Skip to content

Bersabar Atas Musibah Penyakit, Pelajaran Dari Kisah Nabi Ayyub

ykkokut
8 menit baca
bersabar atas musibah penyakit pelajaran nabi ayyub

Bersabar Atas Musibah Penyakit, Pelajaran Dari Kisah Nabi Ayyub – Ayyub adalah seorang Nabi yang mulia yang nasabnya sampai kepada Nabi Ibrahim Sebelum beliau ditimpa penyakit, Allah memberikan kekayaan yang banyak kepada Nabi Ayyub, namun hal itu tidak menjadikan Nabi Ayyub sombong, Karena beliau tahu kekayaan adalah ujian, Kekayaannya hanyalah titipan Ilahi, dan sewaktu-waktu semua kenikmatan dunia itu akan diambil Nabi Ayyub mempunyai harta yang berlimpah, diantaranya berupa hewan-hewan ternak dan para budak hamba sahaya dan lainnya, serta beliau memiliki lahan yang luas di negeri Batsniyyah yang termasuk daerah Huran.

Keadaan Nabi Ayyub Sebelum Ditimpa Penyakit, Beliau Diuji Dengan Kenikmatan

Firman Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّحِمِينَ . فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِن ضُرِّ وَءَاتَيْنَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُم مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِندِنَا وَذِكْرَى لِلْعَبِدِينَ

Artinya: “Dan (ingatkan kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Rabbnya (Ya Rabbi). Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang Moka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. Al-Anbiya /21: 83-84)

Allah memberikan kepada beliau karunia keluarga serta anak laki-laki dan perempuan. Ayyub sangat terkenal sebagai orang yang baik, bertakwa, dan menyayangi orang miskin. Beliau juga biasa memberi makan orang miskin, menyantuni janda, anak yatim, kaum dhuafa dan ibnu sabil (orang yang terputus perjalanan). Beliau adalah orang yang rajin bersyukur atas nikmat Allah dengan menunaikan hak Allah

Wahai hamba Allah, inilah ujian pertama yang Allah berikan kepada Nabi Ayyub yaitu berupa kekayaan dan kecukupan. Ambilah pelajaran bagaimana rasa syukurnya Nabi Ayyub menerima karunia Allah ini. Sungguh mungkin ada di antara kita yang gagal melewati ujian ini. Dimana harta, kekayaan, pangkat dan jabatan justru menjauhkan kita dari Allah.

Ujian Berupa Penyakit

Nabi Ayyub diuji dengan musibah yang menimpa harta, anak, dan badannya. Sebelumnya beliau mempunyai hewan tunggangan, binatang ternak dalam jumlah yang besar serta mempunyai anak yang banyak dan tempat tinggal yang nyaman, kemudian dia diuji dalam semua itu. Dan lenyaplah seluruhnya, kemudian beliau juga diuji dengan penyakit yang menimpa badannya. la terkena penyakit kulit, yaitu judzam (semacam kusta atau lepra) yang menimpa sekujur badannya. Yang selamat pada dirinya hanyalah hati dan lisannya yang beliau gunakan untuk banyak berdzikir pada Allah Sampai semua orang ketika itu menjauh dari Nabi Ayyub hingga ia pun akhirnya mengasingkan diri di suatu tempat. Dan tidak ada seorang pun yang mau mendekatinya kecuali istrinya, Hanya istrinya sajalah yang mengurusinya, dan dikatakan karena terdesak kebutuhan istrinya pun harus bekerja membantu orang untuk memenuhi kebutuhannya. Ibnu Asyakir mengatakan, harta-harta kepunyaan Ayyub itu (yang berupa hewan ternak, budak dan lahan yang luas) serta anak-anak dan keluarga yang banyak, semuanya dicabut dari Nabi Ayyub dan beliau diuji pada badannya, dengan suatu penyakit, sehingga tidak ada yang tersisa dari badannya (yang tidak terkena penyakit) kecuali hati dan lisannya yang dia pergunakan untuk berdzikir kepada Allah.

Berapa Lama Nabi Ayyub Menjalani Musibah?

