Sunnah yang Terlupakan: Amalan Kecil Berpahala Besar
Sunnah yang Terlupakan: Amalan Kecil Berpahala Besar
Pendahuluan
Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan agama ini dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat. Dalam kehidupan seorang Muslim, Sunnah Rasulullah merupakan pedoman utama setelah Al-Qur’an. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak amalan Sunnah yang mulai ditinggalkan atau dianggap remeh. Padahal, amalan-amalan tersebut walaupun kecil, memiliki pahala yang besar di sisi Allah, terlebih jika dilakukan secara istiqamah.
Artikel ini akan membahas beberapa Sunnah yang sering terlupakan, beserta dalil dari Al-Qur’an dan hadits shahih, serta penjelasan pentingnya menghidupkan kembali Sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
Landasan Perintah Mengikuti Sunnah
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
Artinya: “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian…”
(QS. Ali ‘Imran: 31)
Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa menghidupkan sunnahku yang telah mati setelahku, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Tirmidzi, hasan)
Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa mengikuti Sunnah bukan hanya bentuk ketaatan, tetapi juga bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Keutamaan Amalan Kecil dalam Islam
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)
Hadits ini menunjukkan bahwa amalan kecil yang dilakukan secara istiqamah lebih dicintai daripada amalan besar yang tidak konsisten. Oleh karena itu, jangan meremehkan Sunnah yang tampak sederhana.
Contoh Sunnah yang Sering Terlupakan
1. Membaca Doa Sebelum dan Sesudah Aktivitas
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan berbagai doa dalam aktivitas harian, seperti sebelum makan:
بِسْمِ اللَّهِ
“Dengan nama Allah.” (HR. Bukhari)
Dan setelah makan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ
Alhamdulillahil ladzi Ath’amani Hadza Warazaqanihi (HR. Abu Dawud, hasan)
Amalan ini sederhana, namun sering dilupakan, padahal mengandung keberkahan.
2. Bersiwak (Membersihkan Gigi)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari no. 887 dan Muslim no. 252)
Siwak merupakan Sunnah yang memiliki manfaat dunia dan akhirat, tetapi banyak ditinggalkan.
3. Shalat Sunnah Rawatib
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa menjaga dua belas rakaat sunnah dalam sehari semalam, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim no. 728)
Shalat Sunnah rawatib sering dianggap ringan, namun memiliki keutamaan besar.
4. Mengucapkan Salam
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ
Artinya: “Apabila kalian memasuki rumah, ucapkanlah salam…” (QS. An-Nur: 61)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sampai beriman, dan tidak beriman sampai saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)
5. Tersenyum kepada Sesama Muslim
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi, shahih)
Amalan kecil ini sangat mudah, tetapi memiliki nilai pahala yang besar.
6. Tidur dengan Adab Sunnah
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Jika engkau hendak tidur, maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Beliau juga menganjurkan membaca ayat Kursi sebelum tidur (HR. Bukhari dalam shahihnya).
7. Dzikir Setelah Shalat
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan membaca:
Subhanallah 33x
Alhamdulillah 33x
Allahu Akbar 33x
(HR. Muslim no. 597)
Dzikir ini sering diabaikan padahal sangat ringan dan berpahala besar.
8. Menggunakan Tangan Kanan dalam Kebaikan
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanan, dan apabila minum, maka minumlah dengan tangan kanan…” (HR. Muslim no. 2020)
Amalan ini sangat sederhana, tetapi sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
9. Duduk Saat Minum
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasllam bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian minum dalam keadaan berdiri.” (HR. Muslim no. 2024)
Walaupun ada kondisi tertentu yang dibolehkan, namun kebiasaan duduk saat minum adalah Sunnah yang lebih utama.
10. Mengucapkan Doa Masuk dan Keluar Rumah
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Jika seseorang masuk rumahnya lalu ia berdzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan berkata: Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.” (HR. Muslim no. 2018)
Ini menunjukkan betapa besar perlindungan dari amalan kecil tersebut.
11. Shalat Dua Rakaat Sebelum Subuh
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)
Ini adalah salah satu Sunnah yang sangat ditekankan, tetapi sering diremehkan.
12. Mengucapkan Dzikir Pagi dan Petang
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Dzikir pagi dan petang termasuk benteng seorang Muslim, namun banyak yang melalaikannya.
