Kebajikan Istri Didalam Rumahnya
Kebajikan Istri Didalam Rumahnya – Segala puji bagi Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hamba-Nya, Mahasuci Allah, Dia-lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan dijadikan padanya penerang dan bulan yang bercahaya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya, yang diutus dengan kebenaran, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya.
Ya Allah, curahkan shalawat dan salam baginya dan keluarganya, para sahabat, tabiin dan tabiut tabiin dan siapa saja yang berjalan sesuai dengan sunnah beliau hingga hari kiamat. Amin..
Pembaca yang budiman… Dalam Islam, seorang istri memiliki kedudukan yang sangat mulia. Istri bukan hanya pendamping suami, tetapi juga penjaga rumah tangga, pendidik anak, serta penyejuk hati keluarga. Kebajikan seorang istri di dalam rumah menjadi salah satu sebab terciptanya keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.
Islam sangat menghargai amal dan pengorbanan seorang wanita dalam rumah tangga. Bahkan pekerjaan yang tampak sederhana seperti melayani keluarga, mendidik anak, dan menjaga kehormatan rumah termasuk amal saleh yang besar pahalanya apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
Taat kepada Allah dan Menjaga Ibadah
Kebajikan terbesar seorang istri adalah ketaatannya kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Istri yang salehah akan menjaga shalat, puasa, aurat, serta menjauhi larangan Allah.
Allah Ta‘ālā berfirman:
فَالصَّالِـحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِـمَا حَفِظَ اللَّهُ
Artinya: “Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah menjaga mereka.” [1]
Ayat ini menjelaskan bahwa wanita salehah memiliki dua sifat utama yaitu:
- Taat kepada Allah
- Menjaga kehormatan diri dan rumah tangga
Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَـمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيلَ لَـهَا: ادْخُلِي الْـجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْـجَنَّةِ شِئْتِ
Artinya: “Apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” [2]
Hadis ini menunjukkan bahwa kebajikan seorang istri dimulai dari kuatnya hubungan dengan Allah. Rumah tangga yang dibangun di atas iman akan dipenuhi ketenangan dan keberkahan.
Taat kepada Suami dalam Kebaikan
Salah satu kebajikan utama seorang istri adalah menghormati dan menaati suami dalam perkara yang baik.
Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَيُّـمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْـجَنَّةَ
Artinya: “Jika seorang wanita meninggal dunia dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, maka ia masuk surga.” [3]
Ketaatan kepada suami bukan berarti merendahkan wanita, tetapi bentuk ibadah kepada Allah selama tidak dalam kemaksiatan. Istri yang baik akan menjaga ucapan, menghormati keputusan suami, dan membantu menciptakan suasana rumah yang damai.
Allah Ta‘ālā berfirman:
وَلَـهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ
“Artinya: “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma‘ruf.” [4]
Islam mengajarkan adanya keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri. Karena itu, hubungan rumah tangga hendaknya dibangun dengan saling menghormati dan kasih sayang.
Menjaga Kehormatan dan Harta Suami
Istri yang salehah akan menjaga kehormatan dirinya serta amanah suaminya ketika suami tidak berada di rumah.
Allah Ta‘ālā berfirman:
فَالصَّالِـحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْب
“Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah mereka yang menjaga diri ketika suaminya tidak ada.” [5]
Menjaga kehormatan termasuk:
- Menutup aurat
- Menjaga pergaulan
- Tidak berkhianat
- Menjaga rahasia rumah tangga
Selain itu, istri juga menjaga harta suami dengan tidak boros dan menggunakan harta pada hal yang bermanfaat.
Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِـي هُرَيْرَةَ قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْـرٌ؟ قَالَ: «الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُـخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِـهَا بِـمَا يَكْرَهُ»
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ditanyakan kepada Rasulullah: Wanita seperti apakah yang paling baik“? Beliau menjawab: “Yaitu wanita yang menyenangkan suaminya ketika dipandang, taat ketika diperintah, dan tidak menyelisihinya pada diri dan hartanya dengan sesuatu yang ia benci.” [6]
Hadis ini menunjukkan besarnya kedudukan wanita yang menjaga amanah rumah tangga.
