Sebelum Ayah Tiada (Bagian 2)
Sebelum Ayah Tiada (Bagian 2) – Menulis Untuk Perbaikan Anakku, orang boleh pandai setinggi langit. Tapi, selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis untuk tebar ilmu dan perbaikan adalah tradisi ulama shaleh dahulu. Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala. Tapi, satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala. […]
