Skip to content

Tujuh Teknik Hafal Al-Qur’an Dengan Otak Kanan

Khoirul Anam
10 menit baca
Tujuh Teknik Hafal Al-Qur’an Dengan Otak Kanan

Tujuh Teknik Hafal Al-Qur’an Dengan Otak Kanan

Menghafal Al-Qur’an adalah salah satu keutamaan yang mulia dan penuh hikmahnya sehingga seseorang yang mengamalkannya adalah seseorang yang hebat dalam menghafal dan memahaminya, akan tetapi tak semua orang merasa menghafalkan dan memahami isi Al-quran adalah hal yang mudah untuk itu artikel ini akan memberikan informasi tentang tujuh Teknik hafal Al-Qur’an dengan otak kanan agar setiap orang yang masih merasa mengahafal itu sulit dapat mengetahui bahwasannya menghafal menggunakan metode yang cocok bagi kita dapat menjadikan menghafal itu suatu hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan, maka dari itu berikut adalah beberapa metode yang akan di bahas di artikel ini;

1. Teknik Persiapan Psikologis

Sahabat, masih ingat di awal bab tentang mindset kita? Ya, itu adalah hal terpenting yang harus kita perbaiki sebelum kita menghafal Al-Qur’an. Allah itu bergantung pada prasangka hamba-Nya, dan prasangka ibarat sebuah cermin adab kita kepada Allah. Sebagai-mana kita ketahui bersama bahwa setiap yang Allah firmankan adalah benar. Setiap yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, sungguh tidak ada keraguan di dalamnya sebagaima-na yang Allah firmankan dalam surah Al-Baqarah ayat 2:                   

“ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ“

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya: petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah Ayat: 2)

Sahabat, tahukah saat kita berprasangka bahwa Al-Qur’an itu sulit, itu sama halnya dengan kita telah bersuuzan kepada Allah. Kita telah bersikap tidak beradab karena meragukan kebenaran firman-Nya, sehingga berbagai kesulitan pun datang. Kita alami kesulitan karena sejatinya Allah telah mengabulkan prasangka kita. Dibayar tunai!

Itulah mengapa, mindset itu begitu penting untuk kita ubah. Prasangka dan mindset adalah cerminan keyakinan kita kepada Allah. Sebab semakin mindset kita mengatakan Al-Qur’an itu mudah, maka semakin kita meyakini firman-Nya. Kita akan semakin merasakan mudahnya menghafal Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang memiliki halaman yang tidak sedikit. Ketebalannya kurang lebih seki-tar 604 halaman dengan 30 juz dan jumlah surah sebanyak 114 surah dengan jumlah ayat kurang lebih 6.236 ayat.

Allah akan menempatkan kita di lantai teratas di surga-Nya, yaitu di surga firdaus.

Pada tahap awal ini, Anda harus mempersiapkan psikologis diri dengan menerapkan dua rukun sebagai berikut:

a) Menghapus kalimat-kalimat negatif dan berbagai macam doktrin tentang sulit membaca dan menghafalkan Al-Qur’an di dalam benak kita.

Misalnya, Al-Qur’an itu sulit. Saya tidak punya banyak waktu untuk menghafal. Menghafal Al-Qur’an hanya untuk kasta tertentu. Mustahil saya bisa menghafal Al-Qur’an dan berbagai macam kalimat negatif yang ada di dalam benak kita.

Sahabat, tahukah Anda bahwa kata-kata mempunyai kekuatan seperti layaknya sebuah pedang. Jika kata-kata tersebut digunakan dalam hal yang tidak tepat, tentunya hal yang buruk pun akan menimpa kita. Sebaliknya, pada saat kata-kata itu digunakan untuk sesuatu yang baik, maka berbagai kebaikan pun akan kita dapatkan.

Untuk itu, persiapan psikologis begitu sangat penting di awal. Bayangkan saja, dengan jumlah ayat kurang lebih 6.236 yang terbagi dalam 114 surah, bukankah diperlukan keyakinan yang kuat kepada Allah? Keyakinan bahwa Allah telah memilih kita untuk menjadi bagian dari keluarga-Nya. Keyakinan

b) Menginstal kalimat-kalimat positif tentang mudah membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.

Jika sebelumnya kita menghapus semua kalimat negatif, sekarang kita mulai instal kalimat-kalimat positif. “Menghafal Al-Qur’an itu ternyata mudah, siapa bilang menghafal itu sulit? Ya Allah, kok gampang banget sih? Allah sudah pilih saya buat jadi Hafız atau Hafızah” dan berbagai macam kalimat positif lainnya.

