Skip to content

Kisah Karomah Ibnu Taimiyyah

Abu Fudhail
4 menit baca

Telah terjadi sebagian kekhususan (karomah) pada diri Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang diceritakan oleh sebagian murid-murid beliau serta orang yang mengenalnya. Hal tersebut seperti yang dikisahkan oleh Ibnul Qoyyim,beliau berkata: “Sungguh aku telah menyaksikan perkara yang ajaib dari firasat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, sementara yang belum aku saksikan dari karomah tersebut adalah lebih besar. Kejadian-kejadian mengenai firasatnya membutuhkan buku besar untuk menulisnya.

Beliau pernah memberitahukan kepada para sahabatnya mengenai masuknya Tartar ke Negeri Syam tahun 699, dan pasukan muslimin akan dihancurkan sementara di Damaskus tidak terjadi pembunuhan dan penawanan secara umum. Kegilaan pasukan Tatar dan kemarahannya adalah untuk mendapatkan harta, dan hal ini terjadi sebelum Tatar hendak melakukan pergerakan.

Kemudian beliau memberitahu para sahabatnya serta para pemimpin pada tahun tujuh ratus dua tatkala Tatar bergerak menuju Syam bahwa kekalahan ada di pihak mereka, sementara kemenangan ada di pihak kaum muslimin. Beliau (Syaikhul Islam) bersumpah akan hal tersebut lebih dari tujuh puluh kali sumpah. Kemudian dikatakanlah kepada beliau: “Ucapkanlah insya Alloh.” Maka beliau mengatakan: “Insya Alloh, sebagai kepastian bukan sebagai sikap menggantungkan kejadiannya kepada kehendak Alloh.” Kata Syaikh Ibnul Qoyyim: “Aku mendengar beliau mengatakan demikian. Dan sebagian firasat beliau diantara kedua kejadian itu seperti hujan (banyaknya).

Tatkala beliau diminta menuju Negeri Mesir dan beliau hendak di bunuh setelah dipertimbangkan akibatnya, para sahabat beliau berkumpul untuk mengantarkannya. Mereka berkata: “Telah banyak surat menyatakan bahwa orang-orang hendak membunuhmu.” Maka beliau berkata: “Demi Alloh, mereka tidak akan sampai melakukan hal tersebut sama sekali.” Merekapun bertanya: “Apakah engkau akan dipenjara?” Maka beliau menjawab: “Ya, dan penahananku akan berlangsung lama kemudian aku akan keluar serta berbicara tentang sunnah di hadapan manusia.” Ibnul Qoyyim berkata: “Aku mendengar beliau mengucapkan hal tersebut.”

Tatkala musuh beliau yang diberi gelar Jasyinkir menjadi raja dan orang-orang memberitahu kepadanya mengenai hal tersebut dan berkata: “Sekarang ia telah sampai kepada keinginannya terhadap dirimu.” Maka beliau bersujud syukur kepada Alloh dengan lama. Beliaupun ditanya: “Apa sebab sujud syukur ini?” Beliau menjawab: “Ini adalah awal kehinaannya dan awal ia meninggalkan kemuliaannya sejak sekarang serta dekatnya masa hilangnya kekuasaannya.” Beliau ditanya: “Kapan hal ini terjadi?” Maka beliau menjawab: “Kuda-kuda pasukan akan dibiarkan tidak ditambatkan pada qurth hingga negaranya terkalahkan.” Ibnul Qoyyim berkata: “Maka terjadilah seperti apa yang beliau beritahukan, dan saya mendengar berita tersebut dari beliau.”

Suatu kali beliau berkata: “Beberapa sahabatku dan selain mereka akan menemuiku lalu aku lihat di wajah mereka dan mata mereka perkara-perkara yang tidak aku sebutkan kepada mereka.” Ibnul Qoyyim berkata: “Maka aku atau selainku mengatakan: “Seandainya engkau beritahukan kepada mereka (mungkin akan lebih baik).” Maka beliau berkata: “Apakah engkau kalian ingin aku menjadi peramal seperti peramalnya para pemimpin?”