Mendidik Anak dengan Baik
Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Pendidikan seorang ibu sangat mempengaruhi masa depan generasi.
Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda :
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya… wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.” [7]
Istri yang baik akan mendidik anak-anaknya dengan:
- Mengajarkan tauhid
- Membiasakan shalat
- Mengajarkan akhlak mulia
- Menanamkan adab Islam
Pendidikan yang baik dari seorang ibu akan melahirkan generasi yang saleh dan bermanfaat bagi umat.
Melayani Keluarga dengan Ikhlas
Melayani keluarga termasuk amal mulia apabila diniatkan karena Allah. Banyak pekerjaan rumah yang terlihat sederhana namun bernilai pahala besar di sisi Allah.
Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam juga membantu pekerjaan rumah tangga.
Ketika Sayyidah ‘Āisyah radhiyallāhu ‘anhā ditanya tentang kegiatan Nabi di rumah, beliau menjawab
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ
Artinya: “Beliau membantu pekerjaan keluarganya.” [8]
Hadis ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan mulia dan bukan sesuatu yang hina.
Istri yang melayani keluarga dengan ikhlas akan menghadirkan kenyamanan dalam rumah tangga. Sikap lembut dan perhatian seorang ibu menjadi sumber ketenangan bagi anak-anak dan suaminya.
Bersikap Sabar dan Lemah Lembut
Dalam kehidupan rumah tangga tentu terdapat ujian dan perbedaan pendapat. Karena itu, kesabaran menjadi salah satu kebajikan penting bagi seorang istri.
Allah Ta‘ālā berfirman:
إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” [9]
Istri yang sabar tidak mudah marah, tidak kasar dalam berbicara, dan berusaha menyelesaikan masalah dengan hikmah.
Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ
Artinya: “Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.” [10]
Sikap lembut dapat menjaga keharmonisan keluarga dan menghindarkan rumah tangga dari pertengkaran.
Bersyukur dan Tidak Banyak Mengeluh
Kebajikan lain seorang istri adalah pandai bersyukur atas nikmat yang Allah berikan.
Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَلَّا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
Artinya: “Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” [11]
Istri yang bersyukur akan merasa cukup dengan rezeki yang halal dan tidak membebani suami dengan tuntutan berlebihan.Rumah tangga yang dipenuhi rasa syukur akan lebih tenang dan bahagia dibanding rumah tangga yang penuh keluhan.Kebajikan seorang istri di dalam rumah merupakan amal besar dalam Islam. Istri yang salehah bukan hanya membawa kebahagiaan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan dan rahmat Allah.
Wanita yang menjaga ibadah, menaati suami dalam kebaikan, mendidik anak dengan baik, serta bersikap sabar dan lembut akan memperoleh kedudukan mulia di sisi Allah. Rumah tangga yang dipenuhi kebajikan akan menjadi tempat lahirnya generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Semoga Allah menjadikan para muslimah sebagai istri-istri salehah yang membawa ketenangan dan keberkahan bagi keluarganya. Āmīn.
SUMBER:
- Al-Qur’an Al-Karim
- 100 Ciri Wanita Sholehah karya Dr Fahad Kholil Zayid
- Fiqh Sunnah Wanita karya Abu Malik Kamal Bin As – Sayyid Salim
- Pesona Indah Wanita Sholehah karya Ibnu Jauzi, dan lain-lain.
Diringkas oleh : Fadwa Ummu Ashfa Fadiyah
(Staf Pengajar di Ponpes Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)
[1] QS. An-Nisā’: 34
[2] Hadits riwayat Ahmad no. 1661, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami‘ no. 660
[3] Hadits riwayat Tirmidzi no. 1161, dinilai hasan oleh Imam Tirmidzi dan shahih oleh Al-Albani
[4] QS. Al-Baqarah: 228
[5] QS. An-Nisā’: 34
[6] Hadits riwayat An-Nasa’i no. 3231 dan Ahmad no. 7421, dishahihkan Al-Albani
[7] Hadits riwayat Bukhari no. 893 dan Muslim no. 1829
[8] Hadits riwayat Bukhari no. 676
[9] QS. Al-Baqarah: 153
[10] Hadits riwayat Muslim no. 2594
[11] Hadits riwayat Muslim no. 2963
BACA JUGA :
