Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Agar Pernikahan Berkah

AGAR PERNIKAHAN BERKAH

AGAR PERNIKAHAN BERKAH

Segala puji bagi Allah shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi-nya keluarga dan para sahabat beliau, orang-orang yang mencintai beliau, serta semua orang yang mengikuti petunjuk beliau ama ba’du..

Segala puji bagi Allah yang berfirman dalam ayat yang muhkam pada kitabnya,

وَمِنْ اٰيٰتِه اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21).

Siapa yang menikah dan hendak melangsungkan malam pertama dengan istrinya haruslah memperhatikan adab-adab yang diajarkan oleh agama Islam. Adab-adab ini telah diabaikan atau tidak diketahui oleh Kebanyakan orang termasuk para ahli ibadah sekalipun. Diantara adab-adab tersebut adalah:

  1. Bersikap lemah lembut kepada istri saat malam pertama suami dianjurkan bersikap lembut kepada istrinya saat malam pertama contohnya dengan menyuguhkan minuman atau yang semisalnya, berdasarkan hadits asma binti Yazid Bin as-Sakan Dia berkata:

إني قينت عاىٔشة لرسول الله  ثم جٔىته فدعوته لجلوتها فجاء فجليس الى جنبها فأتي يعس لبن فشرب ثم ناولها النبي فخفضت رأسها واستحيت قالت أسماء فانتهرتها و قلت لها خذي من النبي قالت فأخذت فشربت شيئا ثم قال لها النبي أعطي تربك قالت أسماء فقلت يا رسول الله بل هذه فاشرب منه ثم ناولنيه من يدك فأخذه فشرب منه ثم ناولنيه قلت فجلست ثم وضعته على ركبتي ثم طفقت أديره وأتبعه بشفتي لأ صيب منه شرب النبي ثم قال لنسوة عندي ناوليهن فقلت لا مشتهيه فقال لنبي لا تجمعت جوعا وكذبا

Artinya: “Aku menghias Aisyah untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian aku menemui beliau dan memberitahu beliau untuk datang melihat Aisyah lalu Beliau datang dan duduk di sisi Aisyah beliau diberi segelas besar susu. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam minum kemudian memberikannya kepada Aisyah namun Aisyah menunduk karena malu asma melanjutkan maka aku menghardik Aisyah aku berkata kepadanya, Terimalah Iya dari tangan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Aisyah mengambilnya dan minum sedikit. kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepadanya berikanlah kepada temanmu. Asma berkata maka aku berkata Wahai Rasulullah Ambillah Iya dan minumlah, kemudian berikan kepadaku dari tanganmu. Maka beliau mengambil dan meminumnya kemudian memberikannya kepadaku. asma berkata lalu aku duduk kemudian meletakkannya di atas lututku, kemudian aku memutarnya atau mencari-cari bagian yang adanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam minum dan aku meletakkan kedua bibirku pada bagian tersebut untuk mendapatkan bekas minum Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Kemudian beliau bersabda kepada kaum wanita yang hadir bersamaku berikanlah kepada mereka namun mereka menjawab Kami tidak mau. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, jangan mengumpulkan rasa haus Dan Dusta.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dengan 2 sana yang saling menguatkan satu sama lain dan Al trip Humaidi dalam musnadnya dan hadits ini memiliki syahid pada riwayat At Tabrani].

  1. Meletakkan tangan di atas kepala istri dan mendoakannya

Hendaknya suami meletakkan tangannya pada bagian depan kepala istri saat malam pertama atau sebelum itu, menyebut nama Allah tabaraka wa ta’ala dan memohon keberkahan kepadanya, serta membaca apa yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,

إذا تزوج أحدكم امرأة أو اشتري خادما فليأخذبناصيتها وليسم الله عزاوجل وليدع بالبركة وليقل الهم إني أسألك من خيرها و خيرما حياتها عليه واعوذ بك من شرها وشر ما حياتها عليه

Artinya: ”Bila seseorang dari kalian menikah atau membeli hamba sahaya, maka hendaknya memegang ubun-ubunnya, menyebut nama Allah Azza wa Jalla  dan mendoakannya dengan keberkahan, dan mengucapkan Ya Allah Sesungguhnya aku memohon kepadaMu dari kebaikannya dan kebaikan sifatnya yang telah engkau ciptakan padanya dan aku berlindung dari keburukan nya dan keburukan sifatnya yang telah engkau ciptakan padanya” [diriwayatkan oleh Ahmad].

