Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

MENGENAL BUDAYA BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM

Mengenal Budaya Arab Sebelum Islam

Mengenal Budaya Bangsa Arab sebelum islam

Alahamdulillah segala puji hanya milik ِAllah Azza wajalla, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam, keluarganya, sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga akhir zaman, mengenal dan mengetahui budaya dan kebiasaan suatu bangsa sangatlah penting untuk mendapatkan pelajaran darinya, apabila terdapat budaya dan kebiasaan yang baik maka kita dapat mencontohnya dan apabila terdapat kebiasaan yang buruk maka kita dapat menjahuinya dan berusaha untuk tidak melakukannya, pada kesempatan ini penulis mencoba mengambil pelajaran dan pengetahuan tentang budaya dan kebiasaan bangsa Arab sebelum datang islam dan awal datang islam.

A. Budaya dan kebiasaan bangsa Arab sebelum Islam.

Didalam sejarah islam kehidupan bangsa arab sebelum datang islam dikenal dengan sebutan masa jahiliyyah, apa itu masa jahiliayah? Syaikh utsaimin mengatakan zaman itu dinamakan zaman jahiliyyah karena mereka tidak mengenal hak Allah dan hak makluk1. Dan Al-munawi mengatakan jahiliyah adalah masa sebelum Nabi sallallahu alaihi wasallam di utus sebagai rosul, dinamakan jahiliyah karena kebodohan mereka yang keterlaluan 2.

Bagaimana kondisi budaya dan kebisaan bangsa arab pada masa sebelum islam? diantara gambaran budaya bangsa arab sebelum datang islam adalah sebagai berikut:

1. Kondisi Sosial Bangsa Arab.

Pada bangsa arab terdapat lapisan masyarakat yaitu bangsawan pada lapisan lapisan ini wanita sangat dihargai dan dijaga, wanita memiliki kebebasan dalam berkehendak dan mengambil kebijakan, wanita dapat mengumpulkan suku-suku untuk kepentingan perdamaian, dan tidak dipungkiri wanita juga dapat menyulutkan api peperangan di antara mereka. Namun laki-laki tetap berkedudukan sebagai kepala rumah tangga dan mengambil keputusan, hubungan laki-laki dengan wanita ditempuh dengan jalur pernikan yang diawasi oleh para walinya, dan anak wanita tidak memiliki hak melakukan sesuatu tanpa seizin walinya. Namun beda halnya dengan lapisan yang bukan bangsawan mereka sering melakukan pelacuran, pergaulan bebas, pertumpahan darah dan perbuatan keji lainnya.

Bangsa arab praislam dikenal dengan bangsa yang senang berpoligami tanpa batasan tertentu, mereka menikahi dua wanita bersaudara sekaligus, menikahi istri bapak mereka apabila ditinggal mati atau dicerai. Perbuatan zina kerap dilakukan oleh berbagai lapisan, hanya saja masih ada sekelompok laki-laki dan wanita yang menjaga kehormatannya dan menolak melakukan perbuatan keji, kondisi wanita merdeka lebih baik ketimbang wanita budak, ada yang mengubur hidup-hidup anak-anak wanita karena malu dan enggan memberi nafkah.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

ولا تقتلوا أولادكم من إملاق نحن نرزقكم وإياهم

yang artinya:

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan, kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka”. (QS. Al-Anam : 151).

2. Kondisi Ekonomi

Berniaga dan peternakan merupakan sarana terbesar untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, namun hal tersebut mengalami rintangan disebabkan sering terjadinya peperangan diantara suku-suku bangsa arab, kecuali pada bulan-bulan haram saja, pada bulan-bulan inilah pasar-pasar Arab terkenal seperti, Ukazh, Dzil Majaz, Majinnah dan aktivitas-aktivitas lainnya berjalan.

3. Kondisi Moral.

Kita tidak dapat memungkiri bahwa pada sisi masyarakat jahiliyah terdapat kehidupan yang nista, saling berperang, pelacuran, membunuh anak-anak, namun demikin mereka juga memiliki akhlak yang mulia dan terpuji yang amat menawan siapa saja dan membuatnya takjub. Diantaranya adalah:

1.Kemurahan hati.

2.Menepati janji.

3.Harga diri yang tinggi dan sifat pantang menerima pelecehan dan kezhaliman.

4.Tekad yang pantang surut.

5.Meredan kemarahan, sabar, dan berhati-hati.

6.Jujur dan amanah, mereka juga memiliki sifat-sifat yang mulia yang tidak disebutkan diatas3.

