Pondok Pesantren Darul Qur'an Wal-Hadits Martapura OKU

MENGAPA HATI MENJADI KERAS?

HATI KERAS

MENGAPA HATI MENJADI KERAS?

 

Hati yang tidak khusyu’ ini adalah hati yang keras, dan hati yang keras adalah hati yang jauh dari Allah, “tat kala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karna takut kepada Allah, maka ketahuialah bahwa sesungguhnya keringnya mata merupakan salah satu sebab kerasnya hati. Sedangkan hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.” (Bada’i al-Fawa’id, 3/743)

Ya! Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras. Sehingga orang yang emiliki hati yang keras susah menerima nasehat, gemar melakukan maksiat dan susah sekali bertaubat. Gemar melakukan maksiat dan susah sekali untuk bertaubat.

Padahal selaknya bagi orag yang menginginkan keselamatan untuk menangisi dosa-dosanya, bukan berbangga dengan dosa-dosanya.

Diantara sebab-sebab hati menjadi keras yaitu:

  1. Lemah Iman

Lemah iman bisa membuat kerasnya hati dan mengurangi rasa takut kepada Allah sehingga seseorang mudah jatuh dalam kemaksiatandan malas berbuat taat.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “tidaklah seorang  meminum khomr padahal dia seorang mukmin . tidaklah seseorang merampas barang rampasan yang banyak orang melihat dengan mata mereka ketika dia sedang meramasnya, padahal dia seorang mukmin. ( HR. Al-Bukhari, Muslim, Nasi, dan Ibnu Majah).

 

Yang dimaksudkan di  dalam haist ini adalah orang yang kurang imannya. Maka seharusnya bagi seorang muslim yang menyadari imannya lemah untuk bergegas mengobatinya. Diantara caranya yaitu dengan mengobatinya seperti membaca dan merenungkan al-quran, takut kepada siksaan Allah beraubat dari perbuatan maksiat, mengingat mati dan akhirat serta takut terhadap su’ul khatimah (akhir yang buruk).

 

  1. Lemah/Kurang Pendidikan Yang Benar

Seorang muslim harus sungguh-sungguh menjaga dirinya, sebab jika tidak, maka dia akan mundur dan berbalik dari keimanan. Oleh karena itu,  dia harus mendekatkan diri kepada Allah, mengintropeksi diri, mohon ampun bertaubat.  Dia harus meluangkan waktu untuk menuntut ilmu agama, untuk berdzikir dan membaca al-Quran.  Dia harus berusaha mengamalkan ilmunya dan berdakwah sesuai dengann kemampuannya. Jika dia sebagai orang tua, maka dia harus mendidik anaknya sejak dini, agar tidak menyesal dikemudian ahri.

 

  1. Lingkungan Yang Buruk Dan Jauh Dari Suasana Iman

Seseorang yang tinggal dilingkungan jelek, seperti hidupbrcampur dengan manusia yang bangga dengan perbuatan maksiat mereka, asyik mendengdangkan lagu dan nyanyian, suka merokok, suka menggunjing dan mencela orang. Kondisi seperti ini bisa merubah hati menjdi keras, dan akhirnya berubah halan ari sikap komit terhadap agama dan kebaikan menjadi cinta dunia dan kemaksiatan. Apanila sesorang jauh  dari teman shalihnya dalam waktu lama, lantaran berpergian jauh atau suatu pekerjaan, atau semisalnya, ia akan kehilangan suasana yang patuh keimanan. Ini juga bisa melemahkan iman.

Jika seseorang di uji dengan harta atau jabatan, atau istri yang lemah iman, atau anak-anak susah diingitkan, maka dia harus teguh dan sabar menghadapi semuanya. Oleh karena itu, selayaknya seseorang Muslim menjaga komitmennya terhadap agama dengan cara bersunguh-sungguh dan berusaha mendapatkan dan menciptakan lingkungan yang penuh keimanan.

 

  1. Berteman dengan orang-orang yang buruk

Ini juga merupakan salah satu sebab bahkan faktor dominan yang bisa mengeraskan hati. Orang yang hidup bergaul dengan manusia yang banyak berkubang dalam dosa, banyak bergurau dan tertaa tampa batas, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh kondidi tersebut. Terlebih lagi bai mereka yang berkepribadian lemah dan selalu mengekor orang lain.

