Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

KEISTIMEWAAN AGAMA SLAM

AGAMA

KEISTIMEWAAN AGAMA SLAM

Oleh: Husein Abu Khiatsamah.

Agama islam memiliki beberapa keutamaan dan keistimewan dibandingkan dengan agama yang lain. Diantaranya :

  1. Agama yang diterima disisi Allah Azza WaJalla

Islam adalah agama yang di akui oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’aala, Allah tidak menrima agama selain agama islam setelah diutusnya Nabi Muhammad, Allah Subhaanahu Wa Ta’aala ,menegaskan :

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS.AliImran:85).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan “agama yang benar itu adalah mewujudkan peribadahan kepada Allah dari segala sisinya ,dam juga mewujudkan kecintaan kepada Allah dengan segala tingkatan nya.

  1. Islam Agama yang Sempurna

Islam adalah agama yang universal,syariaatnya menyeluruh bagi seluruh maklhuk,ajaran nya sempurna,tidk ada yang kurang dan tidak ada satupun permasalahan kecuali islam telah menjelaskan hal terebut. Allah Ta’aala  menjelaskan :

ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ فِى مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.Al-Maidah: 3)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengatakan “ Ini adalah nikmat Allah yang paling besar kepada ummat ini.Allah telah menyempurnakan agama islam bagi mereka, sehinga mereka tidak butuh kepada agama selain nya,tidak pula kepada Nabi selain Nani Muhammad, oleh karena itulah Allah menjadikan Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi dan mengutusnya kepada manusia dan jin.

Thariq bin Syihab Rahimahullah  mengatakan “ orang orang yahudi mendatangi Umar bin Al Khattab seraya berkata : ‘ Kalian menbaca satu ayat didalam Kitab kalian,andaikan ayat itu turun kepada kami,niscaya akan kami jadikan hari turun nya ayat tersebut sebagai hari raya’ ,Umar bertanya keheranan ‘Ayat apa itu? Mereka menjawab, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. Umar berkata ,demi Allah, sunguh aku sangat tahu hari dan waktu diturunkannya ayat tersebut kepada RAsulullah, ayat itu turun kepada Rasulullah akhir siang pada hari Arafah bertepatan hari Jum’at.

Maka tidak ada sesuatu apapun yang dibutuhkan ummat ini,baik sekarang maupun dimasa yang akan datang kecuali Allah telah menjelaskan  dengan penjelasan yang jelas yang dapat dipahami leh umat dari sisi hukum,halal dan haramnya. Pokok kaida yang agung ini telah tetap didalam Alqur’an dan As Sunnah yang memberika keyakinan pasti yang tidak ada keraguan di dalam nya, Allah Berfirman :

وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS.An Nahl:89).

Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman :

 وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنَٰهُ تَفْصِيلًا

“Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas” . (QS. Al Isra’:12).

 

Asy Syaikhl Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata “ dan ayat ayat semisal ini dalam Alqur’an sangat banyak. Menunjukkan bahwa apa yang Allah jelaskan di dalam Kitab Nya merupakan penjelas  bagi agama ini secara keseluruhan, pwnjelas untuk meniti jakan petunjuk. ( Dar’ut Ta’arudhil ‘Aql wan Naql (x/304) Ibnu Taimiyyah).

Demikian juga Rasulullah telah memnjelaskan seluruh perkara aama ini dengan jelas,tidak ada yang tertingal dan tersisa.

Dari Salman Al Farisi,bahwa ia pernah ditanya seorang musyrik : “Benarkah Nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatu hingga adab buang hajat? “Salman pun menjawab “iya”, sungguh beliau melarang kami ketika buang hajat untuk menghadap kiblat, beristinja’ dengan tangan kanan,beristinja’ kurang dari tiga batu dan beristinja’ dengan kotoran atau tulang.(HR.Muslim:262)

Abu Dzar juga berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda :

ما بقي شيء يقرب إلى الجنة ويباعد عن النار إلاوقد بين لكم

“Tidak tertinggal sedikitpun perkara yang dapat mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka, kecuali telah aku jelaskan bagi kalian” (HR.Ath Tabrani),( Sanandnya Haditsnya sahih sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh Ali Haan Alhalaby dalam ‘ilmu Ushul Bida’ hal 19.

 

Imam Asy Syatiby mengatakan “ sesungguhnya Allah telah  menurunkan syariaat ini kepada Rasulullah, didalam nya terdapat penjelasan terhadap segala sesuatu yang dibutuhkan oleh setiap makhluk, tidaklah Rasulullah meninggal dunia hingga agama ini sempurna terlebih dahulu. Maka barang siapa yang menyangka bahwa didalam agama ini ada sesuatu yang tersisa belum sempurna sungguh ia telah mendustakan ayat ini(surat akmaidah ayat 3). ( Al ‘Itishaam(II/816) Asy Syatiby).

