Ponpes DQH Mengadakan Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam Bersama BPBD OKU Timur
MARTAPURA, OKU TIMUR – Dalam upaya membangun lingkungan pendidikan yang tanggap dan tangguh terhadap potensi bencana, Pondok Pesantren (Ponpes) DQH menggelar kegiatan “Workshop dan Simulasi Kesiapsiagaan Penanganan Bencana”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Timur.
Acara yang berlangsung di aula/masjid utama pondok pesantren ini diikuti oleh ratusan santri, jajaran pengajar, serta staf pendukung. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta keterampilan praktis bagi warga pesantren dalam menghadapi situasi darurat jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
Edukasi dan Simulasi Lapangan Tim ahli dari BPBD OKU Timur memberikan materi komprehensif yang meliputi pengenalan jenis-jenis bencana, teknik evakuasi mandiri, hingga pertolongan pertama pada korban. Tidak hanya teori, para santri juga diajak melakukan simulasi langsung, seperti cara berlindung yang benar saat gempa bumi dan prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang aman.
Pihak pengelola Ponpes DQH (Ustadz Ali Sodikin, S.Pd.I) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah proaktif pesantren untuk memastikan keselamatan seluruh santri. “Kami ingin santri tidak hanya cerdas secara spiritual dan akademik, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan fisik dan mental dalam menghadapi tantangan alam,” ujar perwakilan pondok.
Sinergi untuk Keselamatan Sementara itu, perwakilan dari BPBD OKU Timur mengapresiasi inisiatif Ponpes DQH. Menurutnya, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dengan konsentrasi massa yang besar, sehingga pengetahuan mitigasi bencana menjadi sangat krusial.
“Sinergi ini sangat penting. Kami berharap dengan pelatihan ini, Ponpes DQH dapat menjadi role model sebagai ‘Satuan Pendidikan Aman Bencana’ di wilayah OKU Timur,” ungkap instruktur dari BPBD.
Dengan terlaksananya workshop ini, diharapkan seluruh warga Ponpes DQH memiliki kepercayaan diri dan pengetahuan yang mumpuni untuk meminimalisir risiko jika terjadi bencana, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Baca juga artikel:
Amalan Menambah Kasih Sayang Allah
Hukuman Homoseks Dibakar vs Dilempar dari Tempat yang tinggi