Nabi Ayyub menderita penyakit bukan dalam waktu yang singkat. Abu Ya’la dan Al Bazzar meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasûlullah bersabda,

Sesungguhnya Nabi Allah Ayyub mendapat cobaan selama delapan belas tahun, sehingga orang dekat dan jauhnya menjauhinya selain dua orang saudara akrabnya yang sering menjenguk di pagi dan sore. Lalu salah satunya berkata kepada yang lain, “Engkau tahu, demi Allah, dia telah melakukan dosa yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun.” Kawannya berkata, “Dosa apa itu?” la menjawab, “Sudah delapan belas tahun Allah tidak merahmatinya dengan menghilangkan cobaan itu.” Saat keduanya menjenguknya di sore hari, maka salah satunya tidak sabar sehingga menyampaikan masalah itu kepadanya. Ayyub berkata, “Aku tidak tahu apa yang kamu katakan, hanya saja Allah mengetahui bahwa aku pernah melewati dua orang laki-laki yang bertengkar, lalu keduanya menyebut nama Allah, kemudian aku pulang ke rumahku dan membayarkan kaffarat untuk keduanya karena aku tidak suka kedua orang itu menyebut nama Allah untuk yang tidak hak.

Istri Nabi Ayyub pernah bertanya kepadanya, “Wahai Ayyub andai engkau mau berdoa pada Rabbmu, tentu engkau akan diberikan jalan keluar.” Nabi Ayyub menjawab, “Aku telah diberi kesehatan selama 70 tahun. Sakit ini masih derita yang sedikit yang Allah timpakan sampai aku bisa bersabar sama seperti masa sehatku 70 tahun.”

Sekalipun sakit yang dideritanya sudah sangat larna dan kian bertambah parah akan tetapi tetap beliau tidak putus asa dari rahmat Allah  berupa kesembuhan dan tidak mengharapkan kematian.

Ambillah Pelajaran Dari Kisah Nabi Ayyub

Wahai hamba Allah! Allah  telah berfirman di akhir ayat tentang kisah Nabi Ayyub Alaihis Salam;

وَذِكْرَى لِلْعَبِدِينَ

Artinya: “dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah”. (QS. Al-Anbiya’/21: 84)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman;

وَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya: “dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran”. (QS. Shåd/38: 43)

Allah  telah memberikan contoh untuk orang-orang yang berakal bagaimana seharusnya seorang hamba bersikap terhadap ujian yang datang kepadanya. Baik ujian berupa harta, kendaraan, lahan yang luas serta ujian berupa kesehatan badan atau ujian berupa musibah binasanya seluruh harta, meninggalnya anak serta ujian berupa penyakit. Dan semua ujian itu ada dalam kisah Nabi Ayyub yang Allah abadikan dalam al-Qur’an, sehingga seorang hamba akan senantiasa ingat dan berdoa kepada Allah, baik dikala senang ataupun susah, karena bila datang cobaan dan musibah lalu dia berdoa kepada Allah, maka niscaya Allah akan menyelamatkannya dan menolongnya.

Kisah Nabi Ayyub ini akan menguatkan hati orang-orang yang beriman untuk tetap berada di atas keimanan mereka. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ. فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Hud/11: 120)

Kisah Nabi Ayyub adalah sebagai pelajaran dan teladan dalam hal sabar menghadapi takdir Allah yang menyakitkan. Allah  memberikan kita ujian dan musibah, bukan berarti Allah ingin menghinakan kita. Allah menguji siapa saja yang Allah  kehendaki dan semua itu ada hikmah-Nya. Wahai Hamba Allah! wajib bagi setiap kita untuk senantiasa bertakwa kepada Allah  di dalam hati kita dan mencontoh para nabi dalam berdoa. Tidaklah mereka berdoa kecuali hanya kepada Allah. Sebagaimana Ayyub berdoa: “(Ya Rabbku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS. Al-Anbiya’/21: 83)

Wahai hamba Allah! Diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah sakitnya Nabi Ayyub ini adalah:

Bersabar dan Mengharapkan Pahala

Dalam menghadapi musibah itu, Nabi Ayyub tetap bersabar dan mengharap pahala, serta berdzikir malam dan siang, pagi dan petang. Hari pun berlalu, namun tidaklah berlalu hari itu kecuali penderitaan Ayyub semakin berat, dan saat penderitaan yang dialaminya semakin berat, maka kerabatnya menjauhinya, demikian pula kawan-kawannya.

