Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

KESALAHAN-KESALAHAN DI DALAM BERSUCI (PART 2)

Kesalahan Dalam Berwudhu bagian II

 

KESALAHAN-KESALAHAN DI DALAM BERSUCI (PART 2)-Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wataala, Kami memujinya, memohon pertolongan dan ampunan kepadanya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami.Barang siapa yang Allah berikan petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkanya, dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada satupun yang dapat memberikan petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak di ibadahi dengan benar kecuali Allah semata,tidak ada sekutu baginya,dan aku bersaksi bahwasanya muhammad adalah hamba dan utusan Allah subhanahu wataala.

يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله حقا تقاته, ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan Sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. (Ali Imran: 102)

يأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساءا واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا.

Wahai manusia ! bertakwalah kepada tuhanmu dari diri yang satu yaitu adam dan Allah menciptakan pasanganya yaitu Hawa dari dirinya dan dari keduanya Allah memperkembang biyakkan laki-laki dan perempuan menjadi banyak.Bertakwalah kepada Allah yang dengan namanya kamu saling meminta, dan peliharahlah hubungan kekeluargaan. Sungguh Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS. AN-NISAA’: 1)

يأيها الذين ءامنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

Wahai orang-orang yang beriman ! bertakwalah kamu kepada Allah subhannallahu wataa’ala dan ucapkanlah perkataan yang benar niscahaya Allah akan memperbaiki amal-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasulnya maka sungguh dia telah menang dengan kemenangan yang agung. (QS.AL-AHZAAB: 70-71).

أما بعد فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullahi yaitu alquran dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam yaitu As-sunnah. Dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diadakan dalam agama,setiap yang diada-adakan dalam agama adalah bid’ah setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.

8.selalu membersihkan kemaluan sebelum berwudhu.

Ada orang yang menyangka bahwa wudhu tidak sah kecuali dengan membersihkan kemaluannya, walaupun tidak buang air kecil maupun besar.Ini adalah perbuatan atau keyakinan yang salah Dan yang bener bahwa istinja’ tidak wajib kecuali setelah buang air kecil ,buang air besar atau keluarnya madzi. Adapun orang yang batal wudhunya karena tidur,buang angin,makan daging unta,atau sejenisnya,maka ia tidak wajib istinja’ cebok dan tidak pula dianjurkan. Tetapi dia cukup berwudhu dengan tanpa beristinja.

9.berat hati menghadap matahari dan bulan pada saat buang hajat.

Sebagian orang merasa berat hati menghadap matahari atau bulan pada saat  buang hajat. Mereka berargumenkan dengan hadits yang diriwayatkan dari rasullullahu shallahu alaihi wasallam , bahwa beliau melarang seseorang buang air kecil dalam keadaan kemaluanya menghadap matahari tahu bulan.

Dan ini adalah hadits yang bathil yang tidak dapat dijadikan sebagai argumen atau pendapat.

Salah satu yang menunjukkan kebathilanya adalah hadits yang disebutkan dalam As-shahihain bahwa nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda ;

لا تستقبلوا القبلة ولا تستدبروها بغائط أو بول ولكن شرقوا أو غربوا

Artinya: “Janganlah menghadab atau membelakangi kiblat pada saat buang air besar atau kecil, tetapi menghadap ketimur atau kebarat.’ (Muttafaq Alaih)

10.Buang hajat dijalanan atau di bawah naungan pohon.

Ini adalah kesalahan yang merata di sebagian perkampungan dan masyarakat nomaden, oleh karena itu harus diingatkan oleh para imam atau khatib, agar manusia menjauhi perbuatan tersebut.

Muslim meriwayatkan didalam shahihnya dari Abu hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasullullah shallallahu alaihi wasallam bersabda ;

اتقوا اللعانين

“ Takutlah terhadab dua kutukkan “.

Mereka bertanya , “ apa dua penyebab kutukan itu, wahai Rasullullah? ‘’ Beliau menjawab,

الذي يتخلى في طريق الناس أو في ظلهم

“Orang yang buang hajat dijalan yang dilaluli manusia atau dibawah naungan mereka “ (HR. Muslim)

 

Dari muadz bin jabal dia mengatakan Rasullullahu shallahu alaihi wasallam bersabda;

اتقوا الملاعن الثلاث البراز في الموارد وقارعة الطريق والظل

Artinya: “Takutlah pada tiga tempat yang menyebabkankutukkan ; buang air besar di tempat pengambilan air, ditengah jalan dan naungan.’’ (HR. Abu Dawud)

 

11.Buang hajat di tengah kuburan.

