Skip to content

 DZULQORNAIN Penguasa yang adil

ykkokut
6 menit baca
dzulqarnain penguasa yang adil

 DZULQORNAIN Penguasa yang adilPerjalanan ketiga; Zulkarnain ke daerah ya’jud dan ma’juj dan pembuatan dinding pembatas

Allah memberikan Zulkarnain sebab-sebab ilmiah sehingga dia bisa paham bahasa asing kaumnya

Para ahli tafsir mengatakan bahwa Zulkarnain pergi dari arah Timur menuju ke arah utara, hingga akhirnya beliau sampai di antara dua dinding penghalang kedua dinding penghalang itu adalah rantai pegunungan yang dikenal pada masa itu, yang menjadi penghalang antara yajud dan ma’juj dengan manusia. Dihadapan kedua gunung itu, dia menemukan suatu kaum yang hampir-hampir tidak bisa memahami pembicaraan karena bahasa mereka sangat asing serta akal dan hati mereka tidak bagus. Namun, Allah ta’ala memberikan Zulkarnain sebab-sebab ilmiah sehingga dia bisa memahami bahasa gaul itu dan dia bisa memahamkan mereka titik dia bisa berbicara kepada mereka dan mereka bisa bicara kepadanya. Mereka kemudian mengeluhkan kejahatan dianjur dan majud kepada Zulkarnain dan meminta agar Zulkarnain membuatkan mereka dinding penghalang dari yajud dan ma’jud agar mereka terhindar dari kerusakan yang dibuat yajud dan maju. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak mampu membangun dinding penghalang, dan mereka mengetahui kemampuan Zulkarnain untuk membangunnya.

Allah ta’ala berfirman:

ثم اتبع سببا حتى اذا بلغ بين السدين وجد من دونهما قوما لا يكادون يفقهون قولا قالوا يا ذا القرنين ان ياجوج وماجوج مفسرون في الارض فهل نجعل لك خرجا على ان تجعل بيننا وبينهم سدا

Artinya: “Kemudian dia menempuh suatu jalan yang lain lagi hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung. Dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak seperti pembicaraan. Mereka berkata, hai Zulkarnain sesungguhnya yakjuj dan makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami Dan mereka?.”  (QS. Alkhafi18: 92-94)

Zulkarnain bukan orang yang Tama, Dia tidak memiliki keinginan terhadap harta dunia titik namun dia juga tidak meninggalkan usaha perbaikan  keadaan rakyat.

Saat meminta tolong kepada Zulkarnain, mereka berjanji akan memberinya upah titik Zulkarnain bukan orang yang tamak, Dia tidak memiliki keinginan terhadap harta dunia. Namun dia juga tidak meninggalkan usaha perbaikan keadaan rakyat bahkan tujuannya adalah perbaikan. Sehingga dia memenuhi permintaan mereka karena kemaslahatan yang terkandung di dalamnya. Dia tidak mengambil upah dari mereka.

Ibnu jarir dari Atok dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu (mereka berjanji akan memberikan) upah yang besar (ajran azhiman) ya itu dengan cara (masing-masing) mereka mengumpulkan harta benda yang mereka miliki untuk kemudian (mereka satukan) lalu diberikan kepada Zulkarnain sebagai upah, sehingga dia bisa membuatkan benteng penghalang.

Zulkarnain mengajak partisipasi rakyatnya dalam membangun dinding pemisah, untuk kemaslahatan mereka.

قال ما مكني في ربي خير فاعينوني بقوه اجعل بينكم وبينهم ردما

Artinya: “Zulkarnain berkata,”apa yang telah dikuasakan oleh regu kepadaku terhadapnya adalah lebih baik maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (QS. Alkhafi/18: 95)

Kemudian Zulkarnain dalam rangka menjaga diri dan agamanya serta mewujudkan kebaikan, yang mengatakan,”sesungguhnya Allah ta’ala telah memberikan kepadaku kekuasaan dan kedudukan yang itu lebih baik untukku daripada harta yang kalian kumpulkan untuk kalian berikan kepadaku titik namun, bantulah aku dengan kekuatan tenaga dan perbuatan kalian dan menyediakan alat-alat untuk membangunnya. “Agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” Sebagai penghalang agar mereka tidak melintasi kalian.

