Skip to content

Pintu Yang Mengantarkan Kita Ke Surga

ykkokut
7 menit baca
pintu yang mengantarkan ke surga

Pintu semua kebaikan

Jujur adalah sifat orang mukmin, sedangkan dusta adalah sifat orang munafik, kejujuran itu adalah pondasi keimanan, sedangkan kebodohan adalah benih kemunafikan.

Apabila kebohongan dan keimanan bertemu, salah satu dari keduanya pasti tumbang. karna ALLAH memberi gambaran berlawanan antara orang munafik dan orang jujur. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

ليجزي الله الصدقين يصدقهم و يعذب المنفقين إن شاء…

Artinya: “agar ALLAH memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karna kebenarannya, dan mengazab orang-orang munafik jika DIA mengehendaki…”(QS. AL-ahzab: 64)

Kejujuran adalah kunci untuk meraih kebaikan. Sifat ini yang akan menunjukkan kita kepada kebajikan, dan itu adalah jalan untuk menuju surga. Yang demikian itu tidak dapat mungkin dicapai seorang pendusta, karena kebohongannya pasti akan menggiring kepada keburukan, dan itu adalah jalan untuk menuju neraka.

Harits al-muhasibi menegaskan”: wahai saudaraku, ketahuilah bahwa jujur dan ikhlas adalah pondasi segalanya. kejujuran melahirkan sifat sabar, qona’ah, zuhud, ridha, dan ramah. Sementara keikhlasan melahirkan keyakinan, rasa takut, cinta, toleran, malu, serta mudah menghormati orang. Dan tiga hal berikut akan sempurna jika disertai dengan kejujuran: hati sebagai pelaksana iman, niat beramal, dan lisan ketika berbicara.”

Jujur dalam niat

Disebutkan di dalam hadits hamba yang pertama diadili adalah hamba yang mati syahid pada saat perang. Diperlihatkan nikmat yang telah diberikan padannya didunia dan ia mengakuinya. ALLAH pun bertanya: “apa yang kamu lakukan terhadap nikmatku ini? “aku pergunakan ia untuk berperang dijalanmu hingga aku gugur sebagai seorang yang syahid, ”jawabnya.

Tapi ALLAH membantahnya: ”kamu bohong! Sebenarnya tujuanmu berperang agar dipuji sebagai pemberani, dan kamu sudah mendapatkan pujian itu! “kemudian dia dimasukkan ke dalam neraka    Dan berikutnya hamba yang diadili di hari kiamat adalah hamba yang diberikan kekayaan dan kelapangan rezeki oleh ALLAH, diperlihatkan kembali nikmat yang didunia kemudian ia mengakuinya. ALLAH bertanya: “apa yang kamu lakukan terhadap nikmatku ini? “aku menginfakkannya di setiap jalan yang engkau inginkan, tanpa pernah ketinggalan satu pun. aku melakukan itu dengan ikhlas karna mu.”

ALLAH membantahnya: ”kamu bohong! sebenarnya kamu berinfak agar di puji sebagai seorang yang  dermawan, dan kamu sudah mendapatkan pujian itu! “kemudian dia diseret ke neraka. naudzubillah

Hadits di atas mengajarkan kita agar jujur dalam berniat agar amalan kita dapat diterima di sisi ALLAH di hari kiamat kelak.

Jujur dalam perkataan dan perbuatan

Apabila disebutkan kata “jujur”, pikiran kita akan tertuju pada ucapan dan perkataan. Sehingga dinyatakan bahwa kejujuran pada ucapan merupakan bentuk kejujuran yang masyhur.

Seorang dikatakan jujur apabila menyatakan kebenaran sesuai fakta yang ada tanpa menambah atau tanpa menguranginya. jujur juga bermakna kesesuaian kata hati dengan ucapan. Maka jika salah satunya tidak terpenuhi, ia belum bisa disebut sebagai kejujuran.

Sesungguhnya Allah mengutamakan lisan dari pada anggota tubuh yang lain. Dia mengangkat derajatnya dengan menjadikannya dapat mengucap kalimat tauhid (syahadat).

Maka itu, tidak sepantasnya orang muslim membiarkan indra yang dimuliakan ini berbohong, apalagi sampai terbiasa dengan salah satu sifat orang munafik tersebut.

