Skip to content

Rumah Tangga Sampai Di Surga

ykkokut
8 menit baca
rumah tangga sampai di surga

Rumah Tangga Sampai Di Surga – Berkumpulnya dua anak Adam lain jenis dalam satu kesatuan rumah tangga yang dilandasi dengan rasa saling cinta, sayang, dan pengorbanan antar sesama adalah dambaan setiap insan. Sampai-sampai Allah 5% menjadikannya sebagai salah satu di antara bukti kekuasaan-Nya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَمِنْ ءَايَتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram ke-padanya, dan dijadikan oleh-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. (QS. ar-Rum: 21)

Karena memang cinta kasih yang paling indah antara anak manusia adalah dalam pernikahan sejati. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Artinya: “Kami tidak pernah melihat dua orang yang salin mencintai semacam pernikahan.” (Shahih, HR. Ibnu Majah: 1847, dan yang lainnya, ash-Shahihah: 624)

Bagaimana tidak? Bukankah keduanya salingmemadu kasih, membagi rasa baik suka maupun duka? Berbagai lakon kehidupan mereka jalani untuk membangun rumah tangga dan mengarahkan bahtera mereka pada pelabuhan impian bersama anak-anak keturunan mereka. Namun sunnatullah yang berjalan di dunia, pasti setiap kejadian yang terjadi tak bisa lepas dari yang namanya cobaan, baik berupa kebaikan maupun kesusahan. Sampai pun rumah tangga Rasulullah, tak selamat dari terpaan badai ujian. Lalu bagaimanakah kiranya kebahagiaan yang bisa dibayangkan, bahwa keluarga ini tidak hanya langgeng di dunia, tapi kebahagiaan mereka akan berlangsung juga tatkala sudah beralih ke alam surgawi nan abadi? Sungguh, kebahagiaan yang tiada bandingnya.

Kalau ada yang bertanya, apakah seseorang akan berkumpul kembali dengan keluarganya saat di surga nanti. Jawabannya, ya dan pasti, jika keduanya beriman dan mereka pun masuk surga. Perhatikan firman Allah Subhanahu Wata’ala berikut ini:

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ ألْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّنَهُمْ وَمَا أَلَنْتَهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ

Artinya: “Dan orang-orang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan. Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka”. (QS. ath-Thur: 21)

Allah menceritakan, di antara doa Malaikat yang memikul ‘Arsy:

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَابِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّتِهِمْ إِنَّكَ أنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya: “Ya Rabb kami, masukkanlah mereka ke dalam surga Aden yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang shalih di antara nenek moyang mereka, istri-istri dan anak keturunan mereka. Sungguh Eng kau Maha Perkasa lagi Mahabijaksana”. (QS. Ghafir. 8)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan: “Allah akan mengumpulkan mereka beserta anak keturunan mereka agar dapat menyejukkan pandangan mereka, karena berkumpul pada satu kedudukan yang berdekatan Sebagaimana firman Allah, yang artinya, Dan orang-orang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan. Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga) dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka.

Maknanya, akan Kami samakan mereka pada satu kedudukan supaya mereka (orang yang berkedudukan lebih tinggi) merasa tenang Bukan dengan mengurangi kedudukan mereka yang lebih tinggi, sehingga dapat setara dengan mereka yang rendah kedudukannya. Namun dengan Kami angkat derajat orang yang amalnya kurang, sehingga Kami samakan dia dengan derajat orang yang banyak amalnya. Itu sebagai bentuk karunia dan kenikmatan yang Kami berikan.

Sa’id bin Jubair Rahimahullah mengatakan: “Tatkala seorang mukmin memasuki surga, maka ia akan menanyakan tentang bapaknya, anak-anaknya, dan saudara-saudaranya, di manakah mereka? Maka dikatakan kepadanya, bahwa mereka semua tidak sampai pada derajatmu di surga. Maka orang mukmin tersebut menjawab ‘Sesungguhnya pahala amal kebaikanku ini untukku dan untuk mereka. Maka mereka (keluarganya) dipertemukan pada satu kedudukan dengannya.” (Tafsir Ibn Katsir. 4/73)

Inilah salah satu dari puncak kebahagiaan seorang hamba di surga. Cobalah bayangkan, ke nikmatan surga yang sulit digambarkan, karena tak pernah terlihat oleh mata, terdengar kabarnya oleh telinga, maupun terbersit dalam hati manusia. Bahkan kenikmatan terendah yang diberikan adalah yang tergambar dalam hadits Ibnu Mas’ud berikut.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إلى الأعلمُ آخر أَهْلِ النَّارِ خرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الجَنَّةِ دخولاً الجنة رجل يخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى فَيَقُولُ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ – قَالَ – فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُها ملأى فَيَقُولُ اللهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ فَإِنْ لك مثل الدُّنْيَا وَعَشرةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدنيا – قال – فيقول أَتَسْخَرُ بي – أَوْ أَتَضْحك بي -وَأَنتَ الْمَلِكُ ، قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ضحك حتى بدت نواجذهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً

