Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Azab Kubur Dalam Prinsip Aqidah Ahlussunnah

AZAB KUBUR DALAM PRINSIP AHLUSUNNAH

AZAB KUBUR DALAM PRINSIP AQIDAH AHLUS SUNNAH

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus para rasul, menurunkan Alkitab, membuat syariat, menetapkan hukum, dan menjelaskan halal dan haram kepada hamba-hambanya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah yang Maha Esa tidak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah hamba dan rasulnya. Semoga selawat serta salam berlimpah kepadanya, keluarganya dan para sahabatnya.

Menetapkan adanya azab kubur adalah satu di antara prinsip-prinsip akidah yang sudah disepakati oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. Kitab-kitab aqidah yang disusun oleh para ulama ahlus sunnah dari zaman ke zaman selalu membahas masalah azab kubur, yang merupakan bagian dari pembahasan iman kepada hari akhir.

Hal ini dikarenakan adanya firqah sesat dan menyimpang yaitu berkah khawarij dan mu’tazilah serta hukum filsafat yang mengingkarinya. Mereka mengingkari azab kubur dengan alasan karena adanya azab kubur tidak masuk akal serta masalah azab kubur tidak terdapat penjelasannya di dalam Alquran.

Azab kubur ini adalah masalah gaib di mana tidak ada ruang bagi akal untuk menalarnya, demikian juga keberadaan azab kubur pun telah ditetapkan berdasarkan dalil-dalil dari Alquran pada pemahaman yang Bahkan mentawatir, serta atau kesepakatan para ulama yang mungkin dari perkataan para salaf.

DALIL ADANYA ADZAB KUBUR

  1. Dalil dari al- qur’an

Allah Ta’ala berfirman:

سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيْمٍ

Artinya: “Nanti mereka akan kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada siksaan atau azab yang besar”. (QS. At-taubah:  101)

Al-Hasan Al bashri rahimahullah berkata: “maksud firman Allah mereka orang-orang munafik akan kami siksa dua kali yaitu siksa dunia dan Siksa di dalam kubur. ”

Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata:  “azab yang pertama di dunia berupa dibongkarnya kendot kemunafikan mereka atau ditegakkannya hukuman hak atas mereka, dan azab yang kedua adalah azab kubur. ”

Al-Imam Al Bukhari rahimahullah berkata di dalam Kitab shahihnya bab tentang adanya azab kubur, lalu Beliau membawakan tiga ayat Al-quran sebagai dalilnya yaitu Quran surat Al An’am ayat 103, Alquran surah At-taubah ayat 101 dan Quran surat Al-Ghafir, ayat: 46.

Allah juga berfirman Allah ta’ala:

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَه مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُه يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

Artinya: “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)

Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “yang dimaksud dengan kehidupan yang sempit adalah azab kubur. ”

Ibnu Mas’ud radhiallahu Anhu juga menafsirkan bahwasanya kehidupan yang sempit adalah siksa kubur.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنَ الْعَذَابِ الْاَدْنٰى دُوْنَ الْعَذَابِ الْاَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: “Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajdah: 21)

Al-bara’ Ibnu Aziz Abu Ubaidah serta Mujahid radhiallahu Anhu mengatakan ” azab yang dekat masuknya azab kubur. ”

Al-Imam Al-Ibnu rahimahullah berkata: “dan sekumpulan para sahabat diantaranya Ibnu Abbas radhiallahu anhuma telah berdalih dengan ayat ini nya azab kubur.”

Allah ta’ala berfirman:

اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا ۚوَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ ۗ  اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ

Artinya: “Neraka (api) ditampakkan Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir‘aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!” (QS. Ghafir: 46)

Al Imam Ibnu katsir rohimahullah dan ayat ini merupakan pokok yang menyusun bagi Ahlussunnah di dalam kedalilan atas adanya azab kubur di alam barzah, yaitu firman Allah Subhanahu Wata’ala: “satu tapi ditampakkan kepada mereka Firaun dan kaumnya pada waktu pagi dan petang.”

Al Imam Asy Syaukani rohimahullah berkata: “2 jumhur ulama berpendapat bahwa maksud ditampakkannya api pagi dan petang adalah di alam barzah.”