Mungkin Anda bertanya-tanya: “Loh, semudah itu?”

Saya akan katakan, “Ya semudah itu. Bahkan jauh lebih mudah lagi. Kan Allah sudah mudahkan buat kita.”

Tanpa Anda sadari, kita cenderung mendapatkan sesuai dengan apa yang kita yakini dalam pikiran. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan istimewa karena ia dilengkapi dengan “PIKIRAN.” Inilah yang membedakan antara manusia dengan mahluk lain ciptaan Allah.

Dari pikiran inilah yang menggerakkan manusia untuk menentukan, memilih, membedakan sesuatu sebelum akhirnya ia melakukan pilihannya. Dengan pikirannya, manusia bisa membedakan mana yang baik (positif) dan mana yang tidak baik (negatif).

2. Teknik Imajinasi (membayangkan)

Pada saat kita hendak melakukan hafalan Al-Qur’an, coba pikirkan atau bayangkan diri Anda dalam visualisasi gambaran diri Anda, di mana Anda sedang menghafal Al-Qur’an dalam waktu singkat dengan begitu mudahnya.

Seseorang yang bijak mengatakan, “Kesuksesan itu dibentuk dua kali. Pertama dibentuk di dalam pikiran (internal). Kemudian, yang kedua dibentuk dalam hal yang nyata (real).”

Sebagai contoh, pada saat kita diminta untuk meng-gambar, tentunya langkah pertama kita adalah membayangkan terlebih dulu objek apa yang hendak kita tuangkan ke dalam bentuk gambar. Kita akan mempersiapkan konsepnya seperti apa? Bagaimana posisinya dan seterusnya, setelah itu barulah kita mulai menggambarkan sesuai dengan apa yang telah kita imajinasi/bayangkan ke dalam pikiran kita.

Seni membayangkan ini akan membantu “mening-katkan dan menambah power dalam tubuh, roh dan cara kerja otak.” Mengapa? Karena pikiran atau otak bawah sadar kita tidak bisa membedakan sesuatu mana yang bersifat khayalan (belum terjadi) dan mana yang bersifat kenyataan (sedang atau sudah terjadi).

Sahabat, pernahkah Anda mengalami saat di mana hafalan yang telah kita hafalkan kemudian memudar? Hilang begitu saja? Padahal sebelumnya begitu lancar. Tapi, entah mengapa seiring berjalannya waktu, menambah hafalan baru justru halaman lama pun malah semakin memudar. Pada akhirnya hanya tinggal hafalan baru yang melekat dan hafalan lama hilang dalam ingatan Anda.

Apa penyebabnya? Mengapa bisa hilang? Bukankah seharusnya semakin kita menambah hafalan baru, hafalan lama akan semakin kuat dalam ingatan kita, kan? Tapi kenapa sebaliknya?

Sahabat, ternyata hafalan lama itu masih berada di dalam memori jangka pendek kita. Eh tunggu dulu sebentar, apa yang dimaksud dengan memori jangka pendek itu? Sebelum kita jelaskan ada baiknya kita memahami memori atau ingatan itu seperti apa. Memori atau ingatan adalah kemampuan untuk menyimpan, mempertahankan, dan untuk mengingat kembali kejadian, pengalaman, serta aktivitas yang pernah dilakukan. Dalam hal ini memori ada dua macam, yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang.

Memori jangka pendek adalah proses penyim-panan memori yang sifatnya sementara, hanya mem-punyai waktu 20-30 detik. Jika tidak diulang-ulang maka akan hilang. Memori jangka pendek mempu-nyai beberapa keterbatasan yang membedakannya dengan memori jangka panjang. Salah satunya ada-lah menghasilkan “LUPA” dengan cepat, karena item tersebut tidak diulang-ulang.

Sedangkan memori jangka panjang adalah memiliki kapasitas yang tidak terbatas dan dapat menahan informasi dalam jangka waktu yang lebih lama. Namun, seringkali memerlukan usaha yang keras agar dapat memasukkan informasi ke dalam memori ini.

Kesimpulannya, memori jangka pendek adalah proses ingatan kita yang baru saja dihafal dan memori jangka panjang adalah hafalan yang sudah melekat dibenak/pikiran kita.

