepada rabbnya dan mengikuti hawa nafsunya, dia masih berangan-angan kepada Allah agar mengampuninya. inilah orang yang berdaya. Sesungguhnya Allah menyuruh dan melarangnya.

Al Hasan Al Bashri berkata, “sesungguhnya suatu kaum dilalaikan oleh angan-angan, sehingga ia keluar dari dunia tanpa mempunyai amal kebaikan. salah seorang dari mereka berkata, Sesungguhnya aku berbaik sangka kepada rabbku.’ ia berbohong, Jika ia benar-benar berbaik sangka tentunya Ia memperbaiki amal, dan membaca firman Allah Ta’ala:

وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: “Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap rabbmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”(QS.Fuhshilat:23)

2.Sifat Kematian

Setiap  manusia pasti akan mati. Kematian adalah akhir dari kehidupan manusia di dunia Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Setiap yang tua, dewasa muda remaja, dan anak-anak akan mati.kematian akan mendatangi setiap orang yang tanpa membedakan antara yang kaya dan miskin mulia dan hina, gagah dan lemah, sehat dan sakit, serta pejabat dan rakyat.Tak ada yang memungkiri mati. Majikan ataupun pelayan,selebriti atau pengemis, semuanya akan merasakan mati. bahkan tak seorangpun mampu memundurkan langkah malaikat maut yang datang menjemput.

Kematian bisa datang dengan tiba-tiba tanpa bisa diduga terlebih dahulu. Sesuatu yang pasti mendatangi setiap orang adalah kematian, namun sedikit sekali orang yang siap menghadapinya. manusia terlalu sibuk dengan urusan dunianya mereka bekerja mengumpulkan harta kekayaan membangun kerajaan bisnis, meraih pangkat dan kemuliaan, serta melupakan kematian yang bisa datang setiap saat dalam surat At-takasur Allah Subhanahu Wata’ala mengingatkan,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُحَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَكَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

 “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu kelak kamu akan mengetahui akibat perbuatanmu itu. (At-takasur 1-3).

Kasus kematian yang datang tiba-tiba banyak sekali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebut saja saat terjadi kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpangnya. Tidak seorangpun dari penumpang dan Crew pesawat yang mengetahui bahwa beberapa saat lagi mereka akan meninggalkan dunia untuk selamanya. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko resiko kematian. disebutkan dalam Al-Qur’an, “Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar juga Ke tempat mereka terbunuh. dan Allah berbuat demikian untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. “(QS Ali-Imran 154).

Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.kematian akan mengejar siapapun meskipun ia bertahan dengan menggunakan senjata yang hebat. Allah menegaskan,

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

 “dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, ini adalah dari sisi Allah, dan kalau mereka dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan, ini datangnya dari sisi kamu (Muhammad). Katakanlah semuanya datang dari sisi Allah Titik maka Mengapa orang-orang itu itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?”(QS.An-Nisa:78).

Kematian adalah kenyataan yang tak bisa dihindari waktu terjadinya adalah perkara gaib, namun kejadiannya adalah kenyataan yang bisa dilihat. berkali-kali kita menyaksikan kematian terjadi pada orang-orang yang paling dekat dengan kita. maka masih adakah yang meragukannya? Masih adakah yang berpikir bahwa dirinya akan hidup selamanya di dunia?

Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 “Sesungguhnya Allah, hanya pada Sisinya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat;  dan dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan Tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakan nya besok. Dan Tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati titik Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi maha mengenal.”  (QS.Luqman-34).

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Kematian telah ditentukan waktunya. ia tidak dapat ditunda atau dipercepat titik Allah berfirman, “dan Allah kalau sekali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Munafiqun: 11).

Kematian bukanlah kebinasaan, jasad manusia boleh saja hancur setelah nyawa dicabut darinya. tetapi, jiwa dan roh akan tetap ada dan kembali kepada penciptanya. kematian sama saja dengan kembali kepada Allah. ia bukanlah kebinasaan, melainkan hanya perpindahan dari satu fase kehidupan di dunia ke fase kehidupan sesudah mati. kitab suci kita menuturkan,

(29) فَٱدْخُلِى فِى عِبَـٰدِى (28) ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً,(27)  يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

وَٱدْخُلِى جَنَّتِى(30)

“Hai jiwa yang tenang kembalilah kepada Rabb-mu dengan hati yang puas dan diridhai-nya. Masuklah ke dalam Jama’ah hamba-hamba-ku. dan masuklah kedalam Surgaku.” (QS.Al-Fajr 27-30).

