Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Kado Istimewa Untukmu Yang Sakit

kado istimewa untukmu yang sakit

Saudara dan saudariku semuslim, kehidupan yang kita jalani ini jika ada salah satu bagian tubuh kita yang sakit akan terasa sulit untuk dijalani, karena itu sangat penting kita menjaga kesehatan kita, dimana hampir 2 tahun terakhir ini kita sedang di uji dengan virus yang banyak mematikan manusia di seluruh dunia yaitu corona virus (covid 19). Di Indonesia sendiri setiap hari semakin meningkat kasus virus ini, karena virus ini yang sakit biasa seperti batuk, pilek sesak nafas, dll akan kena dampak bahkan dicurigai sebagai pasien yang punya gejala covid 19.

Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai, karena kesehatan merupakan sebuah modal dasar di dalam seluruh aktivitas kehidupan. Nilai Kesehatan ini sangat etrasa ketika sakit datang menghampiri. Ketahulilah saudara saudariku seiman, nikmat Kesehatan adalah anugrah dari Allah subhanallahu wa ta’ala yang sangat mahal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ منْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَا فًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمِهِ فَكَاَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Artinya: “Barang siapa di pagi hari ,merasa aman dalam perjalanannya, badannya sehat dan dia mendapati makanan untuk hari itu, seolah-olah kebahagian dunia telah diraih olehnya”.[1]

Wahab bin Munabbih rahimahullah berkata,”inti kenikmatan itu ada 3; 1. Nikmat Islam, 2. Nikmat Sehat, 3. Nikmat Kecukupan.  Sungguh benar bahwa Kesehatan adlah nikmat yang besar, apalah artinya mempunyai harta melimpah tapi badan kita sakit-sakitan tidak bisa menggunakan harta terseut. Hal ini harusnya menjadikan kita sadar untuk memanfaatkan nikmat sehat dengan amlan shalih bukan malah kita kotori dengan lumpur maksiat!.

Wahai saudara saudariku yang sedang berbaring di kasur putih, semoga Allah ta ‘ala memberikan kesembuhan kepadamu, ketahuilah suri tauladan kita yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

اِغْتَنِم خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَا بَكَ قَبْلَ هَرَ مِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَا غَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ وَحَيَا تَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya: “manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain : masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, ketika kaya sebelum datang miskinmu, waktu luang sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu”.[2]

Ketika sehat manfaatkanlah waktumu sebelum sakitmu datang karena apabila kamu sakit maka kenikmatan hidup berkurang, contohnya kecil saja setiap hari kita munim air putih, ketika kita sehat betapa nikmatnya minum segelas air putih, apalagi ketika saat puasa, tanpa kesusahan untuk meminumnya, namun ketika kita sakit mungkin kita suka susah menikmati air putih karena mulut kita ketika sakit terasa pahit jadi makanan dan minuman apapun yang masuk ke dalam mulut tidak begitu nikmat. Maka dari itu jadi lah kita seorang yang selalu bersyukur dengan keadaan yang dimiliki, selagi itu untuk Kesehatan maka lakukanlah.

Untukmu yang sedang sakit… kita semua tentu tidak ingin merasakan sakit tapi ingatlah bahwa segala yang terjadi di dunia yang fan aini telah digariskan oleh Allah ta ‘ala. Seperti adanya bencana alam, musibah dan sakit semuanya adalah ketentuan dari Allah maka dari itu kita jangan bersedih, anggap saja sakit yang kita alami adalah salah satu upaya Allah untuk menggugurkan dosa-dosa kita. Wallahu ‘alam

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Hadid: 22

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ

Artinya: ”Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfuzh ) sebelum kami menciptakannya. Sesungghnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS. Al-Hadid :22)

Musibah adalah sunatullah bagi seluruh makhluk sampai orang yang paling mulia pun merasakannya. Para nabi dan rasul mereka adalah orang yang paling berat cobaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “sesungguhnya manusia yang paling berat cobaanya adalah para nabi. Kemudian yang setelahnya, yang setelahnya dan yang setelahnya”.[3] Hadits tersebut menunjukkan bahwa semakin kkuat keimanan seseorang makan akan semakin bertambah pula cobaannya. Dan hadits ini sebagai bantahan yang jelas terhadap anggapan orang-orang yang lemah akalnya bahwa seorang mukmin apabila diberi cobaan maka hal itu pertanda bahwa dia tidak diridhai disisi Allah. Ini adalah persangkaan yang salah. Rasulullah saja sebagai manusia yang paling mulia diberi cobaan. Cobaan disini secara umum adalah isyarat kebaikan bukan pertanda kejelekan.