4. Kondisi Awal Islam pada Bangsa Arab.

Mengenal Nasab Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul muththalib bin hasyim bin abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin ka’ab bin luay bin Ghalib bin fihr bin Malik bin An-nadhar bin kinanah bin Khuzaimah bin mudrikah bin ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Awal Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam diangkat sebagai Rosulullah yaitu pada usia 40 tahun 6 bulan 12 hari menurut kalender hijriyah, dan 39 tahun 3 bulan 20 hari berdasarkan kalender Masehi. Bermula dari uzlah (menyendiri digua hira) yang bertepatan dengan bulan Ramadhan disinilah malaikat jibril turun menjumpai Rosulullah sallallahu alaihi wasallam disertai dengan membawa wahyu yaitu surat Al-alaq ayat 1- 5, kemudian Rosulullah pulang menjumpai istinya (Khadijah) kemudian beliau menceritakan apa yang terjadi di gua hira, kemudian khodijah mengajak beliau untuk menjumpai waraqah bin naufal bin asad bin Abdul uzza yang merupakan saudara sepupu Khadijah. Dia adalah seorang penganut agama Nasrani dan mampu menukil beberapa tulisan dari injil dengan tulisan ibrani sebanyak yang mampu ditulisnya atas kehendak Allah azza wajalla. Waraqah berkata wahai keponakanku apa yang engkau lihat? Lalu rosulullah menceritakan pengalaman yang diceritakannya. Waraqah berkata: itu adalah mahluk kepercayaan Allah yang telah Allah utus kepada nabi musa, andai aku masih bugar dan muda ketika itu, andai saja aku masih hidup ketika engkau diusir oleh kaummu!. Rosulullah bertanya, apakah mereka akan mengusirku? Dia menjawab iya, tidak seorangpun yag membawa apa yang engkau bawa ini melainkan akan dimusuhi, dan jika aku masih hidup pada saaat itu niscaya akau akan membelamu dengan segenap jiwa ragaku. Kemudian tidaklama dari itu waraqah meninggal dunia.

Kemudian jibril datang kedua kalinya dengan membawa wahyu. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

يا أيها المدثر. قم فأنذر. وربك فكبر. وثيابك فطهر. والرجز فاهجر.

Yang artinya:

Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu beri peringatan dan tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah”. (QS. Al-muddatstsir :1-5)

C. Kenabian Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam di mekkah dan madinah.

  1. Dakwah secara sembunyi-sembunyi.

Setelah Nabi Muhammad sallalahu alaihi wasallam diutus sebagai Rasul pembawa risalah mulailah beliau berdakwah dengan sembunyi-sembunyi selama 3 tahun, dakwah pertama beliau memulai dari orang yang memiliki hubungan dekat dengan beliau, keluarga dan sahabat-sahabat karib beliau, dan orang-orang yang memiliki sifat baik yang telah dikenal oleh beliau. Pertama masuk islam adalah Khadijah binti khuwailid, disusul oleh mantan budak beliau zaid bin haritsah bin syarahil Al-kalbi, Ali bin abi thalib yang merupakan sepupu beliau, dan sahabat beliau Abu Bakar Ash-shiddiq. Kemudian Abu bakar mengajak orang lain kepada islam, sehingga dengan perantara beliau masuk islamlah ustman bin affan Al-umawi, Az-zubair bi al-awwam al-asadi, Abdurrahman bin auf Az-zuhri, Sa’ad bin Abi waqqhas az-zuhri dan thalhah bin ubaidillah at-taimi, disusul oleh bilal bin abi rabah, abu ubaidah, kemudian disusul oleh abu salamah, Al-arqam bin Abil arqam dan yang lainya

2.Dakwah dengan terang-terangan.

Dakwah dengan terang-terangan bermula dari turunnya wahyu surat Asy-syuara’ ayat: 214. Sebagaimana Allah Shallallahu Alaihi Wasallam berfirman: Artinya: “ Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat” .

Setelah itu Nabi mengundang para kerabat terdekatnya, Bani hasyim, Bani muththalib bin Abdi manaf. Mereka berjumlah sekitar 45 orang, dan rosulullah berdakwah di mekkah selama 13 tahun.

Setelah 13 tahun berdakwah di mekkah dengan berbagai ujian dan cobaan terhadap kaum muslimin, maka Allah Azza wa Jalla perintahkan Rasulullah dan umat islam untuk berhijrah ke madinah, sebagaimana sebelumnya para penduduk madinah telah membaiat Rasulullah dan hampir seluruh rakyat madinah telah menjadi islam. Maka Rasulullah memerintahkan umat islam untuk berhijrah secara sembunyi-sembunyi dan bertahap agar tidak mendapat gangguan oleh kaum kafir quraisy mekkah. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyiapkan hijrah ini selama dua bulan, beliau termasuk yang terakhir hijrah bersama Abu bakar dan Ali bin Abi tholib. Peristiwa hijrah ini juga melibatkan para sahabat. Ketika Rasulullah akan berhijrah dengan Abu Bakar menggunakan unta, orang-orang Quraisy mencoba menghalangi mereka, maka orang kafir Quraisy mendatangai rumah Rasulullah untuk membunuh beliau, namun Ali bin Abi tholib menggantikan posisi beliau yang akhirnya yang ditemuai orang kafir Quraisy adalah Ali bin abi thalib. Kemudian mereka mendatangi rumah abu bakar , disanapun mereka tidak menemui Rasulullah dan Asma binti Abu Bakar dipukul oleh abu jahal karena tidak mau mengatakan keberadaan Rasulullah.