Penjelasan Ulama Salaf tentang Sunnah Kecil
Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata: “Hendaknya seseorang menjaga amalan walaupun sedikit, karena amalan yang sedikit namun terus-menerus lebih utama daripada yang banyak namun terputus.”
Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan bahwa: “Meremehkan Sunnah kecil dapat menjadi sebab hilangnya kecintaan kepada Sunnah secara keseluruhan.”
Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah berkata: “Tidaklah aku mengetahui amalan yang lebih utama setelah yang wajib selain mengikuti Sunnah.”
Perkataan para ulama ini menunjukkan bahwa Sunnah sekecil apa pun memiliki nilai besar dalam menjaga keimanan.
Dampak Meninggalkan Sunnah Secara Bertahap
Meninggalkan Sunnah yang kecil dapat membawa dampak besar, di antaranya:
1. Hilangnya keberkahan dalam hidup
2. Melemahnya kecintaan kepada Rasulullah
3. Terbiasa meremehkan ajaran agama
4. Terbuka pintu bid’ah
Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata: “Barangsiapa meremehkan adab (Sunnah), maka ia akan terhalang dari sunnah-sunnah lainnya.”
Cara Mudah Menghidupkan Sunnah dalam Kehidupan
Untuk mengamalkan Sunnah secara konsisten, dapat dilakukan langkah-langkah berikut:
1. Memulai dari yang paling mudah
Seperti mengucapkan salam, tersenyum, dan membaca doa harian.
2. Istiqamah walaupun sedikit
Berdasarkan hadits tentang amalan yang paling dicintai Allah.
3. Belajar ilmu Sunnah
Dengan membaca kitab hadits dan penjelasan ulama.
4. Mengajak keluarga dan orang terdekat
Agar Sunnah menjadi budaya dalam kehidupan.
5. Niat menghidupkan Sunnah
Karena pahala besar diberikan bagi orang yang menghidupkan Sunnah yang ditinggalkan.
Keutamaan Menghidupkan Sunnah di Akhir Zaman
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, orang yang berpegang pada sunnah saat itu seperti memegang bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260, shahih)
Ini menunjukkan bahwa mengamalkan Sunnah di zaman penuh fitnah memiliki pahala yang besar.
Hikmah Menghidupkan Sunnah
Menghidupkan Sunnah memiliki banyak manfaat, di antaranya:
1. Mendapatkan cinta Allah
Sebagaimana QS. Ali ‘Imran: 31.
2. Pahala berlipat ganda
Terutama ketika Sunnah tersebut mulai ditinggalkan.
3. Menjadi pembeda antara ahli Sunnah dan ahli bid’ah
4. Mendapat syafaat Rasulullah
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membenciku, maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Bukhari)
Menghidupkan Sunnah berarti menunjukkan kecintaan kepada beliau.
Tantangan dalam Mengamalkan Sunnah
Di zaman sekarang, banyak orang menganggap Sunnah sebagai hal yang tidak penting. Bahkan, terkadang orang yang mengamalkan Sunnah dianggap aneh.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim no. 145)
Oleh karena itu, seorang Muslim harus tetap istiqamah walaupun sedikit orang yang mengamalkannya.
Penutup
Sunnah Rasulullah adalah cahaya dalam kehidupan seorang Muslim. Amalan kecil yang sering dianggap sepele ternyata memiliki nilai besar di sisi Allah. Oleh karena itu, hendaknya kita berusaha menghidupkan Sunnah dalam setiap aspek kehidupan.
Jangan menunggu amalan besar untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena bisa jadi amalan kecil yang istiqamah justru menjadi sebab keselamatan di akhirat.
Semoga Allah memudahkan kita untuk mengikuti Sunnah Rasulullah dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
1. Al-Qur’anul Karim
2. Shahih Bukhari
3. Shahih Muslim
4. Sunan Tirmidzi
5. Sunan Abu Dawud
6. Riyadhus Shalihin Imam An-Nawawi
7. Syarh Shahih Muslim Imam An-Nawawi
8. Fathul Bari Ibnu Hajar Al-Asqalani
9. Tafsir Ibnu Katsir
10. Zadul Ma’ad Ibnul Qayyim
11. Jami’ul ‘Ulum wal Hikam Ibnu Rajab
12. Al-Adzkar Imam An-Nawawi
13. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah Syaikh Al-Albani
Diringkas oleh: Retia Abillila (Guru Diniyyah SDI Abu Hurairah)
Lahat, 23 April 2026
Baca juga artikel:
