BERAMAL TIADA HENTI SAMPAI MATI

beramal-tiada-henti-sampai-mati

Dulu kita menanti datangnya bulan Romadhon. Sungguh bulan Romadhon telah datang dan sudah meninggalkan kita. Begitulah keadaan kehidupan dunia, ada pertemuan dan ada perpisahan, sampai kita meninggalkan dunia. Barangsiapa yang telah mengisi bulan Romadhon dengan amal-amal kebaikan, maka bergembiralah karena Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beramal kebaikan. Dan barangsiapa yang telah mengisi bulan Romadhon dengan amal-amal keburukan, maka bertaubatlah karena Alloh mencintai orang-orang yang bertaubat.

Meskipun bulan Romadhon telah selesai, tetapi waktu beramal tidak selesai kecuali dengan kematian. Meskipun hari-hari puasa Romadhon telah selesai, tapi puasa tetap disyariatkan dalam setiap saat. Nabi n telah mensunahkan puasa hari senin dan kamis sebagaimana dalam sabdanya:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Amal-amal dinampakkan (kepada Alloh) pada hari senin dan kamis. Maka aku suka amalku dinampakkan ketika aku sedang puasa.(Shohih SunanTirmidzi:747)

Beliau juga menganjurkan puasa 3 hari dalam setiap bulan sebagaimana dalam sabdanya:

صَوْمُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Puasa tiga hari dalam setiap bulan adalah puasa sepanjang masa.(Muttafaq ‘alaih)

Meskipun sholat tarawih di bulan Romadhon sudah selesai, tapi sholat malam disyariatkan pada setiap malam sepanjang tahun. Nabi n bersabda bahwasanya Alloh turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, Dia berkata:

مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَه

Siapa yang berdo’a kepadaku, maka aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepadaku, maka aku akan memberinya. Dan siapa yang memohon ampun kepadaku, maka aku akan mengampuninya. (HR Bukhari dan Muslim)

Begitu pula membaca Al-Quran, tidak berhenti dengan selesainya bulan Romadhon. Membaca Al-Qur’an diperintahkan pada semua waktu, hari dan bulan. Nabi n bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at kepada orang-orang yang membacanya”.( HR Muslim)

Bertakwalah kepada Alloh l dan gunakanlah umur kalian untuk beramal kebaikan karena sesungguhnya hakikat umur adalah waktu yang digunakan untuk menjalankan ketaatan dan selainnya adalah suatu kerugian.

Sungguh Alloh telah membukaan jalan-jalan kebaikan, menyeru ke jalan-jalan tersebut, dan telah menjelaskan pahala-pahalanya.

Sholat lima waktu yang merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat, dikerjakan lima kali dalam sehari semalam pahalanya limapuluh dalam timbangan.

Sholat nafilah yang dikerjakan mengikuti waktu sholat fardhu, yang berjumlah 12 rokaat: 4 rokaat sebelum dzuhur dan 2 rokaat sesudahnya, 2 rokaat setelah maghrib, 2 rokaat setelah isya, dan 2 rokaat sebelum subuh, barang siapa melakukannya Alloh akan bangunkan rumah di surga.

Sholat witir yang merupakan sunah Nabi secara pekataan dan perbuatan. Nabi bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْر

Sesungguhnya Alloh itu ganjil (satu) dan menyukai yang ganjil (tidak genap)”.( Muttafaq ‘alaih )

Dzikir-dzikir yang di baca setiap hari: pagi, sore, setelah sholat dan waktu-waktu lainnya memiliki pahala yang sangat besar di sisiAlloh l. Alloh l berfirman:

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“….laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(QS. Al Ahzâb/33:35)

Begitu pula nafaqah terhadap diri, istri, dan anak yang dilakuakan untuk mencari keridhoan Alloh l. Termasuk membantu para janda dan orang –orang miskin seperti mujahid fi sabilillah atau seperti orang yang selalu berpuasa dan sholat.

Sesungguhnya jalan-jalan kebaikan itu banyak, hanya teragantung kepada diri kita, apakah kita mau menempuh jalan-jalan tersebut sehingga kita menjadi orang-orang yang beruntung atau kita enggan menempuhnya sehingga menjadi orang-orang yang merugi.

Sumber di ambil dari Majalah Lentera Qolbu

 

Baca juga Artikel Berikut:

AJARKAN AKU PERBEDAAN (BAGIAN 3)

KELEMAHLEMBUTAN, MUSYAWARAH DAN TAWAKKAL

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.