Skip to content

Amalan Menambah Kasih Sayang Allah

ykkokut
7 menit baca
amalan menambah kasih sayang allah

Amalan Menambah Kasih Sayang AllahBismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Seseorang dapat memasuki surga semata-mata karena rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amal saleh yang dikerjakan manusia di dunia, betapa pun banyaknya, tidak akan pernah cukup untuk dijadikan alat tukar atau tiket untuk membeli kenikmatan surga yang abadi dan sempurna. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang dari kalian masuk surga dengan amalnya.” Para sahabat bertanya, “Apakah engkau juga demikian, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Saya pun demikian, kecuali jika Allah meliputi saya dengan rahmat-Nya.”

Berdasarkan penjelasan para ulama, terdapat kaidah utama dalam keselamatan akhirat: seseorang selamat dari neraka karena ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala, masuk ke dalam surga karena rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan tingkatan atau level di dalam surga ditentukan berdasarkan amal perbuatannya. Amal saleh adalah sebab datangnya rahmat, namun rahmat itulah yang memasukkan seseorang ke dalam surga. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap Muslim untuk mengejar amal-amal spesifik yang dapat menarik dan menambah kasih sayang (rahmat) Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan diri-Nya sendiri untuk bersifat rahmat, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَة

Artinya: “Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya.” (QS. Al-An’am: 54).

Berikut adalah uraian mendalam mengenai amalan-amalan yang dapat menambah kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala:

1. Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Takwa merupakan sebab utama untuk meraih rahmat Allah yang bersifat khusus. Secara bahasa, takwa berarti menghalangi atau melindungi diri dari sesuatu. Dalam konteks syariat, takwa adalah membangun penghalang antara diri kita dengan azab Allah melalui ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ

Artinya: “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-A’raf: 156).

Rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu (rahmat ‘ammah) diberikan kepada seluruh makhluk, termasuk orang kafir dan pelaku maksiat dalam bentuk rezeki dan fasilitas duniawi. Namun, rahmat yang berkesinambungan hingga hari kiamat dan berbuah surga (rahmat khassah) hanya diberikan kepada mereka yang menjaga diri dari dosa, baik besar maupun kecil. Menghindari pandangan yang haram atau menahan diri dari kemaksiatan sekecil apa pun saat memiliki kesempatan melakukannya adalah pintu besar turunnya kasih sayang Allah.

2. Berinteraksi dengan Al-Qur’an (Membaca dan Mengikuti) Al-Qur’an adalah sumber rahmat bagi orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang memiliki perhatian besar untuk mempelajari, membaca, mentadaburi, serta mengamalkan isinya, maka ia akan senantiasa dinaungi kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS. Al-An’am: 155).

3. Menyimak Bacaan Al-Qur’an dengan Serius Bukan hanya membaca, bahkan sekadar mendengarkan dan menyimak (insat) bacaan Al-Qur’an dengan penuh perhatian dapat mendatangkan rahmat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 Artinya: “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204).

Menyimak berarti berusaha memahami dan meresapi makna ayat yang didengar, bukan sekadar membiarkan suara masuk ke telinga sementara hati dan pikiran sibuk dengan hal lain seperti telepon genggam.

4. Memperbanyak Istigfar Istigfar adalah kunci pembuka kasih sayang Allah. Semakin sering seorang hamba mengakui dosa-dosanya dan memohon ampunan, semakin besar cinta Allah kepadanya. Nabi Saleh Alaihissalam berkata kepada kaumnya:

لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” (QS. An-Naml: 46).

Waktu yang paling utama untuk beristigfar adalah di waktu sahur, karena pada saat itu Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia dan menawarkan ampunan bagi siapa saja yang meminta.

5. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya Ketaatan mutlak kepada perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun terkadang berlawanan dengan hawa nafsu, adalah jalan menuju rahmat. Aturan yang ditetapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sejatinya adalah untuk kemaslahatan hamba itu sendiri.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. Ali ‘Imran: 132).

6. Mendamaikan Perselisihan Sifat suka berdamai dan menjauhi pertengkaran adalah ciri orang yang dirahmati. Pertengkaran antar sesama Muslim dapat menjadi penghalang turunnya rahmat Allah.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).

7. Berbuat Ihsan Ihsan memiliki dua dimensi: ihsan kepada Allah (beribadah seolah melihat-Nya atau merasa diawasi oleh-Nya) dan ihsan kepada sesama makhluk.

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56).

Ketika seseorang menghadirkan perasaan diawasi oleh Allah (Muraqabah) dalam setiap tindakannya—seperti saat berdagang, bersedekah, atau saat emosi memuncak—maka ia telah mencapai derajat Ihsan yang mengundang rahmat khusus.

8. Menyayangi Sesama Makhluk Terdapat kaidah bahwa balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan (al-jaza’ min jinsil ‘amal). Barangsiapa menyayangi penghuni bumi, maka ia akan disayangi oleh Zat yang di langit. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ar-rahimuna yarhamuhumur Rahman.” (Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman). Menyayangi bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada hewan. Kasihan terhadap orang susah, anak yatim, atau bahkan memberikan minum kepada anjing yang kehausan dapat menjadi sebab turunnya kasih sayang Allah yang luas.

