Membangun Rumah di Taman Surga

Alhamdulillahi Robbil aalamiin ash-sholaatu wassalaamu alaa rosulillah wa’alaa aalihi washahabaatihii ajma’iin amma ba’du. Saudaraku mudah-mudahan Allah merahmati kita semua, pada era modern ini betapa banyak orang yang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan, investasi rumah dimana-mana, mereka berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia, baik untuk kebahagiaan dirinya maupun untuk kebahagiaan keluarga dan anak cucunya. Cinta terhadap dunia memang sudah menjadi sifat manusia.

Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

}وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ . [1]{

 Artinya: “Dan sesungguhnya dia sangat cinta kepada harta ”.

Sebagai orang yang beriman kepada Allah, hendaklah kita menggunakan harta yang kita miliki untuk ketaa’atan kepada-NYA, untuk mendekatkan diri  kepada-NYA, bisa dengan membangun masjid, bersedekah kepada fakir miskin, membantu tetangga, membiayai sekolah anak yatim atau orang yang kurang mampu. Ingatlah wahai saudaraku, semua harta yang kita miliki adalah merupakan karunia dari Allah dan kelak akan diminta pertanggung jawaban atas nikmat yang kita terima ketika di dunia ini.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

}ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ{[2].

Artinya: “kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.

Sebagai seorang muslim maka kita harus lebih semangat dalam mempersiapkan kehidupan yang kita nanti-nantikan yaitu kehidupan setelah kematian, pada hari kita dibangkitkan dari kematian, maka tidak lagi bermanfaat harta benda dan anak-anak kita sewaktu didunia. Harta tidak lagi bermanfaat, anak tidak bisa menyelamatkan orang tuanya dari siksaan, kecuali mereka yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

{وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)}

Artinya: Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan (87) (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna (88) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (89).[3]

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah  menyebutkan dalam tafsirnya: “yang dimaksud hati yang bersih adalah hati yang beriman kepada Allah, ikhlas dalam beragama, menjalankan ibadah serta berlepas diri dari kesyirikan dan dari pelaku kesyirikan”.

Ibnu Sirin Rahimahullah berkata : “yang dimaksud dengan hati yang bersih adalah hati yang mengakui atau mengimani Allah dengan benar, meyakini tanpa ragu bahwa hari kiamat pasti akan datang dan meyakini bahwa Allah akan membangkitkan orang-orang yang telah meninggal.

Pembaca yang mudah-mudahan dirahmati Allah, setelah kita meyakini bahwa hari kiamat, hari kebangkitan setelah kematian, hari pembalasan itu pasti akan datang, sudahkah kita mempersiapkan bekal ? Apa bekal  yang kita persiapkan?

Maka bekal yang harus kita siapkan  ialah dengan memperbanyak ibadah, beramal sholeh, menjaga keimanan dan taqwa Kepada Allah subhanahu wataa’ala, sudah datang beberapa riwayat yang shohih bahwa barang siapa yang mengerjakan suatu  amalan ibadah maka Allah akan bangunkan rumah disurga baginya:

Amal ibadah tersebut adalah:

  1. Membangun Masjid atau Memperluasnya.

Dalam hadits shahih disebutkan:

وَعَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ( « مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ  بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الجَنَّةِ » ) . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. واللفظ للبخاري.

Artinya: Dari Ustman rodhiyallahu anhu ia berkata: Rosulullahi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

Barang siapa yang membangun masjid karena hanya mengharapkan wajah Allah, maka Allah bangunkan untuknya semisalnya disurga” .[4]

Faidah dari hadis ini :

  1. Orang yang membangun masjid benar-benar mengharapkan wajah Allah, pahala, balasan dari-Nya, tanpa disertai rasa ingin dipuji orang, ingin dibilang dermawan dan hal-hal lain yang dapat menggugurkan pahala kebaikannya, maka ia akan dibangunkan rumah kelak di surga.
  2. Orang yang membangun masjid dengan gotong royong atau patungan juga termasuk dalam hadist ini insya Allah.
  3. Orang yang mewaqafkan tanah untuk di bangun masjid kemudian dibangun diatasnya juga termasuk orang yang akan dibangunkan rumah disurga oleh Allah subhanahu wata’ alaa.

 

  1. Sholat Sunnah Rowatib Muakkadah .

 Dalam hadits shahih disebutkan:

 عن أم حبيبة، تقول: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول: «من صلى اثنتي عشرة ركعة في يوم وليلة، بني له بهن بيت في الجنة» قالت أم حبيبة: فما تركتهن منذ سمعتهن من رسول الله صلى الله عليه وسلم وقال عنبسة: «فما تركتهن منذ سمعتهن من أم حبيبة» ، وقال عمرو بن أوس: «ما تركتهن منذ سمعتهن من عنبسة» وقال النعمان بن سالم: «ما تركتهن منذ سمعتهن من عمرو بن أوس»

 Artinya:

Dari Ummu Habibah Radhiyallahu Anha berkata : aku mendengar Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “ Barang siapa sholat dua belas rakaat dalam sehari semalam, maka dibangun untuknya rumah di surga ” . Ummu habibah menuturkan : aku tidak pernah meninggalkannya (shalat sunnah tersebut) sejak aku mendengarnya dari Rosulullah shallallahu alaihi wasallam, dan Anbasah menuturkan: aku tidak pernah meninggalkannya sejak mendengarnya dari Ummu Habibah, dan Amar bin Aus menuturkan: aku tidak pernah meninggalkannya sejak mendengarnya dari Anbasah, dan Nu’man bin Saalim menuturkan: aku tidak pernah meninggalkannya sejak mendengarnya dari Amar bin Aus.[5]

Sholat sunnah rowatib ini di jelaskan dalam Sunan Tirmidzi berikut.

