Skip to content

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat dan Peringatan

ykkokut
8 menit baca
cukuplah kematian sebagai nasihat

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat dan Peringatan – Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan memohon ampunan  kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan dari kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan siapa saja yang di sesatkan oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat memberikannya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

Allah Ta’ala tidak menciptakan makhluk kecuali agar mereka melakukan ibadah kepada-Nya berfirman:

وَماَ  خَلَقْتُ الَجِنَّ وَلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyyat[51]: 56)

Kematian dan sakaratul maut selalu membayangi setiap jiwa. Tak ada seorang pun dapat mengelak darinya. Sejak dahulu sampai sekarang kedatangannya yang selalu dikhawatirkan. Mungkin Sebagian manusia hanya tertunduk lesu dihadapannya dan tidak paham tentang hakikatnya, kecuali sekedar menerima kejadian tersebut sebagai salah satu kejadian alam yang akan dilalui oleh setiap orang hidup. Namun dengan adanya berota-berita al-Qur’an dan hadits yang shahih, mampu membuka misteri tabir kematian. Sungguh, kematian bukanlah sebagaimana yang diyakini oleh orang jahiliah dahulu, sebagai akhir dari segala hal. Bahkan kematian adalah gerbang menuju alam akhirat, pintu kehidupan baru yang kekal abadi selamanya. Ada kalanya penuh dengan kebahagiaan atau kesengsaraan yang tiada henti.

Kematian melenyapkan semua kelezatan, pemisah keluarga dan kekasih, pemutus harapan yang Panjang, hakikatnya pahit dan tempat Kembali yang telah di tentukan. Inilah yang membuat setiap manusia merasa merinding. Kematian datang terkadang didahului dengan tanda-tanda yang jelas, terkadang samar, bahkan tak ada tanda-tanda sedikit pun. Betapa banyak manusia asalnya sehat kemudian meninggal. Sudah banyak pemuda-pemuda yang meninggal mendahului kita, bahkan kecil yang belum cukup umur sudah tiada.

Detik-detik menjelang kematian, datanglah Malaikat Maut untuk mencabut ruh. Apa yang Anda rasakan jika Sebagian tubuh Anda terpotong? Tidak diragukan lagi, pastinya merasakan sakit yang sangat luar biasa. Lalu bagaimana apabila yang dicabut itu adalah ruh? Itulah sakaratul maut, sebagaimana Rasulullah menjelang wafatnya sakit parah, dan beberapa kali pingsan. Aisyah mengatakan, ”Di depan Rasulullah ada kantong kulit dan bejana  berisi air, lantas beliau memasukan kedua tanggan nya seraya mengucapkan, wajahnya dengan kedua nya seraya mengucapkan, Laa-ilaaha-illallah…, sungguh kematian mengiringin sekarat. Kemudian beliau ulurkan tangan nya dan berseru, Ya Allah, pertemukanlah aku dengan kekasih yang Mahatinggi. Hingga akhirnya beliau wafat dan tangannya dalam keadaan miring.” (HR.al-Bukhari: 6145)

  1. Allah bersumpah dengan Sebagian makhluk -Nya untuk menunjukkan kekuasaan dan kebesaran-Nya, seakan-akan  Allah mengatakan, ”Aku bersumpah dengan apa yang Kuciptakan. “Adapun makhluk, tidak di perbolehkan bersumpah dengan selain Allah, karena sumpah mengandung pengagungan terhadap sesuatu yang sumpah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لاَ تحلفوا با با ئكم ومن كان حالفا فليحلف با الله

Artinya: “Janganlah kalian kalian bersumpah dengan bapak -bapak kalian, maka siapa saja yang bersumpah, hendaklah bersumpah  dengan nama Allah.” (HR. al-Bukhari: 7401)

2. Termasuk akidah Ahlus sunnah ialah mengimani adanya Malaikat Maut (Malakul Maut) yang bertugas mencabut ruh manusia. Mereka di beri tugas tinggi oleh Allah untuk mencabut nyawa Ketika sudah ketentuan ajal bagi manusia , dan mereka pun tidak pernah luput sedikit pun. (QS. al-An’am:61)

3. Malaikat Ketika mencabut ruh manusia terbagi menjadi 2 ; ada yang dengan cara keras dan juga ada yang lemah lembut. Mencabut dengan kasar Ketika mencabut ruh orang kafir, sebagaimana di dalam hadis, Rasulullah mengatakan: ”Sesungguhnya seorang hamba yang kafir apabila telah terputus dari dunia dan mendekati akhirat, turunlah para Malaikat kepadanya dari langit yang wajah hitam pekat, sambil membawa kain yang kasar, lalu mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian datanglah Malaikat Maut dan duduk disamping kepalanya, lantas berkata, ’Wahai jiwa yang jelek, keluar engkau menuju kemungkaran Allah!’ ”Kemudian Nabi  pengait -pengait besi dari kain wool yang basah.”

