Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Meratakan Gigi Serta Menghilangkan Gigi Yang Lebih

Syaikh Sholih bin Fauzan bin Abdulloh Fauzan ditanya [1]: Apakah diperbolehkan meluruskan gigi serta menjadikannya saling berdekatan hingga tidak berantakan?

Beliau menjawab: Apabila hal ini dibutuhkan, seperti halnya gigi mengganggu dan perlu dibetulkan, maka hal ini tidak mengapa. Adapun jika hal ini tidak diperlukan maka tidak boleh. Bahkan terdapat larangan dari meruncingkan serta merenggangkan gigi dalam rangka agar terlihat indah. Hal tersebut mendapat ancaman karena termasuk perkara yang tidak bermanfaat dan termasuk merubah ciptaan Alloh.

Adapun apabila hal ini dalam rangka pengobatan atau menghilangkan sesuatu yang memperburuk atau keperluan yang lain seperti seseorang tidak mampu untuk makan kecuali dengan memperbaiki gigi atau meluruskannya maka hal tersebut tidak mengapa.”

Syaikh Abdulloh bin Abdurrohman Al-Jibrin pernah ditanya[2] : Apakah hukum menghilangkan gigi yang lebih?

Beliau menjawab: “Tidak mengapa mencabut gigi yang lebih karena gigi tersebut merusak pemandangan dan seseorang merasa terganggu karenanya. Demikian juga tidak mengapa merapikan gigi tersebut dengan mengikir dan yang semisalnya. Dan tidak boleh merenggangkan serta meruncingkan, karena terdapat larangan dari melakukan hal tersebut.

Sumber: Majalah Lentera Qolbu Edisi 02 Tahun 02

[1] Fatâwâ Nûr `alad Darb, Fadhilatusy Syaikh Sholih bin Fauzan hal. 34.      476.

[2] Fatâwâl Mar’ah, hal. 98.

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.