Surah Al-Fatihah adalah salah satu contoh hafalan yang sudah berada dalam memori jangka panjang kita. Sehingga, saat kita tidak membacanya dalam kurun waktu satu minggu sampai dua minggu, hafalan itu masih tetap melekat, bukankah begitu yang Anda alami?

pernahkah Anda bercita-cita untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an? Pernahkah Anda membayangkan, mulai bercita-cita untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, menjadi bagian dari keluarga Allah yang menjaga Al-Qur’an. Sudahkah Anda membayang kan hal itu? Bagaimana rasanya? Menyenangkan bukan? Sangat bahagia bukan? Bayangkanlah selalu, karena Allah bergantung pada prasangka hamba-Nya.

Apakah Anda pernah menyadari atau bahkan memikirkan bahwa imajinasi Anda membentuk segala sesuatu yang ada di hidup Anda? Ketika kita berimajinasi, kita membayangkan hal tersebut seolah menjadi nyata dalam hidup kita. Inilah yang disebut dengan VISUALISASI.

Visualisasi adalah salah satu teknik mewujudkan imajinasi keinginan Anda menjadi nyata. Ingat bahwa imajinasi adalah karakter dari OTAK KANAN kita. Jika Anda dapat membentuk suatu imajinasi dalam pikiran Anda maka itulah yang akan terjadi dalam hidup Anda. Ketika Anda memikirkan Anda sedang memiliki sebuah rumah idaman, maka itulah yang akan Anda dapatkan. Begitu juga ketika Anda memikirkan untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an, maka itulah yang akan Anda dapat-kan. Ketika Anda memikirkan suatu kesulitan, tebak….! Anda akan mengalami kesulitan sebagaimana imajinasi dalam pikiran Anda tersebut. Ini di luar logika Anda kan? Memang saat ini kita sedang membicarakan tentang otak kanan yang bukan bersifat logis.

Tak peduli apa pun imajinasi Anda, baik atau buruk, positif atau negatif. Itu akan terjadi ketika Anda mem-visualisasikannya dengan benar. Kunci dari visualisasi ini adalah Anda yang merasakannya sendiri, bukan-nya malah Anda melihat bayangan Anda sendiri yang melakukan hal itu. Bukan malah seperti Anda sedang menonton video Anda sendiri, tapi Anda merasakan sendiri hal itu!!!

3. Teknik Pemanasan Otak (Brain Gym)

Tahukah Anda bahwa otak kita suka dimanjai, diperlakukan dengan halus, lemah lembut, dan santun. Otak kita tidak suka diperlakukan dengan cara keras dan kasar. Supaya otak kita tidak letih, maka otak harus direfresh atau disegarkan dahulu sebelum otak kita pakai.

Sahabat, pernah ngalamin waktu menghafal Al-Qur’an rasanya mumet yah? Pusing? Atau malah jus-tru nggak masuk-masuk? Akhirnya, yang tadinya semangat sudah tinggi eh down lagi, karena hafalan nggak masuk-masuk. Sahabat tahu nggak apa penye-babnya? Sebelum dijawab, coba sekarang Anda nilai diri Anda jika 1-10. Di nomor berapa kekuatan ke-cepatan menghafal Anda? Tentunya semakin tinggi nilainya, semakin baik.

Nah, sekarang sudah tahu berapa nilai kecepatan menghafal Anda? Ketika kita mengenali potensi nilai dalam diri kita, maka akan semakin mudah untuk mengatasinya.

Sahabat pernah melakukan pemanasan sebelum olahraga? Fungsinya apa? Agar tidak cidera, kan? Atau kendaraan selalu kita panaskan terlebih dahulu sebelum memakainya. Fungsinya apa? Tentu agar tidak mudah rusak bukan?

Begitu pun dengan otak kita. Saat kita memaksa otak kita langsung menghafal Al-Qur’an tanpa melakukan pemanasan otak, maka yang terjadi adalah kesulitan di dalam menghafal Al-Qur’an. Informasi tidak mudah masuk. Butuh waktu ekstra agar informasi tersebut masuk. Anda tentu pernah mengalaminya, kan?

Sebelumnya, apa yang terlintas dalam benak Anda saat membaca pemanasan otak atau Brain Gym ini? Pemanasan otak adalah aktivitas untuk meningkat-kan daya kerja otak kita agar lebih maksimal dalam mengingat sebuah informasi menjadi lebih cepat.

Ya, otak kita perlu yang namanya pemanasan agar saat ingin menghafal Al-Qur’an terasa jauh lebih mudah. Otak kita pada dasarnya suka dimanja, tidak suka dipaksa.

