Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

APA BILA GUYONAN KEBABLASAN

GUYONAN

 

APA BILA GUYONAN KEBABLASAN

 

Bercanda memang mengasyikan, bahkan bercanda pun ada yang berpahala. Tapi banyak juga madharat bercanda bila kebablasan. Bahkan bisa menakuti alias membuat cemas banyak orang.

Beberap waktu lalu heboh berita pesawat yang balik ke bandara alias tidak jadi melakukan penerbangan karena candan seorang penumpang  yang mengantarkan mengatakan pesawat akan meledak, ada juga yang mengatakan bawa bom. Akibatnya beberapa penerbangan harus ditunda berjam-jam karena candaan yang kebablasan ini. Beginilah efek candaan yang berlebiha. Karena candaan ini pula pelaku harus berurusan dengan pihak berwajib.

Ntah jadi tren atau apa, akhir-akhir ini peristiwa ini sering terjad. Dibulan Maret lalu saja ada beberapa peristiwa candaan dipesawat. Pertama di bandara Internasional Sultan Hasanudin. Makasar, jumat (3/3). Gara-gara candaan bom yang dilontarkan dosen perguruan tinggi negeri makasa, membuat pesawat garuda Indonesia nomor penerbangan GA 611 rute Makasar-Jakarta terpaksa delay selama enam jam. Semua penumpang dan barang yang sudah masuk dalam pesawat terpaksa diturunkan.

Kejadian kedua dibandara ngurai Rai, Bali, Rabu, ( 8/3/2017 ). Penumpang mendadak gaduh ketika pesawat lion air JT 105 jurusan Denpasar-Jakarta sudah lepas landas. Dalam penerbangan kru menerima laporan dari penumpan warga negara Filifina ada penumpang warga negara Arab mengatakan, “Pesawat akan meledak setelah take off”.

Duta besar arab saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammad Abdullah As-Shuaibi harus turun tangan menyelesaikan urusan candaan penumpang Lion Air Aljohani Dakheel Allahwda. Osama Mengatakan, ucapan yang berbau teror bom dari warganya itu sesungguhnya tidak ada. Hanya kesalah fahaman saja akibat pebedaan bahasa antara warganya dengan penumpang lain asal filifina. “Tidak ada ucapan bom atau yang lain, apalagi warga kami tidak bisa berbahasa inggris,”  kata Osama.

Bila Harus Bercanda

Bercanda memang tidak dilarang selagi masih dalam koridor wajar dan tidak ada dusta di dalamnya. Karena itulah kita harus tahu kapan sih saat bercanda itu tepat dan bagaimana adab-adab dalam bercanda agar tidak kebablasan sehingga menimbulkan masalah sepeerti peristiwa candaan di pesawat yang terjadi di beberapa waktu lalu.

Pertama, Tidak diperbo;ehkan bercanda dalam rangka menakuti seseorang, apalagin orang banyak. Suatu ketika salah seorang sahabat Nabi sedang tidur, datanglah seseorang lalu mengambil cambuknya, dan menyembunyikanya. Pemilik cambuk itupun merasa takut. Sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

لا يحل لمسلم أن يروع مسلما

Artinya:

Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut muslim yang lainya.” ( HARI. Abu Daud dalam sunannya)

 

Kedua, Jangan berdusta saat bercanda. Sering kali orang kebablasan hingga berdusta ketika bercanda. Tak lain tentu untuk mengundang tawa banyak orang. Ada pula yang berupaya menarik perhatian orang dengan dusta saat bercanda. Hal ini terlarang Sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

ويل للذي يحدث فيكذب ليضحك به القوم ويل له ويل له

“Celakah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, (HR, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

Karena itulah saat bercanda pun harus mengatakan sesuatu yang benar. Jangan menambahnya dengan kedustaan yang menjadikan diri kita celaka. Rasulullah pun bercanda, namun saat bercanda beliau selalu mengucapkan yang benar.

Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

إني لأمزه ولا أقول إلا حقا

Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tidak mengatakan kecuali yang benar. (Shahih, HR. Thabrani).

