Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

Asal Usul Bangsa Romawi

ROMAWI

 

Asal Usul Bangsa Romawi-Siapakah romawi itu? Apakah mereka keturunan bangsa yunani ataukah penduduk asli itali atau Germanic ataukah para imigran dari asia timur ataukah percampuran antara berbagai etnis tersebut?

 

  1. Tentang Asal-Usul Bangsa Romawi Dan Bangsa Eropa

Sepuluh ribu tahun yang lalu, para petani timur tengah dan timur dekat(kawasan levant atau syam pada saat ini)bermigrasi kebenua eropa. Inilah hasil studi dan penelitian kontemporer tentang nenek moyang bangsa eropa modern. Hasil dari kesimpulan riset ini terjadi diproleh setelah para ilmuwan inggris dan amerika melakukan penelitian intensif, yang kemudian di publikasikan oleh akademi nasional amerika. Dalam studi dan penelitian ini, mereka mengunakan teknologi computer dan bewrbagai impormasi genetic.penelitian demean metode seperti itu bertujuan memahami jalan atau system, yang memungkinkan teknologi pertamian dan produk yang menghasilkannya,serta cara penanamannya.

Studi dan penelitian terbaru menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi tidak hanya terfokus pada penyebaran pemikiran semata. Melainkan juga disertai demean gerakan focus pada penyebaran pemikiran semata. Melainkan juga di sertai demean gerakan kolektif penduduk yang berimegrasi ke eropa dan bergabung atau bersinergi dengan penduduk setempat dalam mengumpulkan hasil pertanian, dimana mereka ketika itu tersebar di eropa.

Para arkeolog berkeyakinan bahwa pertanian mulai dari timur tengah. Kemudian berkembang ke eropa pada tahun delapan sebelum masehi.

Romawi disebutkan dalam sebuah surat dalam nama Ar- Rum, yang berati romawi, sebagaiamana yang disebutkan dalam firman Allah:

 

الم, غلبت الروم , في أدنى الأرض وهم من بعد غلبهم سيغلبون, في بضع سنين لله

الأمر من قبل ومن بعد ويومئذ يفرح المؤمنون, بنضرالله ينصر من يشاء وهو العزيز

الرحيم, وعد الله لا يخلف الله وعده ولكن أكثر لايعلمون.

 

Artinya:

“Alif Lam Mim. Bangsa romawi telah dikalahkan, di negri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan memang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan, pada hari (kemenangan  bangsa romawi) itu bergembira orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dia kehendaki. Dia mahaperkasa, maha penyayang. (itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”(QS. Ar-Rum:1-6).

 

Pada dasarnya faktor-faktor penyebab diturunkannya ayat ini adalah, bangsa Persia dan romawi ketika itu terlibat dalam pertarungan sengit. Orang-orang musyrik arab sangat berharap jika bangsa Persia berhasil mengalahkan bangsa romawi. Dengan alasan, penduduk Persia merupakan penganut fanatic agama majusi. Sedangkan umat islam sangat berharap kemenangan bangsa romawi atas bangsa Persia.

 

  • Bani Al- Ashfar

Bangsa arab menyebutkan orang-orang romawi yang menguasai wilayah syam demean nama Bani Al-Ashfar. Nama mereka ini di sebutkan dalam hadist –hadist rasulullah  berkaitan dengan peristiwa akhir zaman dan tanda hari kiamat.

Imam Al-Bukhari, ibnu majah dan ahmad, meriwayatkan dari Auf bin Malik berkata:”pada suatu ketika, aku menghadap kepada rasulullah dalam prang tabuk, yang ketika itu berada diatas tikar yang terbuat dari kulit yang telah di samak (dibersikan sehingga menjadi bersih dan suci). Lalu beliau bersabda, “ tulislah enam tanda hari kiamat; kematian ku lalu menaklukan baitu maqdis, banyaknya kematan yang menyerang kalian seperti penyakit pada kambing ( yang menyebabkan hidung mengeluarkan suatu cairan lalu mati seketika,penj.) lalu harta yang melimpah hingga seorang laki-laki diberikan setarus dinar akan tetap marah( masih kurang ), kemudian tragedy dimana tiada satupun rumah masyarakat arab kecuali memasukinnya, lalu perjanjian damai antara kalian dengan bani al-ashfar hingga mereka melanggarnya dan menyerang kalian dengan 80 panji  dimana setiap panji menbawahi 12.000 (tentara, penj.)

