Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Diantara Buah Iman Kepada Takdir Qodho Dan Qodar

Diantara Buah Iman Kepada Takdir Qodho Dan Qodar

Pertanyaan: Bagaimana mungkin beriman kepada takdir qodho dan qodar membantu bertambahnya keimanan seorang muslim?

Jawab: Beriman kepada qodho’ dan qodar akan membantu seorang muslim menghadapi berbagai urusan agama dan dunia, karena ia beriman bahwa kemampuan Alloh melebihi semua kemampuan. Dan bahwa Alloh apabila menghendaki sesuatu maka tidak ada yang bisa menghalangi-Nya. Jika ia beriman kepada hal ini maka ia akan melakukan berbagai sebab yang mengantarkannya kepada tujuan. Kita mengetahui dari sejarah terdahulu bahwa ada berbagai kemenangan besar yang diperoleh kaum muslimin padahal jumlah dan perlengkapan mereka sedikit. Semua itu karena keimanan mereka kepada janji Alloh dan kepada qodho’ dan qodar (takdir) Alloh dan bahwa semua perkara ada di tangan-Nya.

Fatâwâsy Syaikh Ibnu Utsaimîn yang disusun oleh Asyrof Abdul Maqshud 1/ hal. 54.

Sumber: Majalah Lentera Qolbu Edisi 05 Tahun 02

 

===========================================

Yuk Salurkan Donasi Terbaik anda untuk Dakwah KunciKebaikan TV
Rek. BSI 5334254840 (Kode Bank) (451)
a.n. DAKWAH YKK (Yayasan Kunci Kebaikan)

Mari Ikuti kegiatan kami di sosmed dengan klik link di bawah ini
Ikuti Akun/Channel Dakwah KunciKebaikan TV:

Telegram: t.me/kuncikebaikantv
Facebook: facebook.com/kuncikebaikantv
Instagram: instagram.com/kuncikebaikantv
Twitter: twitter.com/kuncikebaikantv
Youtube: www.youtube.com/c/KunciKebaikanTV

 

BACA JUGA:

  • Perempuan yang melihat rumahnya di surga
    Di sini kita akan membahas tentang seorang Asiyah binti Muzahim. Yaitu , perempuan yang melihat rumahnya di surga.
    Tahukah Anda siapa sang permaisuri itu? Dia adalah wanita Mukminah yang shalihah, Aisyah binti Muzahin.

    Para dayang istana keluar untuk mandi seperti biasanya, namun hari itu adalah hari yang berbeda dari hari-hari mereka yang lain.

    Mereka pun bergegas menghampiri sebuah peti yang hanyut oleh air! Mereka bingung apa yang akan mereka perbuat dengan peti itu, kemudian akhirnya mereka sepakat untuk membawanya kepada majikan mereka, sang permaisuri istana yang besar itu.

    Tahukah Anda siapa bayi kecil itu? Dia adalah Nabi Allah dan Kalam-Nya (yang pernah diajak berbicara secara langsung oleh Allah), yaitu Musa.

  • kumpulan berbagai ceramah singkat dan kajian Islam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.