Janganlah kita berburuk sangka kepada Allah dengan apa yang diberikan meskipun yang kita anggap itu buruk untuk kita belum tentu bagi Allah itu buruk karena sesungguhnya Allah tidak akan pernah memberikan cobaan di atas kemampuan kita. Ingatlah selalu hadits yang berbunyi :

أَنَا عِنْدَ حُسْنِ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ فَلْيَظُنَّ بِيْ مَا شَا ءَ,إِنْ خَيْرًا فَخَيْرٌ وَإِنْ شَرًّا فَشَرٌّ

Artinya: “Aku menuruti persangkaan baik para hamba kepadaku. Hendaklah ia berprasangka sekehendaknya, apabila ia berprasangka baik maka akan baik, apabila ia berprasangka buruk maka akan buruk pula”. (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya (639))

Renungi hadits di atas, semoga Allah memberi pemahaman kepadamu bahwa Allah akan menuruti persangkaan seorang hamba. Berbaik sangkalah ketika kamu sakit, karena apabila Allah mengetahui ketulusan dan kejujuran niatmu dalam berprasangka baik maka engkau akan merasakan ketenangan jiwa dan ketentraman. Sebaliknya apablia engkau menuduh bahwa Allah tidak mengasihimu, tidak kasihan maka tidak mustahil sakitmu bertambah parah.

Ada beberapa hal yang bisa membuatmu Bahagia ketika dirimu sakit, yaitu :

1. Menghapus dosa

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman;

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ

Artinya: “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)”.(QS. Asy-syuraa : 30)

2. Meraih derajat yang tinggi

Orang yang sakit Allah ta ‘ala janjikan baginya kedudukan yang tinggi disisi-Nya. Berdasarkan hadits “ada seorang hamba yang meraih kedudukan mulia di sisi Allah bukan karena amlannya. Allah memberi cobaan dengan sesuatu yang ia benci hingga ia dapat meraih derajat mulia tersebut.”[4]

3. Pahala terus mengalir walaupun sakit

Apabila sakit jangan khawatir dengan amalan yang bias akita kerjakan. Karena Allah akan tetap menulisnya sebagaimana ketika kita sehat. Hal ini sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ apabila seorang hamba sakit atau sedang berpergian akan tetap ditulis pahalanya seperti ketika dia mukmin dan sehat”. [5]

4. Termasuk kebaikan insyaAllah

sakit yang kita derita pertanda bahwa Allah masih menghendaki kebaikan pada hambanya. Betapa banyak orang yang sakit setelah sembuh dia menyadari kesalahannya dan kembali kepada Allah, renungilah hadits-hadits berikut ini wahai saudara dan saudariku..

“ barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan memberinya cobaan”[6]

5. Ganjaran sesuai dengan musibah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “sungguh besarnya balasan seimbang dengan besarnya musibah. Apabila Allah mencintai sebuah kaum maka Dia akan mengujinya. Barangsiapa yang ridha maka dia mendapat keridhaan dan barangsiapa yang benci maka baginya kebencian”.[7]

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

Artinya: “Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar”. (QS. Al-Jumu’ah: 4)

Maka bersyukurlah wahai para hamba yang beriman atas karunia yang besar ini. Kita masih bisa meraih ganjaran walaupun dalam keadaan sakit, ini semata-mata adalah karunia Allah ta ‘ala yang diberikan kepada para hambanya. Renungkanlah mulai detik ini untuk memanfaatkan waktu sehat kita dengan bersyukur kepada-Nya dan menjalankan amalan shalih. Jangan ditunda-tunda! Mulailah untuk memperbaiki diri ketika sehat. Manfaatkan waktu sehat dengan ketaatan. Bertaubatlah kepada-Nya, ingatlah selalu bahwa kita akan ditanyakan akan nikmat Kesehatan ini.

Tidak diragukan lagi bahwa sakit yang kita derita adalah ketentuan yang sudah Allah gariskan, maka kita sebagai muslim haruslah bersabar dalam menghadapi ujian yang Allah berikan. Kesabaran adalah salah satu tuntutan dari keimanan seseorang, karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi :

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: “tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barang siapa yang beriman kepada Allah , niscaya Dia akan memebri petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS. At-Taghabun : 11)

Semoga Allah ta ‘ala memberikan taufiq-Nya kepada kita semua untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. Menyembuhkan saudara – saudara kita kaum muslimin yang sedang sakit. Sesungguhnya Allah maha mendengar dan mangabulkan do’a. Aamiin ya Robbal ‘Alamiin

 

REFERENSI:

Diringkas dari buku “kado istimewa untukmu yang sedang sakit“

Karya : Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman

Dibuat oleh : Marisa Daniati (Pengajar Ponpes Darul-Qur’an Wal-Hadits OKU Timur)

 

[1] HR.Tirmidzi no.2345, Ibnu Majah no.4141. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam as-Shahihah no.2318

[2] HR. Hakim 4/306, Ibnu Abi Dunya dalam Qashr Amal 2/1/2. Syaikh al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Ta’liq Iqthidhaul ilmi al-Amal no.170.

[3] HR.Ahmad 6/369, al-Muhamili dalam Amali 3/44/2. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam as-Shahihah no.145.

[4] HR. abu Ya’la no.6095, Hakim 1/344. Lihat Shahihul Jami’ no.1625, as-Shahihah no. 2599 oleh al- Albani.

[5] HR. Bukhari no.2996

[6] HR. Bukhari no. 5654

[7] HR. Tirmidzi 2/64, Ibnu Majah no.4031, Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam as-shahihah no.146

 

BACA JUGA:

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.