Al-hafidz ibnu katsir mengemukakan dalam tafsir-Nya ketika menejelaskan surat At-Taubah demean sanadnya dari rasulullah yang menyebutkan , “pada suatu kesempatan, ketia sedang bersiap-siap dalam perang tabuk, beliau berkata kepada jadd bin qois (seorang munafik,penj.) saudara bani salamah,”wahai jadd, apakah kamu bersediah menjadi algojo bagi bani al-ashfar ?” jadd bin qois balik bertanya,” wahai rasulullah ijinkanlah aku (untuk tidak ikut perang,penj.) dan janganlah eangkau biarkan aku terjerumus dalam fitnah (terpesona dalam kecantikan kaum bani al-ashfar,penj.)? demi Allah, sungguh kaum ku telah mengenal bahwa tiada seorang pun yang lebih terpesona demean kaum perempuan di bandingkan aku. Dan, sesungguhnya aku khawatir jika melihat para perempuan bani al-ashfar tidak mapu menahan kesabaran.”akhirnya rasulullah berpaling darinya seraya berkata, “sungguh aku telah mengijinkanmu” .

kemudian datanglah putranya bernama Abdullah bin al-jadd, yang merupakan salah seorang perjuaang dalam perang badar. Dia adalah saudara Mu’adz bin Jabbal dari garis ibunya.kepada ayahnya , Abdullah bin al-jadd berkata, “ mengapa ayah menolak perintah rasulullah? Demi Allah, tiada seorang pun dari bani salamah yang memiliki harta benda lebih banyak dibandingkan ayah! Akan tetapiu ayah tidak bersediah keluar berperang bersama rasulullah dan juga tidak menyerahkan kuda dan untahmu kepada orang lain sehingga dia dapat keluar bersama rasulullah?” al-jadd menjawab,”wahai putraku , mengapa aku harus keluar untuk perperang di bawah terpaan angin kencang , panas, dan penuh penderitaan dari bani al- ashfar, demi Allah, aku tidak lepas dari ketakutan dari bani al-ashfar. Dan, sesungguhnya aku dirumahku siap dengan tombakku. Pergilah kepada mereka dan seranglah mereka! Wahai putraku , demi Allah, aku mengetahui keadaan,”.

mendengar perkkataan ayahnya , maka sang putra marah terhadapnya dan berkata,”tidak, demi Allah, akan tetapi itu adalah kemunafikan ! demi Allah, sungguh akan turun sebuah ayat al-quran kepada rasulullah berkaitan denganmu . di dalamnya turun firman Allah Subhanahu Wata’ala:

 

ومنهم من يقول ائذن لي ولاتفتني ألا في الفثنة سقطوا وإن جحنم لمحيطة با لكا فرين

 

Artinya:

“Dan diantara mereka ada orang yang berkata, ‘berilah aku ijin (tidak pergi berperang) dan jangan lah engkau (Muhammad) menjadikan aku terjerumus kedalam fitnah.” Ketahuilah, bahwa mereka terjerumus kedalam fitnah. Dan sungguh, jahanam meliputi orang-orang yang kafir.”(At-Taubah:49).

 

  • Asal-usul Arab Bangsa Eropa

Nenek moyang bangsa eropa merupak kombinasi antara etnis-etnis arab dan asia. Penulis Al- judzur Al-Arabiyyah li Al- Latiniyyah (Le Substrat Arabe de La Langue Latine) menyatakan, “69 persen kosakata bahasa latin berasal dari arab dan bersumber dari bahasa arab, yang banyak digunakan orang-orang dalam berkomunikasi.

Pada tahun 2008 M, terbit sebuah buku yang berjudul Al-Arab wa Al-Hindu Aurubiyun(Arabes et indo Europens), yang menyatakan bahwa sebelum terjadi serangan, bangsa eropa berasal dari etnis-etnis indo-eropa pada akhir millennium kedua sebelum masehi. Sebagian besar warganya berkomunikasi demean bahasa arab seperti halnya bahasa arab, kan’an, babel, asyuria, dan barbar. Di mana eropa ketika itu dipenuhi demean warga keturunan arab.

Penulis buku ini menggunakan kata arabique untuk mengekpresikan kata arubiyyah sebagai ganti dari kata As-Syamiya, yang tidak digunakan karena pengertian mitologisnya. Penulis menggunakan kata arabe untuk merujukan demean bahasanya.

Ilmuan prancis bernama E.Renan menolak perkataan As-Syamiyah dalam buku utamanya Tarikh Al-Lughat As-Samiyah. Dalam buku tersebut, sang penulis mengusulkan agar bahsa –bahasa smith ini diberi nama Al-Asyuriyyah Al-Arabiyyah (Syro-Arabe) sebgaimana Leibnitz yang lahir pada tahun 1646 M agar bahasa –bahasa smith ini dinamakan Arubiyyah(Arabique).

Penulisan bahasa ini dari kanan ke kiri demean mengunakan huruf-huruf abjad kan’an Phoenicia (Alfabet Fenesia). Maksudnya, tulisan arabique yang kemudian berkembang dan menyebar menjadi beberapa tulisan seperti itali dan etrusques.

 

  • Suku-suku Celctic dan Asal-usul Bangsa Eropa

Kawasan arab menyaksikan berbagai peradaban, bangsa dan ras, terutama negri syam, seperti bangsa Anak (Anakim,Anakites), Rafa’I (Rephaite), Het (Hitties) dan yang lainnya. Sebagian besar cerita tentang mereka diambil dari cerita-cerita perjanjian lama.

Sementara itu, Al-Quran menyinggung tentang orang-orang jabbar (yang gaga perkasa) kertika berbicara tentang kisah bani israil dan eksodus mereka di mesir dizaman nabi musa, yaitu dalam surat Al-Maidah.

 

وإذ قال موسى لقومه يا قوم اذكروا نعمة الله عليكم إذ جعل فيكم أنبياء وجعلكم ملو

كاوآتاكم ما لم يؤت أحدا من العا لمين, يا قوم ادخولوا الأرض المقد سة التي كتب الله

لكم ولا ترتدوا على أد باركم فتنقلبوا جا سرين, قالوا يا مسى إن فيها قوما جبارين وإنا لن

ندخلها حتى يخرجوا منها فإ نا داخلون.

 

Artinya:

“Dan (ingatlah) ketika musa berkata kepada kaumnya, ‘wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah ketika dia mengangkat nabi-nabi diantaramu, dan dijadikannya kamu orang-orang merdeka, dan diberikannya kepada mu  apa yang belum pernah diberikan-Nya  kepada seorang pun diantara umat-umatku  yang lain. Wahai kaumku,masuklah ke tanah suci (palestina) yang telah di tentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berlari ke belakang(karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.’ Mereka berkata, ‘Hai musa, sesungguhnya di dalam negri itu ada orang-orang yang gagah perkasa (jabbar), sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinnya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar darinya, pasri kami akan memasukinnya.’”(QS. Al-Maidah:20-22).

 

Al-jabbarun (orang-orang yang gagah perkasa) tersebut pada saat yang sama di kenal dengan bangsa anak (enak, anakim,anakites) Rafa’i(rephaite). Mereka semua terkait dengan zaman celtic atau peradaban celtic. Era celtic adalah era sebelum era kanaan atau semasa dengannya .

Abdurrahman Ghunaim dalam buku ensiklopedisnya “Al-Hikbah Al-Keltikiyah fi At Tarikh Al-Araby “ mengatakan, “Era peradaban celtic, bagi banyak kawasan-kawasan eropa, mulai dari eropa timur, merupakan era yang mendahului era peradaban megalitikum yang misterius.”

 

REFERENSI:

Diringkas dari buku; BANGSA ROMAWI DAN PERANG AKHIR ZAMAN. Karya; Manshur Abdul Hakim.penerbit; Pusaka Al-Kautsar.

 

Diringkas oleh; Lia Maulana (pengajar ponpes Darul-Quran Wal-Hadits OKU Timur.

Baca juga artikel:

Mengungkap Rahasia Taubat

Penjagaan Islam Terhadap Wanita

Be the first to comment

Ajukan Pertanyaan atau Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.