Dan ayat-ayat yang lain sangatlah banyak yang menunjukkan adanya azab kubur walaupun tidak secara tegas melainkan tersirat saja tanda panah berdasarkan penafsiran dari kalangan para sahabat nabi dan mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat. Diantaranya, Al Imam Al Bukhari rahimahullah membawakan tiga ayat lalu Al Imam Ibnu qayyim rahimahullah membawakan lima ayat, hal Iman Ibnu Rajab rahimahullah membawakan enam ayat karena bahkan ketika di Bali lagi mencapai 10 ayat.

DALIL-DALIL DARI AS-SUNNAH

Dalil-dalil dari sunnah tentang azab kubur sangat banyak bahkan hingga mencapai derajat Mutawatir. Abu Al Hanafi rahimahullah: “sungguh telah datang kabar yang Mutawatir dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang penetapan adanya azab dan nikmat kubur bagi yang berhak atasnya, demikian juga pertanyaan 2 malaikat maka wajib meyakini adanya demikian dan beriman dengannya. Kita tidak membicarakan tentang tata caranya karena akal tidak menjangkau untuk mencerna kayu atau tata caranya.”

Al Imam Al Hasan Al Azi Ali rohimahullah berkata: “kaum mu’tazilah telah mengingkari azab kubur kita berlindung daripadanya, padahal sungguh telah diriwayatkan dari nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari jalur periwayatan yang banyak, dan juga dari para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan tidak ada riwayat dari seorang pun di kalangan para sahabat yang mengingkari adanya azab kubur, maka ini merupakan kesepakatan para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Di antara hadis-hadis yang menunjukkan adanya azab kubur adalah dari Anas bin Malik radhiallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya”jika seorang hamba atau jenazah sudah diletakkan di dalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya dan dia dapat mendengar gerak langkah sendi-sendal mereka Maka akan datang kepadanya 2 malaikat yang keduanya akan menundukkannya Seraya keduanya berkata, kepadanya:” 1 Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini, Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Bila seorang mukmin dia akan menjawab “:” satu aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusannya. Maka dia akan dikatakan kepadanya: Lihatlah tempat dudukmu di neraka yang Allah telah menggantikannya dengan tempat duduk di surga. Maka dia dapat melihat keduanya. ” tanda berkata: “dan diceritakan kepada kami bahwa dia hamba mukmin itu akan dilapangkan dalam kuburnya.” Kemudian dia kembalikan melanjutkan hadis anak radhiallahu Anhu: “dan Adapun jenazah orang kafir atau munafik akan dikatakan kepadanya apa kamu ketahui tentang laki-laki ini?” Satu maka dia akan menjawab: Aku tidak tahu aku hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan Kebanyakan orang. Satu maka dikatakan kepadanya: kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang mengerti. Kemudian dia dipukul dengan palu besar perempuan dari besi sehingga mengeluarkan suara teriakan yang dapat didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluk Jin dan manusia.”

PENGINGKARAN ADZAB KUBUR

Kelompok sesat yang mengingkari adanya azab kubur dari kalangan kaum mu’tazilah dan khawarij terbagi kepada empat mazhab pendapatan dan fisik 2

1 kelompok mengingkari secara total, mereka ini seperti almarisi, Yahya Ibnu Kamil, dan kebanyakan dari mu’tazilah dan khawarij belakangan.

  1. Kelompok yang berpendapat bahwa azab kubur seperti orang tidur, tidak terasa adanya pukulan azab, sebagian yang berpendapat azab kubur hanya terjadi antara waktu kedua tiupan sangkakala saja pada hari kiamat, mereka ini adalah
  2. Kelompok dari sebagian mu’tazilah yang berpendapat bahwa Allah menyiksa orang mati dikubur mereka merasakan sakit tetapi mereka tidak menyadari ketika dibangkitkan baru merasakan sakit tersebut.
  3. Menetapkan azab kubur tetapi menafikannya terhadap kaum mukminin agar seseorang yang kekal saja dinamakan termasuk orang-orang fasik karena pokok keyakinan mereka bahwa orang fasik adalah kekal di neraka yang berpendapat ini adalah tokoh mu’tazilah yang merupakan bapak tirinya Al Imam Abul Hasan yaitu Abu Ali Muhammad Ali yang keyakinan ini juga termasuk anaknya lalu Al Baqi seorang tokoh mu’tazilah.

REFERENSI:

Majalah Al-furqon edisi ke12 tahun kenam belas ramadhan 1438

Ustadz abu ghozie as-sundawie

Peringkas: helmilia putri (Status pengabdian ponpes darul qur’an wal hadits)

Baca juga artikel:

Memahami Nama-Nama Allah 

Kebersamaan adalah Kebahagiaan

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.