Mereka memberikan potongan-potongan besi kepada Zulkarnain. Hingga ketika besi itu telah rata dengan dua gunung yang antara keduanya dibangun penghalang. “Zulkarnain berkata,”nyalakanlah api yang besar. Gunakanlah alat tiup agar nyalanya membesar, sehingga tembaga itu meleleh. Tatkala tembaga yang hendak dia tuangkan di antara potongan-potongan besi itu telah meleleh, Dia berkata berikanlah aku tembaga yang telah mendidih lalu tuang tembaga yang meleleh ke atas besi panas itu. Maka di tim penghalang itu menjadi luar biasa kokohnya. Umat manusia yang berada di belakang menjadi aman dari kejahatan yakjuj dan makjuj. Sehingga yakjuj dan makjuj tidak memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mendakinya karena tingginya penghalang itu. tidak pula mereka bisa melubanginya karena kekokohan dan kekuatannya

Zulkarnain menyandarkan hasil kerjanya sebagai rahmat dari rohnya, dan bersyukur kepada rabb-nya atas kekokohan dan kemampuannya.

قال هذا رحمه من ربي فاذا جاء وعد ربي جعله دكا وكان وعد ربي حقا

artinya: Zulkarnain berkata”ini (dinding) adalah Rahmat dari rabbku, maka apabila sudah datang janji robku, dia akan menjadikannya hancur dulu; dan janji rapuh itu adalah benar” (QS. Al Kahfi/18: 98)

Setelah melakukan perbuatan baik dan pengaruh yang mulia Zulkarnain menyandarkan nikmat itu kepada pemiliknya. Dia berkata,”ini dinding adalah Rahmat dari rabbku.” Maksudnya, merupakan karunia dan kebaikannya terhadapku inilah keadaan para pemimpin yang soleh. Bila Allah ta’ala memberikan kenikmatan yang mulia kepada mereka, bertambahlah syukur, penetapan, dan pengakuan mereka akan nikmat Allah ta’ala.

Zulkarnaen berkata,”maka apabila sudah datang janji rabbku akan keluarnya yakjuj dan makjuj, dia menjadikan dinding penghalang yang kuat dan kokoh itu (hancur Luluh), dan runtuh. Ratalah dinding itu dengan tanah.”dan janji rabbku itu adalah benar”(QS. Al Kahfi/18: 98).

Sebagaimana firman Allah ta’ala yang artinya: “hingga apabila dibukakan (dinding) yakjuj dan makjuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi,”(QS Al-Ambiya: 96)

Faedah dari kisah

1. Allah mengangkat derajat sebagian manusia atas sebagian yang lain dan memberi rezeki kepada orang yang dia kehendaki berupa kekuasaan dan harta, karena dia yang maha kuasa dan yang mengetahui semua hikmah yang tersembunyi.

2. Isyarat untuk melakukan sebab, sebagaimana sunatullah dalam kauniyahnya dengan bersungguh-sungguh berusaha dan bekerja maka akan tercapai tujuan. Kadar keberhasilan seseorang berbanding lurus dengan kadar kesungguhannya.

3. Semangat dalam melakukan perkara yang penting serta berusaha menghilangkan rintangan, tetap semangat dan tidak putus asa dalam mencapai tujuan.

4. Siapa yang berkuasa maka tidak seharusnya dia mabuk kepayang dengan kekuasaannya, serta tidak semena-mena menggunakan kekuasaannya untuk menyiksa dan menghukum orang yang dia mau. Dia harus memperlakukan orang yang baik dengan cara baik dan bersikap tegas terhadap orang yang jahat. Dengannya, dia bisa memberikan rasa keadilan kepada rakyatnya.

5. Seorang penguasa hendaknya menjaga diri dari harta rakyatnya dan tidak menerima imbalan dari pekerjaan yang dia lakukan selama dia telah dicukupkan oleh Allah ta’ala karena dengan sikap itu dia menjaga kehormatannya dan akan menambah kecintaan rakyat kepadanya.

  6. Mengungkapkan kenikmatan yang telah Allah ta’ala berikan adalah sebagai bentuk rasa syukur kepadanya. Dan menunjukkan kelemahan seorang hamba karena dia tidak akan mampu kecuali atas pertolongannya. Sebagaimana ucapan Nabi Sulaiman: “ini termasuk karunia rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari akan nikmatnya,” (QS.  An-naml: 40)

7. Terbukanya atau hancurnya dinding pembatas yang dibuat oleh Zulkarnain serta keluarnya yakjuj dan makjuj adalah salah satu diantara tanda kiamat besar.

