Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

ANTISIPASI PACARAN HINGGA PELECEHAN SEKSUAL PONPES DQH TERAPKAN PERATURAN SUPER KETAT

Pesantren No Ikhtilath

Maraknya pemberitaan miring tentang pelecehan sexsual di Lembaga Pendidikan yang mengatas namakan Pondok Pesantren akhir-akhir ini cukup sangat mengejutkan dan membuat hati para orang tua penuh ketakutan. Bagaimana tidak, salah satu alasan orang tua menitipkan anak di Pondok Pesantren untuk dididik supaya menjadi anak yang sholeh dan bisa menjadi penyebab masuk surga kelak di yaumil akhir. Namun yang terdengar adalah banyaknya pelecehan sexsual yang terjadi yang membuat hancur masa depan seorang buah hati bahkan hal bejat itu dilakukan oleh orang yang dipercaya bisa mendidik anak menjadi sholeha yaitu orang yang dianggap “ustadznya” itu sendiri.

Namun, kekhawatiran akan hal itu Insya Allah atas Izin Allah tidak akan terjadi di Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU Timur Yayasan Kunci Kebaikan. Pernyataan ini bukan hanya isapan jempol belaka namun memang memiliki bukti yang sangat kuat dan bukan kaleng-kaleng. Bahkan ikhtilath atau campur baur antara laki-laki dan perempuan sangat tidak memungkinkan terjadi.

Di Ponpes Darul Qur’an wal Hadist ini lahan asrama dan tempat belajar antara santri putra dan santri putri dipisah jauh dengan pengamanan super ketat. Tim pengajar dan pegawai untuk santri putra dan santri putri juga berbeda dan terpisah. Santri putra belajar bersama para ustadz dan santri putri belajar bersama ustadzah. Dan para ustadzah dan pegawai serta santri putri wajib memakai pakaian syar’i dengan menutup aurat secara sempurna.

Pesantren No Ikhtilath

Jika ada santri putra yang masuk ke area lahan santri putri tanpa izin, dengan alasan bukan untuk menemui santri putri maka akan dihukum botak, mendapat poin pelanggaran dan tentunya dengan hukuman yang cukup berat. Dan apabila santri putri yang ke area lahan santri putra tanpa izin juga akan mendapatkan hukuman yang tidak kalah memalukan dan membuat jerah.

“Hal yang sangat membedakan antara Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU timur dengan yang lainya adalah jangankan pegawai atau ustadz melakukan pelecehan kepada santri putri, bertemu pun tidak boleh kecuali jika ada hal yang perlu dan dengan peraturan yang super ketat, misal ustadz tertentu yang mengajar santri putri namun di balik pembatas. Jangankan berzina sesama santri, jika ada santri yang terbukti pacaran baik selama di Pondok ataupun di luar pondok maka langsung di Drop Out atau dikeluarkan dari Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU timur.” Jelas ustadz Sahl Suyono sebagai Seksi Mahkamah Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU Timur (14/12/2021).

Ustadz Didi Kurniawan yang merupakan penanggung jawab seksi perpoinan santri, menyatakan hal yang lebih tegas lagi seraya membenarkan peryataan Ustadz Sahl. “Waduh jangan main-main di Pondok Pesanten Darul Qur’an wal Hadist ini, jika terbukti pacaran, berzina dan homo seksual serta pelanggaran yang sejenis dengan hal itu, mau pintar, mau kurang pintar, anak orang kaya, anak orang biasa, walaupun anak dari ustadz yang mengajar seandainya ada, semua langsung dikeluarkan dari Ponpes ini, jika pegawai atau ustadz yang melanggar langsung di PHK. Ini sudah terbukti akurat!” Ustadz Didi Menegaskan (14/12/2021).

Pesantren No Ikhtilath

Bapak Rizal yang merupakan wali santri atas nama Karen Anugrah Dinanty, santri IDAMA 1 yang berasal dari Desa Ulak Pandan Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU menyatakan sangat merasa aman dan tenang menitipkan anak di Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU Timur, karena peraturanya ketat dan Pendidikan yang menitik beratkan kepada agama Islam serta perlindungan tingkat tinggi terhadap kehormatan wanita.

“Alhamdulillah, saya sebagai orang tua merasa tenang dan merasa aman menitipkan anak gadis kesayangan saya di Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadits OKU Timur ini, karena dengan meminta perlindungan kepada Allah dan melihat betapa ketatnya peraturan untuk para santri, saya yakin saya menitipkan anak gadis saya di tempat yang tepat untuk dididik menjadi anak yang sholeha dan tidak khawatir anak saya pacaran atau berzina. Na’udzubillahi min dzalik.” Komentar Bapak Rizal saat dimintai keterangan, (14/12/2021).

Pesantren No Ikhtilath

Riyadi salah satu santri MTW 3 saat diwawancarai selasa pagi menyatakan bahwa peraturan pondok tentang masalah pacarana sangat mengerikan. Toleransi akan pacaran seperti hal yang tidak mungkin ditemukan.

“Wih ngeri kalo sudah mendengar pacaran, kalo terbukti pacaran, langsung dikeluarkan, tidak ada harapan lagi untuk dipertahakan. Saya sangat menghindari dosa pacaran ini, selain ini dosa besar saya juga tidak ingin Allah menggerakan hati para ustadz untuk mengeluarkan saya dari Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU Timur ini.” Ungkap Riyadi (14/12/2021).

Alhamdulillah, tidak ada keraguan bagi orang tua untuk menitipkan buah hatinya di Pondok Pesantren Darul Qur’an wal Hadist OKU Timur. Semoga semakin banyak umat Islam yang menjalankan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist ala fahmi salaf.

Penulis: Hendri Yansa, S.Pd

Baca jug artikel:

Penilaian Akhir Semester I Tahun 2021/2022

Ponpes Anti Bullying

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.