Untuk mengelabui orang kafir quraisy, maka Rasulullah dan Abu Bakar singgah di Gua tsur yang arahnya berlawan dari Arah Madinah. Mereka berdiam disana beberapa malam. Suplai makanan diantarkan oleh Asma binti Abu Bakar. Abdullah bin Abu Bakar memberi kabar tentang gerakan orang kafir Quraisy dan Amir bin furaihah menggiring domba untuk diminum Rasulullah dan Abu bakar serta untuk menutup jejak. Setelah 3 hari dan dirasa aman maka Rasulullah dan Abu bakar melanjutkan perjalanan ke madinah dipandu oleh Abdullah bin Ariqat laitsi. Dietangah perjalanan mereka bertemu suraqah bin malik yang mencoba menghadang, namun akhirnya sadar bahwa ALLAH melindungi Rasulullah dan akhirnay berhenti mengejar. Sebelum sampai kemadinah Rasulullah singgah di kuba untuk sholat jumat. Kemudian melanjutkan perjalanan ke madinah.

D. Pola kehidupan islam masa Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam.

Setelah rosulullah sallallahu alaihi wa sallam tiba dimadinah, beliau tinggal di perkampungan bani An-najjar pada hari jummat, 12 Robiul awal tahun 1 H. bertepatan dengan 27 september 622M, beliau turun dilokasi depan Rumah Abu Ayyub seraya berkata: disinilah tempat berhenti insyaAllah, kemudian beliau pindah kerumah Abu Ayyub. Diantara perkara yang Rosulullah lakukan dimadinah adalah:

1. Membangun Masjid Nabawi.

Langkah pertama yang beliau lakukan adalah membangun masjid di tanah yang mana unta Nabi sallallahu alaihi wasallam duduk atau berhenti, dan tanah ini dibeli dari 2 anak yatim. Rosulullah pun ikut serta dalam pembangunan masjid Nabawi ini dengan membawa batu-batu seraya ber senandung:

Tidak ada kehidupan hakiki melainkan kehidupan akhirat

Karenanya ampunilah kaum anshar dan muhajirin.

Hal ini membangkitkan semangat etos kerja sahabat dalam membangun masjid ini, dan salah seorang menyambut.

Jika kami duduk sementara Nabi bekerja

Sungguh itu merupakan pekerjaan yang tercela

Pada lokasi pembangunan masjid ini terdapat puing-puing bangunan dan pelepah pohon kurma serta bekas kuburan orang-orang musrikin, yang mana Rosulullah memerintahkan membongkar dan memindahkan kuburan tersebut, serta meratakannya, arah kibalat dengan mengarah ke baitul maqdis, dinding-dindinya terbuat dari batubata dan tanah liat, atapnya terbuat dari pelepah kurma, tiang-tiangnya terbuat dari batang pohon lantai dasarnya dihampari pasir dan kerikil kecil, masjid ini terdiri dari 3 pintu, panjang dari arah kiblat hingga kebelakang adalah 100 hasta, kedua sisinya juga demikian, dan pondasinya kira-kira sedalam 3 hasta. Kemudian setelah itu beliau mendirikan Rumah-rumah disampingnya, itulah rumah-rumah istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Pada masa Nabi masjid sebagai tempat ibadah dan sarana untuk mempelajari agama dan tempat musyawarah tentang urusan agama. Tempat bertemu dan bersatunya suku-suku setelah terpisah disebabkan pertikaian dan permusuhan.

2. Mempersatukan Kaum Muslimin.

Disamping membangun masjid beliau mempersatukan kaum muslimin yaitu kaum muhajirin dan anshar, ibnu qoyyim berkata kemudian rosulullah mempersatukan kaum muhajirin dan anshar di rumah sahabat anas bin malik, mereka berjumlah 90 orang.

3. Membuat piagam persekutuan islam.

Mengajarkan nilai-nilai mural kepada masyarakat, seperti saling memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal, menyambung tali silatur Rahim, shalat malam, membantu tetangga dan memuliakannaya, melarang saling benci, saling dengki, saling membelakangi dan sikap-sikap terpuji yang lain 4.

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah, itulah gambaran kondisi bangsa Arab sebelum datang islam dan setelah datang islam, semoga kita dapat menjahui perbuatan-perbuatan buruk yang telah dilakukan oleh orang jahiliyyah dan berusaha mengaalkan apa yang telah diajarkan oleh Rosulullah sallallahu alaihi wasallam.

REFERENSI:

oleh: Jupriyanto (Staf pengajar ponpes Darul-Qur’an wal hadist Oku Timur).

Sumber Artikel: Sirah nabawiyyah, syaikh shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Darus salam 1421 H/ 2001 M (edisi revisi)

1 ) Al qaulul mufid : 2/146

2 ) Faidul qadir : 1/462

3 ) Sirah Nabawiyyah Hlm: 43-52.

4 ) Sirah Nabawiyyah: halm 232-276.

Baca juga artikel:

Surat Terbuka Untuk Para Suami (Bagian I)

Aqidah Islam

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.