Syaikh As-Sa’di Rahimahullah mengatakan: “Nabi Ayyub diuji dengan ujian yang besar, namun beliau bersabar dengan mengharap wajah Allah. Beliau seorang hamba yang baik peribadahannya dalam keadaan lapang maupun ketika berada dalam kesusahan. Beliau juga adalah orang yang benar-benar kembali pada Allah, beliau pasrahkan urusan dunia dan akhiratnya, beliau juga adalah orang yang rajin berdzikir dan berdoa, serta punya rasa cinta yang besar pada Allah.

Karenanya Allah memuji Nabi Ayyub Alaihis Salam:

إِنَّا وَجَدْنَهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ

Artinya: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Rabbnya).” (QS. Shad/38: 44)

As-Sudi Rahimahullah menceritakan bahwa Nabi Ayyub (karena sakitnya itu) beliau kurus tak berdaging, hingga tidak ada yang tersisa darinya kecuali urat-urat dan tulangnya saja (karena sangat kurusnya).” Alangkah sabarnya Nabi Ayyub dalam menerima ujian ini, padahal sebelumnya beliau adalah orang yang berharta lagi sehat badannya, namun kemudian jatuh miskin lagi berpenyakit serta dijauhi oleh orang-orang

Nabi Ayyub terus merasakan sakitnya, namun ia tetap sabar sambil mengharap pahala dari Allah, memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya, sehingga jadilah Ayyub sebagai imam dan teladan dalam kesabaran. Beliau tahu bahwa sakit adalah salah satu ujian yang akan menggugurkan dosa. Sehingga beliau menahan diri untuk sabar karena mengetahui keutamaan ini.

Wahai Hamba Allah! bila kita ingin menguatkan kesabaran kita, ingatlah cobaan yang lebih berat yang menimpa para Nabi.

Dari Abdurrahman bin Sabith al-Qurasyi Rahimahullah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا أُصِيبَ أَحَدُكُمْ بِمُصِيبَةٍ، فَلْيَذْكُرْ مُصِيبَتَهُ بِي، فَإِنَّهَا أَعْظَمُ الْمَصَائِبِ

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian tertimpa musibah, maka ingatlah musibahnya dengan musibah yang menimpa diriku (yaitu wafatnya Nabi), karena sungguh itu adalah musibah yang paling berat. “ (shahih, HR. Ibnu Saad, Ad-Darimi, dll)

Dan ingatlah bahwa musibah yang menimpa kita masih sangat sedikit dari nikmat yang telah Allah berikan.

Wahai Hamba Allah! Dengarlah kabar gembira yang disampaikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضِ فَمَا سِوَاهُ إِلاحَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Artinya: “Setiap Muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan dihapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

REFERENSI:

Judul artikel Bersabar atas musibah penyakit pelajaran dari kisah nabi Ayyub

Judul majalah assunnah amalan pemberat timbangan, 08/xxlll, Rabiul akhir 1441 H/Desember 2019 M.

Diringkas oleh: Retiana, Artikel bulan Januari 2026

BACA JUGA :

Bagikan:

Artikel Terkait

kisah pembunuhan pertama
Kisah 21/11/2025

Kisah Pembunuhan Pertama

Kisah Pembunuhan Pertama – Segala pujian hanyalah milik Allah rabb semesta alam yang telah mengatur urusan makhluk Nya dengan begitu rinci dan cermat. Yang telah mengajarakandan menurunkan syariat sebagai kemaslahatn ummat manusia dan alam smesta. Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan kepada Rasul junjungan suri tauladan dan panutan bagi manusia yang menginginkan kebahagian di […]

Kecerdassan Spriritual Saudh Binti Zam'ah
Kisah 06/10/2025

Kecerdasan Spiritual Saudah Binti Zam’ah

KISAH KECERDASAN UMMUL MUKMININ, AISYAH Kecerdasan Spiritual Saudah Binti Zam’ah Saudah binti zam’ah adalah salah seorang Ummul Mukminin. Rasulullah menikahinya di mekkah, sebelum hijrah ke madinah, dan setelah meninggalnya Ummul Mukminin, Khdijah. Rasulullah hidup serumah dengan saudah di mekkah pada tahun 10 kenabian. Sampai tiga tahun setelah itu, Rasulullah tidak menduakan saudah, hingga Rasulullah hijrah […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map