8. Mengingat negeri akhirat dan fananya dunia akan menjadikan seseorang bersungguh-sungguh menyiapkan bekal untuk alam yang kekal abadi dan kenikmatan yang langgeng selamanya.

 9. Pelajaran akan abadinya amalan yang baik dan atsar perbuatan yang mulia.sebagaimana yang dikisahkan dalam ayat yang mulia ini maka kebaikan Zulkarnain berupa kebaikan akhlaknya, keberanian keluhuran cita-citanya, menjaga kehormatan diri, keadilan dan usahanya mengokohkan keamanan dan memberi kebaikan kepada orang baik serta memberi hukuman orang zalim, perbuatannya itu tetap dipuji dan diabadikan walaupun orangnya telah tiada.

 10. Hendaknya seorang pemimpin mengupayakan keamanan bagi rakyatnya, menjaga mereka, mencegah dari kejelekan, menutup kekurangan dan memperbaiki mereka, menjaga harta mereka, mengarahkan kepada yang bermanfaat untuk mereka, dan menjaga hak-hak rakyat yang berada di bawah kekuasaan dan pengawasannya.

 11. Untuk mencapai kemaslahatan, kebaikan dan keamanan bersama maka seorang pemimpin membutuhkan partisipasi dari rakyatnya.

 12. Hendaklah nikmat-nikmat yang besar tidak menjadikan seseorang congkak dan sombong sebagaimana kesombongan qorun ketika dia berkata: “sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash/28: 78)

REFERENSI:

Diringkas dan disusun oleh Budi Abu Yazid pegawai ponpes Darul Quran Wal hadits Oku Timur tanggal 22 Juni 2026, sumber majalah as-sunnah Edisi 12 Rajab 1439 H/April 2018M, halaman 14-16.

Baca juga artikel:

Bahaya Berbagai Macam Fitnah

Hukum Seputar Qurban

Bagikan:

Artikel Terkait

raja di yaman dan hirah
Sirah 06/05/2025

Raja-raja di Yaman dan Hirah (Bagian ke 1)

Raja-raja di Yaman dan Hirah (Bagian ke 1) – Bismillah.. Artikel kali ini adalah membahas tentang Raja-raja di Yaman dan Hirah Bagian Kesatu, banyak hal yang bisa kita pelajari dari sejarah masa lalu.  Selagi kita hendak membicarakan masalah kekuasaan di kalangan bangsa Arab sebelum Islam, berarti kita harus membuat miniatur sejarah pemerintahan, imarah (keemiran), agama […]

ketulusan cinta membela nabi perang uhud
Sirah 16/04/2025

Ketulusan Cinta dalam Membela Nabi di perang Uhud

Ketulusan Cinta dalam Membela Nabi di perang Uhud – Terbunuhnya para pemuka-pemuka Quraisy dalam perang badar menyisakan dendam bagi sanak saudara mereka yang terbunuh. Anak-anak mereka yang terbunuh dan para pemimpin mereka berkata kepada Abu Sufyan,” sediakan harta ini (yang dapat diselamatkan) untuk memerangi Muhammad.” Sekitar 3.000 (tiga ribu) orang kaum musyrikin yang berhasil dikumpulkan […]

LAZ Kunci Kebaikan

Dana yang disalurkan melalui LAZ Kunci Kebaikan hanya bersumber dari dana halal, tidak bertujuan untuk pencucian uang, terorisme, maupun tindakan kejahatan lainnya.

Legalitas LAZ

Izin Kanwil nomor:
...........................

QRIS Zakat

ZAKAT YKK

Rek. BSI

8643916700

a.n. Zakat YKK

Wajib Konfirmasi ke:

Bpk. Heri Setiawan, S.Pd.
(0822-6666-0856)

Tanpa konfirmasi, dianggap sedekah biasa.

QRIS Zakat

PEDULI SESAMA YKK

Rek. BSI

4557498470

a.n. Peduli Sesama YKK

(Tanpa konfirmasi digunakan untuk program-program LAZ)

Donasi khusus tidak akan dipotong jasa penyaluran.

Sekretariat:

Kompleks Ponpes Darul-Qur'an Wal-Hadits, Jl Tuanku Imam Bonjol, Bunga Mayang, Peracak, OKU Timur, Sumsel (32315)

Klik: Google Map