  1. Islam Adalah agama yang Mudah

Termasuk tujuan besar dalam syariat islam adalah menghilangkan rasa berat dan kesempitan  dari para mukallaf, sebagai bentuk kemudahan dan kasih sayang Allah Ta’aala kepada para hamba-Nya, Allah Ta’aala berfirman :

رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِين

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.(QS.Albaqarah:286).

Dan Allah juga berfirman :

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى ٱلدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan .( QS.Al Haj: 78)

Imam Ibnu Hazm Rahimahullah berkata “ Setiap perintah dari Allah kepada kita,maka hal itu mudah, dia menghendaki kemudahan dan menghilangkan kesusahan,yaitu memberi keringanan. Tidak ada kemudahan,keringanan dan hilangnya kesulitan melainkan sesuatu yang membawa kepada surga dan selamat dari Neraka Jahannam. (Al Ihkam II/176).

Akan tetapi perlu dipahami bahwa kemudahan dalam islam tidak membawa kita bermudah mudahan dan mencari keringanan walaupun salah. Akan tetapi mewujudkan kemudahan dalam islam adalah dengan mengikuti dalil ,mengikuti Al Quran dan As Sunnah.

Maka terimalah kemudahan islam ini dengan lapang dada,jangan memberatkan diri dengan mengerjakan yang tidak ada perintahnya dalam agama.

Wallahul Muwaffiq.

  1. Asas Agama Islam Adalah Meraih Kebaikan dan Menolak Keburukan

Inilah kaidah dalam agama islam ,bahwa islam datang untuk kebaikan para hamba dan menolak bahaya, seluruh syariat yang ada dalam agama ini untuk kebaikan para pemeluknya di dunia dan akhirat. Sangat banyak sekali dalilnya yang menerangkan bahwa agama islam ini asasnya adalah meraih manfaat dan menolak keburukan, Diantaranya Allah Ta’aala berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.( QS. An Nahl:90)

Allah Ta’aala juga berfirman :

قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ

“Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji” ( QS.Al “Araf:28)

 

Imam Asy Syatiby Rahimahullah berkata “ Alqur’an yang mulia telah datang untuk mengenalkan kebaikan kebaikan di dunia dan akhirat agar bisa diraih dan mengenalkan  keburukan keburukan nya agar bisa dijauhi.

Imam Ibnul Qayyim Rahimahulah mengatakan “ Syariat itu pondasi  dan asas nya untuk kebaikan para hamba di dunia dan akhirat,seluruhnya adil, dan seluruh nya berisi kebaikan  dan seluruhnya dengan hikmah.

Bukti akan hal ini,  andaikan kita renungi seluruh hukum hukum yang ada dalam agama islam seluruhnya pasti memerintahkan yang baik dan melarang yang jelek. Misalkan kita diperintahkan untuk mentauhidkan Allah dalam ibadah, maka dengan tauhid seorang hamba bisa merih kebahagiaan dunia akhirat, sebaliknya  menyembah kepada selain Allah  hanya akan membawa kerugian di dunia dan akhirat. Begitu pula larangan larangan yang ada dalam agama islam pasti membawa keburukan,minuman keras merusak akal,zina menghancurkan jiwa dan nasab dan sebagainya dari hukum islam yang lain nya.

  1. Allah menjaga agama ini

Agama islam yang mulia ini selalu terjaga dari masa ke masa,oleh karena itu kita dapati dakwah para Nabi dan Rasul dari masa ke masa tidak ada yang berbeda ajaran dan ajakan mereka semuanya satu,yaitu mendakwahkan tauhid ,memurnikan ibadah hanya kepada Allah . Allah Subhaanahu Wa Ta’aala b erfirman :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”. (QS.An Nahl:36)

Dan termasuk penjagaan Allah terhadap agama ini adalah menjaga sumber hukum Islam,Yaitu Alqur’an dan As Sunnah, berdasarkan firman Allah :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS.Alhijr:9).

Dalam ayat yang mulia ini Allah Ta’aala menjelaskan  bahwa Dialah yang menurunkan Alqur’an dan Yang memeliharanya dari penambahan,pengurangan maupun perubahan.

Oleh karenanya,hukum hukum yang ada dalm dua sumber wahyu ini  tidak berubah dari masa ke masa, tetap dan akan terus berlaku hingga akhir zaman, Allah berfirman :

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

“Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui” (QS.Al An’am:115)

Wallahu Ta’ala A’lam,

REFERENSI:

Diambil dan diringkas dari kitab “Mengenal Islam Lebih Dekat” , Penulis : Abu Anisah Syahrul Fatawa bin Luqman bin Salim

Peringkas: Ustadz Husein Abu Khoitsamah

Baca Juga Artikel:

Nasehat berharga di Bulan Ramadhan Part 4

Penjagaan Islam Terhadap Wanita

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.