Adapun Ketika mencabut ruh orang mukmin, dengan lemah lembut. Rasulullah bersabda dalam hadist, ”Sesungguhnya seorang hamba yang beriman, apabila terputus dari dunia dan mendekati akhirat, turunlah kepadanya para malaikat  dari langit dengan wajah yang putih bersinar seperti matahari. Mereka membawah kain kafan dan wewangian dari surga, lalu mereka duduk sejauh mata memandang. Setelah itu datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya dan berkata ‘Wahai jiwa yang suci, keluarlah menuju ampunan dan ridho Allah ‘”Rasulullah menggambarkan, ”Maka ruh itu keluar seperti air yang dituangkan dari wadahnya.”

4. Malaikat diberi kekhususan oleh Allah, yaitu kekuatan yang luar biasa, bahkan mampu mengalahkan makhluk lain semisal jin. Mereka mampu naik turun dari langit dengan cepat untuk membawa perintah Allah, selalu segera menjalankan ketaatan kepada Allah. Dan yang terpenting, mereka tidak pernah sedikitpun terlambat dalam menjalankan tugas. (QS. at-Tahrim: 6)

5. Malaikat memiliki tugas mengurusi urusan dunia. Di sana ada banyak para Malaikat yang diberi Amanah oleh Allah untuk mengurusi alam semesta, semisal Jibril membawa wahyu, Israfil meniup sangkakala, Mika’il bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman, Malaikat Maut bertugas mencabut ruh, dan diantara mereka ada menjaga surga, neraka, menulis catatan amal manusia dan masih banyak lagi.

6. Kedudukan Malaikat di sisi Allah. Malaikat mempunyai kemuliaan dan kedududkan yang tinggi di sisi Allah. Karenanya Allah bersumpah dengan para Malaikat untuk menunjukkan kebesaran-Nya dan keistimewaan      Malaikat daripada makhluk yang lain. Bahkan mereka mempunyai tugas-tugas mulia dan didukung dengan sifat-sifat yang mulia pula, semisal kekuatan, kecepatan dan mampu menjalankan perintah Allah dengan kesempurnaan.

Dasyatnya fitnah akhir zaman

Fitnah yang muncul pada akhir zaman banyak sekali, fitnah ini cukup mengguncangkan keimanan, yaitu fitnah lenyapnya ilmu din dan menyebarnya kebodohan, fitnah perpecahan umat Islam, fitnah terjadinya pembunuhan di kalangan kaum muslimin, fitnah khuruj (keluar dari ketaatan kepada pemimpin kaum muslimin yang sah) dan banyak fitnah-fitnah yang lain nya….

Sebab kemungkaran jumlah dzikir

Sebagai penutup dari tulisan ini, perlu kiranya kami sampaikan tentang sebab dari kemungkaran saat kita melaksanakan dzikir kepada Allah dengan dzikir-dzikir yang asalnya disyari’atkan. Sehingga kita dapat menghindarinya dan akan semakin mendekatkan kita kepada Allah.

Abdullah bin Amru bin al-Ash berkata, ”Aku melihat Rasulullah menghitung tasbih (dzikir) dengan tangan beliau.”

Dari Yusairah bahwa Rasulullah bersabda kepada para sahabat, ”Hendaknya kalian selalu bertasbih (mengucapkan subhanallah/ Mahasuci Allah), bertahlil (mengucapkan laa ilaaha illallah/ tidak ada sesembahan yang benar selain Allah), dan menyucikan/ mengagungkan-Nya, dan hitunglah (dzikir-dzikir  tersebut) dengan ruas-ruas jari tangan, karena jari-jari tangan akan menjadi saksin di hari kiamat nanti.

Kedua hadits diatas menunjukan tentang keutamaan menghitung jumlah dzikir dengan jari-jari tangan, karena jari-jari itu, sebagaimana anggota badan lainya, akan menjadikan saksi dihadapan Allah pada hari kiamat atas amal kebaikan yang dilakukan olah seorang hamba di dunia. Adapun menghitung jumlah dzikir dengan subhanallah(biji-biji tasbih), maka ini merupakan cara berdzikir yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Cukuplah dua hadits diatas menunjukan adanya biji-bijian tasbih ini menjadikan banyak muslimin meninggalkan petunjuk Rasulullah saat menghitung jumlah dzikir  dengan tangan kanan nya. Padahal dzikir seperti ini jelas lebih utama dan di ridhoi oleh Allah

Ada hadits yang menisbatkan kepada Rasulullah tentang keutamaan berdzikir dengan biji-bijian tasbih, tetapi hadits ini adalah hadits palsu yang di dustakan atas nama Rasulullah. Lahfaz hadits retsebut adalah, ”Sebaik-baik alat untuk berdzikir adalah subhana (biji-bijian tasbih).