  1. Shalat bersama

Keduanya dianjurkan untuk salat dua rakaat bersama, karena hal ini diriwayatkan dari as-salaf dari Abu Sa’id mantan hamba sahaya Abu usai yang artinya aku menikah saat aku masih berstatus budak aku mengundang beberapa orang sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di antara mereka Ibnu Mas abu dzar dan hudzaifah Abu Sa’id melanjutkan iqomat dan shalat dikumandangkan maka Abu Dzar melangkah maju. mereka berkata nanti dulu. Dia bertanya apakah begitu tanda tanya mereka menjawab Ya. Lalu aku maju di depan mereka padahal saat itu aku adalah hamba sahaya dan mereka mengajariku mereka berkata bila istrimu datang kepadamu maka shalatlah dua rakaat kemudian mohonlah kepada Allah dari kebaikan apa yang datang kepadamu dan berlindunglah kepadanya dari keburukannya. Sesudah itu urusannya terserah kamu dan istrimu. [diriwayatkan oleh Ibnu Abi syaibah].

  1. Doa sebelum hubungan suami istri

Ketika suami hendak menggauli istrinya, hendaknya ia membaca doa :

بسم الله الهم جنبنا الشيطان وحنين الشيطان ما رزقتنا

Artinya: “Dengan nama Allah titik Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang kau rizkikan kepada kami.” 

Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bersabda yang artinya: “bila Allah menakdirkan lahirnya seorang anak di antara keduanya setelah membaca doa diatas percaya setan tidak akan memudaratkannya selamanya.” [Diriwayatkan oleh al-bukhari dan ashhab as-sunan].

  1. Bagaimana suami menggauli istri

Suami boleh menggauli istrinya pada kemaluannya dari arah mana pun yang dia inginkan, balik dari arah belakang maupun dari depan berdasarkan firman Allah tabaroka wata’ala :

نساءكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم

Artinya: “Istri-istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian itu dengan cara yang kalian sukai. ” [QS. Al-baqarah: 223].

 

  1. Larangan menggauli istri pada duburnya

Ini berdasarkan hadits:

من أتى حائضا أو امرأة في دبرها أو كاهنا فصدقه بما يقول فقدكفر بما أنزل على محمد

Artinya: “Barangsiapa yang menggauli istrinya yang sedang haid atau menggauli istrinya dari duburnya atau mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada nabi muhammad shallallahu Alaihi Wasallam.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, nasa’i, dll)

  1. Berwhudhu ketika hendak mengulang jimak

Bila suami telah menunaikan hajatnya pada istrinya di tempat yang diisyaratkan Oma kemudian ia ingin mengulanginya maka hendaknya berwudhu berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang artinya Bila seseorang dari kalian menggauli istrinya kemudian ingin mengulanginya maka hendaknya dia berwudhu (di antara keduanya).  dalam sebuah riwayat seperti wudhunya ketika hendak shalat [karena sesungguhnya hal itu lebih menguatkannya untuk mengulangi]. [diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu abu syaibah dalam Al- Mushannaf].

  1. Mandi lebih baik

Akan tetapi mandi lebih baik daripada wudhu berdasarkan hadits Abu Rafi yang artinya: “bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menggilir para istri beliau Pada suatu hari dan beliau mandi sesudah melakukannya dengan yang ini dan mandi lagi Sesudah dengan yang lainnya. Maka aku bertanya,” wahai Rasulullah Tidakkah engkau menjadikannya sekali mandi saja? Beliau menjawab ini lebih bersih lebih baik dan lebih Suci. ” [Diriwayatkan oleh Abu Daud dan an-nasa’i dalam syrah Annisa’]

  1. Suami istri mandi bersama

Suami istri boleh mandi berdua di satu tempat, termasuk suami melihat kepada istrinya dan sebaliknya, Aisyah radhiyallahu anha berkata, yang artinya: “aku mandi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Dari satu wadah Antara Aku Dengan beliau di mana tangan-tangan kami bergantian menciduk, beliau selalu mendahuluiku (menciduk air) sehingga aku berkata Sisakan untukku, Sisakan untukku.  Aisyah berkata saat itu kami berdua sedang junub. [diriwayatkan oleh al-bukhari]

  1. Berwudhunya orang yang junub sebelum tidur

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma bahwa Umar bertanya wahai Rasulullah Apakah seorang dari kami boleh tidur dalam keadaan junub? Beliau menjawab Ya bila sudah berwudhu, dalam sebuah riwayat yang artinya “berwudhulah dan basuhlah kemaluanmu kemudian Tidurlah.” [Diriwayatkan oleh Imam yang 3 dalam Shahih mereka].

Demikianlah yang dapat saya ringkas semoga bermanfaat bagi kita semua,Aamiin…

REFERENSI:

Diringkas oleh : Dinda oktarinna staf pengajar ponpes darul quran wal hadist oku timur

Sumber : buku saku Adabuz Zifaf karangan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani

Baca juga artikel:

Perbuatan Yang Haram

Murattal Surah Al- Mulk

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.