DI ANTARA CONTOH SIKAP BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

BERBAKTI KEPADA ORTU

 

DI ANTARA CONTOH SIKAP BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

 

Ibnu umar pernah berkata kepada seorang lelaki,”Apakah kamu takut masuk neraka dan ingin masuk syurga?” Laki-laki itu menjawab,”Tentu”. Ibnu umar berkata,”berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah sekiranya kamu lemah lembut dalam bicara kepadanya dan memberi makan,niscaya kamu benar-benar akan masuk syurga,selama kamu menjahui dosa-dosa besar.”

Muhammad bin al-munkadir,pernah meletakkan pipinya di tanah,kemudian berkata kepada ibunya,”ibuku,berdiri dan letakkan lah kaki ibu di atas pipi ibu”

Ibnu al-munkadir juga pernah berkata,”Saudaraku umar menghabiskan malamnya dengan sholat,sedangkan aku menghabiskan malam ku dengan mengelus-elus kaki ibu ku,dan aku tidak ingin malam ku itu dig anti dengan malam saudaraku.”

Dari Muhammad bin sirin,dia berkata,”pada masa usman bin affan,harga pohon kurma mencapai seribu dirham. Usman menuju suatu pohon kurma,lalu menggigitnya lalu mengeluarkan daging pohon kurma yang paling lunak,kemudian menghidangkannya untuk ibunya. Orang-orang berkata kepadanya,”Apa yang membuatmu melakukan hal ini,sementara kamu tahu bahwa harga pohon kurma mencapai eribu dirham?” Dia menjawab,”Karena ibuku memintanya,dan tidak lah beliau meminta sesuatu apapun kepada ku yang aku mampu,melainkan aku akan memberikan itu kepadanya.”

Dari abu burdah,Dia berkata”Aku pernah mendengar ayahku bercerita,bahwa dia pernah melihat ibnu umar dan seorang laki-laki dari yaman yang sedang menggendong ibunya melakukan thawaf di baitullah,laki-laki itu berkata: Sesungguhnya aku adalah untanya yang ditundukkan,jika ia mengejutkan sanggurdinya,niscaya ia tidak akan terkejut.

Kemudian dia berkata,”wahai ibnu umar,apakah engkau berpendapat bahwa aku telah membalas ibu ku? Ibnu umar menjawab,”Tidak meskipun hanya sehelas  keletihanyya.” Kemudian ibnu umar berthawaf hingga sampai maqam,lalu sholat dua rakaat,kemudian berkata,”wahai ibnu abi musa,sesungguhnya setiap dua rakaat dapat menghapus dosa-dosa yang ada di depan kedua orang tua mu.”

Dari abu hazim,bahwa abu murrah,mantan hayya’ummu hani,putrid abu thalib,telah mengabarkan kepadanya bahwa dia pernah naik kendaraan bersama abu hurairah ke kampunya di al-aqiq. Tatkala dia samai di daerahnya,dia berteriak kencang,”semoga keselamatan,rahmat Allah dan keberkahan nya terlimpahkan kepada mu wahai ibu ku”,kemudia ibunya menyahut,”semoga keselamatan rahmat Allah terlimpahkan  juga kepada mu.” Abu hurairah berkata kembali,”semoga Allah merahmatimu sebagaimana engkau telah mendidikku tatkala aku masih kecil.” Ibunya juga berkata”Demikian juga engkau wahai anak-ku.” Semoga allah membalasmu dengan kebaikan dan meridhoimu sebagaimana engkau berbakti kepada ku di kala aku telah tua.”

Abu bakar ayyasy berkata,”aku pernah duduk bersama manshur dirumah nya. Kala itu ibunya yang keras berteriak kepadanya seraya berkata,”wahai manshur,ibnu hurairah menginginkan mu menjadi qhadi,kenapa kamu menolakknya?’mendengar perkataan ibunya,manshur hanya menunduk tanpa melihat kepada ibunya.”

Haiwah bin syuraih,salah seorang imam kaum muskimin,pernah suatu hari duduk di halaqqahnya untuk mengajarkan ilmu kepada orang-orang . Tiba-tiba ibunya berkata kepadanya”Bangkitlah wahai haiwah,taburkan lah gandum kepada ayam kita.”maka dia pun bangkit dan meninggalkan taklimnya”

Dari ibnu Aun,bahwa pada suatu saat ibunya memanggilnya,maka dia pun menjawab panggilan tersebut,ternyata suara nya melibihi suara ibunya,karena itu dia pun memerdekakan dua budak”

DDKalajengking tersebut masuk kedalam sarangnya. Maka dia memasukkan jari-jarinya ke dalam lubang kalajengking tersebut,dan akaljengking tersebut mematuk jarinya. Lalu dia berkata kepada kala jengking itu,”sesungguhnya aku khawatir kamu keluar lalu menghampiri ibuku lalu menyengatnya.”