3.Tanda-Tanda Kematian

Kematian termasuk dalam perkara – perkara yang dirahasiakan Allah Namun bukan hal yang mustahil tanda-tanda kematian itu dapat kita baca. Dalam Hadits dari Ibnu Umar disebutkan, “kunci perkara gaib itu ada 5, Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya melainkan Allah; 1. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya apa yang akan terjadi esok selain Allah, 2.tidak ada seorangpun mengetahui apa yang ada di dalam kandungan selain Allah. 3.Tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat selain Allah, 4.Tidak ada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati selain Allah, dan, 5.Tidak seorangpun yang mengetahui kapan Hujan akan turun selain Allah. dan: (HR. Bukhari).

Kita dapat mengetahui janin berkelamin laki-laki atau perempuan dalam kandungannya via USB. kita dapat mengetahui perkiraan cuaca akan turunnya hujan maupun cuaca cerah beberapa hari sebelumnya. padahal, sesuai Hadits semua itu adalah hal-hal yang gaib, tetapi Mengapa manusia dapat mengetahuinya? nah, disini kita bisa bedakan mana hal yang gaib mutlak dan mana hal gaib yang dapat diketahui tanda-tanda terjadinya perkara gaib.

Tanda-tanda terjadinya perkara gaib berdasarkan riwayat dari Imam Al Qurthubi. justru kita wajib mengambil sisi positif dan manfaatnya, agar kita semakin hati-hati dan selalu ingat akan kematian yang pasti datang. hal ini sekaligus mengingatkan kepada kita sesungguhnya Allah tidak pernah berlaku zalim kepada manusia. tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan manusia agar mendapat kesempatan bertaubat dan bersedia memahami perjalanan menuju alam baka.

Berikut ini di antara tanda-tandanya ada 8:

  1. Memperbaiki Amal

Tanda yang satu ini begitu nyata bagi siapa saja yang memperbanyak memperhatikannya. penulis membaca tanda ini pada akhir kehidupan kakek penulis titik di tahun-tahun akhir hidupnya, beliau semakin rajin salat dan membaca Alquran. setiap selesai salat fardhu, kakek penulis selalu membaca al-quran beserta terjemahnya.

Ternyata, tanda ini jauh-jauh hari telah dikabarkan dalam berbagai riwayat. Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan pada diri seorang, maka Allah akan mengutus malaikat selama satu bulan sebelum kematiannya untuk memperbaiki amalan-amalannya kemudian menjadikannya sebagai seseorang yang selalu mengerjakan amal saleh. saat nyawanya akan dicabut, ia akan melihat pahala yang sudah dikumpulkan Nya sehingga jiwanya akan merasa senang dan saat itu ia merasakan Kerinduan untuk berjumpa dengan Allah Allah pun sangat ingin berjumpa dengannya. Apabila Allah menghendaki keburukan seseorang maka 1 tahun sebelum kematiannya setan akan selalu menyesatkan dan menimpakan fitnah kepadanya. sampai-sampai Saat ia meninggal orang-orang akan berkata, bulan mati dalam keadaan buruk. ketika nyawanya akan dicabut, ia akan melihat azab yang akan menimpa dirinya. saat itulah ia tidak ingin berjumpa dengan Allah dan Allah lebih tidak ingin berjumpa dengan orang tersebut.

  1. Fisik mulai melemah

Ini tanda yang sangat jelas alur kehidupan manusia berawal dari kondisi lemah menjadi kuat, menjadi lemah, dan meninggal dunia. tidak ada orang yang semakin lama semakin kuat. tidak ada orang yang semakin lama semakin mudah. usia yang bertambah, tenaga yang lemah, penyakit yang menjangkit, pendengaran dan penglihatan yang berkurang serta uban yang mulai tumbuh adalah tanda-tanda kematian. Ia datang pada setiap orang. tak terkecuali para nabi dan rasul.

Dikisahkan bahwa sebagian nabi bertanya kepada malaikat maut, “Apakah kamu mempunyai utusan yang memberi peringatan kepada manusia agar mereka bersiap-siap menerima kedatanganmu ? “malaikat maut menjawab, ” ya, aku Telah memberi peringatan kepada manusia dengan mengirim utusan yang sangat banyak, diantaranya tenaga yang sudah melemah, penyakit, uban yang mulai tumbuh, usia yang sudah tua, serta berubahnya pendengaran dan penglihatan. apabila orang itu belum juga bertobat, padahal aku telah mengirim utusan-utusan yang banyak kepadanya, maka ketika aku mencabut nyawanya, akan ku katakan kepadanya, “Bukankah aku telah mengirimkan kepadamu utusan Setelah datang para rasul, dan memberikan peringatan kepadamu telah datang pemberi peringatan tanda tanya aku adalah utusan dan pemberi peringatan terakhir.”

 

Bersambung ke pembahasan berikutnya, insyaAllah..

Referensi:

Disusun oleh: Ustadz Abu Khalid Abdurrahman dari Buku Membaca Tanda-Tanda Kematian (Part 1)

Diringkas oleh: Bima Yoga Prasetiyo (Pegawai Ponpes Darul Qur’an Wal Hadist OKU Timur)

 

BACA JUGA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.