Skip to content

Adab-Adab Ketika Tidur

ykkokut
4 menit baca
adab-adab ketika tidur

Adab-Adab Ketika Tidur – Jadikanlah tidur kita sebagai ibadah dan bernilai di sisi Allah. Hal itu di mulai dari menghadirkan niat yang shalih bahwa tidur kita tidak lain adalah untuk mengistirahatkan badan dan memulihkan kekuatan agar bisa Kembali beribadah kepada Allah.

Shahabat yang mulia Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma mengatakan: ”Sungguh aku selalau mengharapkan pahala dari tidurku sebagaimana aku mengharap pahala dari shalat malamku”.

Setelah niat yang shahi, selanjutnya adalah mengikuti adab dan tata cara tidur yang telah di contohkan oleh Nabi kita Muhammad.

Bagaimana adab-adab dan Sifat Tidur Nabi?

  1. Menutup pintu, Mematikan Api, dan Lampu

Berdasarkan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

( إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

Artinya: “Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena  ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari, Muslim).

Juga berdasarkan hadis Nabi  Shallallahu Alaihi Wasallam:

لاَ تَتْرُكُوا النَّارَ فِي بُيُوتِكُمْ حِينَ تَنَامُونَ

Artinya: “Janganlah kalian biarkan api (menyala) di rumah-rumah kalian tatkala kalian hendak tidur.” (HR. Bukhari)

  1. Menutup Tempat Makanan Dan Minuman

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

غَطُّوا الإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذلِكَ الْوَبَاءِ

Artinya: “Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’/penyakit turun di pada malam itu.  Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim)

  1. Berwudhu

Berdasarkan Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ، فَتَوَضَّأْ وَضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ، وَقُلْ: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، فَإِنْ مُتَّ مُتَّ عَلَى الفِطْرَةِ وَإِنْ أَصْبَحْتَ أَصَبْتَ أَجْرًا فَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَقُولُ .

Artinya: “Jika kamu hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu ketika shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan dan ucapkan: Allahumma aslamtu nafsii ilaika…dst. Jika kamu meninggal maka kamu mati dia atas fitrah, dan jika bangun pagi maka kamu mendapatkan pahala. Jadikanlah bacaan ini yang terakhir kamu ucapkan.” (HR. Bukhari 6311 dan Muslim 2710)

Anjuran ini semakin di tekankan bagi yan hendak tidur sedangkan dia dalam keadaan junub, maka, barangsiapa yang berkumpul dengan isterinya sebelum tidur hendaknya dia mencuci kemaluanya kemudia berwudhu.

Hal ini berdasarkan hadist Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهْوَ جُنُبٌ ، غَسَلَ فَرْجَهُ ، وَتَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak tidur padahal dalam keadaan junub, beliau mencuci kemaluannya, lalu berwudu sebagaimana wudu untuk salat.” (HR. Bukhari)

Termasuk juga dalam hal ini adalah mencuci tangan yang kotor sebelum tidur. Karena bisa jadi kotoran di tangan yang terbawa tidur membawa penyakit yang tidak ringan.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barang siapa yang tidur sedangkan di tanganya masih tertinggal sisa-sisa makanan dan dia tidak mencucinya , kemudian dia tertimpa sesuatu ,maka janganlah dia mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR Abu Dawud)

  1. Shalat Witir Sebelum Tidur

Hal ini hendaknya dikerjakan bagi yang tidak bangun malam atau belum terbiasa shalat malam,anjuran shlata witir sebelum tidur ini berdasarkan hadits Nabi  Shallallahu Alaihi Wasallam:

أَوْصَانِى خَلِيلِى –صلى الله عليه وسلم– بِثَلاَثٍ صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Artinya: “Kekasihku yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga wasiat: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, (3) mengerjakan witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1981).

WAKTU MEMULAI TIDUR

Rasulillah adalah teladan bagi setiap muslim, maka barangsiapa yang memperatikan tidur beliau, niscaya dia akan mendapati bahwa tidurnya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh.

Beliau tidur di awal malam dan bangun di sepertiga malam.

Sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas pernah bertutur, Suatu Ketika aku pernah bermalam di rumah bibiku yaitu Maimunah untuk melihat bagaimana shalatnya Rasulillah .Beliau berbicang sejenak Bersama istrinya kemudian beliau tidur”

ADAB DI KAMAR TIDUR

  1. Mengebuti Tempat Tidur

Berdasarkan hadist Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ

Artinya : “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al-Bukhari dan  Muslim)

a. Menjaga Aurat Ketika Tidur

Ketika hendak tidur usahakanlah untuk menutup aurat agar tidak terlihat, dan hal ini lebih di tekankan apabila kita tidur di tempat yang terbuka/umum.

Imam Ahmad mengatakan: ”Makan dan tidur menurut kami adalah dua aurat yang harus dijaga”.

b. Berbaring ke sisi kanan

Imam Ibnu Qoyyim Rahimahullah mengatakan” Adalah Nabi  tidur dengan berbaring ke kanan dan beliau meletakan tanganya yang kanan di bawah pipinya yang kanan,”

Rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ

Artinya: “Jika engkau hendak tidur, maka berwudhulah terlebih dahulu sebagaimana kamu wudhu akan salat, kemudian berbaringlah pada rusuk yang sebelah kanan.” (HR Bukhari & Muslim)

c. Membaca do’a-do’a Sebelum Tidur

Di anjurkan bagi setiap orang yang hendak tidur untuk membaca doa-doa sebelum tidur, diantaranya, membaca ayat kursi, Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah, membaca surat Al-Mulk dan membaca doa sebelum tidur. Wallau ta’ala a’lam.

REFERENSI:

Di Tulis Oleh : Abu Adillah Syahrul Fatwa Al-Atsari

Di Ringkas Oleh : Anita Sari Ummu Hizam

Di Ambil Dari : Buku Sifat Tidur Nabi

 

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

rumah tangga sampai di surga
Adab 13/05/2026

Rumah Tangga Sampai Di Surga

Rumah Tangga Sampai Di Surga – Berkumpulnya dua anak Adam lain jenis dalam satu kesatuan rumah tangga yang dilandasi dengan rasa saling cinta, sayang, dan pengorbanan antar sesama adalah dambaan setiap insan. Sampai-sampai Allah 5% menjadikannya sebagai salah satu di antara bukti kekuasaan-Nya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: وَمِنْ ءَايَتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا […]

Adab Para Penghafal Al Qur'an
Adab 14/04/2026

Adab Para Penghafal Al-Qur’an

Adab Para Penghafal Al-Qur’an Beberapa adab penghafal Al-Qur’an antara lain, hendaknya ia berpenampilan sempurna dan berperangai mulia serta menjauhkan dirinya dari hal-hal yang dilarang Al-Quran demi memuliakan Al-Quran. Hendaklah ia menjaga diri dari profesi atau pekerjaan yang tercela, menghormati diri, menjaga diri dari penguasa kejam dan para pengejar dunia yang lalai. Tawadhuk terhadap orang-orang shalih, […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map