Saat kita kelelahan karena bekerja terlalu keras, maka konsentrasi akan hilang. Atau saat kita sedang ingin melakukan pemanasan pada otak, maka rasanya begitu sulit untuk kita melakukanya. Bukankah seperti itu?

Alhasil, terkadang kita merasa kesal kepada diri kita sendiri, karena hafalan Al-Qur’an tidak masuk-masuk dalam ingatan kita.

Sahabat, tahukah Anda bahwa pemanasan otak ini jarang sekali ada orang yang melakukannya sebelum menghafal Al-Qur’an. Akibatnya, saat mereka mencoba untuk menghafalkan hasilnya pun akan sangat lama. Misalnya, untuk menghafal satu ayat dibutuhkan waktu 5-10 menit, bukankah begitu? Ini tentu sangat memakan waktu yang lama. Apalagi dengan seorang pekerja yang mungkin tidak bisa menyiapkan waktu lama untuk menghafal Al-Qur’an, tentu hal ini akan terasa berat, kan?

Sukses itu ada polanya dan gagal pun juga ada pola-nya. Pernahkah Anda bayangkan bisa menghafal satu halaman Al-Qur’an dalam waktu hanya 10 menit saja?

Dengan menggunakan teknik pemanasan otak ini, proses menghafal akan terasa jauh lebih mudah. Anda boleh mencobanya setelah menyelesaikan membaca teknik ini dan mulai merasakan betapa mudahnya menghafal Al-Qur’an. Insya Allah.

Cara Pemanasan Otak

Saat Anda ingin memulai menghafal Al-Qur’an, janganlah memulai untuk menghafal langsung. Ini salah besar karena otak Anda belum siap untuk menerima informasi yang akan Anda hafalkan. Oleh karenanya dibutuhkan pemasan otak terlebih dahulu. Cukup luangkan waktu 5-6 menit saja untuk melakukan pemanasan otak ini se-belum menghafal Al-Qur’an.

Caranya, Anda boleh membaca apa saja yang telah Anda hafalkan dari surah-surah pendek pada Al-Qur’an, boleh membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq atau surah apa pun yang Anda ingin jadikan sebagai pemanasan otak tersebut. Ulangilah selama 5-6 menit. Ingat ya, pada saat proses memanaskan otak ini, jangan bawa atau memegang, apalagi melihat Al-Qur’an. Anda cukup baca saja dengan hafalan kita. Bukankah surah Al-Fatihah sudah sangat lancar, kan? Boleh dibaca selama 5-6 menit untuk melakukan pemanasan otak.

Sekian pembahasan yang di sampaikan artikel ini, untuk 4 metode yang tersisa akan di bahas di artikel “Tujuh Teknik Menghafal Al-Qur’an Dengan Otak Kanan Part 2”

REFERENSI:

Buku Menghafal Al-Qur’an Dengan Otak Kanan

Karangan: Tanzil Khaerul Akbar

PT.Elex Media Komputindo

Diringkas Oleh : Najwa Fitria Rahmadani

Baca juga artikel:

Nobar Bersama Para Santri DQH, Pererat Kebersamaan dan Ukhuwah di Lingkungan Pesantren

Dakwah Dengan Hikmah

Bagikan:

Artikel Terkait

Urutan Manusia Terbaik Setelah Rosullullah
Sirah 13/10/2026

Urutan Manusia Terbaik Setelah Rasulullah

Urutan Manusia Terbaik Setelah Rasulullah Sebaik-baik umat ini setelah Nabi  adalah Abu Bakar Ash-Shidiq, kemudian Umar bin Khatthab, kemudian Utsman bin Affan. Kita meyakini keutamaan Ketiga sahabat tersebut sebagaimana para sahabat mengedepankan mereka dan tidak berselisih pendapat dalam hal tersebut. Kemudian setelah mereka bertiga dilanjutkan dengan Lima Ashab Syura, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Thalhah, […]

Penawar Racun Maksiat
Tarbiyah 28/09/2026

PENAWAR RACUN MAKSIAT

BERTAUBAT SEBELUM TERLAMBAT (Part 23) PENAWAR RACUN MAKSIAT Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulilah, wa ba’da. Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta’ala Rabb semesta alam, Dzat yang Maha Esa tidak ada sekutu baginya, Dzat yang memilki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia, Ialah yang telah menciptakan segala sesuatu dan mengistimewakan sebagiannya dari […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
337 Tahun 2026 (29 Juli 2026 )

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map