Setiap muslim wajib menjaga lisannya agar selalu berkata jujur dan menjauhi dusta, membiasakannya dengan ucapan-ucapan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Sebab, bagaimanapun perbuatan lisan bergantung pada pembiasaan sehari-hari. Apabila dibiasakan jujur, niscaya ia akan selalu jujur; dan sebaliknya, apabila dibiasakan dusta maka ia selalu dusta. Siapa yang mampu menjaga lisanya dijamin masuk surga oleh-Nya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

((اضمنوا لي ستا من أنفسكم أضمن لكم اصدقوا إذاحدثتم و أوفوا إذا وعدتم و أدوا إذا اؤتمنتم و احفذوا فروجكم و غدوا أبصاركم و كفوا أيديكم))

Artinya: “jaminan untuku (dengan menjaga) enam hal berikut ini, maka aku akan menjamin surga untuk kalian: jujurlah ketika berbicara, tepatilah ketika berjanji, laksanakanlah amanah jika dipercaya, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan, dan jagalah kedua tangan[1].

Tidak hanya jaminan yang diatas, orang yang selalu berkata jujur sekalipun sedang bercanda juga akan mendapat rumah dibagian tengah surga. beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabdah:

((انا زعيم ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء و إن كان محقا و ببيت في وسط الجنة لمن ترك الكذب و إن كان مازحا و ببيت في أعلى الجنة لمن حسن خلقه))

Artinya: “aku menjamin rumah dipinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walau berada di pihak yang benar. Aku menjamin rumah ditengah-tengah surga dari orang yang meninggalkan perkataan dusta walau pada konteks bercanda. dan, aku menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi orang yang berakhlak mulia”[2].

Dengan selalu berkata jujur, seorang muslim terhindar dari sifat orang munafik sebagaimana disabdakan Rasulullahsalallahu alaihi wasallam:”ada tiga tanda orang munafik: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat”[3].

Sungguh orang yang senantiasa berkata jujur tidak akan pernah merugi, Nabisalallah alaihi wasallam bersabdah:

((أربع إذا كن فيك فلا عليك ما فاتك ممن الدنيا:حفظ أمانة,و صدك حديث,و حسن خليقة,و عفة في طعمة.))

Artinya: “ada empat perkarya yang jika semuanya ada padamu niscaya kamu tak akan merugi meski terluput dari keuntungan dunia: jujur dalam bertutur, menjaga amanah, akhlak yang mulia, dan berhati-hati dari mengonsumsi dari makanan yang haram”[4].

Begitu pula dalam perbuatan. Setiap muslim sejati akan senantiasa jujur manakala bermuamalah dengan orang lain. Tindak tanduk serta perbuatannya jauh dari kedustaan atau kebohongan. diapun tidak mau menyuap, mennipu, maupun berbuat curang kepada sesama.

Muslim sejati itu senantiasa tampil apa adanya, jauh dari kepura-puraan dan kepalsuan demi menjaga gengsi atau meraih pujian. Tidaklah ia tampil glamor dengan sesuatu yang tidak dimilikinya, ia memakai pakaian yang lusuh dan kumul agar tampak sebagai orang zuhud. Rasulullah salallahu alaihi wasallam menghina orang yang demikian, yakni dalam sabda beliau:

((المتشبع بما لم يعط كلابس ثوبي زور))

Artinya: “seseorang yang berpenampilan dengan sesuatu yang bukan miliknya bagaikan orang yang memakai dua baju palsu”. (Muttafaqun Alaih)

Ancaman bagi pendusta

Kejujuran melahirkan ketenangan, adapun kebohongan menyisakan keresahan. Orang yang gemar berdusta selalu dihantui rasa waswas dan gelisah.

Rasullullahsalallah alaihi wasallam bersabda:

((فإن الصدق طمأنينة الكذب ريبة))

Artinya: “kejujuran membawa ketenangan, sedangkan kebohongan membawa kegelisahan”[5]

Muslim sejati amat jauh dari kebohongan, sebab ia takut dengan ancaman Allah Ta’ala terhadap pembohong. Seakan akan tergambar di pelupuk matanya sabda Rasulullah salallah alihi wasallam ihwal ancaman bagi para pendusta.

Diriwayatkan bahwa pada suatu malam, nabi bermimpi berjalan dengan dua orang (jelmaan malaikat Allah).beliau bertutur:”… kami terus berjalan hingga menjumpai seorang laki-laki lainnya berdiri di atasnya sambil memegang besi pengait. Ia lalu mendekat ke sisi kiri wajah laki-laki di bawahnya serta menyobeknya dari rahang hingga ke tengkuk, dan dari mata hingga ke tengkuk, dari lubang hidung hingga ke tengkuk, dan dari mata hingga ke tengkuk. lantas, ia beralih ke sisi kanan wajahnya dan melakukan hal yang serupa. Setelah sisi yang kiri pulih seperti semula, ia pun kembali menyiksanya dengan kait besi. dan, ini terjadi berkali-kali. Aku bertanya: ’Mahasuci Allah, ada apa dengan dua orang ini?’”