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam ad-Dailami dalam ”Musnadul Firdaus” (4/98) dengan sanadnya dari Ali bin Abi Thalib dari Rasulullah.

Hadits ini adalah hadits palsu, karena di dalam sanadnya ada rawi yang Bernama Muhammad bin Harun bin Isa bin Manshur al-Hasyimi. Imam Ibnu Asakir dan Imam al- Khatib al-Bagdadi menyifatinya sebagai pmalsu hadits. Juga rawi yang Bernama Abdus shamad bin Musa al-Hasyimi, di nyatakan lemah riwatnya oleh para ulama dan dia meriwayatkan hadits-hadits yang mungkar.

Demikian pula hadits Riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah berdzikir dengan menggunakan batu-batu krikil. Hadits ini juga hadits palsu karena di dalam nya ada sanad rawi yang Bernama Abdullah bin Muhammad al-Qudami, dia meriwayatkan hadits-hadits yang palsu dari Imam Malik.

Sebagian dari para ulama ada yang membolehkan berdzikir dengan biji-bijian tasbih, mereka berdalil (berargumentasi) dengan beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah membolehkan dan membiarkan beberapa orang sahabat yang berdzikir dengan menggunakan batu-batu kerikil dan biji-biji kurma. Akan tetapi semua hadits tersebut lemah dan sama sekali tidak bisa dijadikan sebagai sandaran.

Yang paling terkenal adalah dua hadits, dari Sa’ad bin Abi Waqqash dan Shafiyah bintu Huyay Hadits yang pertama, dalam sanadnya ada rawi yang tidak dikenal (majhul) dan rawi yang tercampur hafalannya (mukhtalath). Sedangkan hadits yang kedua, dalam sanadnya ada rawi yang lemah.

Kesimpulannya, petunjuk yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dan diridhai Allah dalam menghitung jumlah dzikir adalah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Adapun menggunakan biji-bijian tasbih, maka ini bertentangan dengan petunjuk Rasulullah dan para sahabat, sehingga Sebagian dari para ulama menghukuminya termasuk perbuatan bid’ah. Dan ingat kematian juga bisa dijadikan peringatan melelui kita mendekatkan diri kepada Allah, dengan cara berdzikr, berdoa dan melakukan amalan-amalan yang shalih. Dzikr juga bisa menambah pahala-pahala kita yang memberatkan amal kita nanti di akhirat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang beriman, kalau seandainya orang-orang yang melakukan dzikir-dzikir yang menyimpang tersebut mau mencukupkan diri dengan dzikir yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, maka tentu, dengan izin Allah, meraka akan terhindari dari keburukan dan kesesatan ini. Wallahul must’an

REFERENSI:

Dibuat Oleh: RIZQI ALFAZA (Pengabdian Ma’had Imam Al-albani PRABUMULIH)

Sumber: Majalah al-Mawaddah “Menuju keluarga Sakinah, Mawaddah dan Rahma Jumadal Ula 1437 H

Nama Penulis: Ust. Abdulllah bin Taslim al-Buthoni, M.A dan Ust.Muhammad Aunus Shofy

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

kacamata iman setengah isi setengah kosong
Muhasabah 03/03/2026

Memandang Hidup dengan Kacamata Iman: Antara Setengah Isi dan Setengah Kosong

Memandang Hidup dengan Kacamata Iman: Antara Setengah Isi dan Setengah Kosong – Cara manusia memandang kehidupan sangat menentukan bagaimana ia bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan. Dua orang bisa berada dalam kondisi yang sama, namun menghasilkan respons yang sangat berbeda. Perbedaan itu sering kali bukan terletak pada keadaan, melainkan pada sudut pandang. Inilah inti pesan yang […]

instrospeksi diri muhasabatun nafsi
Muhasabah 10/02/2026

Introspeksi Diri Atau Muhasabatun Nafsi

Introspeksi diri dalam bahasa ilmiah dikenal dengan istilah Muhasabatun-nafs. Dia merupakan perkara yang sangat penting. Jiwa manusia tidak akan baik kecuali mau mengintrospeksi dirinya sendiri. Barangsiapa yang introspeksi diri pada hari ini dia akan selamat pada hari esoknya, insya Allohu Ta’ala. Definisi Muhasabatun-Nafs Imam al-Mawardi rahimahullah mengatakan: “Muhasabah adalah mengintrospeksi diri pada malam hari terhadap […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map