Skip to content

Bahaya Berbagai Macam Fitnah  

ykkokut
9 menit baca
bahaya berbagai macam fitnah

Bahaya Berbagai Macam Fitnah – Selama kita di hidup di dunia ini pasti kita mendapatkan fitnah/ujian, terkadang kita diuji dengan hal yang menggembirakan kita seperti, mendapatkan kesehatan badan, mendapat rezeky yang cukup, mendapat beberapa pujian dari teman atau kerabat dekat dan sebagai nya terkadang kita juga diuji dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti sakit yang menimpa tubuh kita, dikecewakan oleh teman terdekat, rezeky yang kurang bercukupan, dan beberapa ujian atau musibah lainnya. Dan itu semua merupan ujian bagi keimanan kita, apakah kita akan bersyukur ketika mendapatkan hal yang menyenangkan dan bersabar ketika mendapatkan keburukan apakah kita kufur mendapatkan hal yang  menyenangkan dan putus asa saat ditimpa keburukan.

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman ibn Nashir as-Sa’di Rahimahullah berkata: Allah mengabarkan tentang ke-sempurnaan hikmah-Nya. Di antara hikmah-Nya, tidaklah menjamin setiap orang yang berkata “saya orang mukmin” lalu dia selamat dari fitnah, dia dibiarkan, tidak dihadapkan dengan perkara yang menghalangi imannya, kita dapat mengambil faidah dari  perkataan dari salah satu ulama’ kita ini yaitu; tidak akan diketahui kebenaran iman seorang hamba jika ia tidak diuji terlebih dahulu, layaknya seorang pekajar yang ingin naik kelas, atau melanjutkan studi berikutnya yang lebih tinggi, atau lebih berat dari sebelumnya maka ia wajib mengiktui ujian  yang diadakan oleh sekolah untuk  mengetahui apakah dia layak untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi atau tidak.

maka sudah menjadi sunnah-Nya untuk umat yang dahulu dan umat ini pasti akan diuji dengan kelapangan dan kesengsaraan, kesulitan dan kemudahan, kesenangan dan kebencian, kaya dan miskin, diuji terkadang musuh menang, musuh memerangi umat Islam dengan perkataan dan perbuatan me-reka, dan ujian lainnya. Ini semua adalah fitnah, semua ini mengarah kepada fitnah syubhat yang menghalangi aqidah yang benar, dan fitnah syahwat yang menghalangi manusia untuk beramal shalih, barang siapa ketika dihadapkan pada fitnah syubhat dan syahwat dia tetap teguh imannya, tidak goncang, dan ia menangkis semua syubhat itu dengan ilmu yang benar, dan ketika datang fitnah syahwat yang menyeru melakukan dosa, ia menolaknya dengan melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya, inilah ia benar imannya; tetapi jika datang fitnah syubhat, ia ragu-ragu dan bingung dan ketika datang fitnah syahwat, ia jatuh kepada kemaksiatan, inilah orang tidak benar imannya. Dengan ujian ini, manusia berbeda tingkatan iman-nya, ada yang kuat imannya dan ada yang lemah,nya, ada yang kuat imannya dan ada yang lemah, maka hanyalah Allah yang Mahatahu. Kita mohon kepada Allah semoga Dia meneguhkan ucapan tauhid kita di dunia sampai di akhirat dan mengo-kohkan hati kita dengan din-Nya. Ujian bagikan tukang besi membakar besi untuk mengetahui besi-murninya dan kotorannya. (Baca Tafsir al-Karimurrahman (1:626)!

MAKNA FITNAH

Kata fitnah di dalam al-Qur’an banyak sekali maknanya, namun kalau disimpulkan seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Manzhur الله beliau berkata, “Fitnah adalah bala, ujian, dan cobaan.” Baca Lisa-nul-‘Arab (13:317)!

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

(قلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيم)

Artinya: Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. {QS Ali ‘Im-ran (3):31}

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rahimahullah berkata: “Ayat ini oleh sebagian ulama salaf dinamakan ayat imtihan atau ujian, maksudnya untuk menguji orang yang mengaku dirinya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, perlu kita berkata kepadanya: ‘Jika kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka ikutilah sunnah Rasulullah, jika ia mengikuti sunnah Rasulullah, ia benar imannya, tetapi jika dia menyelisihi sunnahnya, maka dia bohong.”