Artinya: “Sesungguhnya aku tahu siapa orang yang paling terakhir dikeluarkan dari neraka dan paling terakhir masuk ke surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak. Kemudian Allah berfirman kepadanya. Pergilah engkau, masuklah engkau ke surga la pun mendatangi surga, tetapi ia membayangkan bahwa surga itu telah penuh la kembali dan berkata, Wahai Rabbku, aku men-datangi surga tetapi sepertinya telah penuh Allah berfirman kepadanya. Pergilah engkau dan masuk-lah ke surga la pun mendatangi surga, tetapi ia masih membayangkan bahwa surga itu telah penuh. Kemudian ia kembali dan berkata, “Wahai Rabbku, aku mendatangi surga tetapi sepertinya telah penuh Allah berfirman kepadanya Pergilah engkau dan masuklah surga, karena untukmu surga seperti dunia dan sepuluh kali lipat darinya! Orang tersebut berkata Apakah Engkau memperolok diriku atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja Diraja? Ibnu Mas’ud berkata, “Aku melihat Ra sulullah tertawa sampai tampak gigi geraham beliau. Kemudian beliau bersabda, ‘Itulah penghuni surga yang paling rendah derajatnya (HRal-Bukhari: 6571, 7511 dan Muslium. 186).

Kenikmatan yang begitu agung tentu akan terasa ‘kurang kalau mereka berpisah dengan keluarganya. Simaklah isyarat ini dalam hadits al-Bara bin ‘Azib, saat Rasulullah menceritakan kondisi seseorang yang mendapatkan kenikmatan kubur Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Kemudian dibukakanlah pintu ke surga dan pintu ke neraka, lalu dikatakan kepadanya, “Inilah tempatmu seandainya engkau berbuat maksiat kepada Allah, sekarang Dia menggantikanmu dengan yang satunya ini Dan setiap kali dia melihat ke arah surga, maka dia berkata, Ya Allah, segerakanlah bang kitnya hari kiamat, sehingga saya bisa kembali pada keluarga dan hartaku. Maka dikatakan kepadanya, Tenanglah” (Shahih. HR. Abu Dawud, al-Hakim 1/37, ath-Thayalisi 753. Ahmad 4/287, takhrij se-cara lengkap ada pada Ahkamul Jana iz oleh al-Albani hal 202).

Jika belum memiliki pasangan dan keluarga

Karena nikmat kebersamaan bersama keluarga di surga ini menjadi salah satu dari keutamaan, maka Allah banyak menyebutkan tentang nikmat diadakannya para bidadari surga dalam banyak ayat-Nya. Terlampau banyaknya ayat tentang bidadari surga untuk laki-laki shalih yang masuk surga sampai-sampai ada yang bertanya, “Lalu, bagaimanakah dengan wanita muslimah shalihah yang masuk surga, padahal dia tidak bisa berkumpul dengan keluarganya di dunia? Mungkin karena belum menikah atau suaminya adalah seorang lelaki durjana?”

Sepertinya masalah ini perlu agak diperluas. Kami katakan, bahwa kondisi wanita di dunia tidak lepas dari beberapa kemungkinan:

1. Adakalanya dia meninggal sebelum menikah.

2 Adakalanya dia matı setelah dicerai dan belum menikah dengan suami yang lainnya.

3 Adakalanya dia sudah menikah, akan tetapi suaminya tidak masuk ke dalam surga bersamanya.

4. Adakalanya dia mati setelah pernikahannya.

5 Adakalanya suaminya meninggal, dan dia tinggal dalam keadaan tanpa suamı hingga dia mati.

6 Adakalanya suaminya meninggal kemudian dia menikah dengan suami lain setelahnya.

Inilah enam keadaan kaum wanita di dunia Maka bagi setiap keadaan ada balasan yang sepantasnya di surga, dan Allah Mahamengetahui lagi Mahamengatur tentang hal itu:

1 Adapun wanita yang telah meninggal sebelum bersuami, maka dia akan dinikahkan oleh Allah di surga dari seorang laki-laki dunia yang Allah kehendaki, berdasarkan hadits Nabi “Dan tidaklah di dalam surga itu ada seorang yang bujang” (HR. Muslim 5062) Syaikh ibnu “Utsaimin berkata, “Jika seorang wanita belum menikah di dunia, maka sesungguhnya Allah akan menikahkannya dengan suami yang bisa menyenangkannya di surga Maka kenikmatan surga tidaklah terbatas hanya pada kaum laki-laki, akan tetapi diperuntukkan bagi laki-laki dan perempuan Dan di antara bentuk kenikmatan surga adalah pernikahan.”