Abdullah bin ja’far al-marwazi berkata,”Aku pernah mendengar bundar berkata,”Suatu ketika aku hendak pergi keluar perjalanan,namun ibuku melarangku,maka akupun menaatinya(untuk tidak pergi),dan ternyata aku mendapat berkah karenanya.”

Al-ma’mun berkata,Aku tidak pernah melihat seorang anak berbakti kepada ayahnya dari pada al-fadhl bin yahya. Baktinya tersebut sampai dimana suatu keadaan dimana yahya(ayahnya) tidak pernah berwudhu kecuali dengan air hangat. Kala itu dia sedang di penjara,lalu para [enjaga penjara melarang keduanya memasukkan kayu bakar di amlam yang sangat dingin,maka ketika yahya mulai tidur,al-fadhl mengisi air di suatu botol,kemudian mengahangatkan air tersebut dengan mendekatkan nya dengan  kea pi lampu. Dia terus berdiri memegang botol yersebut hingga pagi hari.

Selain itu juga al-ma’mun menceritakan,bahwa para penjaga penjara mengetahui apa yang dilakukannya yg telah mendekati api lampu untuk menghangatkan air. Sehingga mereka melarang memenuhi botol dengan air kemudian di bawa ke tempat tidurnya,dan dia tempelkan kepada perutnya hingga air tersebut menjadi hangat.’

~ BUAH BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

1.Di  terimanya amal ibadah dan masuk syurga                 

Allah menjadikan bakti kepada orang tua sebagai ketaatan paling agung akhlak yang paling mulia,yang dapat menghantarkan pelakunya ke syurga.

2.Berbakti kepada orang tua,memperpanjang unur seorang

                Dari annas bin malik,dia berkata,aku pernah mendengar  rosulullah bersabda,

من شره ان يبست له في رزقه وينسا له في اثره فليصل رحمه

“barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan di akhir ajalnya,maka hendaklah dia menyambung tali silaturrahim” (Shahih, HR Ahmad dalam Musnadnya)

Ibnu hajar berkata,”para ulama mengatakan bahwa makna dilapangkan rizkinya adalah adanya keberkahan kepadanya,sedangkan makna di panjangkan umurnya adalah adanya kekuatan dalam tubuh.

  1. Di kabulkannya doa

                Dari umar bin al-khottob,dia berkata,aku pernah mendengar Rosulullah bersabda,

ياتي عليكم اويس بن عامر مع امداد اهل يمن من مراد ثم من قرن،كان به برص فبرأ منه إلا موضع درهم, له والدة هو بها بر,لو اقسم عل الله لآبره فإنستطعت ان يستغفر لك فعفل

“Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan dari Yaman,dari murad kemudian qaran. Dia pernah berpenyakit sopak putih,lalu sembuh darinya kecuali bagian tubuh sebesar dirham.Dia memiliki seorang yg dia sangat berbakti kepadanya,sekiranya dia bersumpah atas nama Allah,niscaya Allah ,niscaya allah akan mengabulkannya. Jika kalian bisa meminta kepadanya untuk memohon ampunan kepada Allah,maka lakukan lah.” (HR Muslim)

ADAB-ADAB SEORANG MUSLIM KEPADA ORANG TUA

Di antara adab-adab oleh seorang muslim kepada kedua orang tua nya adalah sebagai berikut :

  1. Jangan memanggil keduanya dengan nama mereka,akan tetapi panggilah dengan nama julukan yang mereka sukai dan membuat mereka senang.
  2. Jangan duduk sebelum mereka duduk
  3. Jangan berjalan sebelum mereka berjalan
  4. Menghadapi mereka dengan wajah berseri
  5. Menasihati mereka,akan tetapi dengan yang ma’ruf . Dan apabila mereka tidak mau menerima nasihat anda,maka jangan lah anda menyakiti mereka.
  6. Menjawab panggilan mereka tanpa berkeluh kesah bersikap tidak suka.
  7. Berbicara lemah lembut dengan keduanya.
  8. Memberi mereka makan apabila Lapar.
  9. Memberi mereka pakaian apabila tidak memiliki Pakaian.
  10. Membantu mereka apabila membutuhkan
  11. Tidak mendahului mereka dalam makan dan minum.
  12. Mendoakan mereka dengan ampunan dan rahma dari Allah.
  13. Memaklumi kesalahan-kesalahan mereka.
  14. Tidak sombong dan congkak terhadap mereka.
  15. Menemani mereka dengan ma’ruf dan meminta doa mereka.

Baca Juga Artikel:

Zakat Bumi dan Bangunan

Seperti Hati Burung

 

REFERENSI                               :      

Buku                                             :  Birr Al-walidain wa tahrim

                                                           uquqihima,ahqam-qashas-fatawa

Penulis                                         : Ghalib bin sulaiman bin harbi

Diringkas oleh                          : Diana Rosella

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.