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ: أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ.

Artinya:

Dari Ummu Habibah Radhiyallahu Anha berkata: Rosulullahi shollallahu alaihi wasallam bersabda: “ barang siapa yang sholat dalam sehari semalam dua belas rokaat, dibangun untuknya rumah di surga” yaitu : “empat rokaat sebelum dzhuhur dan dua rokaat setelah dzuhur dan dua rokaat setelah maghrib dan dua rokaat setelah isya’ dan dua rokaat sebelum subuh”.[6]

Faidah dari dua hadist ini:

  1. Kegigihan dan keteguhan para sahabat dalam mengikuti sunnah Nabi Shollallahu alaihi wasallam.
  2. Semangat para sahabat dalam mengamalkan sunnah dan menyampaikannya.
  3. Menumbuhkan keimanan akan adanya hari pembalasan.
  4. Sebagai motivasi bagi kaum muslimin dalam mengerjakan amal ibadah dan mengingatkan akan adanya kehidupan setelah kematian.
  5. Menunjukkan rahmat dan kasih sayang Allah terhadap orang yang beriman.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

قال الله تعالى :  (وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ)

Artinya : Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[7]

Adapun  sholat sunnah Rowatib yang lain tidak masuk dalam keutamaan diatas sebagaimana  ke umuman sabda nabi shollallahu alaihi wasallam.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ المُزَنِيِّ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ»

Artinya:

Dari Abdillah ibnu Mughaffal Al-muzani Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: “  diantara setiap dua adzan (adzan dan iqomah) ada sholat, beliau mengulangi tiga kali bagi siapa saja yang mau melaksanakannya[8]

  1. Mengisi Saf yang Kosong ketika Sholat.

 Dalam hadits shahih disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٍّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

Artinya: Dari Aisyah Rodiyallahu anha berkata: Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: “barang siapa mengisi saf yang kosong maka Allah angkat satu derajat, dan Allah bangun untukya rumah di surga.[9]

Faidah dari hadist ini:

  1. Disunnahkan mengisi saf paling depan terlebih dahulu.
  2. Disunnahkan untuk maju mengisi saf yang kosong ketika makmum yang didepannya batal atau meninggalkan saf.
  3. Allah akan memberi balasan bagi orang yang mengisi saf yang kosong dengan satu derajat atau membangunkan rumah disurga.
  4. Sebagai penyemangat bagi kaum muslimin untuk senantiasa mengamalkan sunnah.
  5. Membaca Kalimat Tauhid ketika Masuk Pasar.

Dalam hadits shahih disebutkan:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ قَالَ فِي السُّوقِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ،[10] وفي رواية امام الطبراني: “لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةً، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةً، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ[11] .

Artinya: Dari Ibnu Umar rodiyallahu anhuma berkata: Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: “ barang siapa yang hendak masuk pasar membaca:

 )لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(

Atau membaca sebagaimana riwayat at-tobroni:

)لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(

Allah tuliskan untuknya sejuta kebaikan dan Allah hapuskan sejuta keburukan dan Allah bangunkan rumah untuknya disurga. (HR.Tirmidzi dan At-Tobroni.

Faidah dari hadis ini:

  1. Seorang muslim hendaklah selalu berdzikir kepada Allah dimanapun ia berada, kecuali di kamar mandi dan wc.
  2. Disunnahkan membaca kalimat tauhid ketika masuk pasar.

Mudah-mudahhan kita diberi taufiq serta istiqomah dalam mengamalkannya.

 

disusun oleh Ustadz Jupriyanto

Catatan kaki (Footnote) :

[1].  QS. Al-Aadiyyat :08

[2] . QS. At-takaasurt : 08

[3] . QS. Asy syuaraa’ : 87-89

[4] . HR. Bukhori no: 450 كتاب الصلاة في باب من بنى مسجدا  , HR. Muslim no 533 في باب فضل بناء المسجد

[5] . HR. muslim no: 728 (في باب فضل السنن الراتبة قبل الفرائض).

[6] . HR. Tirmidzi dan ia berkata hadist hasan shohiih.

[7] .  QS. An-Nur ayat 21

[8] .  HR. Bukhori no 627( باب بين كل أذانين صلاة لمن شاء).

[9] .  HR. At-tobroni dalam kitab majmu’ al-ausath no : 5797.

[10] . HR. Tirmidzi no 3429  (في باب ما يقول اذا ذخل السوق) dan dihukumi hasan oleh syakh Al-bani.

[11] . HR. Tabroni no 791 (باب القول عند دخزل الأسوق).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*