DAHSYATNYA FITNAH AKHIR ZAMAN

Fitnah yang muncul pada akhir zaman banyak sekali, fitnah ini cukup menggoncangkan keiman-an, yaitu fitnah lenyapnya ilmu din dan menyebar kebodohan, fitnah perpecahan umat Islam, fitnah terjadinya pembunuhan di kalangan kaum mus-limin, fitnah khuruj (keluar dari ketaatan kepada pemimpin kaum muslimin yang sah), fitnah takfir (pengkafiran) dan tabdi’ (pembid’ahan), fitnah sa-ling menghajr dan saling mencela, fitnah teroris, fit-nah meninggalkan ilmu din karena ambisi dunia.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan dahsyatnya fitnah akhir zaman diumpamakan seperti gelombang yang cukup besar di tengah lautan yang luas dan dalam:

قال شَقِيقُ سَمِعْتُ حُذَيْفَةَ يَقُولُ بَيْنَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ عُمَرَ إِذْ قَالَ أَيُّكُمْ يَحْفَظُ قَوْلَ النَّبِيِّ فِي الْفِتْنَةِ قَالَ فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ. قَالَ : لَيْسَ عَنْ هَذَا أَسْأَلُكَ وَلَكِنْ الَّتِي تَمُوجُ كَمَوْجِ الْبَحْرِ قَالَ لَيْسَ عَلَيْكَ مِنْهَا بَأْسُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ بَيْنَكَ وَبَيْنَهَا بَابًا مُغْلَقًا قَالَ عُمَرُ أَيُكْسَرُ الْبَابُ أَمْ يُفْتَحُ قَالَ بَلْ يُكْسَرُ. قَالَ عُمَرُ : إِذًا لَا يُغْلَقَ أَبَدًا ، قُلْتُ : أَجَلْ ، قُلْنَا لِحُذَيْفَةَ أَكَانَ عُمَرُ يَعْلَمُ الْبَابَ قَالَ نَعَمْ كَمَا يَعْلَمُ أَنَّ دُونَ غَدٍ لَيْلَةً وَذَلِكَ أَنِّي حَدَّثْتُهُ حَدِيثًا لَيْسَ بِالْأَغَالِيط

Artinya: Syaqiq berkata: Aku mendengar Hudzaifah menuturkan: Ketika kami duduk-duduk ber-sama ‘Umar tiba-tiba ia bertanya: “Siapa di antara kalian yang menghafal sabda Nabi tentang fitnah?” Maka Hudzaifah menjawab: “Fitnah seseorang di keluarganya, hartanya, dan anaknya serta tetangganya bisa terhapus oleh shalat, sedekah, dan amar makruf nahi mung-kar.” “Umar berkata: “Bukan tentang ini yang aku tanyakan kepadamu, tetapi tentang (fitnah) yang bergelombang seperti lautan.” Hudzaifah berkata: “Kamu tidak terkena dampaknya dari fitnah itu, ya Amiralmukminin, sebab antara kamu dan fitnah itu terdapat pintu tertutup.” “Umar bertanya: “Apakah pintunya dipecahkan atau dibuka?” Hudzaifah menjawab: “Bahkan dipecahkan.” Maka ‘Umar berkata: “Kalau be-gitu, tidak ditutup selama-lamanya.” Hudzaifah menjawab: “Betul.” Saya (Syaqiq) bertanya kepada Hudzaifah: “Apakah ‘Umar mengetahui pintu itu?” Hudzaifah menjawab: “Ya, sebagai-mana ia mengetahui bahwa setelah esok ada malam, yang demikian itu karena aku menceri-takan hadits kepadanya tanpa kekeliruan.” (HR Muslim (No. 386)}

Hadits ini menunjukkan bahwa fitnah itu sulit dibendung, karena pintunya pecah, sehingga tidak bisa ditutup, fitnah itu akan menyebar ke mana-mana.

MENGENAL FITNAH

Fitnah pasti terjadi. Orang yang tidak mau tahu fitnah, tentu dia akan terjerumus di dalamnya dan sangat membahayakan agama dan kehormatan dirinya, rugi dunia dan akhiratnya. Sebaliknya, orang yang mengetahui fitnah dia akan berusaha menjauhi kejahatannya.

Shahabat Hudzaifah ibn al-Yaman Radhiyallahu Anhu berkata: “Orang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang ke-baikan, sedang aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir aku terkena keburuk-an itu.” {Shahih Muslim (4890)}

Penyair berkata:

عَرَفْتِ الشَّرَّ لَا لِلشَّرِّ بَلْ لِتَوَفَّيهِ . وَمَنْ لَا يَعْرِفْالشَّرَ يَقَعْ فِيه

“Saya mengenal kejelekan bukan untuk saya ker-jakan, tetapi untuk menjauhinya. Barang siapa yang tidak mengenal kejelekan, dia jatuh menger-jakannya.”

fitnah yang besar melanda di mana-mana dan ada pula fitnah yang mudah dia-Stasinya, dan terhapus dosanya dengan amal shalih, di antaranya:

1. Fitnah istri, anak, dan harta

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرُ عَظِيمُ

Artinya: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hany-alah cobaan (bagimu). Di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS at-Taghabun (64): 15)

Dari Ka’ab ibn ‘Iyadh, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

Artinya: “Sesungguhnya pada setiap umat itu terdapat fitnah. Fitnah umatku adalah harta.” (Shahih: ash-Shahihah (594). HR at-Tirmidzi (No. 2336))

Al-Imam asy-Syaukani menafsirkan ayat ini: Allah mengabarkan bahwa istri, anak, dan harta itu bala, fitnah, dan ujian, terkadang menyeret ka-lian kepada perkara yang haram, dan menghalangi kamu beribadah kepada Allah maka janganlah kamutaati mereka ketika mengajak kamu kepada perbuat-an maksiat. Allah akan memberi pahala kepada kamu jika kamu tetap memilih taat kepada Allah dan tidak maksiat kepada-Nya pada saat mencintai harta dan anak. (Tafsir Fathul Qadir (7:237)}

Hendaknya kita mendidik istri dan anak kita dengan pendidikan syari’at Islam, senantiasa menasihatinya dan hendaknya kita membelanjakan harta dalam rangka mencari ridha Allah.

2. Fitnah berupa kebaikan dan kejelekan

Kita di dunia diuji dengan kebaikan dan ke-burukan, dengan yang haram dan yang halal, ada orang Islam, kafir, dan munafik. Ini semua un-tuk menguji keimanan hamba, dia memilih yang mana? Dengan pilihannya, ia akan mendapatkan imbalannya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebai-kan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiya’ (21): 35)

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman as-Sa’di Rahimahullah berkata: Allah menjadikan hamba di dunia diuji de-ngan perintah dan larangan, kebaikan dan kejele-kan, kaya dan miskin, dipuji dan dihina, hidup dan mati, ini semua cobaan, untuk diketahui siapa yang beramal baik, dan siapa yang selamat ketika difit-nah, jika dia beramal baik akan dibalas kebaikan, jika maksiat akan dibalas dengan siksaan. (Tafsir al-Karimurrahman (1: 523)

3. Fitnah berupa perbedaan keadaan manusia

Allah menguji manusia ada yang sehat dan sakit, ada yang miskin dan kaya, dan pasangan lainnya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebe-lummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabbmu Maha Melihat”. (QS. al-Furqan (25): 20}

Ibnu Katsir berkata: Kami (Allah) menguji kalian sebagian atas sebagian yang lain dengan berbeda keadaannya, untuk Kami ketahui mana yang taat dan mana yang maksiat. (Tafsir Ibnu Katsir (6:100)}

Orang yang beriman diuji oleh Allah ngan keadaan yang berbeda; terkadang sakit dan sehat, sengsara, bahagia, sedih, dan gembira; kaya dan miskin. Ini semua hanyalah fitnah, untuk di-ketahui siapa yang bersabar dan tetap berharap tat-kala diuji dengan keadaan yang tidak menyenang-kan dirinya sehingga dia mendapatkan pahala, dan siapa yang bersyukur serta meningkatkan khauf-nya tatkala diuji dengan kesenangan sehingga mendapatkan pahala; demikian pula sebaliknya. Solusinya, perlu bersabar atas sesuatu yang tidak menyenangkan dirinya, dan meningkatkan menun-tut ilmu dan beramal shalih yang wajib dan sunnah.

Ini semua kita akan bisa menghadapinya de-ngan bersabar ketika mendapatkan sesuatu yang menyedihkan, dan meningkatkan ibadah yang wajib dan sunnah, karena kemuliaan orang tergan-tung pada ketaqwaannya kepada Allah.

4. Fitnah berupa pujian dan pelecehan

Sebagian umat ini difitnah, jika dia berjuang membela agama Allah, lalu ada yang memuji dia berlanjut, sebaliknya jika dicela, difitnah atau dianiaya, dia berhenti dan putus asa, maka ini sifat-nya orang munafik yang harus kita jauhi.

Allah Subhanhu Wata’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِن جَاءَ نَصْرُ مِن رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai adzab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Rabbmu, mereka pasti akan berkata: “Ses-ungguhnya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia.” [QS al-‘Ankabut (29): 10)

Hanya dengan ikhlas mencari ridha Allah ketika kita sedang berjuang dan bersabar atas ca-cian, Insyaallah kita akan selamat.

5. Fitnah syahwat dan perzinaan

dengan dikaru-Manusia diuji oleh Allah niai syahwat, senang kepada wanita, tetapi banyak orang yang terjerumus melampiaskan syahwat de-ngan jalan yang haram, homoseks, lesbian, onani, zina, dan perbuatan mesum lainnya:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِي عَنِ النَّبِيِّ قَالَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

Artinya: Dari Abu Sa’id al-Khudri, sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Maka takutlah akan fitnah dunia dan takutlah akan fitnah wanita, sesungguhnya fitnah pertama kali yang men impa kepada Bani Isra’il adalah fitnah wanita.” (HR Muslim (No. 7124))

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ, عَنِ النَّبِيِّ قَالَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Artinya: Dari Usamah ibn Zaid dari Nabi beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Tiadalah aku meninggalkan sesu-dahku fitnah yang lebih membahayakan bagi kaum pria melainkan fitnah wanita.” (HR al-Bukhari (No. 4808)}

Solusinya, hendaknya segera menikah. Jika be-lum mampu, hendaknya bersabar, sering berpuasa sunnah, dan memperbanyak ibadah yang wajib dan sunnah, serta menjauhi segala hal yang men-jadi bangkitnya syahwat yang haram.

Kita sudah mengetahui apa itu fitnah, dan apa saja bentuk-bentuk fitnah tersebut Bahkan sudah disebutkan beberapa solusi untuk menghindari fitnah-fitnah tersebut. Dan sudah disebutkan beberapa solusi untuk menghindari fitnah-fitnah tersebut. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari sifat tercela di saat kita menghadapi fitnah-fitnah-Nya. Aamiin.

Referensi:

Penulis                  : ustadz Aunur Rofiq Ghufron

Judul                     : Fitnah melanda

Peringkas             : Neyza Hendira

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

Macam-Macam Syirik?
Aqidah 06/04/2026

Macam-Macam Syirik Besar

MACAM -MACAM SYIRIK BESAR Masih dari Ibnu Rajab Rahimahullah, “Allah menikmati orang-orang musyrik bahwa mereka adalah orang-orang yang mengikuti hawa nafsu dalam beberapa ayat dalam kitabNya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: فَاِنْ لَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكَ فَاعْلَمْ اَنَّمَا يَتَّبِعُوْنَ اَهْوَاۤءَهُمْۗ وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰىهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ Artinya: […]

Apakah Jin Mukmin Masuk Islam?
Aqidah 04/04/2026

Apakah Jin Mukmin Akan Masuk Surga?

Apakah Jin Mukmin Akan Masuk Surga? Para ulama, baik dari kalangan salaf dan khalaf, telah bersepakat bahwa jin kafir akan masuk neraka. Tetapi, mereka berbeda pendapat mengenai jin Mukmin. Apakah mereka akan masuk surga seperti halnya manusia yang beriman? Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah berkata, “Ada empat pendapat para ulama mengenai hal ini: Pendapat pertama: […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map