9. Berhijrah dan Berjihad di Jalan Allah Hijrah bermakna meninggalkan tempat yang buruk atau meninggalkan segala bentuk kemaksiatan karena Allah. Meskipun hijrah seringkali menuntut pengorbanan harta dan kenyamanan duniawi, Allah menjanjikan rahmat bagi mereka yang melakukannya dengan tulus. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah.” (QS. Al-Baqarah: 218).

10. Bekerja Sama dalam Salat Malam (Tahajud) Rumah tangga yang diberkahi adalah rumah tangga di mana suami dan istri saling mendukung dalam ibadah. Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati suami yang bangun malam lalu mengajak istrinya salat (bahkan dengan memercikkan air dengan lembut), dan begitu pula sebaliknya bagi istri yang mengajak suaminya. Kebahagiaan rumah tangga yang hakiki lahir dari kerja sama dalam mendekatkan diri kepada Allah. [2]

11. Salat Empat Rakaat Sebelum Asar Terdapat keutamaan khusus bagi mereka yang mengerjakan salat sunah empat rakaat sebelum salat fardu Asar (qabliah Asar). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semoga Allah merahmati seseorang yang salat empat rakaat sebelum Asar.” [3] Pelaksanaannya bisa dilakukan dua rakaat-dua rakaat atau empat rakaat sekaligus.

12. Menjaga Lisan (Bicara Baik atau Diam) Seorang hamba yang mampu mengendalikan lidahnya agar hanya mengucapkan hal-hal yang bermanfaat atau memilih diam saat ingin berbuat buruk, akan mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengekang lisan dari berkomentar buruk di media sosial atau menghindari caci maki adalah bentuk ketakwaan yang mendatangkan kasih sayang.

13. Memudahkan Urusan dalam Muamalah (Jual-Beli dan Utang) Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba yang tidak mempersulit urusan orang lain. Hal ini mencakup:

  • Mudah dalam menjual (tidak kaku atau terlalu keras dalam mengambil untung).
  • Mudah dalam membeli (tidak menawar secara berlebihan hingga menyusahkan penjual).
  • Mudah dalam menagih utang (memberikan kelonggaran bagi yang kesulitan).
  • Mudah dalam membayar utang (segera membayar jika mampu dan bersikap baik kepada pemberi utang).

14. Menghafal dan Menyampaikan Hadis Nabi Mempelajari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menghafalnya dengan benar, lalu menyampaikannya kepada orang lain agar ilmu tersebut tersebar, adalah amalan yang membuat wajah seseorang berseri-seri dan mendatangkan rahmat.

15. Mudah Memaafkan Orang Lain Memaafkan kesalahan orang lain, terutama bagi mereka yang telah menzalimi harga diri atau harta kita dan kemudian datang meminta maaf, adalah pintu rahmat yang sangat besar. Sifat pemaaf membuat hati tenang dan menjamin keselamatan di hari kiamat ketika tidak ada lagi dinar dan dirham untuk menebus kesalahan. Disebutkan dalam hadits:

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ، أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلِمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ، أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ، فَحُمِلَ عَلَيْهِ

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik berkaitan dengan kehormatan (nama baik) atau sesuatu yang lain, maka hendaklah ia meminta dihalalkan darinya hari ini (di dunia), sebelum datang suatu hari yang tidak ada lagi dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal saleh, maka akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya. Jika ia tidak memiliki kebaikan, maka akan diambil dari keburukan orang yang dizalimi lalu dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari dalam shahihnya (6534))

Daftar Pustaka

[1] Hadis Riwayat Bukhari, No. 5673 dan Muslim, No. 2816. [2] Hadis Riwayat Abu Dawud, No. 1308 dan An-Nasa’i, No. 1610. [3] Hadis Riwayat Tirmidzi, No. 430 dan Abu Dawud, No. 1271. [4] Hadis Riwayat Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, No. 4608. [5] Hadis Riwayat Bukhari, No. 2076. [6] Hadis Riwayat Abu Dawud, No. 3660 dan Tirmidzi, No. 2658. [7] Hadis Riwayat Bukhari, No. 2449.

Referensi:

Kajian Ustaz Firanda Andirja “Amalan Menambah Kasih Sayang Allah”

Diringkas dengan sedikit perubahan oleh:Riki Irawan (Staf Ponpes Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

Ponpes DQH Mengadakan DOnor Darah Gratis
Galery Kegiatan 05/05/2026

Ponpes DQH Gelar Donor Darah Gratis, Wujud Kepedulian Sosial Santri

Ponpes DQH Gelar Donor Darah Gratis, Wujud Kepedulian Sosial Santri OKU Timur, April 2026 – Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Hadits (DQH) mengadakan kegiatan donor darah gratis sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Kegiatan ini dilaksanakan pada [hari, tanggal kegiatan] bertempat di aula utama Ponpes DQH. Kegiatan donor darah ini merupakan hasil kerja sama antara […]

luasnya samudera rezeki
Umum 02/04/2026

Luasnya Samudera Rezeki

Luasnya Samudera Rezeki – Sesuatu yang dimaklumi, bahwa semua orang butuh rezeki Termasuk kita, sangat butuh rezeki. Tiada seorang pun yang hidup melainkan ia berusaha meraup rezeki untuk kelangsungan hidupnya. Dan telah dimaklumi pula bahwa tidak hanya manusia, namun semua makhluk Allah juga butuh rezeki. Para Malaikat, jin, binatang, tetumbuhan, langit, bumi, lautan, awan, gunung-gunung, […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map