Ketiga, Hindari bercanda dengan kata-kata buruk. Berkata kotor adalah perbuatan yang tak layak dilakukan termasuk pula saat bercanda. Apalagi jika kata-kata kotor itu berupa tuduhan atau fitnah kepada kepada orang lain, tentu saja hal ini bisa menimbulkan perselisihan diantara mereka. Betapa banyak perkelahian atau adu jotos terjadi yang berawal dari candaan. Karena itu tetaplah kedepankan Firman Allah Subhanahu Wata’ala,

Yang artinya: ”Dan katakanlah kepada hamba-hambaku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik ( Benar ) Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (QS. Al-Isra :53).

Keempat. Hati-hati dengan istihza alias melecehkan siar-siar Islam saat bercanda. Sering kita dapati celotehan dan guyonanpara pelawak yang mempermainkan simbol-simbol agama, ayat-ayat Al-Qur’an dan syiar-syiar lainya, wal iyadzubilah !Sungguh perbuatan itu bisa menjatuhkan pelakunya dalam kemunafikan dsn kekufuran.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman yang artinya: “Orang-orang munafiq itu takut akan diturunkan kepada mereka suatu suratyang menerangkan apa yang tersembunya didalam hati mereka. Katakanlah kepda mereka “Teruskanlah ejek-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasulnya). Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takut. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka ( tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanyalah bersendah gurau dan bermain-main saja, katakalah, Apakah dengan Allah, dan ayat-ayatnya kamu selalu berolokolak?. (QS. At-Taubah : 64-65).

Kelima, Bercanda yang terlalu sering sehingga mengundang banya tawa bisa mengeraskan hati, Rasulullah bersabda yang artinya.

Janganlah engkau sering tertawa, karena sering tertawa akan mematikan  hati.” (HR. Ibnu Majah, No.3400).

Keenam, Meluruskan tujuan yaitu bercanda hanya untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan, dan lesu, serta menyegarkan suasana dengan candayang dibolehkan. Sehinggakita bisa memperoleh semangat baru dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Ketujuh, Jangan melewati batas. Sebagian orang sering berlebihan dalam bercanda hingga melanggar norma-norma. Terlalu banyak bercanda akan menjatuhkan wibawa seseorang.

Kedelapan, Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda. Terkadang ada orang yang bercanda dengan seseorang yang tidak suka bercanda, atau tidak suka dengan canda orang tersebut. Hal itu akan menimbulkan akibat buruk. Oleh karena itu, lihatlah dengan siapa kita hendak bercanda.

Kesembilan, Jangan bercanda dengan perkara-perkara yang serius. Seperti dalam majelis penguasa, majelis Ilmu, majelis hakim, ketika memberikan persaksian dan lainya.

Kesepuluh, Hindari Perkara yang dilarang oleh Allah Azza Wa Jalla saat bercanda.

-Candahan yang berisi tuduhan dan fitnah terhadap orang lain. Sebagian orang bercanda dengan temanya lalu mencela, memfitnahnya,atau menyifatinya dengan dengan perbuatan yang keji untuk membuat orang lain tertawa.

-Melecehkan sekelom orang tertentu. Misalnya bercanda dengan melecehkan pendududk daerah tertentu, atau propesi tertentu, bahasa tertentu dan lain sebagainya. Yang perbuatan ini sangan dilarang.

Kesebelas, Hindari bercanda dengan aksi atau kata-kata yang burur.

Keduabelas, Bercanda dengan orang yang membutuhkanya.

Ketigabelas,Tidak banyak tertawa. Nabi telah mengingatkan agar tidak banyak tertawa,” Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati .” (HR. Ibnu Majah dalam sunannya).

Oleh karena itu, perhatikan adab-adab saat bercanda. Jangan sampai candaan kebablasan yang bisa mengundang banyak mudharat seperti perkelahian, mengkhwatirkan banya orang, dan yang pasti banyak tertawa dan bercanda akan mengeraskan hati.

REFERENSI:

Di Ambil Dari : Majalah Elfata, 04/vol-17

Di Tulis Oleh : Ummu Aisyah

Di ringkas Oleh : Anita Sari Ummu Hizam

Baca Juga Artikel:

Ruh Seorang Mukmin Tergantung Hutang yang Dilunasinya

Anak Yatim yang Terlantar

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.