Ini adalah kebiasaan buruk yang tersebar di sebagian negeri, dimana sebagian mereka buang hajat di tengah kuburan dan tidak memelihara kehormatan para penghuninya.

Padahal Nabi shallahu alaihi wasallam telah melarangnya, dengan sabdanya ;

لأن أمشي على جمرة أو سيف أو أخصف نعلي برجلي أحب إلي من أن أمش على قبر مسلم وما أبالي أوسط القبور قاضيت حاجتي أو وسط السوق

Artinya: “Sungguh aku berjalan di atas bara api atau pedang, atau mengikat sendalku dengan kakiku, lebih aku sukai daripada berjalan di atas kubur seorang muslim, itu sama buruknya dengan aku buang hajat di tengah kuburan atau ditengah pasar.” (HR. Ibnu Majah dalam sunannya)

12.Istinja’ dengan kotoran atau tulang.

Diantara kesalahan yang dilakukan oleh sebagian orang ketika buang hajat dipadan pasir,bahwa mereka tidak mengkhawatirkan apa yang mereka pakai untuk beristinja’ dengan kotoran hewan dan sejenisnya dan ini tidak boleh.

Diriwayatkan oleh at-trimidzi meriwayatkan dengan sanad shahih dari ibnu masud bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ;

لا تستنجوا بااروث ولا بالعظام فإنه زاد إخوانكم من الجن

Artinya: “Janganlah beristinja’ dengan kotoran dan tulang karena itulah adalah bekal saudara kalian dari bangsa jin “ (HR. Muslim)

13. Istinja’ menggunakan tangan kanan.

Ada sebagian orang yang tidak perduli dengan beristinja’ dengan tangan kanan atau kirinya, dia menyangka tidak ada perbedaan diantara keduanya dan adalah kesalahan yang harus diperbaiki..

Akan tetapi yang benar adalah dia tidak menggunakan tangan untuk beristinja’ dan sejenisnya, akan tetapi menggunakan tangan kiri untuk semua itu. Karena tangan kanan hanya untuk sesuatu yang dimuliahkan, seperti mengambil dan memberi, menjabat tangan dan sejenisnya, sedangkan tangan kiri untuk selain itu karena itu Nabi melarang beristinja’ dengan kanan, atau memegang kemaluan dengannya.

إذا شرب أحدكم فلا يتنفس في الإناء وإذا أتى الخلاء فلا يمس ذكره بيمينه ولا يتمس بيمينه

Artinya: “Jika salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah bernafas dalam bejana, jika datang ke wc, maka janganlah dia memegang kemaluanya dengan tangan kanannya dan jangan pula beristinja’ dengan tangan kanannya “ (HR. Bukhari)

 

14. Memegang kemaluan dengan tangan kanan ketika kencing atau beristinja’

Tidak selayaknya bagi seseorang untuk tidak memegang kemaluanya dengan tangan kanannya saat buang air, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhari bahwa Rasullullah shallahu alaihi wasallam bersabda;

إذا شرب أحدكم فلا يتنفس في الإناء وإذا أتى الخلاء فلا يمس ذكره بيمينه ولا يتمس بيمينه

Artinya: “Jika salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah bernafas di dalam bejana, dan apabila datang ke wc, maka janganlah dia memegang kemaluanya dengan tangan kemaluanya dengan tangan kanannya dan jangan pula beristinja’ dengan tangan kanannya “ (Muttafaq Alaih)

REFERENSI:

STAF PENGAJAR : DI PONDOK PESANTREN DARUL QUR’AN WAL-HADITS OKU TIMUR

RINGSAN DARI : KITAB KESALAHAN UMUM DALAM AQIDAH DAN IBADAH BESERTA KOREKSINYA

KARANGAN : SYAIKH WAHID ABDUS SALAM BALI حفظه الله تعالى

DIRINGKAS OLEH : FADHIL DIDI KURNIAWAN حفظه الله تعالى

Baca juga artikel:

Kesalahan Dalam Berwudu (Bagian I)

Sifat-sifat Wanita Sholeha

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.