Pada suatu hari aku berkata kepada beliau: “Seandainya engkau memperlakukan kami seperti itu (diberitahu apa yang ada pada mereka) niscaya hal itu lebih membangkitkan istiqomah dan kebaikan.” Maka beliau berkata: “Kalian tidak akan bersabar bersamaku dalam keadaan seperti itu walaupun hanya dalam waktu satu jum’at (1 pekan).” Atau beliau mengatakan: “Dalam waktu satu bulan.”

Ibnul Qoyyim berkata: “Beliau telah memberitahukan kepadaku tidak hanya sekali mengenai perkara-perkara yang batin yang khusus berkaitan denganku yang merupakan perkara yang menyebabkanku bertekad untuk melakukannya, namun lidahku tidak bisa mengucapkannya. Beliau telah memberitahukan kepadaku sebagian kejadian-kejadian besar yang terjadi akan datang namun beliau tidak menentukan waktunya, sungguh aku telah melihat sebagiannya dan aku sedang menanti sebagian yang lainnya. Apa yang disaksikan oleh sahabat-sahabat besar beliau berlipat-lipat dari apa yang saya saksikan.” (Madârijus Sâlikîn: 458-459).

Dalam Al-Wâbilush Shoyyib; 67 Ibnul Qoyyim mengatakan: “Alloh mengetahui bahwa aku tidak melihat orang yang lebih baik kehidupannya sama sekali dari beliau, bersamaan dengan sempitnya hidup beliau dan tidak adanya kesejahteraan dan dalam keadaan dipenjara, diteror serta terzholimi. Bersamaan dengan itu, beliau adalah orang yang paling baik kehidupannya, paling lapang dadanya, paling kuat hatinya, serta paling bahagia. Nampak indahnya kenikmatan pada wajahnya. Dahulu kami apabila merasa sangat takut dan timbul prasangka-prasangka yang buruk serta terasa bumi ini sempit bagi kami, maka kami mendatangi beliau. Tidaklah kami melihatnya dan mendengar ucapannya melainkan telah hilang semua yang kami rasakan itu dan berubah menjadi kelapangan hati, kekuatan, keyakinan, dan ketenangan. Maha Suci Dzat telah menunjukkan kepada hamba-Nya akan surga-Nya sebelum ia berjumpa dengan-Nya, dan yang telah membuka bagi mereka pintu-pintu surga di negeri tempat beramal (dunia) hingga datanglah kepada mereka bau surga, anginnya yang sepoi-poi dan harumnya bau surga yang menjadikan mereka mencuruhkan segenap kekuatan mereka untuk mencari surga dan berlomba untuk meraihnya.”

Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/175604

Sumber: Majalah Lentera Qolbu Edisi 04 Tahun 03

 

Bagikan:

Artikel Terkait

kisah pembunuhan pertama
Kisah 21/11/2025

Kisah Pembunuhan Pertama

Kisah Pembunuhan Pertama – Segala pujian hanyalah milik Allah rabb semesta alam yang telah mengatur urusan makhluk Nya dengan begitu rinci dan cermat. Yang telah mengajarakandan menurunkan syariat sebagai kemaslahatn ummat manusia dan alam smesta. Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan kepada Rasul junjungan suri tauladan dan panutan bagi manusia yang menginginkan kebahagian di […]

Kecerdassan Spriritual Saudh Binti Zam'ah
Kisah 06/10/2025

Kecerdasan Spiritual Saudah Binti Zam’ah

KISAH KECERDASAN UMMUL MUKMININ, AISYAH Kecerdasan Spiritual Saudah Binti Zam’ah Saudah binti zam’ah adalah salah seorang Ummul Mukminin. Rasulullah menikahinya di mekkah, sebelum hijrah ke madinah, dan setelah meninggalnya Ummul Mukminin, Khdijah. Rasulullah hidup serumah dengan saudah di mekkah pada tahun 10 kenabian. Sampai tiga tahun setelah itu, Rasulullah tidak menduakan saudah, hingga Rasulullah hijrah […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map