Maka, dikatakan kepada beliau: “laki-laki yang engkau lihat rahangnya, lubang hidungnya, dan matanya dicabik-cabik sampai ke tengkuk adalah orang yang keluar rumahnya pada pagi hari menyebarkan kebohongan hingga terdengar ke penjuru kampungnya”[6].

Subhanallah! betapa dahsyat siksaan untuk pembohong. Namun mengapa kebanyakan manusia menyepelekannya, hingga mereka begitu mudah berdusta? Padahal, kebiasaan berbohong termasuk dosa besar dan sifat yang paling dibenci oleh Rasulullah.

Beliau salallah alaihi wasallam bersabda:

((ما كان خلق أبغض إلى رسول الله من الكذب))

Artinya: “tidak ada akhlak yang paling dibenci Rasulullah melebihi suka dusta”. (HR. At-tirmidzi (1973))

Dusta termasuk dosa besar, namun ada tiga bentuknya yang dibolehkan demi kemaslahatan syariat. Yaitu berbohong sebagai bentuk tipu muslihat dalam peperangan, berbohong untuk mendamaikan dua pihak yang bertikai, dan berbohong kepada suami atau sebaliknya untuk menguatkan cinta kasih tanpa disertai unsur kedzaliman.ini pendapat ibnu syihab[7].

Ummu kultsum binti uqbah bin abi mu’aith berkata bahwa Rasulullahsalallah alaihi wasallam bersabbda:

((ليس الكذاب الذي يصلح بين الناس و يقول خيراً و ينمى خيراً))

Artinya: “tidaklah dikatakan pendusta seseorang yang mendamaikan manusia,berkata baik,dan menyampaikan (berita) baik”. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad (385))

Buah dari kejujuran:

  1. Surga

Orang yang jujur dijamin masuk surga.

  • Dicatat sebagai hamba yang senantiasa jujur

Orang yang jujur akan memperoleh kehormatan yaitu dicatat sebagai hamba yang selalu jujur di sisi Allah.

  • Mendapatkan ketenangan

Kejujuraan akan mendatangkan kelapangan sanubari dan juga ketenangan jiwa.

  • Mendapatkan keberkahan dalam mencari nafkah

Kejujuran akan mendatangkan berkah serta menambah kebaikan dalam mencari nafkah.

  • Dihapuskan dosa-dosa dan kekhilafan

Jujur dapat menghapuskan dosa-dosa hamba dan kekhilafan yang dilakukannya.

Kita harus selalu jujur agar tidak termasuk ke jurang kedustaan yang sangat gelap jika kita sering berbohong maka nanti bohong itulah yang mendarah daging di tubuh kita .naudzubillah min dzalik.

REFERENSI:

Di ringkas dengan sedikit perubahan dari karya: Ummu ihsan & abu ihsan al-Atsari “ENSIKLOPEDIA AKHLAK SALAF” (JUJUR AKAN MENGANTARKAN KITA KE SURGA) Cetakan 3: Muharram 1438 H/Oktober 2016 M.


[1] HR.Ahmad (no.22757).lihat shilsilah ash-shahihah (no.1470) dari ubadah bin shamit

[2] HR.Abu Dawud (no.4800).

[3] HR.AL-Bukhari dan Musllim.

[4] HR.Ahmad (no.6652).

 BACA JUGA :

 

 

Bagikan:

Artikel Terkait

jujur permata berharga yang kian langka
Akhlak 09/02/2026

Jujur: Permata Berharga Yang Kian Langka

Jujur: Permata Berharga Yang Kian Langka – Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil huda wadinil haqq, liyudzhirahu ’aladdini kullihi, wakafa billahi syahiidaa. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah. Allahumma shalli ’ala sayyidina muhammadin wa ’ala alihi washahbihi ajma’in.” “Segala puji milik Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hidayah dan Agama yang benar, untuk memenangkannya atas […]

Kita Itu Bersaudara
Akhlak 15/01/2026

Kita Itu Bersaudara

Kita Itu Bersaudara Hadits Arbain 35. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: «لاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَتَنَاجَشُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخوَاناً. المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَايَحْقِرُهُ. التَّقْوَى هَاهُنَا -وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- بِحَسْبِ امْرِىءٍ مِنَ […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map