Jka seorang teman suka  suka melihat film dan majalah yang membahayakan agamanya,  suka mendengarkan lagu-lagu dak musik, maka ia akanmempengaruhi sahabatnya. Dan terkadangang saat melihat penyimpangan yang dilakukan temanya, ia tidak mengingkarinya karena takut persahabatannya akan putus; atau terkadang ia melihat temannya tidak taat beribadah, namun ia sungkan untuk mengajaknya bahkan akhirnya ia pun terpengaruh dan tidak lagi istqomah. Oleh karena itu dalam bergaul, seseorang harus memilih teman yang shalih yang akan akan membantunya taat kepada Allah. Nabi bersabda :

 

المرأ على دين جليله, فلينظر أحدكم من يخالل

Seseorang itu mengikuti din (akhlak; agama; kebiasaan) teman akrabnya, maka hendaknya seseorang melihat siapa yang dijafikan teman akrabnya”. (HR. Abu Dawud; at-Tirmidzi; dan Ahmad)

 

  1. Terbiasa meninggalkan kewajiban, melakukan maksiat dan mmeremehkan dosa

Dosa merupakan penghalang seseorang meraih ridho Allah. Dosa ibarat pembegal perjalanan menuju Allah, serta membalikkan arah perjalanan yang lurus. Perbuatan maksiat, meski kecil, akan memicu perbuatan maksiat lain yang lebih besar, sehingga tampa disadari semakin hari semakin terpuruk. Maka selayaknya semua dosa itu ditinggalkan aik dosa yang dilakukan hati, lisan, dan anggota badan. Rasulullah telah memperingatkan tentang dosa-dosa kecil dengan sabdanya :

إياكم ومحقّرات الذنوب فإنّهنّ يجتمعن على الرّجل حتّى يهلكنه

Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil, karena dosa-dosa itu akan akan berhimpun pada seseorang sehingga akan membinasakannya. (HR. Ahmad dan al-Baihaqi)

 

  1. Tertipu dan membanggakan diri

Sebagian orang tertipu dan bangga an bangga terhadap diri sendiri, merasa sempurna, dan tidak butuh kepada orang ‘alim. Rasa seperti memberi pengaruh jelek terhadap pemiliknya. Nabi juga sudah memperingati bahayadari sifat ‘ujub.

Jika seseorang membanggakan dirinya sendiri, maka ia akan merasa aman dari kesesatan setelah mendapat petunjuk, dan dia tidak takut su’ul khatimah (AKHIR YANG JELEK). Jika seseorang kagum  terhadap dirinya ia akan tersibukkan dengan mencariaib-aib orang lain dan menyepelekan aib dirinya.

Oleh karena itu, seseorang harus mengobati iwanya dengan membunng ras bangga terhadap diri sendiri kemudian bersikap tawadhu’, takut serta mmemperbaiki aibnya dan bertaubat kepada Allah.

 

  1. Lalai

Lalai merupakan penyakit berbahaya, jika telah terlanjur ada dihati dan bersenandung di jiwa. Karena akan berakibat pada angota badan saling mendukung untuk menutup pindtu hidayah, sehingga akhirnya menjadi terkunci.

Penyakit ini harus diobati dengan dzikrullah (mengingat Allah) dan membaca kitab-Nya semabri memikirkannya, buka sekedar membacanya tampa pernah emikirkan dan merenungkan janji-jnji ancaman, berita-berita dan pelajaran yang ada didalamnya.demikian juga hati yang lalai itu diobati dengan banyak mengingat peristiwa-peristiwa  yang pasti akan trjadi yang telah dijanjikan Allah seperti kematian dan hari-hari lainnya setelah kematian.

 

  1. Terlalu cinta dunia dan panjang angan-angan

Terlalu cinta dunia, tenggelam di dalamya, panjang angan-angan serta menjadikan tujuan hidpnya, sehingga dunia mendapatkan porsi perhatian terbesar darinya.   Oleh karena itu di antara sifat-sifat dan keadaan orang-orang munafik adalah apa yang Allah beritakan dalam surat al-Hadid/57:14 yang artinya :

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “bukankah ami dahulu bersama-sama dengan kamu?” mereka menjawab: “benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu agu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadao Allah oleh (syaiton) yang amat penipu. (QS. al-Hadid/57:14)

 

 

Sesunguhnya banyak sekali sebab-sebab yang menjadfikan hati menjai keras, sehingga kita tidak mungkin membatasinya. Pada point terakhir ini, kami sebutkan beberapa sebab yang juga bisa mengeraskan hati, yaitu: berlebih-lebihan dalam makan, tidur, berbicara dan banyak tertawa.

Inilah beberapa perkara yang bisa mengeraskan hati seseorang, maka selakanya setiap kita memperhatikan keadaan kita masing-masing kemudian berusaha memperbaikinya. Hanya Allah Tempat memohon pertolongan.

 

Referensi :

Majalah As-Sunnah EDISI 01/THN XVI/ JUMADIL AKHIR 1433H/MEI 2012M

Ditulis oleh : Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari

Diringkas oleh : Latifah Septia Kirana, Kelas : Imah II

Baca Juga Artikel:

Dosa-dosa Yang Membinasakan

Ada Apa Dengan Cinta Seorang Ibu?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.