2. Wanita yang mati dalam keadaan ditalak atau janda, maka ia pun akan dijodohkan oleh Allah seperti wanita yang pertama.

3. Wanita shalihah yang suaminya tidak masuk surga, juga demikian keadaannya. Syaikh ibnu ‘Utsaimin berkata: “Jika seorang wanita terma suk penduduk surga dan dia belum menikah, atau suaminya yang dulu (di dunia) bukan termasuk penduduk surga, maka sesungguhnya jika dia telah masuk surga, kemudian di sana ada penduduk surga yang belum menikah dari golongan laki-laki, maka salah seorang di antara mereka yang akan menikahinya.” “Bahkan bisa saja dia dijodohkan dengan lelaki yang sekufu (sebanding), meskipun laki-laki itu sudah mempunyai istri lebih dari satu seperti Asiyah istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. mereka akan dinikahkan oleh Allah di surga dengan Nabi Muhammad Karena tidak ada yang pantas menjadi pendampingnya kecuali Rasulullah (Tafsir Ibnu Katsır 4/495 pada surat at-Tahrim, Tafsir al-Qurthubi 18/170, Fathul Qadir 4/231) Hisyam ibnu Khalid berkata, “Suami masuk neraka, dan istrinya masuk surga, maka istrinya diwariskan kepada ahli surga, sebagaimana istri Fir’aun akan diwarisi oleh ahli surga.” (Al-Tadzkirah: 461, Faidhul Qadir hadits no 7989, ad-Durr al Mantsur: 6/395, 8/225).

4.Adapun wanita yang meninggal setelah pernikahannya, maka di surga dia akan tetapmenjadi istri dari suami yang ditinggal mati dulu.

5. Adapun wanita yang suaminya meninggal, kemudian dia tinggal dan tidak menikah sesudahnya sampai wafat. maka dia akan menjadi istri suaminya tersebut di surga.

6. Adapun wanita yang suaminya meninggal lebih dulu, kemudian dia menikah lagi setelahnya, maka sesungguhnya dia untuk suaminya yang terakhir, sekalipun istrinya itu banyak. Berdasarkan sabda Nabi Istri itu untuk suaminya yang terakhir.” (HR. al-Baihaqi: 7/70, ath-Thabrani. Abu Ya’la, dll) Dan berdasarkan perkataan Hudzaifah kepada istrinya, “Jika engkau berkeinginan menjadi istriku di surga, maka janganlah menikah setelah (kematian) ku, dikarenakan seorang wanita di surga untuk suami suaminya yang terakhir di dunia. Oleh karena itulah Allah mengharamkan istri-istri Nabi untuk menikah setelah beliau, dikarena kan mereka adalah istri istri beliau di surga” (As-Silsilah ash-Shahihah, 3/275 no. 1281) Juga berdasarkan ucapan Ummu Darda (Hujai mah binti Hayy al-Aushababiyyah) ketika dilamar oleh Mu’awiyah, dia menolak dan berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, Istra itu untuk suamimu yang terakhir Maka saya tidak ingin mengganti Abu Darda dengan yang lain.” (Hadits shahih al-Mathalib al Alıyyah 2/67, al-Jamı al Shaghir. Tafsir al-Qurthubi (surat al-Ahzab). 229, Musykilul Atsar 1/376, Fatawa al-Ramli 6/268, dll).

REFERENSI:

JUDUL: RUMAH TANGGA SAMPAI DI SURGA

KARANGAN: UST. AHMAD SABIQ BIN ABDUL LATHIF ABU YUSUF, Lc

SUMBER: MAJALAH ALMAWADDAH

TANGGAL DIBUAT: DZULHIJJAH 1436 H

DIRINGKAS: SUMIRA

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

Adab Para Penghafal Al Qur'an
Adab 14/04/2026

Adab Para Penghafal Al-Qur’an

Adab Para Penghafal Al-Qur’an Beberapa adab penghafal Al-Qur’an antara lain, hendaknya ia berpenampilan sempurna dan berperangai mulia serta menjauhkan dirinya dari hal-hal yang dilarang Al-Quran demi memuliakan Al-Quran. Hendaklah ia menjaga diri dari profesi atau pekerjaan yang tercela, menghormati diri, menjaga diri dari penguasa kejam dan para pengejar dunia yang lalai. Tawadhuk terhadap orang-orang shalih, […]

3 cara mencapai akhlak mulia
Adab 07/04/2026

3  Cara Mencapai Akhlak Mulia

3  Cara Mencapai Akhlak Mulia Tidak disangsikan bahwa salah satu hal yang terberat bagi manusia adalah melawan hawa nafsu untuk mengubah tabiat yang buruk lantas menggantinya dengan akhlak yang terpuji. Namun seberat apa pun, perubahan tersebut tidak mustahil. Terdapat banyak cara yang akan membantu seseorang meraih akhlak mulia tersebut. Di sini disebutkan di antaranya. 1. […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map